Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Pemasangan Sistem Proteksi Petir (SPP) Eksternal Pada Gedung di Kota Mataram Ni Made Seniari; Rosmaliati Rosmaliati; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 6: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.778 KB)

Abstract

Abstract. Indonesia is located in the tropics with an Iso Kraunic Level (IKL) of 200 strikes / km2 / year, with a relatively large risk of loss. The introduction of planning and installing a lightning protection system (SPP) was carried out for young people around the Mataram University Campus environment and was also attended by students and alumni of the Mataram University electrical engineering department. The selection of the topic and target of this activity was due to problems including (1) Lack of public understanding of the lightning phenomenon, (2) There has been no attempt by related parties to socialize ways to reduce the risk of lightning strikes, (3) Lack of public understanding of the procedure and planning for system installation external lightning protection (SPP). The external targets were: (1) Increase public understanding of the concept of lightning, (2) Increase community understanding of the impact and risk of lightning strikes, (3) Provide knowledge on how to reduce losses due to lightning strikes, (4) Provide skills in planning the installation of external SPP. The methods used were: lectures, demonstrations, question and answer, and discussion. The results achieved include: (1) Understanding of the phenomenon of lightning, (2) Understanding of the impact of direct and indirect lightning strikes, (3) Can plan the installation of external lightning installations.
PENGENALAN RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA UNTUK MENUMBUHKAN BAKAT DAN KREATIFITAS SISWA SD PADA ILMU KELISTRIKAN Ni Made Seniari; Ida Ayu Sri Adnyani; Supriyatna Supriyatna; I.B. Fery Citarsa; I Made Ginarsa; Bagus Widhi Dharma
Jurnal Bakti Nusa Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v3i1.47

Abstract

Anak terlahir dengan kemampuan atau kecerdasan yang tinggi. Tumbuh kembang anak akan maksimal apabila didukung oleh gizi, lingkungan, pendidikan yang berkualitas,  dan peranan orang tua dalam membimbing anak mereka.  Perkembangan kecerdasan dan keterampilan anak perlu di gali agar berfungsi dan berkembang dengan maksimal.  Untuk itu seorang anak perlu diberi  pendidikan secara akademis dan di ikuti dengan kegiatan-kegiatan praktek, yang bersifat kreatif secara berkesinambungan. Khusus untuk meningkatkan bakat, kemampuan dan kreatifitas siswa di bidang ilmu teknik elektro, siswa diberikan teori ilmu rangkaian listrik sederhana yang terhubung secara seri dan pararel. Selanjutnya teori tersebut dipraktekkan oleh siswa dengan sumber batrei dan beban lampu bolham.  Siswa mengamati dan menganalisis perbedaan rangkaian seri dan pararel. Untuk analisa setiap rangkaian, siswa akan kembali dengan teori-teori yang telah didapat. Siswa menjadi lebih cerdas, semakin kreatif dan bersemangat. Terbukti dari hasil karya rangkaian instalsi listrik yang sederhana dalam papan modul yang dilengkapi dengan saklar-saklar.
PENINGKATAN KOMPETENSI KODE MORSE BERBASIS HIGH FREKUENSI PADA ORGANISASI RADIO LOKAL MATARAM Ida Ayu Sri Adnyani; I Ketut Wiryajati; Ni Made Seniari; I G.A.K. Chatur
Jurnal Bakti Nusa Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v3i1.49

Abstract

Amatir  Radio adalah mereka yang memiliki izin dari Pemerintah dibidang elektronika, radio dan komunikasi. Dalam melakukan kegiatan berkomunikasi, Amatir Radio   dapat  menggunakan  beberapa  Moda seperti  Single Side Band (SSB), Continuous Wave(CW), Radio Teletype (RTTY), Packet Radio, PSK 31, dan lain-lain. Kode morse memiliki istilah lain yaitu Telegrafie atau disebut juga dengan istilah kata sandi morse. Mempelajari kode telegrafie sama dengan mempelajari bahasa baru, yaitu Bahasa Kode. Salah satu ketentuan regulasi mengenai amatir radio, International Amateur Radio Union (IARU) menyatakan bahwa seorang amatir radio harus dapatmenerima dengan telinga dan mengirim dengan tangan kode-kode morse Internasional, walaupun dengan kecepatan rendah. Salah satu yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah mode komunikasi dengan Continuous Wave (CW). Metode yang dipergunakan adalah mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan huruf yang mewakili kode morsenya. Penggunaan kuesioner kepuasan dan kuesioner kecepatan untuk mengukur tingkat pemahaman anggota, dianalisis dengan statistik dasar. Dari hasil Analisis statistik dasar dapat dikatakan bahwa anggota yang mengikuti tahapan ujian tingkat nasional memiliki kemampuan yang kuat sehingga kecepatan dalam menerima materi dan kemampuan menyerap menjadi lebih cepat.
SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KELISTRIKAN UNTUK MASYARAKAT DESA JELANTIK LOMBOK TENGAH Ida Ayu Sri Adnyani; Sultan Sultan; I Made Ari Nrartha; I Made Ginarsa; Agung Budi Muljono; Ni Made Seniari
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.771

Abstract

The community of Jelantik Village, Central Lombok Regency is one of the assisted villages of Mataram University. Based on observations, there are still many village communities who are lacking. Jelantik Village Community, Central Lombok Regency, is one of the assisted villages of Mataram University. Based on observations, there are still many village people who do not understand and use electrical equipment not in accordance with the 2011 General Electrical Installation Requirements procedures and standards. The purpose of community service is to provide an understanding of the importance of Occupational Safety and Health (HSE) applied in their respective work environments. . The method used is socialization and giving questionnaires by calculating the percentage of the Guttman scale. The Guttman scale is used to determine the percentage of understanding of the HSE electricity category. Based on the results of the tabulation, the number of socialization participants was 13 out of 20 participants invited. The age range of the participants was between 18-40 years with an average education level of high school level and one with a bachelor's degree. Questionnaire results were assessed using the Guttman scale, with a total of 56 yes answers and 48 not yet answers, so the average score was 4.3. Based on the average score, it can be determined that the percentage is 33.07% on the Guttman scale in the range of 21% -40%. These results indicate that the respondents' understanding of HSE electricity is in the weak/less category. This result is due to the lack of socialization carried out by related parties, causing a high risk of accidents such as fire.
Pengenalan Rangkaian Listrik Sederhana Di SDN 26 Ampenan Mataram Ni Made Seniari; Bagus Widhi Dharma; I Made Ginarsa; Supriyatna Supriyatna; Ida Ayu Sri Adnyani; I Made Budi Suksmadana
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.335 KB)

Abstract

Siswa Sekolah Dasar memerlukan sistem pembelajaran dengan alat peragaan dan memperaktekkan langsung teori-teori pembelajaran.  Pemakaian alat peragaan dan berpraktek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, belajar berlogika  dan meningkatkan ingatan siswa tentang materi pembelajaran. Penyediaan alat peraga dan bahan bereperaktek terkadang terabaikan oleh pihak sekolah. Mewujudkan pembelajaran dengan peragaan dan berpraktek dilaksanakan di SDN 26 Ampenan Mataram. Pembelajaran diawali dengan memperkenalkan alat, fungsi  komponen-komponen, serta cara-cara membuat rangkaian listrik DC. Selanjutnya siswa diajak berdiskusi dan diberikan komponen-komponen rangkain, papan module  sebagai tempat membuat rangkaian. Rangkaian listrik dibuat secara berkelompok  dengan anggota 5 orang.  Rangkaian listrik dilanjutkan dibuat saat  pelajaran IPA minggu berikutnya. Dua minggu berikutnya siswa SDN 26 dapat menunjukkankan hasil rangkaian dan mempresentasikannya  dengan indikator lampu DC bisa menyala. Pembelajaran dengan peragaan dan berpraktek sangat efektif diterapkan pada siswa SD, dan menunjukkan hasil  kearah kemajuan sistem pembelajaran. Pihak guru dan pengelola sekolah sangat mendukung dan merasa terbantu  dengan kegiatan PKM ini.
Pengenalan Instalasi Petir Pada Gedung Di SMAN 8 Mataram Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna Supriyatna; Sabar Nababan Nababan; Ida Ayu Sri Adnyani; Abdul Natsir Natsir
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2222.375 KB)

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)  perlu di berikan keterampilan tambahan di luar kurikulum,  yang  nantinya dapat di gunakan sebagi keahlian membuka lapangan kerja mandiri. Siswa SMA sangat penting dibekali  keterampilan instalasi penangkal petir dan dasar-dasar hukumnya.  Generasi muda selain paham teori, memiliki pengetahuan dan keterampilan, juga harus memahami  dasar-dasar hukum dan peraturan pemerintah yang mewadahi.  Siswa akan mampu mengembangkan keahlian  dan keterampilannya secara mandiri dengan bekal pelatihan ini.  Siswa diberi ceramah tentang  landasan teori beserta dasar hukum, cara memperagakan peralatan instalasi, dan cara menentukan kebutuhan bahan instalasi, berdasarkan bentuk dan ukuran bangunan.  Siswa SMAN  8 mendapat pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan  yang sangat penting yang tidak tercantum dalam kurikulum.. Pelatihan ini menambah keterampilan dan wawasan siswa,  memberikan motivasi dan semangat kemandirian siswa untuk membuka lapangna kerja mandiri. .
Penerapan Penjejak Titik Daya Maksimum Pada Plts Skala Kecil di SMK Negeri 1 Pringgabaya Jurnal Pepadu; Abdul Natsir; Supriyatna Supriyatna; Ida Ayu Sri Adnyani; Ni Made Seniari; Sabar Nababan; Rosmaliati Rosmaliati
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2160

Abstract

ABTRAKDalam kebijakan energi nasional, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan danmeningkatkan pemanfaatan pembangkit energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025. Saat ini,potensi energi terbarukan di Indonesia belum dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini terlihat dari potensienergi terbarukan Indonesia mencapai kira-kira 400 GW, yang terealisasi pemanfaatannya hanya 32 GWatau sekitar 8 % di akhir tahun 2019. Kontroler pengisi surya atau solar charge controller (SCC)merupakan komponen elektronik daya yang digunakan di PLTS untuk mengatur pengisian bateraidengan menggunakan modul fotovoltaik (PV) agar menjadi lebih optimal. Penjejak titik dayamaksimum atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah sebuah algoritma atau teknik yangdigunakan oleh kontroler pengisi untuk melacak dan mendapatkan nilai daya maksimum dari modul PVdalam kondisi tertentu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk merancang danmenerapkan MPPT pada kontroler pengisi PLTS yang berlokasi di SMKN 1 Pringgabaya. Hasilpengujian dan pengukuran data menunjukkan bahwa daya keluaran yang dihasilkan modul PV yangmenggunakan MPPT relatif lebih besar jika dibandingkan dengan daya yang dihasilkan modul PV tanpamenggunakan MPPT. Hasil pengukuran tertinggi ditunjukkan pada kondisi intensitas radiasi suryasebesar 704,4 Watt/m2, modul PV dengan menggunakan MPPT dan tanpa MPPT yang masing-masingmenghasilkan daya sebesar 52,60 Wp dan 38,04 Wp.
PERAGAAN METODE SUPERPOSISI DALAM ANALISIS RANGKAIAN LISTRIK UNTUK SISWA SMAN 5 MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2281

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Mataram terletak di jalan Udayana No. 2A, Kecamatan Selaparang, Mataram.Sekolah ini berdiri sejak tahun 1992 dan menjadi salah satu sekolah berprestasi di NTB. Prestasi ini terbukti dari banyaknya alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Alumni di terima di Perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional dan seleksi bersama masuk perguruan tingi negeri. Jalur seleksi nasional yang dinilai adalah raport siswa pada lima mata pelajaran. Untuk jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi nasional adalah nilai hasil test. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah perlu partisipasi dan peran aktif dari masyarakat umum, pemerintah dan lembaga terkait. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan di Mataram ikut berperan aktif meningkatkan prestasi sekolah dengan sharing pengetahuan dengan menggunakan module peraga. Sharing pengetahuan mengangkat materi analisa rangkaian listrik, menggunakan metode superposisi,yang tercakup dalam mata pelajaran Fisika. Module peraga dapat mempercepat dan pemerataan pemahaman siswa terhadap kasus rangkaian listrik. Selanjutnya siswa berlatihan dengan mengambil kasus rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah sumber arus, dua buah sumber tegangan dengan posisi sumber bervariasi. Soal-soal latihan dikerjakan secara berkelompok dengan teman sebangkunya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam berlatih soal-soal dengan kasus yang bervariasi. Mereka semakin paham dengan elemen-elemen yang terrangkaian secara seri maupun secara pararel. Dari 32 siswa yang mengikuti kegiatan, sebagian besar bisa menganalisa kasus dengan lancar. Simulasi rangkaian dapat dikerjakan dengan baik. Indikator secara kuantitatif kemajuan siswa setelah pelaksanaan kegiatan meningkat 84,37 %, diambil dari hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah Melalui Pelatihan Uji Kelayakan Instalasi Listrik Agung Budi Muljono; Nrartha I Made; Sultan Sultan; Ginarsa I Made; Adnyani Ida Ayu Sri; Paniran Paniran; Yadnya Made Sutha; Sasongko Sudi Mariyanto Al
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v5i1.313

Abstract

The increasing demand for electrical energy, especially in the household sector, requires the use of electrical equipment with electrical installations that meet the safety standard criteria according to SNI: 0225 (PUIL 2011). Electrical energy provides great benefits for human life, but it is also a threat to human life. This can happen if you do not comply with the standards for installing and using electrical installation equipment in accordance with SNI: 0225 (PUIL 2011) and Minister of Energy and Mineral Resources No. 045 of 2005, as well as behavior that is not wise and proper in using electrical equipment. As one of the villages in the KEK Mandalika area, Tumpak village has the potential to develop eco-friendly tourism, so it is necessary to prepare human resources with knowledge of electrical installations. Through community empowerment activities there has been an increase in the ability of participants in terms of theory and practice of the electrical installation feasibility test with an average value of 58.998 to 81.98 or an average increase of 38.95%.
SISTEM PROTEKSI PETIR PADA GEDUNG UNTUK MEMINIMALISIR KERUGIAN DI SMKN 3 MATARAM Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan; I Made Ginarsa; Bagus Widhi Dharma S
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1021

Abstract

Indonesia, being a tropical country, experiences more than 200 lightning strikes per year per square kilometer. The dangers associated with lightning currents cannot be completely eliminated. Therefore, it is crucial to make efforts to minimize losses caused by lightning strikes by installing both external and internal lightning protection systems. The impact of a lightning strike can cause harm to buildings, electronic equipment, and even pose a threat to the lives of living beings in and around the affected area. To safeguard buildings and protect lives from the dangers of lightning strikes, the installation of an external and internal lightning protection system is essential. In order to raise awareness about the importance of lightning protection systems, a socialization program was organized specifically for Vocational High School students majoring in building and electricity. This initiative is significant as Vocational High School graduates often enter the workforce directly. By integrating the concepts of building planning and electricity with lightning protection systems, it is hoped that Vocational High School students will begin to learn and apply these principles effectively. During the socialization program, the participants were familiarized with Law No. 28 of 2002 and Government Regulation No. 36 of 2005, which are both essential components of building planning. By incorporating these regulations into their understanding of lightning protection systems, the students gained valuable knowledge and skills. A total of 44 vocational students participated in this program, and their progress in terms of understanding and knowledge increased by 70.837%. This socialization activity holds great potential in minimizing losses caused by lightning strikes.
Co-Authors , I Made Ginarsa AA Alit Triadi Abdul Natsir Adha, Farhan Adi W, IGAK Catur Agung Budi Muljono Agung Budi Muljono Akbar, Panji Alfandi, Ahmad Nova Amrullah, Topaarana Bagus Widhi Dharma Bagus Widhi Dharma S Bagus Widhi Dharma S. CATUR ADHI , I GUSTI AGUNG KETUT Cipta Ramadhani DHARMA S, BAGUS WIDHI Eduarsa, Made Octa Ginarsa I Made Hadianto, Virgian Puji Hamdi, Haidar Hardinata, Dhika Aufa Harjian, M Rivaldy Harjian, Muhammad Rivaldi Hati, Mutiara Indah Permata Humairoh Saidah I G.A.K. Chatur I Gede Bawa Susana I Ketut Perdana Putra I Ketut Wiryajati I Made Ari Nrartha I Made Ari Nrartha I Made Budi Suksmadana I Made Ginarsa I Made Ginarsa I Made Ginarsa I Made Mara I Nyoman Wahyu Satiawan I Nyoman Wahyu Satiawan I Wayan Joniarta I.B. Fery Citarsa Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Fery Citarsa Ida Bagus Fery Citarsa IDK Okariawan, IDK Jurnal Pepadu Karni, Wais Al Made Budi Suksmadana MADE SULASTRI SULASTRI Made Sutha Yadnya Mahdi, Muh. Sultanul Muh Rhama Insan Kamil Nababan, Sabar Natrsir, Abdul Natsir, Abdul Ni Ketut Dewi Irwanti Ni Ketut Suarni Ni Made Seniari Ni Made Seniari Ni Made Seniari Ni Made Seniari Ni Made Seniari Nrartha I Made Paniran Paniran Perdana Putra, I Ketut Perdana, I Ketut Putra, I Ketut Perdana Putra, R. Reski Eka Rosmaliati, Rosmaliati S, Bagus Widhi Dharma Sabar Nababan Sabar Nababan Nababan Seniari, Ni Made Sri Maryati Sudi Mariyanto Al Sasongko Suksmadana, I Made Budi Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Supriatna Supriono Supriono Supriono Supriyatna Supriyatna Supriyatna Tawaqqal, Akbar Teti Zubaidah Widana, Arya Kusuma