Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR MAHASISWA KEPERAWATAN ANGGOTA DAN NON-ANGGOTA VOLUNTARY NURSING TEAM DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Rapmauli Tambunan; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p04

Abstract

Voluntary Nursing Team (VNT) adalah komunitas mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berfokus pada pengembangan kompetensi kegawatdaruratan, salah satunya Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan BHD menjadi krusial dalam menangani kasus henti jantung, karena keterlambatan penanganan dapat mengurangi peluang kelangsungan hidup hingga 7-10% setiap menit. Anggota VNT mendapatkan pelatihan intensif yang tidak tersedia bagi mahasiswa non-anggota, meliputi pendidikan dan latihan mengenai BHD serta simulasi penanganan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam tingkat pengetahuan BHD antara mahasiswa keperawatan yang menjadi anggota VNT dan yang tidak menjadi anggota VNT di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengingat pentingnya BHD dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan disebarkan kepada 84 mahasiswa keperawatan, terdiri dari 42 anggota VNT dan 42 non-anggota VNT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat pengetahuan BHD antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan BHD antara anggota dan non-anggota VNT (p < 0,05). Mahasiswa anggota VNT memiliki tingkat pengetahuan BHD yang lebih tinggi dibandingkan non-anggota dengan skor rata-rata anggota VNT adalah 72,68 dan skor rata-rata non anggota VNT adalah 55,73. Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh VNT berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan BHD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan yang diberikan oleh VNT efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan di bidang kegawatdaruratan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program serupa di institusi pendidikan di bidang kesehatan lainnya untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA Ni Made Ayu Trisna Wardani; I Made Suindrayasa; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p06

Abstract

Watersport memiliki potensi terjadinya kecelakaan wisata air yang dapat menyebabkan bahaya fisik hingga kematian akibat kurangnya penerapan safety culture. Salah satu faktor yang mempengaruhi safety culture adalah efikasi diri. Pramuwisata wisata air memiliki peranan penting dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Salah satu lokasi wisata air yaitu di Wilayah Tanjung Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata yang bekerja di perusahaan watersport di Wilayah Tanjung Benoa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel berjumlah 91 pramuwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramuwisata memiliki efikasi diri dalam kategori sedang sebanyak 61 responden (67%) dan mayoritas safety culture dalam kategori baik sebanyak 46 responden (50,5%). Uji Spearman Rank didapatkan hasil nilai p = 0,0001 < 0,05 dan nilai r = 0,459. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang sedang antara efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air di Wilayah Tanjung Benoa. Pengelola watersport diharapkan memberikan pelatihan pertolongan pertama sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan safety culture pramuwisata.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN PARA NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN TENGGELAM (WATER RESCUE) DI PANTAI LABUHAN DESA ANTIGA Ni Putu Juliantari; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p14

Abstract

Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di perairan. Salah satu kejadian darurat yang sering terjadi diperairan adalah tenggelam, yang kerap menimpa nelayan karena kurangnya persiapan saat melaut. Kematian akibat tenggelam bisa dicegah dengan pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga kesiapsiagaan sangat penting untuk mencegah dan menangani insiden tenggelam. Kesiapsiagaan tenggelam menjadi peran penting terhadap antisipasi maupun pemberian pertolongan pertama pada kejadian tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan kesiapsiagaan nelayan dalam memberikan pertolongan pertama pada insiden tenggelam (water rescue) di pantai Labuhan, Desa Antiga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 67 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman buruk terkait insiden tenggelam, seperti pernah tenggelam, diterjang gelombang, terjatuh dari kapal, atau terseret ombak. Tingkat kesiapsiagaan mereka tergolong cukup siap (52,2%), namun pengetahuan dan sikap cenderung kurang siap (55,2%), serta sistem peringatan bencana cenderung kurang siap (46,3%). Sementara perencanaan keadaan darurat masuk kategori sangat siap (52,2%), dan mobilisasi sumber daya berada pada tingkat sangat siap (46,3%). Kesimpulannya, banyak nelayan Desa Antiga menganggap bahwa kematian akibat tenggelam termasuk hal yang biasa dan dapat terjadi pada nelayan yang memiliki pengalaman. Karena itu, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan agar institusi keperawatan dan pemerintah mengadakan edukasi dan pelatihan terkait penanggulangan insiden tenggelam untuk meningkatkan kesiapsiagaan para nelayan.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Putu Rapita Dewi; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p12

Abstract

Perilaku caring merupakan hal yang diharapkan pasien untuk dapat diberikan oleh perawat dalam proses perawatan. Adanya aduan masyarakat melalui website resmi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli mengenai ketidakpuasan pada pelayanan perawat di ruang rawat inap mengindikasikan adanya perilaku yang kurang sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSUD Bangli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di empat ruangan rawat inap, ICU, dan ICCU selama dua minggu dengan jumlah sampel 75 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat pada kedua variabel menyatakan nilai tengah skor kecerdasan emosional responden adalah 56,00 dan sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu 52 orang (69,3%). Rata-rata skor perilaku caring responden adalah 74,39, sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 72 orang (96,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank diketahui nilai r = 0,536 dan nilai p = 0,000, artinya terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RSUD Bangli. Tingkat kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat yang sudah baik perlu dipertahankan dan untuk perawat dengan kategori kurang baik dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan agar kualitas pelayanan kesehatan juga meningkat.
GAMBARAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM PADA WISATA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA Ni Kadek Dewi Yani; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p14

Abstract

Safety culture sangat penting diterapkan di sektor pariwisata bahari, khususnya aktivitas melihat lumba-lumba di Pantai Lovina. Safety culture yang mencakup budaya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pramuwisata lumba-lumba diimplementasikan bervariasi antar organisasi pemandu wisata di pantai Lovina, salah satunya penerapan safety culture penanganan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan safety culture pramuwisata dalam pertolongan pertama tenggelam pada wisata lumba-lumba di Pantai Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observatif. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata lumba-lumba yang tergabung dalam organisasi pramuwisata di Pantai Lovina yang dipilih dengan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 121 responden. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Safety Culture Assessment Review Team (SCART). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan safety culture oleh pramuwisata lumba-lumba dalam pertolongan pertama tenggelam termasuk dalam kategori B dengan bobot total skor 748,63. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait keselamatan yang perlu ditingkatkan oleh pramuwisata ataupun organisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan organisasi untuk meningkatkan perilaku safety culture pada pramuwisata yaitu dengan memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pramuwisata dapat memperkuat komitmen pramuwisata dalam mengutamakan keselamatan saat bekerja, yang salah satunya diwujudkan melalui kepatuhan penuh terhadap SOP yang ada.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN ALTRUISME PADA LINMAS Yuli Sartikah; I Made Suindrayasa; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p01

Abstract

Keterlambatan penanganan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi nomor tiga di dunia, sehingga diperlukan pemberian pertolongan pertama segera. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) merupakan masyarakat yang dibekali pengetahuan terkait penanganan bencana serta berpeluang besar menjadi first responder ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga Linmas perlu memiliki pengetahuan pertolongan pertama. Pengetahuan pertolongan pertama erat hubungannya dengan altruisme, pengetahuan memiliki peran penting sebagai dasar seseorang melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan rancangan deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat berjumlah 52 Linmas dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pertolongan pertama dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r=0,375 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel lemah. Linmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama serta altruisme yang dimiliki melalui berbagai sumber informasi terkait pertolongan pertama.
GAMBARAN KESELAMATAN BERSELANCAR OLEH PEMANDU SURFING DI PANTAI KUTA BALI Aulia Zahra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p13

Abstract

Pantai Kuta merupakan destinasi wisata surfing yang merupakan salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke Bali. Namun di samping daya tariknya, tidak sedikit laporan mengenai adanya kecelakaan-kematian saat wisatawan melakukan surfing. Terjadinya kejadian kecelakaan surfing yang mengakibatkan cedera fisik bahkan sampai kematian di Pantai Kuta. Untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan bystander salah satunya pemandu surfing. Pemandu surfing wajib memiliki pengetahuan yang luas tentang olahraga berselancar, kondisi di lokasi berselancar, serta pengetahuan tentang pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keselamatan berselancar oleh pemandu surfing di Pantai Kuta, Bali dan memang belum pernah ditemukan pada penelitian terdahulu. Pemandu selancar memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan pengalaman yang menyenangkan bagi peselancar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Skor hasil dikategorikan dalam tingkat rendah, cukup, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan para pemandu surfing dalam kategori tinggi (100%). Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang serupa, dapat menambahkan komponen penelitian yang mengarah pada pengembangan intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan pemandu surfing atau bisa mengkaji faktor internal dengan indepth interview dalam penelitian kualitatif.
GAMBARAN TINGKAT DAN TUNTUTAN STRES AKADEMIK MAHASISWA BARU TAHUN PERTAMA PSSKPPN DALAM MENJALANI SEMESTER AWAL Ni Putu Nesia Santika Dewi; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p15

Abstract

Mahasiswa PSSKPPN Universitas Udayana semester awal mengalami tingkat stres akademik yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian yang lebih. Faktor-faktor penyebab mahasiswa mengalami stres disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan tuntutan stres akademik mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana sejumlah 84 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Probability Sampling dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua instrumen pengambilan data menggunakan kuisioner Perception of Academic Stress (PAS) dan kuisioner Student-Life Stress Inventory (SLSI). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 19 tahun sebanyak 62 orang (73,8%), dan didominasi oleh perempuan sebanyak 75 orang (89,3%). Hasil penelitian mengenai tingkat stres akademik mahasiswa sebagian besar responden memiliki tingkat stres akademik sedang sebanyak 59 orang (70,2%), tingkat stres akademik tinggi sebanyak 24 orang (28,6%) dan tingkat stres akademik rendah sebanyak 1 orang (1,2%). Dan hasil dari tuntutan stres akademik mahasiswa yaitu tinggi, mahasiswa mengalami frustasi dalam kategori tinggi sebanyak 44 orang (52,4%). Pada indikator konflik menunjukkan, sebagian besar mengalami tuntutan stres akibat konflik yang tinggi sebanyak 72 orang (85,7%), kemudian 72 orang (85,7%) mengalami tuntutan stres akibat tekanan dalam kategori tinggi. Sedangkan sebanyak 47 orang (56%) mengalami tuntutan stres akibat perubahan dalam kategori tinggi, serta sebanyak 43 orang (51,2%) mengalami tuntutan stres pemaksaan yang tinggi juga. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tuntutan stres akibat konflik dan tekanan. Dari temuan tersebut disarankan mahasiswa dapat menerapkan strategi koping stres.
IDENTIFIKASI HAMBATAN PADA ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN RESUSITASI JANTUNG PARU: SCOPING REVIEW I Gusti Ngurah Juniartha; Indriana Noor Istiqomah; Retno Tri Astuti Ramadhana
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p03

Abstract

Memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang terdekat dengan korban henti jantung. Namun, dalam praktiknya RJP seringkali tidak dilakukan atau dilakukan dengan tidak benar. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya hambatan yang menghalangi transfer pengetahuan, keterampilan afektif, dan psikomotorik yang diperlukan untuk melakukan RJP dengan benar. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut agar dapat dikembangkan solusi yang efektif. Artikel ini merupakan Scoping Review dengan analisis artikel pada Sciencedirect, PubMed, dan DOAJ dengan database hingga Juni 2025. Artikel yang disertakan mencakup kata kunci hambatan, RJP, henti jantung, RJP oleh orang awam, dan aplikasi smartphone. Artikel yang disertakan mencakup sampel, seperti dari orang awam, mahasiswa, paramedis, respon panggilan, dan kasus yang terekam. Selain itu, studi ini berfokus pada penelitian yang diterbitkan antara 2020 hingga Juni 2025. Analisis artikel yang termasuk dalam tinjauan ini menggunakan Diagram Alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja ‘PICOST’ (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design, Timeframe). Dari 405 studi yang diskrining, 25 artikel memenuhi kriteria seleksi. Hambatan yang diidentifikasi meliputi kurangnya pelatihan (15), batasan penggunaan aplikasi (5), kurangnya kepercayaan diri (3), dan bias gender (2). Hambatan-hambatan ini terutama terlihat dalam studi yang dilakukan di negara-negara di luar Indonesia. Semua studi yang dianalisis bersifat kuantitatif, oleh karena itu, untuk temuan yang lebih mendalam, pendekatan mixed-methods, termasuk studi kualitatif, dapat diterapkan selanjutnya. Selain itu, pendekatan terhadap pandangan budaya menjadi pertimbangan untuk temuan selanjutnya. Ketika orang awam melakukan RJP, beberapa hambatan dapat memengaruhi kualitas dan hasil pada korban henti jantung. Meskipun hanya empat hambatan yang diidentifikasi dalam studi sebelumnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi hambatan-hambatan ini, terutama di negara-negara berkembang.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN RIVER GUIDE DALAM MEMBERI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEGAWATDARURATAN WISATA AIR Kerti, Kadek Puspa; I Gusti Ngurah Juniartha; Manangkot, Meril Valentine
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p03

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata di Bali semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berkaitan juga dengan peningkatan risiko terjadinya kegawatdaruratan wisata di Bali, tak terkecuali pada wisata perairan. Angka kecelakaan water sport di Bali pada tahun 2019 terdapat sebanyak 265 wisatawan yang mengalami cedera seperti luka, dislokasi, fraktur, strain, dan sesak napas. Kehadiran kader siap siaga yang kompeten sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pra-hospital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan river guide dalam memberi pertolongan pertama kegawatdaruratan wisata air di Telaga Waja Rafting Karangasem Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan 51 responden river guide di 3 company rafting di Telaga Waja Karangasem Bali. Nilai mean usia responden berada pada 34,37 tahun. Seluruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%), mayoritas (88%) tamat SMA/SMK. Durasi bekerja responden memperoleh nilai median sebesar 120,00 bulan atau sekitar 10 tahun. Mayoritas memiliki pengalaman menolong wisatawan dan mengikuti pelatihan sebanyak 50 responden (98%). Nilai median pada skor total pengetahuan yakni 7,00. Nilai median skor total sikap adalah 31,00. Nilai median total skor rencana tanggap darurat yakni 3,00. Alat-alat P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) di ketiga company banyak yang belum lengkap jumlahnya. Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan para river guide memiliki kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Peneliti juga mengharapkan keterlibatan pihak lainnya dalam mendukung segala upaya guna meningkatkan kesiapsiagaan unsur masyarakat dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan.
Co-Authors Agastiya, I Made Cahyadi Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu Arista Maisyaroh Aulia Zahra Desak Made Widyanthari Dewa Ayu Diah Budi Utami Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra Erviani, Novita Ayu Gandari, NK. Matalia Govinda Vittala Gusti Ayu Ary Antari I Kadek Saputra I Kadek Saputra, I Kadek I Made Dyanta Anwar I Made Suindrayasa Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Ika Widi Astuti, Ika Widi Indriana Noor Istiqomah Kadek Aldo Kadek Cahya Utami Kadek Shinta Pradnyandari Kartikawatiningsih, Dewi Kerti, Kadek Puspa Komang Menik Sri Krisnawati Laksmi, Ida Ayu Agung LUH MERTASARI . Luh Seri Ani Luh Seri Ani Luh Sudarsani Made Agus Hendrayana Made Kurnia Widiastuti Giri Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti Saputra Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Ni Kadek Ayu Suarningsih Ni Kadek Desi Ayani Ni Kadek Dewi Yani Ni Kadek Sri Darmayanti Ni Komang Suastini Asih Ni Komang Sulyastini Ni Luh Made Citraning Hadi Pertiwi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Ayu Trisna Wardani Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Juliantari Ni Putu Nesia Santika Dewi Pande Ebin Anisa Putri Putu Agus Sugiartha Putu Aristya Putri Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Rapita Dewi Rapmauli Tambunan Retno Tri Astuti Ramadhana Riris Chintya Helieniastuti Sang Putu Sipo Adnyana Sanjiwani, Ida Arimurti Silpia Utami, Sang Ayu Putu Sisilia Sipangkar Teguh Wahju Sardjono Vittala, Govinda Widhi, Rai Sekar Widyasari, Putu Rossi Yanti, Emy Darma Yuli Sartikah