Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN PERAWAT STRUKTURAL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 PADA INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 DI BALI I Gusti Ngurah Juniartha; Ni Putu Emy Darma Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p07

Abstract

Perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu profesional yang rentan untuk mengalami stres, lelah, dan perubahan emosi terlebih pada situasi pandemi COVID-19. Guna menghadapi hal tersebut, selain bertindak sebagai pemimpin, perawat struktural IGD memiliki peran penting dalam menurunkan gejala negatif tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman perawat struktural dalam menghadapi pandemi COVID-19 pada IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dengan pendekatan postpositivism, yang dilaksanakan selama 4 bulan pada lima ruang IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Partisipan dipilih dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur pada 8 partisipan perawat struktural IGD. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan perekaman suara dengan voice recorder dan handphone. Hasil analisis verbatim pada penelitian ini teridentifikasi empat tema utama yakni: Merawat pasien COVID-19 di IGD, Manajemen pelayanan IGD saat pandemi, Solidaritas tim IGD, Komunikasi efektif di IGD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19 berlangsung, terjadi perubahan manajemen pelayanan yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kebijakan dari manajemen RS rujukan COVID-19. Adanya perubahan tersebut membuat perawat struktural harus bisa beradaptasi dan memberikan contoh kepada timnya dalam memberikan pelayanan pada situasi luar biasa. Untuk mempertahankan solidaritas tim pelayanan, perawat struktural menjadi teladan untuk memotivasi anggota tim perawat di IGD dengan mempertahankan komunikasi efektif.
Handwashing Training for Hotel Employees to Reduce the Incidence f Traveler Diarrhea Disease in Tourists Made Agus Hendrayana; Luh Seri Ani; Luh Mertasari; Ni Komang Sulyastini; Made Kurnia Widiastuti Giri; Govinda Vittala; Gusti Ngurah Juniartha; Ida Bagus Nyoman Putra Dwija
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.4090

Abstract

Traveler diarrhea is known as Bali's belly and is often suffered by foreign tourists who visit Bali Island. These activities aimed to see the diarrhea status and knowledge level of hotel employees of the hand washing method. We held this community devotion at a hotel in the Kalibukbuk District, Buleleng – Bali Province, in April 2023. The objective of these activities was for all the hotel employees, a number 44 people. The subjects were chosen by the total sampling method. The inclusion criteria are the hotel employees were registered and willing to participate. The inclusion criteria are sick and on duty. The data collected are the results of a complete fecal laboratory and the level of knowledge about excellent and correct hand washing. Complete fecal data was collected by observation, while knowledge level data was collected by the self-administered questionnaire method. Furthermore, the data were analyzed in a univariate descriptive. Of the forty-four service participants, twenty-one were willing to collect fecal samples. The results of laboratory tests were obtained 100% of the hotel staff had complete fecal results within normal limits based on indicators of color, texture, fecal consistency, the appearance of bacteria, fungi, parasites, viruses, blood, lenders, pus, meat fiber, sugar and fat in feces and potential fecal, hydrogen (pH). The staff's knowledge level score about handwashing increased from 75.7 before counseling to 99.2 after counseling. Hotel employees are free from traveler's diarrheal disease and their level of knowledge increases after being given a campaign on proper and correct handwashing methods. So, it is advisable to routinely conduct fecal examinations once every one year and keep. Updating the knowledge and skills of staff in washing hands appropriately and correctly as an effort to prevent disease, especially travelers' diarrhea.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION MELALUI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PECALANG DAN KADER DI DESA WISATA BONGAN TABANAN Suindrayasa, I Made; Manangkot, Meril Valentine; Juniartha, I Gusti Ngurah; Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p14

Abstract

Desa Wisata adalah satu program yang dibuat oleh satu desa yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan. Bongan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Ketika melakukan pertolongan dalam situasi kegawatdaruratan, seseorang harus mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Pengetahuan menolong meliputi pemahaman dalam prinsip, langkah, dan tata cara menolong. Sikap positif dalam menolong adalah posisi seseorang dalam berkeinginan untuk menolong sehingga nanti ditunjukkan dengan perilaku menolong. Persiapan, pencegahan, dan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang baik akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung dan pelaku jasa pariwisata yang ada di desa wisata. Pecalang dan kader merupakan perwakilan dari masyarakat yang dapat diandalkan saat terjadi kondisi-kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan sikap pecalang dan kader dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode quasi experimental dengan pre-post test. Perlakuan yang diberikan berupa Pelatihan Basic Life Support berupa ceramah, demontrasi, tanya jawab yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value < 0,05 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation melalui pelatihan BLS.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MENOLONG KORBAN KEGAWATDARURATAN WISATA PADA PEDAGANG PESISIR PANTAI DENGAN EDUKASI WATER RESCUE DI KABUPATEN BADUNG Juniartha, I Gusti Ngurah; Saputra, I Kadek; Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p14

Abstract

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk berwisata di pantai selain berdampak positif juga akan menjadi perhatian khusus pada kejadian kegawatdaruratan. Banyaknya kasus kegawatdaruratan pada wisawatan dipengaruhi oleh pertolongan pertama orang terdekat/bystander salah satunya adalah peran pedagang pesisir. Pedagang pesisir menyatakan sangat jarang terpapar pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaannya dan apabila ditinjau dari kesibukannya, pedagang pesisir akan lebih memprioritaskan untuk berdagang dibandingkan meningkatkan kompetensi pertolongan. Untuk menanggulangi hal tersebut, metode yang dipilih adalah dengan pembuatan media audio visual berupa video Water Rescue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagang pesisir untuk menolong korban kegawatdaruratan wisata pantai di Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode pre-experiment one group pretest-posttest dan dilaksanakan pada delapan lokasi pantai yang ada di Kabupaten Badung. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 103 orang. Pengambilan data dengan kuesioner untuk menilai kesiapsiagaan sebelum dan setelah pemberian video Water Rescue. Hasil analisis dengan uji t-Test menyatakan ada perbedaan kesiapsiagaan pedagang pantai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video Water Rescue dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Edukasi melalui pemberian media audio visual bisa dikatakan efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok pedagang pantai karena media dibuat dengan real setting dan real time, serta memadukan pendekatan budaya setempat dengan penggunaan bahasa yang sesuai dengan responden. Selain itu, diperlukan lokasi khusus untuk scan barcode penanganan kegawatdaruratan di lokasi pantai/air serta pelatihan secara berkala guna memantapkan kemampuan psikomotor dari pedagang sekitar lokasi wisata pantai/air.
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN SATGANA PMI DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BULELENG Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu; Juniartha, I Gusti Ngurah; Saputra, I Kadek; Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p11

Abstract

Sepanjang tahun 2022, telah tercatat 16 kejadian kebakaran permukiman di Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng memiliki angka kejadian kebakaran permukiman yang tinggi dibandingkan dengan kejadian bencana lain. Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (SATGANA) adalah tim khusus yang dibentuk, dibina dan diterjunkan oleh PMI untuk menangani masalah bencana kebakaran permukiman tersebut. Dalam melakukan pertolongan, SATGANA memiliki potensi risiko kecelakaan saat bekerja. Sehingga diperlukan sikap yang harus diterapkan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan kerja tersebut dengan menerapkan Budaya Keselamatan atau Safety Culture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pengambilan data menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 30 orang anggota SATGANA yang diberikan kuesioner SCART melalui Google form, dan pengambilan data dilakukan pada tanggal 15-28 Februari 2023. Didapatkan hasil bahwa Budaya Keselamatan anggota SATGANA PMI Buleleng dalam memberikan pertolongan pertama pada korban bencana kebakaran permukiman termasuk dalam peringkat kategori B dengan bobot total skor 696,88. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko pelanggaran pemenuhan persyaratan keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait kinerja keselamatan yang perlu ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan rutin, melibatkan semua tingkatan organisasi untuk mengadakan pertemuan tingkat institusi dengan menekankan pentingnya safety, memberikan penghargaan berupa piagam atau reward kepada anggota setelah mengikuti pelatihan dan pertolongan serta mengadakan kegiatan evaluasi kinerja dan dokumentasi evaluasi dilengkapi dengan pemberian rekomendasi tindak lanjut.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS Widyasari, Putu Rossi; Manangkot, Meril Valentine; Juniartha, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p14

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan penurunan fungsi ginjal. Salah satu pilihan terapi untuk pasien GGK adalah hemodialisis. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis dapat mengalami kecemasan, kecemasan akan berdampak pada kelancaran proses hemodialisis. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan khususnya pada pasien penyakit kronik adalah dengan meningkatkan aspek spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis. Penelitian ini dilakukan pada 10 April - 10 Mei 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini diikuti oleh 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas pasien tinggi yaitu sebanyak 29 orang (58%) dan sebagian besar pasien yang menjalani terapi hemodialisis memiliki tingkat kecemasan yang ringan, yaitu sebanyak 33 orang (66%). Hubungan tingkat spiritualitas dan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis (p-value = 0,000, r = -0,617). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas pasien, maka semakin ringan tingkat kecemasan pasien yang menjalani terapi hemodialisis.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PRAMUWISATA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI BALI Erviani, Novita Ayu; Juniartha, I Gusti Ngurah; Saputra, I Kadek
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i06.p06

Abstract

Pramuwisata memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan wisatawan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Sering terjadinya kasus kegawatdaruratan pada wisatawan menyebabkan pramuwisata harus memiliki keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pramuwisata dapat menjadi penolong awam RJP dalam penanganan kasus kegawatdaruratan wisatawan. Pelaksanaan riset berikut mempunyai tujuan untuk memahami hubungan antara karakteristik pramuwisata terhadap tingkat pengetahuan BHD di Bali. Desain riset yang dipakai yakni cross sectional dan respondennya berjumlah 100 individu yang ditentukan melalui penggunaan teknik purposive sampling. Data diambil pada bulan April 2022 secara online menggunakan Google Form. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner data demografi dan kuesioner tanpa nama mengenai tingkat pengetahuan BHD. Uji statistik Spearman Rank digunakan dalam penelitian ini. Hasil riset menampilkan bahwa mayoritas mempunyai pengetahuan baik (72%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkatan pendidikan (p<0,0022; r = -0,003) dan masa kerja (p?0,014; r = 0,245) terhadap tingkat pengetahuan BHD pada pramuwisata di Bali, sedangkan usia, riwayat pelatihan, dan riwayat penanganan kegawatdaruratan tidak mempunyai hubungan secara signifikan terhadap tingkatan pengetahuan BHD (p>0,05). Hal berikut menandakan adanya hubungan yang signifikan di antara tingkat pendidikan dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan BHD pada pramuwisata di Bali.
HUBUNGAN DURASI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PSSKPPN FK UNUD SELAMA PEMBELAJARAN DARING Widhi, Rai Sekar; Saputra, I Kadek; Juniartha, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p05

Abstract

Metode daring membuat proses, waktu, dan metode untuk pembelajaran menjadi lebih fleksibel bagi mahasiswa maupun dosen. Namun demikian, teridentifikasi beberapa kendala yang dialami mahasiswa seperti kejenuhan dan kelelahan karena terlalu lama menatap layar selama mengikuti pembelajaran daring sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajarnya. Konsentrasi belajar merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan mahasiswa selama proses pembelajaran yang akan berdampak pada prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan durasi dengan konsentrasi belajar mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (PSSKPPN FK Unud) selama pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pada penelitian ini menggunakan probability sampling jenis proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 176 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rerata durasi belajar daring mahasiswa yaitu 249 menit per harinya dan rerata konsentrasi belajar mahasiswa yaitu 101,74 yang termasuk dalam konsentrasi belajar sedang. Hasil uji korelasi Spearman Rank pada penelitian ini menunjukkan nilai p = 0,874 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi dengan konsentrasi belajar mahasiswa PSSKPPN FK Unud selama pembelajaran daring.
Training hotel staff in early emergency management to enhance tourist comfort at Ubud Raya Resort area Ani, Luh Seri; Hendrayana, Made Agus; Gandari, Ni Komang Matalia; Laksmi, Ida Ayu Agung; Agastiya, I Made Cahyadi; Vittala, Govinda; Juniartha, I Gusti Ngurah; Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.12128

Abstract

Tourists who stay at the hotel have a risk of illness and/or experiencing emergency problems that interfere with the sense of security and comfort for tourists. One factor for successful emergency management is first aid proficiency. However, the knowledge and skills of hotel staff are relatively lacking in handling emergency problems for tourists.  Based on this, this service was held to train the skills of hotel staff in handling emergencies for tourists. Service activities are carried out by presentation methods and practice on basic life support. The target of this activity is the hotel staff of Ubud Raya Resort. Dedication materials were given in 5 meetings. The training material has been adjusted to travel medicine subjects and based on the results of previous research by the implementation team. The implementation of this service went smoothly and as planned. Based on the results of the pretest and posttest, an increase in the knowledge and skills of participants was obtained. Based on interviews, it was found that service participants received positive benefits from the service carried out. Thus, concluded that this service was successfully carried out despite the limitations in its implementation. This community service advice re-conducting basic life support training for hotel staff so that the knowledge and skills received are beneficial in the long term.
Edukasi Menstruasi Melalui Media Poster dan Powerpoint (PPT) Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Siswa Menghadapi Menarche Silpia Utami, Sang Ayu Putu; Astuti, Ika Widi; Juniartha, I Gusti Ngurah; Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v16i2.2999

Abstract

Menarche is the first menstruation that occurs in the age range of 10-16 years. Early adolescents will experience significant physical, mental and social changes during puberty. Lack of information about menstruation can make it difficult for children to accept menarche. Health education is a process of raising public awareness by providing knowledge to change behavior for the better. The purpose of this study was to analyze the effect of education about menstruation using posters and power point media on knowledge and readiness to face menarche. The research design was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest approach. Respondents were students in grades IV, V, VI at SD Negeri 2 Tusan who had not experienced menarche, totaling 26 people and were selected using total sampling. The results of the Wilxocon test on the knowledge variable showed that there was a significant difference between before and after being given education about menstruation (p = 0.000). Then the results of the Paired Sample T-Test on the readiness variable showed that there was a significant difference between before and after being given education (p = 0.000). Therefore, it can be concluded that the provision of interventions in the form of education about menstruation using posters and power point media has an effect on increasing knowledge and readiness to face menarche in female students entering puberty. Health promotion using posters and power point media can be used as a medium for adolescents to understand the importance of readiness from various aspects in facing menarche. This research can enrich knowledge in the field of maternity nursing related to reproductive health.
Co-Authors Agastiya, I Made Cahyadi Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu Arista Maisyaroh Aulia Zahra Desak Made Widyanthari Dewa Ayu Diah Budi Utami Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra Erviani, Novita Ayu Gandari, NK. Matalia Govinda Vittala Gusti Ayu Ary Antari I Kadek Saputra I Kadek Saputra, I Kadek I Made Dyanta Anwar I Made Suindrayasa Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Ika Widi Astuti, Ika Widi Indriana Noor Istiqomah Kadek Aldo Kadek Cahya Utami Kadek Shinta Pradnyandari Kartikawatiningsih, Dewi Kerti, Kadek Puspa Komang Menik Sri Krisnawati Laksmi, Ida Ayu Agung LUH MERTASARI . Luh Seri Ani Luh Seri Ani Luh Sudarsani Made Agus Hendrayana Made Kurnia Widiastuti Giri Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti Saputra Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Ni Kadek Ayu Suarningsih Ni Kadek Desi Ayani Ni Kadek Dewi Yani Ni Kadek Sri Darmayanti Ni Komang Suastini Asih Ni Komang Sulyastini Ni Luh Made Citraning Hadi Pertiwi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Ayu Trisna Wardani Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Juliantari Ni Putu Nesia Santika Dewi Pande Ebin Anisa Putri Putu Agus Sugiartha Putu Aristya Putri Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Rapita Dewi Rapmauli Tambunan Retno Tri Astuti Ramadhana Riris Chintya Helieniastuti Sang Putu Sipo Adnyana Sanjiwani, Ida Arimurti Silpia Utami, Sang Ayu Putu Sisilia Sipangkar Teguh Wahju Sardjono Vittala, Govinda Widhi, Rai Sekar Widyasari, Putu Rossi Yanti, Emy Darma Yuli Sartikah