Articles
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION MELALUI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PECALANG DAN KADER DI DESA WISATA BONGAN TABANAN
Suindrayasa, I Made;
Manangkot, Meril Valentine;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p14
Desa Wisata adalah satu program yang dibuat oleh satu desa yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan. Bongan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Ketika melakukan pertolongan dalam situasi kegawatdaruratan, seseorang harus mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Pengetahuan menolong meliputi pemahaman dalam prinsip, langkah, dan tata cara menolong. Sikap positif dalam menolong adalah posisi seseorang dalam berkeinginan untuk menolong sehingga nanti ditunjukkan dengan perilaku menolong. Persiapan, pencegahan, dan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang baik akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung dan pelaku jasa pariwisata yang ada di desa wisata. Pecalang dan kader merupakan perwakilan dari masyarakat yang dapat diandalkan saat terjadi kondisi-kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan sikap pecalang dan kader dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode quasi experimental dengan pre-post test. Perlakuan yang diberikan berupa Pelatihan Basic Life Support berupa ceramah, demontrasi, tanya jawab yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value < 0,05 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation melalui pelatihan BLS.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MENOLONG KORBAN KEGAWATDARURATAN WISATA PADA PEDAGANG PESISIR PANTAI DENGAN EDUKASI WATER RESCUE DI KABUPATEN BADUNG
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p14
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk berwisata di pantai selain berdampak positif juga akan menjadi perhatian khusus pada kejadian kegawatdaruratan. Banyaknya kasus kegawatdaruratan pada wisawatan dipengaruhi oleh pertolongan pertama orang terdekat/bystander salah satunya adalah peran pedagang pesisir. Pedagang pesisir menyatakan sangat jarang terpapar pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaannya dan apabila ditinjau dari kesibukannya, pedagang pesisir akan lebih memprioritaskan untuk berdagang dibandingkan meningkatkan kompetensi pertolongan. Untuk menanggulangi hal tersebut, metode yang dipilih adalah dengan pembuatan media audio visual berupa video Water Rescue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagang pesisir untuk menolong korban kegawatdaruratan wisata pantai di Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode pre-experiment one group pretest-posttest dan dilaksanakan pada delapan lokasi pantai yang ada di Kabupaten Badung. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 103 orang. Pengambilan data dengan kuesioner untuk menilai kesiapsiagaan sebelum dan setelah pemberian video Water Rescue. Hasil analisis dengan uji t-Test menyatakan ada perbedaan kesiapsiagaan pedagang pantai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video Water Rescue dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Edukasi melalui pemberian media audio visual bisa dikatakan efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok pedagang pantai karena media dibuat dengan real setting dan real time, serta memadukan pendekatan budaya setempat dengan penggunaan bahasa yang sesuai dengan responden. Selain itu, diperlukan lokasi khusus untuk scan barcode penanganan kegawatdaruratan di lokasi pantai/air serta pelatihan secara berkala guna memantapkan kemampuan psikomotor dari pedagang sekitar lokasi wisata pantai/air.
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN SATGANA PMI DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BULELENG
Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p11
Sepanjang tahun 2022, telah tercatat 16 kejadian kebakaran permukiman di Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng memiliki angka kejadian kebakaran permukiman yang tinggi dibandingkan dengan kejadian bencana lain. Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (SATGANA) adalah tim khusus yang dibentuk, dibina dan diterjunkan oleh PMI untuk menangani masalah bencana kebakaran permukiman tersebut. Dalam melakukan pertolongan, SATGANA memiliki potensi risiko kecelakaan saat bekerja. Sehingga diperlukan sikap yang harus diterapkan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan kerja tersebut dengan menerapkan Budaya Keselamatan atau Safety Culture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pengambilan data menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 30 orang anggota SATGANA yang diberikan kuesioner SCART melalui Google form, dan pengambilan data dilakukan pada tanggal 15-28 Februari 2023. Didapatkan hasil bahwa Budaya Keselamatan anggota SATGANA PMI Buleleng dalam memberikan pertolongan pertama pada korban bencana kebakaran permukiman termasuk dalam peringkat kategori B dengan bobot total skor 696,88. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko pelanggaran pemenuhan persyaratan keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait kinerja keselamatan yang perlu ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan rutin, melibatkan semua tingkatan organisasi untuk mengadakan pertemuan tingkat institusi dengan menekankan pentingnya safety, memberikan penghargaan berupa piagam atau reward kepada anggota setelah mengikuti pelatihan dan pertolongan serta mengadakan kegiatan evaluasi kinerja dan dokumentasi evaluasi dilengkapi dengan pemberian rekomendasi tindak lanjut.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS
Widyasari, Putu Rossi;
Manangkot, Meril Valentine;
Juniartha, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p14
Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan penurunan fungsi ginjal. Salah satu pilihan terapi untuk pasien GGK adalah hemodialisis. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis dapat mengalami kecemasan, kecemasan akan berdampak pada kelancaran proses hemodialisis. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan khususnya pada pasien penyakit kronik adalah dengan meningkatkan aspek spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis. Penelitian ini dilakukan pada 10 April - 10 Mei 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini diikuti oleh 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas pasien tinggi yaitu sebanyak 29 orang (58%) dan sebagian besar pasien yang menjalani terapi hemodialisis memiliki tingkat kecemasan yang ringan, yaitu sebanyak 33 orang (66%). Hubungan tingkat spiritualitas dan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis (p-value = 0,000, r = -0,617). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas pasien, maka semakin ringan tingkat kecemasan pasien yang menjalani terapi hemodialisis.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PRAMUWISATA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI BALI
Erviani, Novita Ayu;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i06.p06
Pramuwisata memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan wisatawan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Sering terjadinya kasus kegawatdaruratan pada wisatawan menyebabkan pramuwisata harus memiliki keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pramuwisata dapat menjadi penolong awam RJP dalam penanganan kasus kegawatdaruratan wisatawan. Pelaksanaan riset berikut mempunyai tujuan untuk memahami hubungan antara karakteristik pramuwisata terhadap tingkat pengetahuan BHD di Bali. Desain riset yang dipakai yakni cross sectional dan respondennya berjumlah 100 individu yang ditentukan melalui penggunaan teknik purposive sampling. Data diambil pada bulan April 2022 secara online menggunakan Google Form. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner data demografi dan kuesioner tanpa nama mengenai tingkat pengetahuan BHD. Uji statistik Spearman Rank digunakan dalam penelitian ini. Hasil riset menampilkan bahwa mayoritas mempunyai pengetahuan baik (72%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkatan pendidikan (p<0,0022; r = -0,003) dan masa kerja (p?0,014; r = 0,245) terhadap tingkat pengetahuan BHD pada pramuwisata di Bali, sedangkan usia, riwayat pelatihan, dan riwayat penanganan kegawatdaruratan tidak mempunyai hubungan secara signifikan terhadap tingkatan pengetahuan BHD (p>0,05). Hal berikut menandakan adanya hubungan yang signifikan di antara tingkat pendidikan dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan BHD pada pramuwisata di Bali.
HUBUNGAN DURASI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PSSKPPN FK UNUD SELAMA PEMBELAJARAN DARING
Widhi, Rai Sekar;
Saputra, I Kadek;
Juniartha, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p05
Metode daring membuat proses, waktu, dan metode untuk pembelajaran menjadi lebih fleksibel bagi mahasiswa maupun dosen. Namun demikian, teridentifikasi beberapa kendala yang dialami mahasiswa seperti kejenuhan dan kelelahan karena terlalu lama menatap layar selama mengikuti pembelajaran daring sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajarnya. Konsentrasi belajar merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan mahasiswa selama proses pembelajaran yang akan berdampak pada prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan durasi dengan konsentrasi belajar mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (PSSKPPN FK Unud) selama pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pada penelitian ini menggunakan probability sampling jenis proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 176 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rerata durasi belajar daring mahasiswa yaitu 249 menit per harinya dan rerata konsentrasi belajar mahasiswa yaitu 101,74 yang termasuk dalam konsentrasi belajar sedang. Hasil uji korelasi Spearman Rank pada penelitian ini menunjukkan nilai p = 0,874 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi dengan konsentrasi belajar mahasiswa PSSKPPN FK Unud selama pembelajaran daring.
Training hotel staff in early emergency management to enhance tourist comfort at Ubud Raya Resort area
Ani, Luh Seri;
Hendrayana, Made Agus;
Gandari, Ni Komang Matalia;
Laksmi, Ida Ayu Agung;
Agastiya, I Made Cahyadi;
Vittala, Govinda;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.12128
Tourists who stay at the hotel have a risk of illness and/or experiencing emergency problems that interfere with the sense of security and comfort for tourists. One factor for successful emergency management is first aid proficiency. However, the knowledge and skills of hotel staff are relatively lacking in handling emergency problems for tourists. Based on this, this service was held to train the skills of hotel staff in handling emergencies for tourists. Service activities are carried out by presentation methods and practice on basic life support. The target of this activity is the hotel staff of Ubud Raya Resort. Dedication materials were given in 5 meetings. The training material has been adjusted to travel medicine subjects and based on the results of previous research by the implementation team. The implementation of this service went smoothly and as planned. Based on the results of the pretest and posttest, an increase in the knowledge and skills of participants was obtained. Based on interviews, it was found that service participants received positive benefits from the service carried out. Thus, concluded that this service was successfully carried out despite the limitations in its implementation. This community service advice re-conducting basic life support training for hotel staff so that the knowledge and skills received are beneficial in the long term.
Edukasi Menstruasi Melalui Media Poster dan Powerpoint (PPT) Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Siswa Menghadapi Menarche
Silpia Utami, Sang Ayu Putu;
Astuti, Ika Widi;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33992/jgk.v16i2.2999
Menarche is the first menstruation that occurs in the age range of 10-16 years. Early adolescents will experience significant physical, mental and social changes during puberty. Lack of information about menstruation can make it difficult for children to accept menarche. Health education is a process of raising public awareness by providing knowledge to change behavior for the better. The purpose of this study was to analyze the effect of education about menstruation using posters and power point media on knowledge and readiness to face menarche. The research design was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest approach. Respondents were students in grades IV, V, VI at SD Negeri 2 Tusan who had not experienced menarche, totaling 26 people and were selected using total sampling. The results of the Wilxocon test on the knowledge variable showed that there was a significant difference between before and after being given education about menstruation (p = 0.000). Then the results of the Paired Sample T-Test on the readiness variable showed that there was a significant difference between before and after being given education (p = 0.000). Therefore, it can be concluded that the provision of interventions in the form of education about menstruation using posters and power point media has an effect on increasing knowledge and readiness to face menarche in female students entering puberty. Health promotion using posters and power point media can be used as a medium for adolescents to understand the importance of readiness from various aspects in facing menarche. This research can enrich knowledge in the field of maternity nursing related to reproductive health.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR MAHASISWA KEPERAWATAN ANGGOTA DAN NON-ANGGOTA VOLUNTARY NURSING TEAM DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
Rapmauli Tambunan;
I Kadek Saputra;
I Gusti Ngurah Juniartha;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p04
Voluntary Nursing Team (VNT) adalah komunitas mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berfokus pada pengembangan kompetensi kegawatdaruratan, salah satunya Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan BHD menjadi krusial dalam menangani kasus henti jantung, karena keterlambatan penanganan dapat mengurangi peluang kelangsungan hidup hingga 7-10% setiap menit. Anggota VNT mendapatkan pelatihan intensif yang tidak tersedia bagi mahasiswa non-anggota, meliputi pendidikan dan latihan mengenai BHD serta simulasi penanganan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam tingkat pengetahuan BHD antara mahasiswa keperawatan yang menjadi anggota VNT dan yang tidak menjadi anggota VNT di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengingat pentingnya BHD dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan disebarkan kepada 84 mahasiswa keperawatan, terdiri dari 42 anggota VNT dan 42 non-anggota VNT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat pengetahuan BHD antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan BHD antara anggota dan non-anggota VNT (p < 0,05). Mahasiswa anggota VNT memiliki tingkat pengetahuan BHD yang lebih tinggi dibandingkan non-anggota dengan skor rata-rata anggota VNT adalah 72,68 dan skor rata-rata non anggota VNT adalah 55,73. Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh VNT berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan BHD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan yang diberikan oleh VNT efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan di bidang kegawatdaruratan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program serupa di institusi pendidikan di bidang kesehatan lainnya untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA
Ni Made Ayu Trisna Wardani;
I Made Suindrayasa;
Made Oka Ari Kamayani;
I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p06
Watersport memiliki potensi terjadinya kecelakaan wisata air yang dapat menyebabkan bahaya fisik hingga kematian akibat kurangnya penerapan safety culture. Salah satu faktor yang mempengaruhi safety culture adalah efikasi diri. Pramuwisata wisata air memiliki peranan penting dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Salah satu lokasi wisata air yaitu di Wilayah Tanjung Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata yang bekerja di perusahaan watersport di Wilayah Tanjung Benoa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel berjumlah 91 pramuwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramuwisata memiliki efikasi diri dalam kategori sedang sebanyak 61 responden (67%) dan mayoritas safety culture dalam kategori baik sebanyak 46 responden (50,5%). Uji Spearman Rank didapatkan hasil nilai p = 0,0001 < 0,05 dan nilai r = 0,459. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang sedang antara efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air di Wilayah Tanjung Benoa. Pengelola watersport diharapkan memberikan pelatihan pertolongan pertama sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan safety culture pramuwisata.