Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Intervensi Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Terhadap Perubahan Persepsi Sensori Pada Pasien Halusinasi Di RSJD. Arif Zainudin Surakarta Regita Cahyani; Sitti Rahma Soleman; Luluk purnomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi seseorang, dimana tidak ada stimulus. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran dan menjadi tipe halusinasi yang paling banyak diderita. Gejala halusinasi yaitu seperti menar diri, melamun, berbicara sendiri, tertawa sendiri, tersenyum sendiri dan gelisah. Ada beberapa hal yang memicu kekambuhan halusinasi dengan ditandai munculnya-gejala-gejala psikis yang sebelumnya mengalami kemajuan yang baik. Gangguan jiwa kronik biasanya mengalami kekambuhan tahun pertama, dengan presentase 50% dan akan mengalami dampak sebesar 79% pada tahun kedua. Terapi okupasi aktivitas menggambar adalah suatu bentuk psikoterapi yang menerapkan media seni sebagai media berkomunikasi, terapi okupasi menggambar dapat mengurangi interaksi seseorang dengan pikirannya sendiri sehingga tidak berfokus pada halusinasinya. Metode yang digunakan dalam penerapan ini bersifat desktiptif dengan desain penelitian studi kasus pre test post test pada 2 responden, instrument penelitian lembar observasi kusioner AHRS. Sebelum diberikan terapi okupasi menggambar Tn. D dalam kategori halusinasi berat dan Tn. R dalam kategori halusinasi sedang. Setelah diberikan terapi okupasi menggambar selama 3 kali Tn. D dalam kategori halusinasi sedang dan Tn. R dalam kategori halusinasi ringan. Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar untuk menurunkan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran.
Penerapan Terapi Bermain Plastisin Terhadap Penurunan Kecemasan Anak Usia Pra Sekolah (3-6 Tahun) Yang Mengalami Hospitalisasi Di Ruang Flamboyan 9 RSUD Dr. Moewardi Syaharani Erika Sulistyana; Sitti Rahma Soleman; Suciana Ratrinaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak sering menunjukkan tantangan dalam menghadapi hospitalisasi, seperti penolakan terhadap perawatan dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, tetapi terapi bermain dapat mengurangi kecemasan mereka. Salah satu bentuk terapi bermain yang cocok untuk anak usia pra sekolah adalah bermain plastisin, yang membantu dalam pengembangan kemampuan motorik tanpa memerlukan banyak energi. Tujuan : Untuk mengetahui hasil penerapan terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan anak usia pra sekolah (3-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi di RSUD Dr. Moewardi. Metode : Metode penerapan deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menerapkan dua pasien dengan pre test dan post test, instrument penerapan dengan Hospital Axienty Depresi Scale (HADS). Pemberian intervensi bermain plastisin selama 1x24 jam. Hasil : Skor kecemasan sebelum dilakukan teerapi bermain plastisin An.Cn 15 skor termasuk dalam kategori kecemasan sedang dan An.Mh sebesar 18 termasuk dalam kategori kecemasan berat. Skor kecemasan sesudah dilakukan terapi bermain plastisin An.Cn sebesar 7 yang termasuk dalam kategori normal dan skor kecemasan An. Mh sebesar 12 termasuk dalam kategori kecemasan sedang. Kesimpulan : Hasil penerapan menunjukkan intervensi yang diberikan dapat menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi.
Penerapan Senam Nifas Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum Di Bidan Praktik Mandiri Kecamatan Purwantoro Diahayu Fatmasari; Sitti Rahma Soleman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah persalinan, kira- kira 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian pada masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama setelah kelahiran. Involusi uteri suatu proses kembali ke kondisi semula, apabila terjadi kegagalan involusi uteri maka akan menyebabkan sub involusi dan terjadi perdarahan, Faktor-faktor yang membantu mempercepat proses involusi uteri salah satunya melakukan aktivitas senam nifas. Tujuan; Mendeskripsikan hasil pengukuran involusi uteri pada ibu Postpartum sebelum dan sesudah dilakukan intervensi senam nifas. Metode; metode ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan pretest dan postest dan lembar observasi yang berisikan tentang pengukuran tinggi fundus uteri sebelum dan sesudah senam nifas selama 3 hari secara berturut-turut dengan waktu pertemuan 30 menit. Hasil; Penerapan menunjukkan hasil kepada dua responden pada Ny. A mengalami penurunan TFU dari 12 cm ke 8,3 cm sedangkan pada Ny. M mengalami penurunan TFU dari 11,5 cm ke 8 cm. Kesimpulan; Penerapan senam nifas dapat mempercepat proses penurunan Involusi Uteri.
The Effect of Brisk Walking on Blood Pressure of Hypertensive Patients Utomo, Endrat Kartiko; Soleman, Sitti Rahma; AM, Ady Irawan
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.6370

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases characterised by clinical symptoms of high blood pressure above ≥140/90 mmHg. one of the non-pharmacological implementations is physical activity or exercise, brisk walking physical activity is one way to control blood pressure in hypertensive patients. Objective to determine the effect of fast walking exercise on blood pressure of hypertensive patients. Quasy Experiment research method with Pre and Post Test with Control design, sampling technique with consecutive sampling with 48 respondents. fast walking exercise intervention for 20-30 minutes at a walking speed of 4-6 km / hour in the morning for 2 weeks. Blood pressure measurements were taken using a sphygmomanometer and analysed using Independent T - Test and paired T-Test. the average age was between 54 to 56 years old, female gender, the last education was high school, and the profession was labourer. There was a significant difference in systolic blood pressure with a P-value = 0.020*. While based on the results of the analysis of diastolic blood pressure between groups there was no significant difference in change with a P-value = 0.189 *. Fast exercise training for 20-30 minutes at a walking speed of 4-6 km / h in the morning for 2 weeks is able to reduce blood pressure in hypertensive patients, this shows that there is a great opportunity for hypertensive patients to improve their health and avoid complications.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN SEKSUAL DAN MENTAL MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMKN 7 SURAKARTA Utomo, Endrat Kartiko; Soleman, Sitti Rahma; Widyastuti, Agung; Ulkhasanan, Muzaroah Ermawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jp.v1i1.367

Abstract

Adolescence is a period filled with curiosity in all aspects, including sexual and mental problems. School is a place to transform values and knowledge. The existence of schools must be able to design and create a smart and moral generation. So, to realize this, it is necessary to take preventive action and increase the awareness of SMKN 7 Surakarta students about mental and sexual health to avoid deviations during adolescence. Health education was attended by 54 students. The average knowledge before being given health education is in the moderate category (46.2%), after health education has increased with an average knowledge of good (51.9). Providing health education is very necessary to be carried out on an ongoing basis so that students are always exposed to information about sexual and mental health.
The Relationship Between Knowledge And Drug Compliance In Hypertension Patients Kartiko Utomo, Endrat; Widiastuti, Agung; Nasrul Sani, Fakhrudin; Rahma Soleman, Sitti; Risky Ain, Risky; Che Azmi, Norhaida; Syafiq Darul Redzuan, Ilyas
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4233

Abstract

Hypertension is one of the most common causes of untimely death worldwide and can result in an increased risk of mortality if left untreated. The treatment of hypertension requires the implementation of long-term therapy, so that in an effort to manage its therapy requires adherence and compliance in carrying out treatment. Knowledge about hypertension is also very important to shape one's awareness and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and compliance with taking medication in hypertensive patients. Observational research method with cross-sectional design using non-probability sampling technique with purposive sampling approach. The research instrument used the Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire and the Probabilistic Medication Adherence Scale (ProMAS). Data analysis using Pearson correlation test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge and medication adherence (p=0.003; r=0.320). Knowledge and compliance are very important in the treatment of hypertension to produce long-term blood pressure control effects and prevention of various complications that can be caused.
Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Jahe Merah Hangat terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo Ulfa Nugraheni; Sitti Rahma Soleman
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i3.160

Abstract

Background: The impact of hypertension that is not treated properly and uncontrolled will cause various complications, such as heart failure and coronary heart disease, in the brain there is a stroke, if it hits the kidneys there is chronic kidney failure, and if it hits the eyes there will be visual impairment. The various complications that may arise are very serious diseases and have an impact on the patient's psychology because of their low quality of life. Objective: To describe the results of blood pressure comparison before and after the application of Red Ginger Water Foot Soak Therapy in the elderly. Methods: This study used a descriptive research design with a case study approach by observing blood pressure in 2 elderly respondents, carried out 5 days for 1 consecutive week within 15 minutes. The instruments used are observation sheets, Blood Plesure Monitor, and stopwatch. Results: There is a decrease in blood pressure after giving Warm Red Ginger Water Foot Soak to Mrs. T from stage 2 hypertension to stage 1 hypertension and to Mr. S from stage 1 hypertension to stage 1 hypertension. S from stage 1 hypertension to prehypertension. Conclusion: The application of warm red ginger water foot soak therapy can potentially reduce blood pressure in the elderly with hypertension in both respondents.
Pengaruh Simulasi First Aid Balut Bidai Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pada Mahasiswa Semester 6 Di Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Ariyani, Salsabila Putri; Sitti Rahma Soleman; Norman Wijaya Gati; Irma Mustikasari
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 2 No. 2 (2024): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v2i2.579

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan pemasangan balut bidai sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban cedera. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menyebabkan kesalahan dalam memberikan pertolongan. Sehingga perlu diberikan intervensi simulasi first aid balut bidai pada mahasiswa, untuk membantu mengatasi masalah yang timbul pada saat terjadi kondisi kegawatdaruratan. Di Indonesia, prevalensi cedera patah tulang sebesar 8,2%, dengan penyebab utamanya kecelakaan lalu lintas sebesar (59%), diikuti jatuh (42,1%) dan kekerasan (3,9%). Tujuan: Mengetahui pengaruh simulasi first aid balut bidai terhadap pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental dengan pendekatan one group Pre-Test dan Post-Test. Pengambilan sampel sebanyak 126 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan SOP. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai signifikasi Simulasi First aid pada pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p-value keduanya masing-masing sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya simulasi first aid balut bidai berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan. Kesimpulannya yaitu pelatihan dengan metode simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebelum dan sesudah pemberian simulasi.
Intervensi Sosial Support dalam Menurunkan Stigma Pada Pasien HIV/AIDS : Scoping Review Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad; Ardika, Noviana Ayu; Soleman, Sitti Rahma
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2454

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) menyerang sistem imun tubuh khususnya sel darah putih dapat berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). HIV/AIDS adalah penyakit menular yang hingga saati ini belum ada vaksin maupun obat untuk menyembuhkannya. Ketakutan akan tertularnya HIV menyebabkan diskriminasi dan stigma. Stigma tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan, akan tetapi juga meningkatkan risiko penularan HIV serta kepatuhan minum obat. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi social support dalam menurunkan stigma pada pasien HIV/AIDS. Metode yang digunakan yaitu scoping review dengan kerangka Arskey dan O’Malley. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 8 artikel yang menunjukkan intervensi social support baik secara individu, keluarga maupun masyarakat sekitar terbukti efektif dalam mengurangi stigma dan diskriminasi orang dengan HIV/AIDS. Dukungan terhadap ODHA dapat dilakukan dalam bentuk pemberian informasi, konseling dan psikoedukasi baik melalui media elektronik maupun secara langsung, peer support, diskusi kelompok dengan melibatkan teman sebaya (sesama penderita), kerabat terdekat maupun tetangga dilingkungan tempat tinggalnya. Kompleksitas intervensi yang telibat (individu, keluarga, teman, tetangga, masyarakat, tenaga kesehatan, sekolah, kelompok agama, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat) sangat membantu mengurangi stigma HIVDukungan Sosial, HIV/AIDS, Intervensi Penurunan Stigma, ODHA.
Physical Activities To Improve Self-Efficacy In Patients With Cardiovascular Disease: A Literature Review Siregar, Khairati; Khusna, Lailya; Afridayani, Meri; Sardiman, Muhammad; Soleman, Sitti Rahma; Ardika, Noviana Ayu; Effendy, Christantie
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i1.2039

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit kronik yang kasusnya meningkat setiap tahunnya. Seseorang yang terdiagnosa penyakit kardiovaskular seringkali self efficacynya menurun. Self efficacy dibutuhkan untuk menginisiasi dan mempertahankan perilaku serta kepatuhan perawatan. Beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan self efficacy seperti aktifitas fisik. Manfaat yang diperoleh antara lain sensitifitas terhadap insulin, menurunkan tekanan darah, menurunkan viskositas darah, memicu produksi nitric oxide dan meningkatkan sensitifitas leptin. Artikel ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara aktivitas fisik untuk meningkatkan self efficacy pada pasien dengan penyakit kardiovaskular.Penelusuran literatur dilakukan dengan mencari di data base EBSCO dan Pubmed. Peningkatan self efficacy dilakukan dengan beberapa aktifitas antara lain Eight Silken Movements, Tai Chi, and Strategi Self Efficacy. Beberapa upaya dapat dilakukan berdasarkan tinjauan pustaka dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan efiikasi diri pada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Peningkatan self efficacy secara langsung dapat menunjang keberhasilan proses pengobatan, meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kematian dan kesakitan
Co-Authors Adinda Laras Sri Karno Putri Afridayani, Meri Agung Widiastuti Agustina Kartika Sari AM, Ady Irawan Andresta Diansari Anis Anggoro Wati Ardika, Noviana Ayu Ariyani, Salsabila Putri Aziizun Chaulian Che Azmi, Norhaida Christantie Effendy Dewi Listyorini Diahayu Fatmasari Endrat Kartiko Utomo Endrat Kartiko Utomo Endrat Kartiko Utomo Fadhilah Intan Pratiwi Fadhilah Intan Pratiwi Fakhrudin Nasrul Sani Fannisa Luthfiani Fergia Reka Inayya Putri Fernando M. Mongkau Fionita Putri Mayang Sari Firahayu Abas Fitria Purnamawati Frinska Angelique Sandra Hairil Akbar Hendra Dwi Kurniawan, Hendra Dwi Heriyana Amir Ida Bagus Ekasuryadinata Indriana Astuti Irma Mustika Sari Kartiko Endrat Kartiko Utomo Kartiko Utomo, Endrat Lailaturohmah Kurniawati Lailya Khusna Lailya Khusna Laras Putri Yani Lisa Aryanti Livana PH Lucky Aprilia Kusumastuti Luluk Purnomo Meli Nur Atika Putri Nadia Sulisti Azizah Norman Wijaya Gati Noviana Ayu Ardika Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad Pesta Ari Pratiwi Pratiwi, Nuri Okta Putri Silvia Dewi Putri, Meli Nur Atika Rahmasari, Ikrima Rasianti Puspita Sari Rausan Fikri Priyana Putra Regita Cahyani Retno Widayanti Risky Ain, Risky Rizki Ardhiya Permata Salma Putri Hazanah Salsabilla Az Zahra Sandra, Frinska Angelique Sardiman, Muhammad Sinta Dwi Anggraini Sintya Diah Putri Astuti Siregar, Khairati Siti Putri Yuliana Slamet Purnomo Suciana Ratrinaningsih Sudirman Sudirman Syafiq Darul Redzuan, Ilyas Syaharani Erika Sulistyana Tania Anugerah Siwi Nur Aini Tegar Ayuning Dyah Fatmawati Totok Wahyudi Tri Andri Pujiyanti Ulfa Nugraheni Ulkhasanan, Muzaroah Ermawati Utomo, Endrat Kartiko Wahyu Reknoningsih Wahyu Yuniati Warih Andan Puspitosari Widiastuti, Agung Widyastuti, Agung Yani, Laras Putri Yayang Muhammad Shidiq Yunda Vidya Safitri Yusril Sindring Zahra, Salsabilla Az