Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peran Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru Dalam Mengelola Krisis Pandemi Covid-19 Sianturi, Sista Delarani; Arismayanti, Ni Ketut; Suarka, Fanny Maharani
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 8 No 1 (2024): Vol.8,No.1,2024
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru dalam Mengelola Pandemi Covid-19. Maka menggunakan tiga rumusan masalah yaitu mengenai bagaimana tahapan krisis pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru, bagaimana pengelolaan pandemi Covid19 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru dan Bagaimana Program Pengendali Pandemi Covid-19 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan definisi operasional variabel pertama dari konsep konsep Kiki (2010) mengenai Tahapan Krisis diantaranya : tahap prodromal, tahap akut, tahap kronik, dan tahap resolusi untuk menjawab rumusan masalah pertama mengenai tahapan krisis pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru dan menggunakan definisi operasional variabel ke-2 menggunakan konsep Rosady (2010). Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif, dengan sumber data primer dan sekunder. Menggunakan teknik pengumpulan data wawancara terstruktur, studi kepustakaan, dokumentasi dan menggunakan informan pangkal dan kunci. Teknik analisis data yaitu kualitiatif. Hasil penelitian ini menyatakan pengelolaan yang dilakukan oleh Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru meliputi tahapan identifikasi, analisis, isolasi, pilihan strategi, dan program pengendali. Pemilihan strategi menggunakan pemilihan strategi adaptif yang meliputi mengubah kebijakan, modifikasi operasional, kompromi dan meluruskan citra. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil simpulan Pengelolaan yang dilakukan oleh Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru meliputi tahapan identifikasi, analisis, isolasi, pilihan strategi, dan program pengendali. Adapun beberapa program pengendalian yang dibuat seperti gerakan bersih-bersih yang diberi nama Gerakan Bisa, dan membuat event-event yang tujuannya menarik kunjungan. Pemilihan strategi menggunakan pemilihan strategi adaptif yang meliputi mengubah kebijakan, modifikasi operasional, kompromi dan meluruskan citra.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Wisatawan Domestik di 9/11 Cafe and Concept Store Kota Denpasar Agus Widdyanto, Muhammad Rizky; Astina, IB Ketut; Arismayanti, Ni Ketut
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 7 No 2 (2023): Vol.7,No.2,2023
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik yang berkunjung ke 9/11 Café and Concept Store, sehingga diperlukan analisis faktor untuk mengetahui keputusan pembelian wisatawan domestik di 9/11 Cafe and Concept Store. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik wisatawan domestik yang berkunjung, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian wisatawan domestik, dan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian wisatawan domestik di 9/11 Café and Concept Store. “eknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan sampel yaitu Accidental Sampling dengan menggunakan metode rumus Slovin dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini menggunakan tujuh indikator yaitu product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian wisatawan domestik di 9/11 Café and Concept Store. Adapun faktor tersebut adalah faktor 1 (harga) memiliki eigenvalue sebesar 9,510 dan memiliki percentage of variance sebesar 38,042 persen, faktor 2 (lokasi) memiliki eigenvalue sebesar 1,490 dan memiliki percentage of variance sebesar 5,958 persen, faktor 3 (kualitas makanan) memiliki eigenvalue sebesar 1,459 dan memiliki percentage of variance sebesar 5,836 persen, faktor 4 (proses) memiliki eigenvalue sebesar 1,345 dan memiliki percentage of variance sebesar 5,381 persen, faktor 5 (bukti fisik) memiliki eigenvalue sebesar 1,049 dan memiliki percentage of variance sebesar 4,198 persen, dan faktor 6 (produk) memiliki eigenvalue sebesar 1,034 dan memiliki percentage of variance sebesar 4,136 persen.
Desain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di grembengan, bongan Pramesti, Dinar Sukma; Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.202

Abstract

Bongan memiliki sumber daya alam yang melimpah yaitu gonda yang dapat dijadikan produk oleh-oleh. Saat ini tren wisata yang berkembang adalah wisatawan tidak hanya bisa membeli dan menikmati kuliner atau produk lokal tetapi juga turut serta dalam belajar mengolah dan membuat produk. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis potensi fasilitas wisata gonda di Grembengan dan mendesain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di Grembengan. Keberadaan sumber daya alam yang melimpah dan berada di alam, menjadikan tema ekowisata tepat diterapkan dalam perencanaan fasilitas wisata ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode desktiptif kualitatif dengan analisis SWOT, selanjutnya strategi yang didapat dianalisis ke dalam gambar perencanaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari aspek internal kekuatan yang dimiliki yaitu pada kawasan terdapat sawah dan produksi gonda yang melimpah, namun ada kelemahan yaitu daerah sekitar juga merupakan penghasil gonda. Peluang yang ada yaitu Grembengen memiliki lahan luas dan telah memiliki fasilitas pendukung dan atraksi air terjun. Ancaman yang ada yaitu alih fungsi lahan dan ketidakselarasan fasilitas yang dikembangkan dengan lingkungan dan budaya sekitar. Berdasarkan analisis potensi, didapat strategi: 1) Merencanakan fasilitas wisata ramah lingkungan dengan memaksimalkan potensi sawah dan air terjun (nilai konservasi), 2) Merencanakan fasilitas wisata yang unik dan berbeda (nilai edukasi dan wisata), 3) Perencanaan fasilitas wisata yang sesuai daya dukung, serta bentuk dan bahan bangunan selaras dengan lingkungan dan budaya setempat (nilai edukasi dan wisata), 4) Merencanakan fasilitas wisata yang mendukung partisipasi dan ekonomi masyarakat sekitar (nilai partisipasi dan ekonomi).
Wajah akomodasi masa kini (case study: pengelolaan green hotel di sarinbuana eco lodge) Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Pramesti, Dinar Sukma
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari dimensi green hotel dan manajemen pengelolaannya.di Sarinbuana Eco Lodge. Penelitian ini penting guna mendorong industri perhotelan untuk mengadaptasi langkah-langkah ramah lingkungan untuk keberlanjutan. Jenis dari ini penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara serta observasi mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Green Hotel di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2016. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil analisis dari wawancara yang peneliti telah lakukan dengan narasumber, implementasi green hotel di Sarinbuana Eco Lodge sudah berjalan dengan cukup baik. Sebagai suatu akomodasi, Sarinbuana Eco Lodge mampu menciptakan kesimbangan antara lingkungan, sosial serta ekonomi melalui penerapan dimensi-dimensi green hotel pada seluruh operasionalnya.
Pembuatan minuman tradisional loloh daun belimbing wuluh sebagai atraksi wisata kuliner alternatif di desa beraban, tabanan – bali widuri, setyowati ayu; Arismayanti, Ni Ketut
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.208

Abstract

Saat ini perkembangan wisata kuliner di Bali sudah mulai banyak di lirik dan menjadi salah satu tujuan orang berwisata ke Bali. Kuliner tradisional Bali selama ini yang terkenal adalah jenis makanan sedangkan untuk minuman belum begitu di ketahui oleh wisatawan padahal minuman tradisional Bali sangat banyak jenis dan ragamnya. Salah satu minuman tradisional Bali adalah Loloh. Loloh adalah ramuan herbal khas Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga. Salah satu loloh yang memiliki khasiat kesehatan dan juga melepas dahaga adalah loloh daun belimbing wuluh, daerah penghasil loloh daun belimbing wuluh dengan pengolahan tradisional di Bali berada di Kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan obsevasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian kualitatif berupa teknik perekaman dengan kamera. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive yaitu informan terpercaya. Informan dalam penelitian ini adalah pembuat loloh belimbing wuluh di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Teknik analisis data yang di pakai dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif Proses pengolahan loloh daun belimbing wuluh ini bisa di jadikan atraksi kuliner alternative di desa Beraban, Tabanan – Bali dengan keunggulan proses pengolahan yang masih di lakukan secara tradisional dan memiliki rasa yang khas serta bermanfaat untuk tubuh. Loloh daun belimbing wuluh ini bisa di promosikan pada wisatawan yang berkunjung ke desa Beraban Tabanan – Bali sebagai salah satu alternative atraksi wisata kuliner yang akan sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. Kata kunci : minuman tradisional, loloh, bali
IMPLEMENTATION OF CULTURAL TOURISM DEVELOPMENT PROGRAM BASED ON LOCAL WISDOM IN BEDULU VILLAGE REGENCY OF GIANYAR BALI Arismayanti, Ni Ketut; Suwena, I Ketut
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.966 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15412

Abstract

Implementation of cultural tourism development program in Bedulu village aims to strengthen community empowerment through the development of cultural tourism in accordance with the vision and mission aimed at strengthening village management system; Increasing public participation in tourism activities and development; Improve self-financing and self-help communities and to improve the welfare of the community as well as increasing the original income of Gianyar regency. The implementation approach model includes 1) Participatory Rural Appraisal (PRA) model; 2) Model of Entrepreneurship Capacity Building (ECB), and 3) Transfer Technology Model (TT). Implementation of the program include: 1) Identification of tourism potential at Tourism Attraction Goa Gajah Temple, Relief of Yeh Pulu, Samuan Tiga Temple, and Tegallinggah Cliff Temple; 2) Focus Group Discussion (FGD) with relevant stakeholders on potential and strategic issues of cultural tourism development based on local wisdom in Bedulu Village; 3) Training of Packaging Cultural Tour Packages in Bedulu Village; 4) Technical Training for Tour Guide in Bedulu Village; 5) Making of Guide Book; 6) Making Bedouin Tourism Brochure; 7) Practical English Training in Bedulu Village; 8) Homestay Management Training in Bedulu Village; 9) Culinary Development Training of Bedulu Village; 10) Village Tourism Management in Bedulu Village. The outputs generated in these community service activities include guidebooks; Brochures in English and Japanese; Tutorial on website management; Marketing of tourist attraction located in Bedulu Village through the website, Instagram social media, and video uploaded on YouTube; Capacity building and knowledge as well as community capacity with various training provided.
Panji Ecovillage Homestay: the implementation of Community Based Tourism Nyoman Dini Andiani; Ni Ketut Arismayanti; Earlike Fitria Anwar Sani; Ni Made Mas Yogiswari
Jurnal Pariwisata Pesona Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecovillage is a current trend because through this concept it is hoped that people in tourist villages in particular will have a culture that cares about the environment, especially being wiser in using plastic waste. This study was conducted to determine community involvement in the development of ecovillage homestays in the Panji tourist village. Through in-depth interview techniques and observations with the owners of houses used as homestays and other community components, and supported by community-based tourism theory, it was found that the development of homestay ecovillages must start from the top down to make the community aware that the potential of each house is very unique and interesting for used as a homestay. The findings show that through the development of homestays, people become aware of the importance of environmental cleanliness and the main actor that becomes the attractiveness of the homestay itself is the activities of the homeowner. The implication of this study is that the development of homestays with the ecovillage homestay concept has been able to involve the community in creating tourist attractions, as well as educating homeowners and visiting tourists to be able to maintain culture and preserve environmental sustainability in Panji Village.
Wisata Virtual: Keterlibatan Masyarakat Bali Aga dalam Promosi Pariwisata Virtual di Masa Pandemi Covid-19 di Bali Utara Nyoman Dini Andiani; Ni Ketut Arismayanti; Fitria Earlike Anwar Sani; Luh Yusni Wiarti
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p06

Abstract

Five Bali Aga (Old Balinese) tourist villages in Banjar District, North Bali, collaborated to promote their tourism potential through virtual tours two times during 2021 by bringing up different topics each time. This study analyses the process and the community involvement during implementation of virtual tour and also themes that were provided for the virtual tours. In collecting data, this qualitative study involved a literature review, participatory observation, and interviews. Data were analysed using marketing theory and community-based tourism theory. The analysis shows that Bali Aga tourist villages were very active in preparing attractions and conducting the virtual tours. This article contributes to our understanding that virtual tour as a new form of marketing communication in promoting tourist destination virtually. Moreover, virtual tours are not only for tourism promotion but are also useful for helping the community in maintaining their spirit to manage tourist attractions during the pandemic.
Wisata Virtual: Keterlibatan Masyarakat Bali Aga dalam Promosi Pariwisata Virtual di Masa Pandemi Covid-19 di Bali Utara Nyoman Dini Andiani; Ni Ketut Arismayanti; Fitria Earlike Anwar Sani; Luh Yusni Wiarti
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p06

Abstract

Five Bali Aga (Old Balinese) tourist villages in Banjar District, North Bali, collaborated to promote their tourism potential through virtual tours two times during 2021 by bringing up different topics each time. This study analyses the process and the community involvement during implementation of virtual tour and also themes that were provided for the virtual tours. In collecting data, this qualitative study involved a literature review, participatory observation, and interviews. Data were analysed using marketing theory and community-based tourism theory. The analysis shows that Bali Aga tourist villages were very active in preparing attractions and conducting the virtual tours. This article contributes to our understanding that virtual tour as a new form of marketing communication in promoting tourist destination virtually. Moreover, virtual tours are not only for tourism promotion but are also useful for helping the community in maintaining their spirit to manage tourist attractions during the pandemic.