Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN VAKSINASI FELINE PANLEUKOPENIA PADA KUCING DI KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FKH -UGM DESCRIPTION OF FELINE PANLEUKOPENIA VACCINATION IN CAT AT THE CLINIC OF THE DEPARTMENT OF INTERNAL MEDICINE FKH UGM Purnamaningsih, Hary; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Hartati, Sri; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Nururrozi, Alfarisa
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70828

Abstract

Abstract              Feline Panleukopenia is a disease caused by a DNA type virus, family Parvoviridae with high morbidity and mortality in the Felidae family group (Kruse et al., 2010; Hartmann, 2017). The study also shows that the prevalence rate of the disease has increased for 3 years since 2015. The report of Kusumawardani et al (2015) shows that 97 cases of cats were diagnosed with FPV. The vaccination program has not been implemented optimally by the cat-keeping community. The incidence of the disease is still common and cases can increase in certain seasons. Several cases handled at the Clinic of the Department of Internal Medicine, FKH-UGM ended in death. There has been no report on the implementation of vaccination in animal health care places. It is necessary to study the vaccination program for cats carried out by the cat-keeping community as an effort to prevent Feline Panleukopenia disease so that it can provide information about FPV vaccination as a basis for optimizing the implementation of FPV vaccination in cats. The study used ambulatory card data from cat examinations as clinical patients of the Department of Internal Medicine, FKH UGM in 2019.  Recap data collected in the form of ambulances for cat patients who requested vaccination. Patient data provided with vaccination services are grouped based on cat identity, age, sex, cat breed/race and maintenance system. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively. Based on the results of the recap of ambulatory data for cat patients in 2019 who were vaccinated against feline panleukopenia, 236 individuals were obtained. The age of vaccinated cats at the age of <6 months were 128 animals (54%) and 108 cats (46%). there were 108 cats (46%) male cats and 128 (54%) female cats vaccinated against Feline panleukopenia. Types/breeds of cats, which were vaccinated against feline panleukopenia in purebred cats (Persi, Angora and others) as many as 128 (54%), 35 domestic cats (15%) and 73 mixed-breed cats (31%) ). Based on the study of this research data, it can be concluded that the feline panleukopenia virus vaccination program in male domestic cats is still low compared to purebred cats Keywords : Feline Panleukopenia Virus, cat, vaccination
Perkembangan penyakit mulut kuku dan lumpy skin disease pada peternakan rakyat di wilayah Kabupaten Gunung Kidul: The progress of foot mouth disease and lumpy skin disease on folk farming in the Gunung Kidul District Area Guntari, Guntari Titik Mulyani; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Tjahajati, Ida; Wuryastuty, Hastari; Purnamaningsih, Hary; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Datrianto, Dwi S.; Widyastuti, Retno
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.447

Abstract

ABSTRACT  Foot and mouth disease (FMD) and Lumpy Skin Disease (LSD) have been designated as an infectious disease outbreak in livestock in Indonesia. The spread of this case has reached most farms in Indonesia, including livestock warehouses in the Special Region of Yogyakarta, namely Gunung Kidul district. The aim of this activity is to monitor and handle cases of PMK and LSD in Semanu, Playen and Panggang in Gunung Kidul Regency. This community service activity was carried out jointly with the Semanu, Playen and Panggang health centers in Gunung Kidul Regency, the Department of Internal Medicine, FKH UGM, and large animal internal clinic co-assistance students from the PPDH FKH UGM study program. Based on reports from breeders who entered the Puskeswan in June and July 2023, clinical trials were carried out on livestock and livestock treatment. In the Semanu area there was a decrease in FMD cases from one case to no cases, for LSD cases there was also a decrease from 10 to 6 cases. The decline in FMD cases also occurred in Playen District, from one case to zero cases, while LSD cases increased from five cases to seven cases. FMD cases increased in Panggang sub-district from one case to two cases, and LSD cases decreased from 22 to 4 cases. The conclusion from this activity is that cases of FMD and LSD are still found in the Semanu, Playen and Panggang Districts, but are decreasing. Treatment of sick animals and vaccination of healthy animals is the advice given.  Keywords: Gunung Kidul; LSD; Livestock; PMK   ABSTRAK Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah ditetapkan sebagai wabah penyakit menular pada peternakan di Indonesia. Bersamaan dengan kejadian PMK, juga ditemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau pada Februari 2022. Penyebaran kasus ini telah mencapai di sebagian besar peternakan di wilayah Indonesia, termasuk gudang peternakan di  Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu kabupaten Gunung Kidul.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk monitoring dan penanganan kasus PMK dan LSD di Semanu, Playen dan Panggang di Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama sama dengan puskeswan Semanu, Playen dan Panggang Kabupaten Gunung Kidul, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM, dan mahasiswa koasistensi klinik interna hewan besar prodi PPDH FKH UGM. Dari laporan peternak yang masuk ke Puskeswan pada bulan Juni dan Juli 2023,  dilakukan uji klinis pada ternak dan pengobatan ternak. Di wilayah Semanu terjadi penurunan kasus PMK dari satu kasus  menjadi tidak ada kasus,  untuk kasus LSD juga terjadi penurunan dari 10 menjadi 6 kasus. Penurunan kasus PMK juga terjadi di Kecamatan Playen, yaitu satu kasus menjadi nol kasus, sedangkan kasus LSD meningkat dari lima kasus menjadi tujuh kasus. Kasus PMK meningkat di kecamatan Panggang dari satu kasus menjadi dua kasus, dan kasus LSD menurun dari 22 menjadi 4 kasus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masih ditemukan kasus PMK dan LSD masih terjadi di Kecamatan Semanu, Playen, dan Panggang, namun mengalami penurunan. Pengobatan terhadap hewan yang sakit dan vaksinasi terhadap hewan yang sehat adalah saran yang diberikan. Kata kunci: Gunung Kidul; LSD; PMK; Ternak
Aktivitas Beberapa Enzim Serum pada Kambing Ettawa Widiyono, Irkham; S, Sarmin; Suwignyo, Bambang
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1259

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas enzim alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), alkaline phosphatase (ALP), dan creatinine kinase (CK) pada kambing peranakan Ettawa. Sebanyak 43 ekor kambing peranakan Ettawa dari berbagai kelompok status fisiologis (jantan muda, betina muda, jantan dewasa, betina dewasa, betina bunting, dan betina laktasi) yang secara klinis sehat dan tidak cacat digunakan dalam penelitian ini. Pemeriksaan klinis dan pengambilan sampel darah dilakukan sesuai dengan skedul pemeriksaan dan pengambilan sampel sesuai dengan standard klinik yang diuraikan Baumgartner (1999). Pengambilan sampel darah dilakukan pada jam 7.00-8.00 wib. Pemeriksaan enzim di dalam serum diperiksa dengan menggunakan metode standar sebagaimana diuraikan oleh Kraft dan Duer (1999). Aktivitas AST, ALT, ALP di dalam serum memiliki level yang sebanding dengan level pada ruminansia lain. Sementara itu, aktivitas CK lebih tinggi dibanding nilai yang dinyatakan di dalam literatur untuk ruminansia kecil lainnya.
Kejadian Infeksi Koksidia pada Ayam Kampung Unggul Balitbangtan pada Berbagai Kelompok Umur Zidni Aova; Irkham Widiyono
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) merupakan jenis ayam lokal dengan potensi sebagai ayam pedaging dan petelur yang baik. Salah satu penyakit yang umum ditemukan pada peternakan ayam adalah koksidiosis, namun sampai saat ini tingkat kejadian infeksi koksidia dan faktor yang berpengaruh pada ayam KUB ini belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian infeksi koksidia pada ayam KUB pada berbagai kelompok umur yang dipelihara secara intensif. Penelitian dilaksanakan pada tujuh kandang di Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 120 sampel feses segar ayam KUB dikoleksi dari tiga kelompok umur: starter (1 pekan), grower (8 pekan), dan layer (>20 pekan). Pada periode koleksi sampel juga dilakukan pengukuran kepadatan kandang, suhu dan kelembapan udara kandang. Pemeriksaan koksidia di dalam feses dilakukan menggunakan metode pengapungan Whitlock. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi, Balai Besar Veteriner Wates, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian infeksi pada ayam KUB fase starter, grower, dan layer masing-masing sebesar 2,5%, 95%, dan 42,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur ayam dengan kejadian koksidiasis (p<0,05). Selain itu, kepadatan kandang dan kelembapan tinggi, terutama pada fase grower, turut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian infeksi koksidia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur ayam dan faktor manajemen pemeliharaan berperan penting dalam pengendalian infeksi koksidia pada ayam KUB.
Co-Authors . Hartiningsih Agustina Dwi Wijayanti Agustina Dwi Wijayanti Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi, Alfarisa Alfariza Nururozi Angeline Ganapragasam Aryanto Aryanto Asih Kurniawati Bambang Suwignyo Christin Melkianus Claude Mona Airin Corry Datrianto, Dwi S. Devita Anggraeni Devita Anggraeni Devita Anggraini Djarot Heru Santosa Eko Agus Suyono Elfina Okto Posmaida Damanik Fitriana, Ida Guntari Titik Mulyani Hartiningsih - Hartiningsih . Hartiningsih . Hartiningsih Hartiningsih Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuti Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty I Gusti Bagus Wiksuana Ida Fitriana Ida Tjahajati Jhonson Allen Marbun Kelviano Muqit Laksono Trisnantoro Lukman Hakim Nareswari, Anggitya Novia Nur Aini Okid Parama Astirin Prabowo Purwono Putro Prabowo Purwono Putro Pudji Astuti PUDJI ASTUTI Puji Astuti Refika Melina Putri Retno Widyastuti, Retno Rieska Indriani Rieska Indriani Rolando Sihombing Rusmi Hayati Rusmihayati Rusmihayati Sarmin - Sarmin . Sarmin Sarmin Sarmin Sarmin Slamet Rahardjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Widiyanto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Widayati Suparni Setyowati Rahayu Tatang Irianti Tioner Purba Tridjoko Wisnu Murti Trini Susmiyati Ulil Amri Wijaya Ulil Amri Wijaya Wisnu Nurcahyo Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono Yeo Suan Jiao Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi, Yuriadi Zidni Aova