Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN YOGA MEMPENGARUHI VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL PADA WANITA USIA 40-55 TAHUN Anak Agung Istri Dinda Pradnyaningrum; Made Hendra Satria Nugraha; Ari Wibawa; Ni Nyoman Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i02.p01

Abstract

Pendahuluan: Usia 40-55 disebut usia pertengahan untuk menyiapkan diri agar tetap sehat dan bugar dalam memulai proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ pada tubuh menjadi menurun, terutama pada wanita. Wanita memiliki komposisi tubuh, kapasitas paru dan kekuatan otot 15-25% lebih rendah dibandingkan pria. Volume Oksigen Maksimal (VO2 max) merupakan salah satu komponen dari Cardiorespiratory Fitness yang harus di jaga sehingga dituntut untuk rajin berolahraga. Latihan fisik yang dapat mempengaruhi VO2 max yaitu dengan latihan yoga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik cross-sectional yang dilakukan pada Desember 2020 – Maret 2021 dengan teknik total sampling dan jumlah sampel sebanyak 60 responden yakni 30 responden yang sudah mengikuti pelatihan yoga Hatha minimal selama 1 bulan dan 30 responden yang tidak mengikuti pelatihan yoga. Volume Oksigen Maksimal (VO2 max) diukur dengan Six Minute Walking Test (6MWT). Hasil: Uji hipotesis menggunakan Chi Square Test untuk menilai hubungan pelatihan yoga dan Volume Oksigen Maksimal (VO2 max) yang didapatkan hasil nilai p 0,001. VO2 Max bernilai baik pada kelompok yang telah mengikuti pelatihan yoga yaitu 27 orang (45%) dan kelompok yang tidak mengikuti pelatihan yoga sebanyak 4 orang (6,7%). Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pelatihan yoga dan Volume Oksigen Maksimal (VO2 max) pada wanita usia 40-55 tahun. Kata Kunci: cardiorespiratory fitness, pelatihan yoga, VO2max
THE PEMBERIAN ULTRASOUND DAN FRICTION MASSAGE SAMA BAIK DENGAN ULTRASOUND DAN SLOW STROKE BACK MASSAGE PADA PENURUNAN NYERI PINGGANG BAWAH MYOGENIC Bagas Dwi Raharjo; Ari Wibawa; Ni Wayan Tianing
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 1 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.73 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2014.v02.i01.p06

Abstract

Penderita nyeri pinggang bawah merupakan populasi yang banyak dijumpai dan menghabiskan banyak dana dalam penyembuhannya. Nyeri bersifat tumpul, dengan intensitas bervariasi. Nyeri Pinggang Bawah Myogenic adalah nyeri pinggang yang disebabkan gangguan muskuloskeletal tanpa disertai gangguan neurologis antara vertebra thorakal 12 sampai bagian bawah pinggul. Berdasar teori bahwa ultrasound, friction massage dan slow stroke back massage menurunkan nyeri otot, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui ultrasound dan friction massage sama baik dengan ultrasound dan slow stroke back massage dalam menurunkan nyeri pinggang bawah myogenic. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Pre and Post Test Group Design. sampel dibagi menjadi 2 (dua) kelompok perlakuan yaitu ultrasound dan friction massage 11 sampel dan ultrasound dan slow stroke back massage 11 sampel. Selanjutnya dilakukan uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk, Uji homogenitas menggunakan Levene’s Test. Perbedaan rerata penurunan VAS sebelum dan sesudah intervensi setiap kelompok diuji Wilcoxon Macth paired Test. Dengan program SPSS versi 16.0 hasilnya p =0,003 dan p =0,001 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa pada setiap kelompok terjadi penurunan nyeri sebelum dan sesudah perlakuan secara bermakna. Uji statistik selanjutnya adalah uji komparabilitas Mann-Whitney test yang menunjukkan bahwa rerata VAS sesudah perlakuan di antara kedua kelompok bermakna sama dimana nilai p = 0,001 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Simpulan penelitian adalah : ultrasound dan friction massage sama baik dengan ultrasound dan slow stroke back massage dalam menurunkan nyeri pinggang bawah myogenic pasien RS Purbowangi dan klinik mandiri
HUBUNGAN NYERI BAHU DENGAN ROUNDED SHOULDER POSTURE PADA MAHASISWA PENGGUNA KOMPUTER DI SEKOLAH TINGGI DESAIN BALI I Gusti Ayu Bulan Sistayani; Ari Wibawa; Luh Putu Ratna Sundari; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i03.p06

Abstract

Nyeri bahu merupakan salah satu penyebab terjadinya morbiditas dengan prevalensi yang tinggi. Nyeri bahu dan leher berhubungan dengan postur statis serta mempertahankan leher dalam posisi menekuk ke depan. Posisi kepala yang lebih ke depan menyebabkan adanya kompensasi berupa bahu bergerak ke depan yang mengindikasikan adanya Rounded ShoulderPosture (RSP). RSP merupakan salah satu postur janggal pada pengguna komputer. Sekolah Tinggi Desain Bali merupakan salah satu sekolah tinggi dengan pelajaran desain yang mengahruskan penggunaan komputer selama berjam – jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nyeri bahu dengan Rounded Shoulder Posture pada mahasiswa pengguna komputer di Sekolah Tinggi Desain Bali. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 42 orang mahasiswa pengguna komputer atau laptop. Teknik analisa yang digunakan yaitu uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,156 pada RSP kanan dan p=0,673 pada RSP kiri yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan nyeri bahu dengan RSP. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah tidak ada perbedaan postur antara individu dengan nyeri bahu dan tanpa nyeri bahu, ketidakseimbangan otot yang bersifat fungsional, mobilitas dan fleksibilitas, serta adapatasi tubuh terhadap nyeri. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan nyeri bahu dengan Rounded Shoulder Posture pada mahasiswa pengguna komputer di Sekolah Tinggi Desain Bali. Kata Kunci : nyeri bahu; rounded shoulder posture, pengguna komputer, mahasiswa, Bali
LINGKAR PINGGANG DENGAN TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL PADA MAHASISWA FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Made Rikawiantari; Ari Wibawa; I Putu Gde Adiamika; I Nyoman Adiputra
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i02.p03

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa fisioterapi dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan sehari – hari memerlukan kebugaran jasmani yang baik seperti daya tahan kardiorespirasi. Penyediaan energi untuk aktivitas yang dilakukan lebih dari 3 menit dilakukan melalui metabolisme aerobik yang memerlukan oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, perlu ditunjang dengan adanya kemampuan sistem kardiorespirasi untuk bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat konsumsi oksigen maksimal (VO2max) adalah peningkatan berat badan akibat perubahan komposisi tubuh. Adanya peningkatan berat badan dapat meningkatkan ukuran lingkar pinggang dan berhubungan dengan terjadinya penurunan VO2max. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negatif antara lingkar pinggang dengan tingkat VO2max pada mahasiswa fisioterapi FK Unud. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 97 orang. Hasil: Pengukuran variabel lingkar pinggang dilakukan dengan menggunakan pita ukur antropometri, dan tingkat VO2max dengan YMCA 3 Minutes Step Test. Simpulan: Hasil analisis data dengan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan negatif antara lingkar pinggang dengan tingkat VO2max pada mahasiswa fisioterapi FK Unud (r = -0,526; p = 0,000), yang berarti semakin besar ukuran lingkar pinggang maka tingkat konsumsi oksigen maksimalnya semakin menurun. Kata Kunci: lingkar pinggang, VO2max, daya tahan kardiorespirasi
PERBANDINGAN PREVALENSI LOW BACK PAIN NON-SPESIFIK ANTARA KARYAWAN HOUSEKEEPING YANG MENERAPKAN SMK3 DIBANDINGKAN DENGAN YANG I Putu Restu Widipratama; Ari Wibawa; Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.922 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p12

Abstract

Low Back Pain Non-Spesifik merupakan keluhan yang umum dialami oleh karyawan housekeeping dikarenakan oleh karakteristik tugas yang memberikan beban tinggi terhadap punggung bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi LBP Non-Spesifik pada karyawan housekeeping di Kabupaten Badung. Desain penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan teknik pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif. Variabel yang diukur yaitu SMK3, LBP Non-Spesifik, Usia, dan Masa Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan housekeeping di hotel yang menerapkan SMK3 memiliki kecenderungan dapat terhindar dari keluhan LBP Non-Spesifik dibandingkan yang tidak menerapkan SMK3. Prevalensi LBP Non-Spesifik pada karyawan housekeeping yang tidak menerapkan SMK3 lebih tinggi dibandingkan yang menerapkan SMK3.Kata Kunci: Low Back Pain Non-Spesifik, Housekeeping, SMK3
HUBUNGAN SIKAP KERJA DAN DURASI BERKENDARA TERHADAP KEJADIAN LOW BACK PAIN NON SPESIFIC PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA DENPASAR Muhammad Agung Satrio; Indira Vidiari Juhanna; I Made Niko Winaya; Ari Wibawa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.439 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i02.p05

Abstract

Low back pain non specific merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi didaerah punggung bawah yang belum ada identifikasi jelas mengenai penyebab rasa sakit yang timbul. Namun secara umum disebakan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik seperti sikap kerja membungkuk dan durasi berkendara berlebih. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sikap kerja dan durasi berkendara terhadap kejadian low back pain non spesific pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian analitik cross sectional yang dilakukan bulan April 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 66 orang pria rentang usia 30-40 tahun. Teknik pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini sikap kerja yang diukur menggunakan metode REBA dan durasi berkendara yang diketahui melalui kuesioner. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah low back pain non spesific diketahui dengan assessment fisioterapi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu uji bivariat dengan Spearman’s Rho untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan, kekuatan hubungan dan arah hubungan. Berdasarkan hasil output uji analisis data diketahui bahwa nilai p = 0,001 (p < 0,05) pada sikap kerja dan nilai p = 0,000 (p < 0,05) untuk durasi berkendara yang berarti nilai signifikan. koefisien korelasi sebesar 0,390 untuk sikap kerja dan 0,538 untuk durasi berkendara yang berarti memliki kekuatan hubungan yang cukup, arah hubungan positif yang berarti searah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, searah dengan kekuatan sedang antara sikap kerja dan durasi berkendara terhadap kejadian low back pain non specific pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Kata Kunci : Sikap Kerja, Durasi Berkendara, Low Back Pain non Spesific
PERSENTASE LEMAK TOTAL TUBUH DAN LINGKAR PERUT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA 35-54 TAHUN DI DESA DAUH PURI KLOD Ni Nengah Vindia Herinasari; Ari Wibawa; Made Hendra Satria Nugraha; I Putu Yudi Pramana Putra
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i02.p02

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah merupakan faktor penting dalam sistem sirkulasi dan salah satu parameter klinis yang paling sering diukur. Tekanan darah diatas normal disebut hipertensi yang merupakan penyakit yang sering ditemukan. Salah satu faktor risiko hipertensi yaitu obesitas. Obesitas didefinisikan sebagai kondisi akumulasi lemak abnormal atau berlebihan dalam jaringan adiposa. Metode: Penelitian ini adalah penelitian obeservasional analitik yang menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Hasil: Dari analisis data menggunakan uji PEarson didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persentase lemak total tubuh dengan tekanan darah (p > 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,091. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan tekanan darah (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,275. Dan dilakukan analisis multivariat regresi linear ganda didapatkan ada hubungan yang signifikan antara persentase lemak total tubuh dan lingkar perut terhadap tekanan darah dengan Fhitung> Ftabel (3,46 > 3,15) atau p < 0,05. Persentase lemak total tubuh dan lingkar perut secara parsial mendapatkan hasil yang berbeda. Persentase lemak total tubuh tidak berhubungan secara signifikan (p > 0,05) dengan Thitung < Ttabel (-1,251 < 1,999), sedangkan lingkar perut berhubungan secara signifikan (p < 0,05) dengan Thitung> Ttabel (2,517 > 1,999). Simpulan: Persentase lemak total tubuh tidak berhubungan dengan tekanan darah, lingkar perut berhubungan dengan tekanan darah pada, persentase lemak total tubuh dan lingkar perut secara bersama – sama berhubungan dengan tekanan darah. Kata Kunci: persentase lemak total tubuh, lingkar perut, tekanan darah
THE PERBANDINGAN SUPINE DIAPHRAGMATIC BREATHING DENGAN SITTING DIAPHRAGMATIC BREATHING TERHADAP PENINGKATAN INSPIRATORY CAPACITY PADA MAHASISWI PADUAN SUARA UNIVERSITAS UDAYANA Siti Aminah Rihandayani; - Sugijanto; Ari Wibawa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 2 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.979 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2014.v02.i02.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan supine diaphragmatic breathing dengan sitting diaphragmatic breathing dalam meningkatkan inspiratory capacity pada mahasiswi paduan suara Universitas Udayana. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian eksperimental Pre and Post Control Group , dimana didapatkan jumlah sampel untuk kelompok perlakuan 1 dengan intervensi supine diaphragmatic breathing sebanyak 11 orang dan pada kelompok perlakuan 2 dengan intervensi sitting diaphragmatic breathing sebanyak 11 orang. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Paired Samples T-test pada kelompok perlakuan 1, didapatkan nilai p = 0.0001. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata peningkatan inspiratory capacity sebelum dan setelah perlakuan. Sedangkan pada kelompok perlakuan 2 diperoleh nilai p = 0,001. Nilai ini juga menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Selanjutnya berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples T-test , nilai yang diperoleh adalah p = 0.483. Kesimpulan : tidak ada perbedaan yang bermakna (signifikan) pada hasil perlakuan supine diaphragmatic breathing dibandingkan perlakuan sitting diaphragmatic breathing dalam meningkatkan inspiratory capacity pada mahasiswi Paduan Suara Universitas Udayana.
PENGARUH DURASI KERJA TERHADAP DISABILITAS LEHER PADA SOPIR TAKSI ONLINE DI DENPASAR Doni Galih Bagaswara; Ni Komang Ayu Juni Antari; M. Widnyana; Ari Wibawa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p11

Abstract

Durasi kerja dapat mempengaruhi kejadian nyeri leher karena durasi kerja akan mempengaruhi lama pekerja terkena paparan beban pekerjaan baik secara fisik maupun psikis. Durasi kerja yang diperpanjang melebihi kemampuan seseorang cenderung menyebabkan penurunan dari efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja yang maksimal. Rutinitas dalam bekerja cenderung dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan. Salah satu dampak tersebut adalah munculnya keluhan atau gangguan muskuloskeletal. Gangguan pada sistem muskuloskeletal khususnya pada bagian leher paling banyak diderita oleh para pekerja khususnya sopir. Nyeri leher jika tidak diobati akan menyebabkan timbulnya disabilitas leher. Tujuan Penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara durasi kerja terhadap disabilitas leher pada sopir taksi online di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analytic dengan metode pendekatan studi cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu kuota sampling dengan jumlah sampel 70 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan pengukuran disabilitas leher menggunakan kuersioner Neck Disability Index dan wawancara mengenai durasi kerja per hari kepada sopir. Uji hipotesis yang digunakan adalah Spearman Rank untuk mencari pengaruh durasi kerja terhadap disabilitas leher. Pada perhitungan analisis data, diperoleh nilai signifikansi atau nilai p sebesar 0,036, nilai Correlation Coefficient atau nilai r sebesar 0,252 dan dengan arah hubungan yang positif atau searah. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik tersebut maka kesimpulannya adalah bahwa terdapat hubungan signifikan dengan korelasi positif dan kuat hubungan yang sangat lemah antara durasi kerja dengan disabilitas leher pada sopir taksi online di Denpasar. Kata kunci : sopir, taksi online, durasi kerja, disabilitas leher
HUBUNGAN ANTARA FLAT FOOT DENGAN Q-ANGLE PADA ANAK – ANAK USIA 9-12 TAHUN DENGAN IMT NORMAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI DENPASAR BARAT Bella Aulya Safitri; Ari Wibawa; I Wayan Sugiritama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.163 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p10

Abstract

Flat foot ialah masalah muskuloskeletal yang sering kita jumpai pada anak – anak. Flat foot bersifat progresif dan Flat foot tidak hanya di anggap sebagai masalah alignment statis dari ankle dan foot namun kelainan fungsi dinamis dari ekstremitas bawah lainnya. Q- angle sudah diterima sebagai faktor penting dalam menilai fungsi sendi lutut. Penelitian digunakan untuk mengetahui hubungan pada flat foot dan ­Q-angle anak – anak usia 9-12 tahun dengan IMT normal di Sekolah Dasar Negeri Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Maret 2018. Sampel penelitian berjumlah 60 sampel. Dengan teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dan cocok dengan kriteria yang dicari sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi. Pemilihan sampel diperoleh dari pemeriksaan IMT, pemeriksaan flat foot menggunakan Wet Footprint Test untuk mengetahui derajat keparahan flat foot. Selanjutnya sampel melakukan pengukuran Q-angle menggunakan goniometer. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan flat foot kanan terhadap Q-angle kanan (r=0,334) dan ada hubungan signifikan pada flat foot kiri dan Q-angle kiri (r=0,399) anak-anak umur 9-12 tahun dengan IMT normal di Sekolah Negeri Denpasar Barat. Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian maka disimpulkan ada hubungan yang bermakna secara statistik (p<0,05) antara Flat foot dengan Q-angle pada anak – anak usia 9-12 tahun dengan IMT normal di Sekolah Dasar Negeri Denpasar Barat. Kata Kunci : Flat foot, Q-angle
Co-Authors - Daryono - Sugijanto Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Angga Puspa Negara Anak Agung Ayu Arsinta Maharani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Istri Dinda Pradnyaningrum Anak Anak Gede Angga Puspa Negera Antari, Ni Komang Ayu Juni Artiana, Pande Kadek Agus Bagas Dwi Raharjo Baiq Leny Suhartati Bella Aulya Safitri Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Gusti Ayu Komang Anita Triana Doni Galih Bagaswara Dwi Jayanti Pringgadani Eko Sasmito Hadi Gede Parta Kinandana I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari I Gusti Ayu Bulan Sistayani I Kadek Saputra, I Kadek I Made Muliarta I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made Suindrayasa I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Adiamika I Putu Restu Widipratama I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Intan Kartika Dewi Ida Bagus Komang Ari Krisnayana Ida Kurniawati, Ida Ihsan, Muammar Ika Pradipta Dewi Indah Pramita Indira Vidiari Juhanna Juniantari, Ni Komang Ayu Karnoto . Kenny Andrian Kenteurachmat, Ahmad Luh Gede Risma Yanti Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Hendra Satria Nugraha Maria Assumpta Avila Beda Budhiyati Meril Valentine Manangkot Muhammad Adrian Putra Rachman Muhammad Agung Satrio Ni Kadek Ardya Shinta Alverina Ni Kadek Merry Marth Ardyastin Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Veni Rahayu Ni Made Indri Sagita Ni Made Rikawiantari Ni Nengah Vindia Herinasari Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Wayan Anggita Diana Krisna Iswari Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Krisnawati Naraswari Ni Wayan Nirmala Putri Miasa Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nila Wahyuni Ojo Kurdi Parlindungan Manik Putu Ayu Sita Saraswati Putu Rian Pradhiva Putu Sri Putri Laksmi Rizki Cristine Hasibuan Sayu Aryantari Putri Thanaya Selviani, Ni Putu Ayu Siti Aminah Rihandayani Trian Ocha Iswara Vittala, Govinda