Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA JATIMULYA KECAMATAN TILOAN KABUPETEN BUOL Moh. Ribut Priono; Yulianti Kalaba; Muh. Fahruddin Nurdin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 6 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Desa Jatimulya Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol, Provensi Sulawesi Tengah pada bulan Bulan Oktober sampai dengan Desember 2019, dengan tujuan mengetahui pendapatan usahatani jagung hibrida. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak sederhana (simpel random sampling) artinya dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada petani untuk pilih menjadi sampel penelitian. Pengambilan sampel sebanyak 32 orang dari jumlah petani jagung hibrida 125 petani. Analisis data yang digunakan menghitung pendapatan usahatani dengan menghitung selisih antara total penerimaan dan total biaya (π=TR-TC). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penerimaan keseluruhan petani responden usahatani jagung hibrida sebesar Rp. 6.362.750/0,5ha dikurangi ha total biaya sebesar Rp 1.570.666/,5 ha. Maka rata-rata pendapatan yang diperoleh oleh petani jagung hibrida di Desa Jatimulya Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol yaitu sebesar Rp.3.262.441/0,5 ha atau sebesar Rp. 6.524.882/ha/MT.
ANALISIS PENENTUAN KOMODITI BASIS SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI DAERAH KABUPATEN POSO Ainul Mardial; Made Antara; Yulianti Kalaba
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 6 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten pososelama ini menjadi sentra pengembangan hortikultura di Provinsi Sulawesi Tengan untuk menciptakan kemandirian masyarakat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian mengingat subsektor hortikultura mempunyai peluang besar dalam pembangaun pertanian di kabupaten poso. Tujuan penelitian agar daerah Kabupeten Poso bisa menentukan komoditi hortikultura yang menjadi komoditi basis yang mempunyai daya saing tingg, sehingga mampu meningkatkan kesejahtraan petani. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik sulawesi tengah dan dinas pertanian kabupaten poso. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Location (LQ). Hasil penelitian meunjukan bahwa komodti buah-buahan yang ada di Kabuapten Poso yang menjadi basis dengan nilai LQ>1 ialah alpukat, belimbing, duku., durian, nangka, nanas, pepaya, salak, sirsak, dan sukun. Sedangkan sayur-sayuran yang menjadi komodti baiss dengan nilai LQ>1 ialah Bawang merah, Bawang daun, kubis, sawi, wortel, kacang merah,tomat, buncis, labu siam dan bayam.
ANALISIS PEMASARAN KOPRA DI DESA LEMO TENGAH KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Moh Fadli; Yulianti Kalaba; Crishtophorus Crishtophorus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 3 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani serta efisiensi pemasaran kopra di Desa Lemo Tengah Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2019 di Desa Lemo Tengah Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Responden yang dijadikan sampel terdiri dari produsen kopra, pedagang dan pengumpul pedagang besar. Pengambilan sampel produsen kopra dilakukan dengan menggunakan metode acak sedarhana (Simple Random Sampling Methode) sebanyak 33 produsen (petani) dari total populasi 130 responden yang mengusahakan komoditi kopra kemudian pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling Methode) sehingga diperoleh sebanyak 2 orang pedagang pengumpul, 1 orang pedagang besar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pemasaran yaitu saluran pemasarn, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran kopra di Desa Lemo Tengah melalui dua saluran pemasaran yaitu Petani- Pedagang pengumpul-Pedagang besar, Petani-Pedagang besar. Hasil analisis margin pemasaran kopra saluran 1 yaitu MT = Rp.1.100/Kg sedangkan saluran kedua yaitu MT = Rp. 500/Kg. Bagian harga yang diterima petani kopra pada saluran 1 yaitu sebesar 78,00 %, sedangkan pada saluran kedua yaitu sebesar 90,00 %. Efisiensi pemasaran pada saluran pertama sebesar 26,6%, sedangkan nilai efisiensi untuk saluran II adalah sebesar 20,7%, sehingga dari kedua saluran tersebut, saluran yang paling efisien yaitu saluran kedua dengan nilai efisiensi sebesar 20,7%.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI BAWANG MERAH LOKAL PALU DI DESA SOULOVE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Moh. Rezky; Made Antara; Yulianti Kalaba
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan tingkat efisiensi penggunaan input produksi pada usahatani bawang merah lokal palu di Desa Soulove Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019. Penentuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling), dengan mengambil 31 responden petani dari 106 orang petani Bawang Merah Lokal Palu. Analisis yang digunakan ialah analisis Fungsi Produksi Cobb-Douglass dan Analisis Efisiensi Harga. Hasil penelitian menunjukkan luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK mutiara, pupuk phonska dan tenaga kerja secara bersama – sama ( simultan ) berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah lokal palu di Desa Soulove. Secara parsial variabel Luas lahan (X1), benih (X2), pupuk urea (X3), pupuk NPK mutiara (X4) berbengaruh nyata terhadap produksi bawang merah lokal palu di Desa Soulove, sedangkan pupuk phonska (X5) dan Tenaga kerja (X6) merupakan variabel yang berpengaruh tidak nyata terhadap produksi bawang merah lokal palu di Desa Soulove Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Nilai efisiensi harga menunjukkan bahwa penggunaan input produksi luas lahan belum efisien, sehingga perlu ditambah. Sedangkan benih , pupuk urea, pupuk NPK mutiara dan tenaga kerja tidak efisien, sehingga perlu dikurangi penggunaan inputnya agar mencapai kondisi yang efisien pada usahatani bawang merah lokal palu di Desa Soulove Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI SALAK DI DESA TAMARENJA KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA Arbayana Arbayana; Christoporus Christoporus; Yulianti Kalaba
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang diterima oleh petani zakat dan Bagaimana pengaruhnya terhadap harga salak (X1) harga pupuk (X2)upah buruh (X3)luas lahan (X4)produksi (X5)dan pestisida (X6), terhadap pendapatan usahatani salak di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa Desa Tamarenja adalah salah satu penghasil pertanian salak tertinggi di Kecamatan Tobata Sindue, Kabupaten Donggala. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode (simple random sampling). Jumlah responden adalah 40 petani ular. Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pendapatan Analisis Regresi Linier Berganda, sedangkan data pendapatan dari petani salak menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata pendapatan usahatani salak di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala selama satu musim tanam adalah Rp 2.698.692,18 / ha / MT. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani salak adalah harga salak (X1), harga pupuk (X2)upah buruh (X3) luas lahan (X4) produksi (X5) dan pestisida (X6), secara simultan memiliki pengaruh yang sama secara bersama-sama (pengaruh signifikan) terhadap salak pendapatan pertanian di Desa Tamarenja. Sedangkan secara parsial faktor yang berpengaruh adalah harga jual salak (X1), upah tenaga kerja (X3) dan produksi (X5)yang memiliki pengaruh signifikan (pengaruh signifikan) terhadap pendapatan di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK DI DESA TAMARENJA KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA Nurhidayah Nurhidayah; Yulianti Kalaba; Muh. Fahruddin Nurdin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah-buahan berperan dalam meningkatkan pendapatan petani. Salah satunya ialah tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara komersial dan berorientasi agribisnis adalah salak. Salak (Salacca zalacca) yang termaksud famili palmae, yang serumpun dengan tanaman kelapa, kelapa sawit, aren (enau), palem dan pakis yang bercabang rendah dan tegak. Tanaman salak dapat bertumbuh dan berproduksi secara optimal di daerah dataran rendah sampai ketinggian 400 m dpl dengan iklim tropika basah.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani salak di Desa Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari sampai Bulan April 2020. Penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) dimana responden yang telah dipilih memiliki hak untuk dipilih kembali. Penelitian ini menggunakan analisis Revenue Cost Ratio (R/C-ratio atau dikenal dengan perbandingan (nisbah) antara Total Revenue (TR) dan Total Cost (TC), dimana apabila a = 1, berarti usahatani salak tidak untung dan tidak rugi atau impas,selanjutnya bila a < 1, menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak layak diusahakan, dan jika a > 1, maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Analisis Kelayakan Usahatani Salak di Desa Tamarenja sebesar Rp 4,96, maka dinyatakan Usahatani Salak di Desa Tamarenja layak diusahakan dengan nilai TR/TC >1 yaitu 4,96 yang artinya bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp 1.000 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 4.960. Rata-rata luas lahan responden adalah sebesar 0,68/ha, rata-rata biaya tenaga kerja sebesar Rp. 825.000, rata-rata biaya pengunaan pupuk sebesar Rp. 204.000/0,68ha atau jika dikonversikan Rp.298.901/ha, rata-rata biaya penggunaan pestisida adalah sebesar Rp. 48.375/0.68ha atau jika dikonversikan Rp. 70.879/ha.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BAWANG GORENG PADA UD. SRI REJEKI KOTA PALU Nurmagefirah A. Nazir; Yulianti Kalaba; Dewi Sartika Laurencia Br. Manurung
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to determine the economical order quantity (EOQ) for raw material purchases, as well as the safety stock, reorder point, and total inventory cost for the company's inventory. This study was conducted in the first half of 2022 at UD Sri Rejeki, a company located in Palu City, Indonesia. The study utilized both primary data (collected from three respondents, including one leader and two employees) and secondary data. The analytical tool used in this study were EOQ, Safety Stock, Reorder Point, and Total Inventory Cost. The findings revealed that there were an average of 2.519,78 economy purchases (EOQ) of local shallot raw materials from January to December 2021, IDR 179,462,26 in total inventory costs (TIC), 1.656,31 kg in safety stock that must always be present in the warehouse to satisfy raw material shortages. UD Sri Rejeki has a relatively stable demand for local shallot raw materials throughout the year, with an average local shallot of 2.519,78 kg economy purchases (EOQ) required to meet their needs. The findings also showed that UD Sri Rejeki incurred IDR 179,462,26 in inventory costs from January to December 2021. To manage inventory levels, the company has set a safety stock of 1.656,31 kg that must always be present in the warehouse to ensure that they can satisfy any unexpected raw material shortages
Analisis Pemasaran Jagung Manis Di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Syifa Syifa; Yulianti Kalaba; Abdul Muis
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk pemasaran jagung manis di Kabupaten Sigi, mengetahui margin pemasaran jagung manis di Kabupaten Sigi, Mengetahui bagian harga yang diterima oleh petani jagung manis di Kabupaten sigi, dan untuk mengetahui tingkat efisiensi yang dicapai dalam pemasaran jagung manis di Kabupaten Sigi. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitianAnalisis pemasaran ini adalah Analisis marjinpemasaran untuk mengetahui margin pemasaran, analisis untuk mengetahuiharga yang diterima petani untuk mengetahui bagian harga yang diterima oleh petani, dan analisis efisiensi pemasaran untuk mengetahui efisiensi pemasaran. Untuk menjawab tujuan pertama berdasarkan hasil pembahasan diperoleh bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Kebupaten sigi yaitu : I. Petani – Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengecer – Konsumen sedangkan untuk saluran II yaitu : Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen. Analisis marjin pemasaran jagung digunakan untuk mengetahui bahwa marjin pemasaran pada saluran I sebesar Rp. 9.900/Kg dan pada saluran II sebesar Rp. 9.000/Kg. Bagian harga yang diterima petani pada saluran I yaitu sebesar 34 % dan pada saluran II sebesar 40 %, sedangkan untuk efisiensi pemasaran jagung manis pada saluran I sebesar 5,9 % dan pada saluran II sebesar 3,0 %. Sehingga Analisis pemasaran jagung di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten sigi dapat menjawab tujuan penelitian bahwa efisiensi pemasaran jagung manis pada saluran I dan saluran II yang lebih efisien adalah saluran II karena hal ini disebabkan pendeknya rantai pemasaran pada saluran II, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan lebih kecil sedangkan total nilai penjualan saluran ke II lebih besar dari saluran I.
Potentially Competitiveness of Cassava Commodity in Internasional Trade:A Case of Central Sulawesi Economy Yulianti kalaba; Sisfah Yuni; Dafina Howara; Abdul Muis; Marwan Yantu
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 1 No 1 (2014): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v1i1.281

Abstract

Cassava commodity has strong linkages with other industries. This is indicated by coefficient of its multiplier effect being greater than one. That means that investment of IDR 1 billion for the commodity will affect total economic activity of Central Sulawesi as big as the coefficient. The aim of this study is to estimate potentially competitiveness of cassava commodity of Central Sulawesi in international trade. In particular, the aim of this study is to estimate (i) potentially competitive advantage of cassava commodity; (ii) potentially comparative advantage of cassava commodity; (iii) level of governmental protection to price of tradable input for cassava; (iv) level of governmental protection to cassava outputs; and (v) level of simultaneously protection to cassava output sand tradable inputs for cassava. PAM method was used by using time series data of during 2000 – 2013 from BPS and FAO. The results of analysis shows that cassava commodity from Central Sulawesi has potentially competitiveness in international trade. This is showed by (i) potentially competitive advantage was indicated by PCR is less than one; thus cassava farm can be developed on a large scale; (ii) potentially comparative advantage was indicated by DRC is less than one; This means that in developing for cassava farm can be done by saving the resources; (iii) NPCR is equal to zero to show that government policies to tradable inputs is very protective, but actually that was caused by farmers didn’t apply fertilizers and pesticides; thus developing for cassava farm can be done by organic farm, so cassava farm can be became as entry point in green economy of Central Sulawesi; (iv) NPCO is less than one meaning that government policies for output prices is in-protective, so cassava farmers didn’t enjoy actual prices of cassava output; and (v) EPC is less than one meaning that beside government policies for prices of cassava output is in-protective, government policies for tradable inputs is also in-protective; thus although the farmers didn’t enjoy the surplus prices, however they can pay tradable inputs being lower than actual prices of the tradable inputs.
Financial Feasibility Analysis of Processed Chocolate Businessat Twins Chocolate Home Industry in Palu City Abrar Abrar; Yulianti Kalaba
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 4 No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v4i1.295

Abstract

Cocoa Agribusiness in Central Sulawesi still confronts many complex problems, such as low productivity due to PKB pests, low production quality. This becomes a challenge as well as investment opportunities in developing the business of chocolate product and achieve greater added value than cocoa agribusiness. This research aimed to know the income and financial feasibility obtained by Twins Chocolate Industry chocolate product production in Palu. The research was conducted at the Twins Chocolate Industry Jalan Rusa No. 13 Talise subdistrict Mantikulore Palu city Central Sulawesi on October to September 2016. The respondents consisted of one leader and two employees in the field of production and marketing. The results showed that the revenue obtained in the first year was Rp 25.7017 million, the second year was Rp 26.8927 million and in the third year was Rp 38,309,875. Feasibility levelsobtained by the PP for 2 Years and 2 Months were NPV Rp 11,927,788, an IRR of 22.75% and PI of 1.19. It means that Twins Chocolate industry was laboured because it met the eligibility criteria set.
Co-Authors Abdul Muis Abdul Muis Abdul Muis ABDUL MUIS Abrar Abrar Abrar Abrar Adinda Elfara Rizki Adam Ainul Mardial Aisyah Ferhana Alamsyar, Al Alimudin Laapo Alisa Alisa Ananda, Dhea Putri Andika Ibrahim Andika Ibrahim Andika Primasatya Anggraini, Tetik Angri, Angri Arbayana Arbayana Arfah, Siti Yuliaty Chansa Arifuddin Lamusa Arini, Ayu Ayu Arini Bambang Dwi Pratama Chansa Arfah, Siti Yuliaty Chodijah, Sitti Christoporus Christoporus Christovani Palunsu Crishtophorus Crishtophorus Dafina Howara Dance Tangkesalu Delly Sriyati Dewi Dewi Dewi Nur Asih Dewi Sartika Laurencia Br. Manurung Dian Safitri Ernawati Ernawati Erny Erny, Erny Erny Sirappa Eru Rengga Patra Eru Rengga Patra Fadil, Muh fahruddin, Hamdan fatimah Fatimah Giovanny, Cynthia Hadayani A. Hadayani Hadayani Hadayani Hadayani Hamdan Fahruddin Hardiyanti Sultan Hatmi, Wira Hatmiq, Wira Husnul Khatima, Husnul I Gede Laksana Wibawa I Made Antara Ihdiani Abubakar Ikawati, Aisyah Isran, Isran Joko Kurniawan Khairunnisa, Nur Ainun Komang Mertayasa Laihi, Moh. Alfit A. Lien Damayanti Lien Damayanti Lisnawati Lisnawati M. R Yantu M.R. Yantu M.R. Yantu Made Antara Made Antara Magfira, Magfira magfira, Sahrul Marhawati Mappatoba Marhawati Mappatoba Marwan Yantu Max Nur Alam Max Nur Alam Max Nur Alam Mboka, Gita Geby Moh Alfit A. Laihi Moh Fadli Moh Fikri Moh Riski Pratama Moh. Rezky Moh. Ribut Priono Mohammad Ikhsan Diman Muh Fadil Muh. Arman Yamin Pagala Muh. Fahruddin Nurdin Muh. Fahruddin Nurdin Muh. Fahruddin Nurdin Muhammad Rizal Faiz Muiis, abdul Mukhlis Mukhlis Mustari Mustari Mustari Mustari Nurhidayah Nurhidayah NURLAELA NURLAELA Nurlaela Nurlaela Nurmagefirah A. Nazir Nussara Sriarmad Pratama, Moh Riski Puput Puspitasari Putu Bagus Wijaya Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Ria Artha Heren Bansoe Riandini Ika Pratiwi Riswandi Riswandi Rizke Andita Roadiah Roadiah Rustam Abd. Rauf Saharia Kassa Saharia Kassa sisfah yuni Sisfahyuni Sisfahyuni Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulastri Sulastri Suleha, Suleha Sulmi, Sulmi Syifa Hadirawati Syifa Syifa Tetik Anggraini Tri Astuti Pamungkas Wijaya, Putu Bagus Wildani Pingkan H Wildani Pingkan S. Hamzens Wira Hatmi Wulandari, Rahma Sri Yantu, M.R Yuniarti, Via Zainab Zainab