Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGOLAHAN AIR LIMBAH PABRIK TEMPE DENGAN BIOFILTER Indah Nurhayati; Pungut Asmoro; Sugito Sugito
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.917

Abstract

Industri tempe Bapak Karipan di Desa Sedenganmijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur merupakan home industri dengan teknologi yang sangat sederhana. Air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke sungai. Kedaan ini akan sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar yang pada akhirnya akan mengganggu kesehatan masyarakat pengguna air sungai tersebut. Untuk mengatasi masalah lingkungan di lokasi industri tempe Bapak Karipan, maka tim dosen Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melalukan pengabdian kepada masyarakat melalui program VUCER dari DP2M DIKTI Depdiknas. Program yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun instalasi penglah air limbah (IPAL) dengan proses biofilter di industri tempe P. Karipan. Tujuan dari pengadaan IPAL adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan produksi, meningkatkan kualitas produk (tempe) industri tempe sehingga hygienis, meningkatkan kesejahteraan pengusaha mitra dan kenyamanan masyarakat sekitar dari gangguan cemaran akibat proses produksi industri tempe,meningkatkan rasa aman pengusaha mitra dari segala bentuk komplain (protes) masyarakat dan pihak berwenang terkait dengan pencemaran lingkungan akibat limbah cair industri tempe tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama penyebaran angket, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak air limbah pabrik tempe terhadap lingkungan sekitar. Tahap kedua pembangunan IPAL. Tahap ke tiga penyebaran angket dengan tujuan untuk mengetahui dampak limbah industri tempe terhadap lingkungan sekitar setelah dibangun instalasi pengolah air limbah. Pelaksanaan pegabdian masyarakat di pabrik tempe memberikan hasil sebagai berikut : Sebelum dilakukan pengolahan limbah cair industri tempe menggangu lingkungan sekitar, terutama menyebabkan bau busuk dan pencemaran air sungai, pengolahan limbah industri tempe milik bapak Karipan yang berada di Desa Sedengan Mijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo setelah diolah dengan biofilter diperoleh hasil yang sangat memuaskan dengan efisiensi penurunan rata-rata 98 %, untuk parameter BOD, COD, TSS, sehingga efluen yang dibuang ke sungai sudah memenuhi baku mutu sesuai dengan SK. Gub. Jatim No. 136 tahun 1994, Tentang Baku Mutu Limbah Cair Industri, dengan dibangunnya IPAL untuk mengolah limbah cair industri tempe Bapak Karipan menjadikan lingkungan sekitar industri menjadi lebih baik,pemilik industri tempe merasa aman dari ancaman protes masyarakat terkait karena limbah cair industrinya sudah tidak mengganggu lingkungan sekitar.
PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP KARAKTERISTIK KARBON AKTIF AMPAS TEBU DAN FUNGSINYA SEBAGAI ADSORBEN PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM Indah Nurhayati; Joko Sutrisno; Mochamad Sofyan Zainudin
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1491

Abstract

Ampas tebu berpotensi sebagai bahan baku karbon aktif karena mempunyai kadar karbon yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh konsentrasi natrium klorida, dan waktu aktivasi terhadap kualitas karbon aktif ampas tebu dan mengkaji efektifitas karbon aktif ampas tebu sebagai adsorben perak, krom, dan total dissolved solid air limbah laboratorium Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Variabel penelitian adalah konsentrasi natrium klorida 10%, 12,5% dan 15 %, lama perendaman 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Proses adsobsi dilakukan secara kontinyu dengan debit 140ml/menit selama 120 menit, analisis sampel dilakukan setiap 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah aktivasi karbon aktif ampas tebu menggunakan larutan natrium klorida 10% selama 12 jam menghasilkan karbon aktif dengan karakteristik daya serap I2 sebesar 46%, kadar air 1%, dan kadar abu 7%, dan sudah sesuai SNI 06-3730-1995, sedangkan untuk kadar zat yang menguap belum sesuai SNI 06-3730-1995. Selama waktu adsobsi 2 jam karbon aktif ampas tebu, efisiensi penurunan terbaik krom pada menit ke 15 sebesar 8% dan total dissolved solid sebesar 31% sedangkan penurunan perak paling tinggi pada menit ke 75 sebesar 24%. Karakteristik air limbah laboratorium setelah diadsobsi menggunakan karbon aktif ampas tebu, adalah kadar perak 0,71 mg/L, krom 1,12 mg/L, total dissolved solid 15.400 mg/L dan pH 1,52, sehingga air limbah belum memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014.
MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA BEGAGANLIMO KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Indah Nurhayati; Dwi Febrioko; Sugito; Joko Sutrisno
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no01.a5398

Abstract

Desa Begaganlimo Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu desa yang memiliki potensi bencana alam tanah longsor. Untuk mengurangi resiko dan dampak bencana maka perlu dilakukan mitigasi bencana. Tujuan kegiatan KKN-PPM adalah melakukan mitigasi, sosialisasi, membentuk tim tanggap darurat bencana dan penghijauan. Metoda yang digunakan mahasiswa KKN-PPM dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah survey lokasi, pembuatan peta mitigasi, sosialisasi mitigasi, pembentukan tim tanggap darurat, pembuatan dan pemasangan jalur evakuasi, penghijauan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan KKN-PPM ini adalah masyarakat mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya mitigasi bencana untuk daerah yang memiliki potensi bencana serta mencegah terjadinya bencana, masyarakat dapat mengetahui daerah yang memiliki potensi bencana dan jalur evakuasi serta terbentuknya tim tanggap darurat sebagai upaya mengurangi dampak serta resiko bencana yang ditimbulkan, masyarakat terpicu dan munculnya rasa kepedulian dan solideritas masyarakat Desa Begaganlimo sehingga menjadi desa yang tangguh bencana.
THE EFFECT OF ROTOR ROTATION SPEED ON DECREASED LABORATORY LIQUID WASTE POLLUTING PARAMETERS Muhammad Al Kholif; Joko Sutrisno; Indah Nurhayati; Retno Setianingrum
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 5, NUMBER 1, OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.54 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i1.10572

Abstract

aboratory wastewater is produced through laboratory activities. Laboratory wastewater can have a large impact on the environment if it is not processed before being discharged into the water body. Laboratory waste treatment can be carried out using suspended growth technology to reduce pollutant loads, especially Biological Oxygen Demand (BOD5) and Chemical Oxygen Demand (COD). Aims: This study aims to treat wastewater produced by the activity of laboratory using suspended growth technology. Methodology and Results: This research was conducted by finding the most efficient rotor rotation in degrading the load of BOD5 and COD pollutants. The reactor used is a Mixed Flow Reactor type reactor made of acrylic material with a thickness of 5.5 mm. The reactor is arranged into three series with the same sampling time and different rotor turns that expressed in rotors per minute (rpm). The reactor series consists of Reactor I with 50 rpm rotor rotation speed, 100 rpm Reactor II and 150 rpm Reactor III. Processing is carried out using 8 hours of detention time and variation of sampling time every 8 hours. Conclusion, significant and impact study: From the results of the study obtained the highest level of effectiveness of reducing pollutant load on processing using 150 rpm rotor rotation and 40 hours sampling time which is 94.6% for BOD5 parameters and 94.4% for COD parameters.