Articles
Perbedaan Efektifitas Terapi Sentuhan Dan Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah Di RSD Idaman Kota Banjarbaru
indah nurhayati;
dewi k wulandari;
suroto suroto
Jurnal Skala Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31964/jsk.v12i1.248
Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Jumlah bayi berat lahir rendah di Kalimantan Selatan tahun 2018 sebanyak 3.728 bayi. Bayi berat lahir rendah beresiko mengalami hipotermi. Hipotermi jika tidak diatasi akan menyebabkan kematian. Metode pencegahan hipotermi yang bisa dilakukan yakni perawatan metode kanguru dan terapi sentuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pre test and post test designs with two comparisn treatments terhadap 30 responden, 15 responden untuk terapi sentuhan dan 15 responden untuk perawatan metode kanguru. Uji statitik yang digunakan adalah uji t dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukan ada beda efektifitas antara terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru dalam meningkatkan suhu tubuh berat bayi lahir rendah, yaitu didapatkan P value = 0,007 dengan alpha <0,05. Nilai rata-rata kenaikan suhu responden perlakukan terapi sentuhan sebesar 0,17 °C, sedangkan perawatan metode kanguru 0,32 °C. Jadi perawatan metode kanguru terbukti lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Dari hasil penelitian diharapkan perawatan metode kanguru bisa digunakan sebagai metode pencegahan hipotermi di pelayanan kesehatan dan dirumah. Kata Kunci : bayi berat lahir rendah, suhu tubuh, terapi sentuhan, perawatan metode kanguru
Perbedaan Efektifitas Terapi Sentuhan Dan Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah Di RSD Idaman Kota Banjarbaru
indah nurhayati;
dewi k wulandari;
suroto suroto
Jurnal Skala Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.38 KB)
|
DOI: 10.31964/jsk.v11i2.280
Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Jumlah bayi berat lahir rendah di Kalimantan Selatan tahun 2018 sebanyak 3.728 bayi. Bayi berat lahir rendah beresiko mengalami hipotermi. Hipotermi jika tidak diatasi akan menyebabkan kematian. Metode pencegahan hipotermi yang bisa dilakukan yakni perawatan metode kanguru dan terapi sentuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pre test and post test designs with two comparisn treatments terhadap 30 responden, 15 responden untuk terapi sentuhan dan 15 responden untuk perawatan metode kanguru. Uji statitik yang digunakan adalah uji t dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukan ada beda efektifitas antara terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru dalam meningkatkan suhu tubuh berat bayi lahir rendah, yaitu didapatkan P value = 0,007 dengan alpha <0,05. Nilai rata-rata kenaikan suhu responden perlakukan terapi sentuhan sebesar 0,17 °C, sedangkan perawatan metode kanguru 0,32 °C. Jadi perawatan metode kanguru terbukti lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Dari hasil penelitian diharapkan perawatan metode kanguru bisa digunakan sebagai metode pencegahan hipotermi di pelayanan kesehatan dan dirumah. Kata Kunci : bayi berat lahir rendah, suhu tubuh, terapi sentuhan, perawatan metode kanguru
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN TEKNOLOGI SUMUR RESAPAN GUNA MENINGKATKAN KETERSEDIAAN AIR TANAH
Rhenny Ratnawati;
indah nurhayati;
Muhammad Al Kholif;
Mochammad Shofwan
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.243 KB)
|
DOI: 10.36456/abadimas.v2.i2.a1763
The purpose of the KKN-PPM activity is to make people aware of the importance of environmental conservation through groundwater conservation and empowering the people of Kalanganyar Village to build rainwater infiltration wells to help optimize water absorption. The output targets of the products produced in this program are: 1. Establishment of environmental cadres in the division of groundwater conservation as an effort to sustain the program, 2. Establishment of infiltration wells, and 3. Skills in maintaining infiltration wells. The method of implementation carried out is the preparation, debriefing and departure of KKN-PPM students, the development of appropriate technology (TTG), the implementation phase, and the assistance of environmentalcadres in the division of groundwater conservation. Conclusions from the KKN-PPM activities on groundwater conservation using infiltration wells in Kalanganyar Village, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java Province are: 1. The people of Kalanganyar Village have not used rainwater in the rainy season which caused rainwater runoff to flood and have limited water during the dry season, 2. Increasing knowledge of the people of Kalanganyar Village about environmental preservation and groundwater conservation using infiltration wells, 3. KKN-PPM Kalanganyar Village Sedati District Sidoarjo Regency provides a pilot in the form of infiltration wells in Kalanganyar Village to be used as a pilot for groundwater conservation in the village Kalanganyar.
IBM KELOMPOK PENGUSAHA TERASI DI DESA KRAMAT BUNGAH KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR
Sagung Alit Widyastuty;
Indah Nurhayati;
Susilowati Susilowati
WAHANA Vol 66 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.627 KB)
|
DOI: 10.36456/wahana.v66i1.481
Salah satu hasil perikanan yang melimpah di Desa Keramat Kecamatan Bungah kabupaten Gresik adalah udang rebon. Udang rebon pada saat musim penghujan melimpah tetapi pengusaha terasi belum bisa mengolah semua udang rebon yang ada dikarenakan belum mempunyai mesin menggiling uadang rebon. Pembuatan terasi belum memperhatihan kebersihan dan penjualannya terasi juga masih terbatas dikarenakan penjulanya melalui tengkulak dan tidak berlabel. Tujuan dari kegiatan IbM adalah memberikan ketrampilan dan pengetahuan kepada mitra tentang teknologi pembuatan terasi yang baik dan berkualitas, memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan (terutama terasi) sehingga dapat menguangi resiko kesehatan bagi manusia, memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada mitra tentang penjualan dan pembukuan sederhana. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pemberdayaan, pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK dan pengusaha terasi. Target dan luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah pemberdayaan pengusaha terasi dalam memperluas pemasaran untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas.Dari kegiatan in dapat disimpulkan pengusaha terasi dapat memproduksi terasi yang hygienis dengan menggunakan mesin dan diberinama branch baru, Terasi Mengare. Kata Kunci : Terasi, Teknologi, Mengare
pemanfaatan limbah ampas tebu sebagai penyerap logam berat cu
Indah Nurhayati;
Joko Sutrisno
WAHANA Vol 63 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.412 KB)
|
DOI: 10.36456/wahana.v63i2.1129
Logam berat dapat bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Penggunaan biomaterial sebagai penyerap logam berat lebih menguntungkan karena mempunyai banyak gugus fungsi, harganya sangat murah dan dapat sekaligus mengatasi limbah padat yang dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian tentang pemanfaatan ampas tebu untuk adsorbsi logam berat Cu dalam air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pH dan konsentrasi Cu dalam limbah terhadap penyerapan logam berat Cu dengan adsorben ampas tebu. Penelitian dilakukan dengan system bach menggunakan sampel air limbah buatan CuSO4. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan PH larutan ion logam Cu(II) berpengaruh terhadap penyerapan ampas tebu. Mulai dari pH 2,9 sampai 6,51 semakin tinggi pH semakin tinggi efisiensi penyerapan logam Cu(II) dengan menggunakan adsorben ampas tebu. Efisiensi tetinggi 94,3% terjadi pada pH 6,5 1. Konsentrasi larutan Cu(II) berpengaruh terhadap penyerapan ampas tebu. Mulai dari konsentrasi Cu(II) 88 ppm sampai 500 ppm, penyerapan optimum ampas tebu terjadi pada konsentrasi 360 yaitu sebesar 60%
FILTRASI DENGAN MEDIA ZEOLIT TERKATIVASI UNTUK MENURUNKAN KESADAHAN
Indah Nurhayati
WAHANA Vol 57 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4175.788 KB)
|
DOI: 10.36456/wahana.v57i2.1367
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi NaCl dalam proses aktivasi zeolit terhadap efisiensi penurunan kesadahan, dan pengaruh waktu operasi terhadap efisiensi penurunan kesadahan. Sampel yang digunakan adalah air sumur gali Kelurahan Keputih RT 01 RW 08 Kecamatan Sukolilo Surabaya. Media filtrasi yang digunakan adalah zeolit alam yang diaktivasi dengan larutan NaCl. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsenrasi NaCl untuk proses aktivasi zeolit, yaitu 2 M, 4 M dan 6 M. Filtrasi dilakukan dengan aliran dari atas ke bawah. Pengambilan sampel untuk dianalisis dilakukan setiap 5 menit selama 60 menit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media filtrasi zeolit yang diaktivasi dengan larutan NaCl 4 M mempunyai kemampuan yang paling baik untuk menurunkan kesadahan pada air bersih. Dalam waktu operasi 60 menit semakin lama zeolit yang diaktivasi dengan larutan NaCl 4 M paling stabil tidak mengalami penurunan efisiensi. Filtrasi dengan menggunakan zeolit yang dikativasi dengan larutan NaCl 2 M, 4 M, dan 6 M dapat menghasilkan air bersih yang sesuai dengan baku mutu, seperti yang disyaratkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002) terutama untuk parameter kesadahan.
PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU SEBAGAI MEDIA ADSORBSI UNTUK MENURUNKAN KADAR Fe (BESI) DAN Mn (MANGAN) PADA AIR SUMUR GALI DI DESA GELAM CANDI
Winda Kusmaningrum;
Indah Nurhayati
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v14i1.98
Kandungan besi (Fe) di dalam air sumur dapat menimbulkan gangguan kesehatan, bau kurang enak, menyebabkan warna kuning pada dinding bak kamar mandi serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Salah satu cara pengolahan air yaitu dengan teknik adsorbsi menggunakan karbon aktif. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi Ca(OH) yang digunakan untuk membuat karbon aktif dari ampas tebu sebagai media filtrasi untuk menurunkan kadar Fe dan Mn pada air sumur gali desa Gelam kec. Candi, mengkaji efektivitas dua media filter yakni ketebalan media karbon aktif dari ampas tebu setebal 10 cm dan karbon aktif dari ampas tebu setebal 20 cm. Waktu operasi selama 90 menit dan pengambilan sampel setiap 30 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang digunakan dalam aktivasi karbon aktif dari ampas tebu adalah dengan konsentrasi Ca(OH)20,00562 M yang telah memenuhi SII 0258-88. Filter yang terbuat dari PVC dengan dengan lebar 4 dim dan ketinggian 100 cm dengan susunan media karbon aktif 20 cm dapat menurunkan kandungan Fe dari 5,99 mg/l menjadi 0,36 mg/l dan penurunan kandungan Mn dari 1 mg/l menjadi 0,36 mg/l sehingga menghasilkan air bersih yang memenuhi baku mutu sesuai keputusan menteri Kesehatan RI nomor Permenkes RI No 416/Menkes/Per/IX/90. Filtrasi dengan media karbon aktif dari ampas tebu dengan ketebalan 20 cm mempunyai efisiensi penurunan Fe yaitusebesar 93% dan Mn sebesar 76%, dengan waktu operasi 90 menit.
PENGARUH JENIS MEDIA FILTRASI KUALITAS AIR SUMUR GALI
Jenni Oni Rahmawati;
Indah Nurhayati
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v14i2.131
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kombinasi media filtrasi terhadap penurunan CaCO3 dan bakteri coliform pada air sumur gali. Lokasi pengambilan sampel adalah di sumur gali milik Bapak Ponirin (Jl. Kupang Gunung Jaya I/5 Surabaya). Parameter yang diuji adalah konsentrasi CaCO3 dan bakteri coliform. Reaktor filtrasi menggunakan sistem upflow terbuat dari bahan pipa PVC berdiameter 4 inchi dengan tinggi 90 cm. Filtrasi dioperasikan selama 6 hari dengan waktu pengambilan sampel setiap 2 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter 1 dan 2 mampu memenuhi baku mutu air bersih menurut Permenkes RI no.416/Menkes/Per/IX/1990 untuk parameter CaCO 3, namun untuk parameter bakteri coliform kedua filter belum memenuhi. Filter dengan kombinasi media pecahan genteng-karbon aktif dapat menurunkan CaCO3 dan bakteri coliform dengan efisiensi mencapai 90%. Filter dengan kombinasi media pecahan genteng-zeolit dapat menurunkan CaCO3 dengan efisiensi mencapai 81% dan bakteri coliform mencapai 58%. Kesimpulannya adalah kombinasi media pecahan genteng-karbon aktif menghasilkan efektifitas penurunan CaCO3 dan bakteri coliform yang lebih besar dibandingkan dengan media pecahan genteng-zeolit.
PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DENGAN INSINERATOR TIPE RECIPROCATING GRATE INCINERATOR
Adi Moh Rizal;
Indah Nurhayati
WAKTU Vol 15 No 2 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v15i2.728
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar CO, CO2 dan efisiensi pembakaran serta pengaruh berat limbah B3 terhadap kadar CO, CO2, dan efisiensi pembakaran insinerator tipe reciprocating grate incinerator dalam pengolahan limbah B3. Variabel penelitian ini adalah berat limbah B3 yang dibakar yaitu tanpa limbah (0 kg) sebagai kontrol, 150 kg, dan 300 kg. Jenis limbah B3 yang dibakar yaitu sludge WWTP, majun dan sarung tangan terkontaminasi, dan limbah medis dengan perbandingan berat 3:2:1. Pengukuran kadar CO dan CO2 dilakukan dengan menggunakan alat Gas Analyzer Bacarach PCA3. Efisiensi pembakaran diperoleh dengan membandingkan kadar CO2 dan kadar CO hasil pembakaran pada suhu ruang bakar I antara (600-800) oC dan ruang bakar II minimal 1200oC dengan lama pembakaran 1 jam. Hasil dari penelitian ini adalah kadar CO hasil pembakaran limbah B3 pada kondisi tanpa limbah (0 kg), 150 kg dan 300 kg masih dibawah nilai ambang batas sesuai Kep-03/ Bapedal/ 09/1995 yaitu 100 mg/Nm3. Semakin besar berat limbah B3 sampai kapasitas maksimum yang dibakar, didapatkan kadar CO yang semakin menurun sedangkan kadar CO2 semakin meningkat. Efisiensi pembakaran pada insinerator tipe reciprocating grate incinerator dengan variasi berat limbah B3 (tanpa limbah, 50 kg, dan 100 kg) yang dibakar semuanya adalah 99,99%, kondisi ini sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Kep-03/BAPEDAL/09/1995 yaitu 99,99%. Efisiensi pembakaran pada insinerator tipe reciprocating grate incinerator tidak dipengaruhi oleh variasi berat limbah B3 yang dibakar.
SABUT KELAPA SEBAGAI PENYERAP Cr (VI) DALAM AIR LIMBAH
Shinta Dewi;
Indah Nurhayati;
Rizki Anhar
WAKTU Vol 10 No 1 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v10i1.801
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan sabut kelapa (Cocos nucifera)sebagai penyerap krom heksavalen (Cr(VI)). Penyerapan Cr (VI) pada penelitian inimenggunakan sabut kelapa yang diaktivasi dengan larutan NaOH 1 N dan larutan HNO3 1 N.Penyerapan dilakukan dengan dua sistim, yaitu sistim batch dan sistim kontinyu. Penyerapansistim batch dilakukan pada tahap pra penelitian untuk menentukan persamaan adsorpsiFreundlich dan Langmuir. Penyerapan sistim kontinyu dilakukan pada kolom adsorpsi denganvariabel debit sampel dan waktu operasi. Penyerapan secara batch dilakukan dengan waktukontak 90 menit dan variasi massa sabut kelapa 1, 3, 6, 12 dan 24 gram dengan kadar Cr (VI)awal 9,54 mg/l. Daya serap optimal diperoleh pada variasi massa sabut kelapa 12 gram dan 24gram yaitu 99,62 % dan 99,79 %. Persamaan Freundlich yang didapat mempunyai korelasi (R2)0,9644 dan korelasi persamaan Langmuir yang didapat (R2) 0,9601. Penyerapan secarakontinyu dilakukan dengan mengalirkan sampel pada kolom dengan debit sampel Q1 17ml/menit dan Q2 35 ml/menit. Sampel diambil pada waktu operasi 5, 10, 20, 30 dan 40 menitdengan kadar sampel Cr (VI) awal 48,45 mg/l. Hasil penyerapan dianalisis dan diperolehefisiensi daya serap Cr (VI) pada waktu operasi 5 menit pada debit Q1 dan Q2 sudah mencapai99,98% dan kadar Cr(VI) akhir sudah memenuhi baku mutu limbah cair industri pelapisan logammenurut Kep.Gub. No.45 Tahun 2002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyerapan Cr (VI)menggunakan sabut kelapa tidak dipengaruhi oleh besarnya debit dan waktu operasi.