Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rekonstruksi Epistemologi Pemikiran Tokoh Historiografi Indonesia: Sebuah Kajian Kualitatif Studi Pustaka Sarif, Kamaluddin Alfatih; Azzahra, Najwa; Innayah, Syalwah Fadiah; Kandedes, Iin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya membangun kembali fondasi epistemologi para tokoh historiografi Indonesia untuk memahami cara mereka mengembangkan perspektif kritis terhadap narasi sejarah nasional. Melalui metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelaah secara mendalam berbagai dokumen dan karya akademik milik Sartono Kartodirdjo, Taufik Abdullah, dan B.J.O. Schrieke. Pemilihan literatur dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan analisis tematik diterapkan untuk menemukan pola pemikiran dan konstruksi epistemologis dalam teks-teks tersebut. Hasil penelitian mengungkap tiga tema sentral, yaitu historisisme kontekstual, dekolonisasi narasi, dan interdisiplin metodologis. Ketiga temuan ini memperlihatkan bahwa perkembangan pemikiran historiografi Indonesia merupakan respons kreatif terhadap dominasi perspektif kolonial dan upaya membangun sejarah yang lebih reflektif serta selaras dengan realitas sosial-budaya. Studi ini memberikan kontribusi teoretis bagi penguatan historiografi kritis dan menawarkan manfaat praktis bagi pengembangan kurikulum sejarah yang inklusif dan berbasis nilai lokal. Penelitian selanjutnya disarankan menelaah penerapan kerangka epistemologis ini dalam pembelajaran sejarah masa kini.
Peranan Hadis dalam Perkembangan Historiografi Islam Awal Hasanah, Amalia; Rezta, Elma; Sanusi, Hilman Achmad; Kandedes, Iin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan hadis dalam perkembangan historiografi Islam awal, khususnya dalam kaitannya dengan metode penulisan sejarah, sumber riwayat, serta kontribusi ulama hadis dalam menjaga otentisitas catatan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah literatur klasik dan modern yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis berperan sebagai metode, sumber, catatan historis, sekaligus landasan filosofis dalam penyusunan sejarah Islam pada masa awal. Tradisi sanad, kritik riwayat, dan ketelitian ulama hadis menjadikan historiografi Islam memiliki keunggulan dalam objektivitas dan validitas dibandingkan tradisi sejarah lainnya. Dengan demikian, hadis memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan narasi sejarah Islam yang autentik dan ilmiah.
Perkembangan Kebudayaan dan Peradaban Islam Pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Hasanah, Amalia; Syahlan, Nawfal Rifqi; Azzahra, Najwa; Asabit, Muhammad Aqid; Kandedes, Iin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai fondasi awal sejarah Islam. Fokus kajian meliputi proses pengangkatan para khalifah, model kepemimpinan masing-masing tokoh, serta permasalahan sosial-politik yang muncul pada masa Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah sumber klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa Khulafā’ al-Rāsyidīn merupakan periode penting konsolidasi politik, ekspansi wilayah, pembentukan sistem administrasi, dan kodifikasi ajaran Islam. Tantangan seperti pemberontakan, konflik internal, dan dinamika politik berhasil ditangani dengan kebijakan strategis para khalifah. Kesimpulannya, masa Khulafā’ al-Rāsyidīn memberi landasan kokoh bagi perkembangan peradaban Islam di periode berikutnya.
PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF HAMKA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN BABUSSALAM RAJEG KABUPATEN TANGERANG Purnomo, Handi Wahyu; Kandedes, Iin
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1300

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi konsep pendidikan akhlak perspektif Buya Hamka sebagai solusi preventif terhadap fenomena bullying di Pondok Pesantren Babussalam Rajeg, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran tren perilaku agresif santri dari kekerasan fisik menuju bullying verbal dan relasional yang sering kali luput dari pendekatan disiplin formal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Hamka tentang empat pilar akhlak, yakni ‘iffah (pengendalian diri), syajā’ah (keberanian moral), ḥikmah (kebijaksanaan), dan ‘adālah (keadilan), memiliki relevansi fungsional yang kuat untuk mengatasi akar psikologis perundungan. Secara spesifik, ‘iffah berfungsi sebagai rem internal terhadap agresivitas lisan, syajā’ah memberdayakan santri untuk memutus budaya diam (culture of silence) melalui pelaporan (whistleblowing), ḥikmah membangun empati reflektif pada pelaku, dan ‘adālah menghapus feodalisme senioritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Hamka mampu mentransformasi pola pengasuhan pesantren dari sekadar kepatuhan regulatif menuju pembentukan kesadaran moral (moral reasoning) yang kokoh.
Historical Analysis of Prophet Muhammad’s Educational Methods in The Mecca and Medina Periods Based on Sirah Nabawiyah: Implications for Contemporary Islamic Education Sabila Azmi Syahira; Iin Kandedes; Zaimudin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.760

Abstract

This study aims to provide a historical analysis of the educational methods employed by the Prophet Muhammad (peace be upon him) during the Mecca and Medina periods, based on the Sirah Nabawiyah, and to explore their implications for the development of contemporary Islamic education. Employing a qualitative approach with a historical-descriptive method, the research examines primary sources in the form of classical works on the Sirah Nabawiyah and secondary sources consisting of contemporary academic studies published in reputable journals. The findings indicate that the Prophet’s educational method in Mecca focused on the formation of faith, moral character, and spiritual resilience through personal and dialogical approaches, particularly within the setting of Dar al-Arqam. In contrast, during the Medina period, the educational method evolved into a more systematic and institutional model, marked by the establishment of the mosque as the center of learning, the implementation of community-based instruction, and the integration of spiritual, social, and practical dimensions of education. The study further reveals that prophetic educational principles such as tadarruj (gradualism), hiwar (dialogue), qudwah (exemplary conduct), tarbiyah ruhiyah (spiritual cultivation), and ta‘lim ‘amali (practical learning) remain highly relevant in addressing the crises of contemporary Islamic education, which are characterized by the dichotomy of knowledge, moral decline, and detachment from spiritual values. The practical implications of this research include recommendations to integrate holistic approaches into Islamic educational curricula, to develop learning models grounded in exemplary conduct, and to build educational ecosystems that harmonize intellectual, spiritual, and social dimensions.