Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Agregat Kasar dan Rasio Semen Terhadap Pasir Pada Kuat Tekan Pre-Placed Aggregate Concrete Ngudiyono, Ngudiyono; Murtiadi, Suryawan; Kencanawati, Ni Nyoman; Merdana, I Nyoman; Mahmud, Fathmah; Sulistyowati, Tri; Aprilia, Uswatun
Konstruksia Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.2.49-55

Abstract

Pre-placed aggregate concrete (PAC) merupakan beton yang diproduksi dengan cara menempatkan agregat kasar dalam cetakan terlebih dahulu kemudian bahan grouting atau mortar diinjeksikan ke dalam rongga-rongga di antara agregat kasar tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi volume rongga adalah ukuran agregat kasar yang digunakan. Pada penelitian ini telah dikaji pengaruh ukuran agregat kasar dan rasio semen terhadap pasir pada kuat tekan PAC. Penelitian ini menggunakan agregat kasar ukuran 38 mm, 30 mm, dan 20 mm dan sebagai bahan grouting adalah mortar dengan variasi perbandingan semen terhadap pasir (S/P) 2, 1.33, 1, 0.8, 0.67. Benda uji kubus ukuran 5 x 5 x 5 cm sebanyak 15 buah  untuk mengetahui kuat tekan mortar dan benda uji PAC berbentuk kubus ukuran 15 x 15 x 15 cm sebanyak 45 buah dibuat untuk mengetahui kuat tekan PAC. Metode grouting yang digunakan dalam pembuatan benda uji yaitu manual pumping.  Hasil pengujian PAC menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tertinggi pada agregat kasar ukuran 38 mm dengan S/P = 2 sebesar 56.32 MPa, sedangkan, kuat tekan terendah pada pada agregat kasar ukuran 20 mm dengan S/P = 0.67 sebesar 34.68 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan agregat kasar dengan ukuran yang lebih besar dan dengan semen lebih banyak dapat meningkatkan kuat tekan PAC. 
Properties of Concrete Containing Type-C Fly Ash Under Elevated Temperature Kencanawati, Ni Nyoman; Murtiadi, Suryawan; Qomari, Lina Sabrina; Zaki, Ahmad
Semesta Teknika Vol 26, No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v26i2.19732

Abstract

High temperatures affect the properties of the concrete material. The changes generally depend on the quality of the concrete and the content of added ingredients during concrete mixing. This article examines the strength, weight, and visual changes of normal and high-strength concrete with the addition of class C fly ash (FA) under elevated temperature. FA was added as much as 15% by cement weight in each concrete type. The specimens consisted of four types concrete: normal concrete, normal concrete + FA, high-strength concrete, and high-strength concrete + FA. The fire test was carried out after 45 days curing time for 3 hours with variations in combustion temperature of 500ºC and 1000ºC. Visually, the concrete changes color to yellow-white with micro-cracks after being exposed to a temperature of 500ºC, while at 1000ºC, the surfaces of the concrete turns white, and there are larger and more apparent cracks. Furthermore, adding class C FA to high-strength concrete does affect the fire resistance level because it showed almost the same residual compressive strength after exposure to both elevated temperature of 500°C and 1000°C.
Sosialisasi Penggunaan Kawat Anyaman Pada Bangunan Tahan Gempa Di Desa Karang Bayan Kabupaten Lombok Barat Mahmud, Fathmah; Hariyadi, Hariyadi; Merdana, I Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono; Kencanawati, Ni Nyoman
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i1.389

Abstract

In Lombok, West Nusa Tenggara, major earthquakes triggered by transform margin or plate shift often arise, leading to casualties, not only claiming lives but also affecting the livelihood of locals. Karang Bayan Village is a region division of Segerongan Village, these areas are often affected by major earthquakes, the last one took place not too long ago, in 2018. Due to its area located on the mountain slope of Rinjani, Karang Bayan has captivating scenery with a rather mild temperature, making it a perfect tourist destination. Karang Bayan offers various tourist attractions, starting from tours of traditional houses, durian orchards, horse riding, rafting, waterfalls, and many more to explore around the village. To boost tourism, Karang Bayan needs to establish proper accommodations along with other tourist facilities like restaurants. Ferrocement-coated buildings are suitable options considering their strength to withstand an earthquake. Mesh wire application on a ferrocement is more economical and practical compared to applying reinforced columns, reinforced beams, or beam-column joints reinforcement detailing. Both planning and construction are integral parts of founding strong buildings, miscalculations will pose threats to the inhabitants of the building. Karang Bayan community has limited knowledge of mesh-wired ferrocement walls for earthquake-resistant buildings, this community service is carried out in the hope people of Karang Bayan will be capable of constructing earthquake-resistant buildings with mesh-wired ferrocement walls. Positive feedback is shown by enthusiastic discussion between the Karang Bayan community with the community service team.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Jembatan Kembar-Lombok Barat Melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Kolaborasi Dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kencanawati, Ni Nyoman; Ihtiar, Rizky Alfatihatul; Amanda, Humami Syifa; Azra, Willy; Syawlina, Danisa; Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin4
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i3.516

Abstract

Jembatan Kembar Village is located in Lembar District, West Lombok Regency, and is one of several villages often hit by floods during the rainy season. One of the problems in Jembatan Kembar Village related to disasters is the village community's lack of knowledge regarding disaster-prone conditions. For this reason, actions are needed that can increase community knowledge regarding disaster-prone conditions in the village. One form of activity that can be carried out is disaster response socialization activities. The socialization activity aims to provide an overview to the community regarding disaster-prone conditions in Jembatan Kembar Village and to increase community knowledge regarding actions that need to be taken to minimize the risk of disasters that can occur. The implementation of disaster response socialization activities is carried out in collaboration with the West Lombok Regional Disaster Management Agency (BPBD). The socialization activity was carried out after going through several stages starting from preparation, and establishing cooperation with implementing partners, namely the West Lombok BPBD, to the implementation of the socialization activity. In the socialization activity attended by a total of 34 people, information was obtained regarding what factors can trigger floods, both non-natural factors (humans) and natural factors. This socialization activity has an impact on increasing public understanding of disaster prevention measures, namely 12 actions that can be handled to minimize the risk of disaster before a flood occurs, 6 actions that can be conducted when a flood occurs, and 8 actions that at least need to be taken after a flood occurs.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir di Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Ngudiyono; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Hariyadi, Hariyadi; Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Suratmin, Hariangga Aqil Wiryandika; Miftahuddin, Miftahuddin; Aqriansyah, M. Yani
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4253

Abstract

Desa Bangket Parak merupakan salah desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan kawasan tersebut. Beberapa dusun, khususnya wilayah bagian selatan yaitu Dusun Pasung, bencana banjir sering terjadi di wilayah ini yang disebabkan karena penebangan pohon, banjir kiriman dari wilayah utara yang datarannya lebih tinggi, serta akibat dari pasang air laut ketika terjadi curah hujan yang terjadi sangat tinggi. Universitas Mataram sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki peran penting dan strategis dalam mitigasi bencana, khususnya di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB. Oleh karena itu kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir ini perlu dilaukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencara banjir. Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan lancar sesuai dengan rencana jadwal pelaksanaan dan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang tersedia. Sosialisasi mitigasi bencana banjir dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencara banjir. Dengan terbentuknya kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana)di Desa Bangket Barak, kesadaran masyarakat semakin meningkat tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan mitigasi bencana banjir.
Penanaman Mangrove Dalam Upaya Mitigasi Bencana Banjir Di Desa Bangket Parak Ngudiyono; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Hariyadi; Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Anshari, Buan; Miftahuddin; Aqriansyah, M. Yani
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.5987

Abstract

Banjir rob yang terjadi di Bangket Parak dusun Pasung menyebabkan beberapa rumah penduduk, sekolah dan lahan pertanian tergenang. Selain itu di daerah pesisir dusun pasung juga mengalami abrasi. Banjir rob sebagai fenomena alamiah, sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi masyarakat pesisir, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi yang terjadi, masalah ini menjadi membahayakan lingkungan pesisir dan penduduk setempat, sehingga perlu segera untuk ditangani. Salah satu solusi yang dianggap efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penanaman sekaligus melakukan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi. Penanaman pohon mangrove sampai saat ini juga masih dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi dampak negatif dari abrasi sehingga akan mampu menyelamatkan kawasan pesisir. Akar mangrove yang kuat mampu menahan erosi tanah, sedangkan daun dan rantingnya berperan sebagai pelindung dari hempasan ombak. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan kegiatan penanaman mangrove guna mengurangi dampak banjir rob dan penyelamatan lingkungan pesisir di Desa Bangket Parak, Pantai Jebak. Kegiatan ini untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan pada perangkat desa, karang taruna dan tokoh masyarakat dalam berkontribusi secara langsung dalam menjaga lingkungan.
Core Configuration Effect On The Flexural Behaviour Of Sandwich Panel Made Of Aluminium Skin And Sengon Wood Core Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Eniarti, Miko; Arismanto, Arismanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.186-193.2021

Abstract

Among the many choices of composite sandwich panel cores, Balsa wood is one of the main alternatives of cores made of wood. However, the availability and price of Balsa wood are quite expensive, so it needs alternatives from other types of wood such as Sengon wood. The purpose of this study was to evaluate the feasibility of Sengon wood as a core of composite sandwich panels. Three variations of the Sengon wood layout had been prepared as the core of the sandwich panels with a skin made of aluminum. All specimens, including the control specimens made of whole Sengon wood, were prepared with a size of 550 x 50 x 24 mm for length, width, and depth, respectively. Each variation and also the control specimens were made of 3 pieces. Tests were carried out based on the ASTM C 393-94 standard under the three-point bending test scheme. The results showed that the sandwich panel with plain Sengon wood core has the highest capacity to carry a flexural load, which is approximately 177.391 MPa, followed by a sandwich panel with long and end grain Sengon board that possess flexural strength of 153.913 MPa and 79.101 MPa, respectively. The flexural strength of these sandwich panels is superior to solid Sengon wood. The sandwich panels showed a typical ductile material indicated by a non-linear curve without a distinct yielded point before reach the maximum failure load. Three sandwich panels with various Sengon wood cores collapsed under three types of failure mechanisms; face wrinkling, shearing of the core, and delamination between the interface of skin and core. In conclusion, Sengon wood has a great potential to be used as the core material for a composite sandwich panel.
Kajian Kekangan Kawat Anyam Sebagai Material Perbaikan Kerusakan Kolom Beton Bertulang Akibat Beban Aksial Sentris Kencanawati, Ni Nyoman; Merdana, I Nyoman; Darmawan, Ngakan Komang Indra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.1.30-41.2022

Abstract

Komposit jaringan kawat anyam yang dilas dengan material mortar yang sering disebut juga dengan ferosemen adalah bahan yang dapat dipakai untuk memperbaiki atau memperkuat bagian struktur yang tua atau rusak. Namun, belum ada standar yang dikembangkan untuk komposit ferosemen sebagai bahan perbaikan struktur sampai saat ini. Dengan demikian penelitian pada material komposit ferosemen ini masih terus dituntut untuk dikembangkan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kemampuan komposit ferosemen dalam perbaikan kerusakan kolom. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekangan ferosemen terhadap kolom beton bertulang yang telah diberikan kerusakan sebesar 60% akibat beban aksial sentris. Benda uji yang digunakan berupa kolom beton bertulang berbentuk persegi dengan ukuran penampang 150 mm x 150 mm dan panjang 1000 mm. Sebagai perbaikan, benda uji diberikan kekangan dengan kawat anyam yang dilas dengan tiga variasi diameter kawat yaitu 0,5 mm, 1 mm, dan 1,5 mm. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan menahan beban pada kolom perbaikan menjadi lebih besar dengan presentase kenaikan kapasitas kolom dalam menahan beban aksial rata-rata sebesar 1,75 kali dibandingkan dengan kolom awal yang tanpa kerusakan. Pemilihan ukuran diameter kawat anyam menjadi salah satu parameter yang harus diperhatikan dalam efektifitas perbaikan kolom dengan menggunakan material ferosemen.
MEMBENTUK DESA TANGGUH BENCANA MELALUI IMPLEMENTASI MITIGASI BENCANA DI DESA JEMBATAN KEMBAR, KECAMATAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Ihtiar, Rizky Alfatihatul; Nurin, Iffah Fikriana Al; Amanda, Humami Syifa; Diyanti, Putri Nurul; Willy Azra; Danisa Syawlina; Garin Prasetyo; Resti Alfaijah; Mila Febriyana; Dini Arianti; Zamzani, Muhammad Darda; Ni Nyoman Kencanawati
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4209

Abstract

Desa Jembatan Kembar merupakan desa yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan terdiri dari 6 dusun. Secara demografi, Desa Jembatan Kembar memiliki total kepala keluarga berjumlah 1.225 kepala keluarga dimana penduduk berjumlah 4.036 jiwa dengan rincian yaitu 1.985 orang laki-laki serta 2.054 orang wanita. Mata pencaharian utama di desa jembatan kembar yaitu petani serta peternak dengan luas area pertanian mencapai 220,5 m2 (Herliina, et al., 2023). Desa Jembatan Kembar yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan desa yang tidak luput dari ancaman bencana. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait keadaan yang rawan akan bencana serta kurangnya rambu-rambu informasi evakuasi dapat berakibat buruk bagi masyarakat dan desa apabila terjadi bencana yang tidak diinginkan. Disamping itu, mata pencarian masyarakat dominan salah satunya yaitu sebagai peternak juga menyebabkan banyaknya limbah ternak berupa kotoran hewan ternak yang dalam hal ini sebagian besar adalah limbah ternak yang berasal dari sapi. Untuk itu diperlukan upaya yang dapat ditempuh untuk membentuk masyarakat yang paham akan kondisi rawan bencana adalah dengan membentuk desa tangguh bencana. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk membentuk desa tangguh bencana antara lain yaitu melaksanakan kegiatan sosialisasi tanggap bencana, membuat papan jalur evakuasi, serta pemanfaatan kotoran sapi untuk menjadi pupuk organik. kegiatan sosialisasi tanggap bencana dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2023 di kantor Desa Jembatan Kembar, pembuatan papan jalur evakuasi dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 13 Januari2024, serta pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2024.
Effect of Using Styrene Butadiene Rubber (SBR) on Physical, Mechanical, and Microstructure Properties of Recycled Coarse Aggregate Concrete Heating Grinding Method Syahrani, Iram; Kencanawati, Ni Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono; Eniarti, Miko
Journal of World Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i4.1345

Abstract

Concrete is a widely used material in civil engineering projects. However, the excessive use of natural coarse aggregates can disrupt environmental balance and generate non-biodegradable concrete waste. An innovative solution to this problem is the use of recycled coarse aggregates. Nevertheless, recycled aggregates often cause microcracks and weak interface transition zones (ITZ) due to the presence of old mortar. This study aims to evaluate the effect of SBR additives on the physical, mechanical, and microscopic properties of concrete using recycled coarse aggregates processed through the heating-grinding (H-G) method, compared to conventional concrete. The research was conducted by varying the SBR content at 0%, 2.5%, 5%, and 10% by weight of mixing water. The results show that H-G concrete with 5% SBR content demonstrated the best performance, closely approaching the properties of normal concrete. Improvements were observed in compressive strength by 5.40%, split tensile strength by 0.59%, modulus of elasticity by 8.59%, and a reduction in water absorption by 5.02% compared to H-G concrete without SBR. Scanning Electron Microscope (SEM) analysis also indicated that the addition of SBR effectively minimized microcracks and improved the quality of the ITZ. In conclusion, the addition of 5% SBR to recycled aggregate concrete significantly enhances its physical and mechanical properties, providing a promising alternative for sustainable construction. The implication of this study is the potential broader application of recycled aggregates with SBR additives to reduce the environmental impact of concrete production.
Co-Authors Adi S, I Made Agustawijaya, Didi S Ahmad Gazi P Ahmad Zaki Ahmad Zarkasi Aini, Niza Husnul Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Ali, Ahmad Muhammad Amanda, Humami Syifa Aprianingsih, Lia Aprilia, Uswatun Aqriansyah, M. Yani Arismanto Arismanto Arismanto, Arismanto Azra, Willy Biomantara, I Nyoman Hari Buan Anshari Buan Anshari Danisa Syawlina Darmawan, Ngakan Komang Indra Desi Widianty Dewandi Saputra Dini Arianti Diyanti, Putri Nurul Edy Edy Eniarti, Miko Fathmah - Mahmud Fathmah Mahmud Fathmah Mahmud Garin Prasetyo Hadiwijaya, Imam Hamdani, Hafiz Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hariyadi, Hariyadi I Gede Pasek Suta Wijaya I Made Merdana I Nyoman Merdana Ida Ayu Oka Suwati Sideman Ihtiar, Rizky Alfatihatul Irpan, Zainul Jauhar Fajrin Jauhar Fajrin, Jauhar Karlengie, Pandu Prafitr Jihan Abdu Lalu Ibrohim Burhan Mahmud, Fathmah Mahmud, Fatmah Maida, Nurul Meli Merdana, I Nyoman Merdana, I Nyoman Merdana Merdana, INyoman Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miko Eniarti Miko Eniarti Mila Febriyana Muhajirah Muhajirah Ngakan Komang Indra Darmawan Ngudiyono Ngudiyono Ngudiyono Ni Putu Ria Ria Darmayanti Nuralifa Dea Octavia Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin4 Pathurahman, Pathurahman Qomari, Lina Sabrina Resti Alfaijah Rian Mahendra Taruna Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Shofia Rawiana Suparjo Suratmin, Hariangga Aqil Wiryandika Suryawan Murtiadi, Suryawan Syahrani, Iram Syawlina, Danisa Tri Sulistyowati Wathoni, Syamsul Willy Azra Yusron Saadi Zaenuddin, Moh Zainudin Zainudin Zamzani, Muhammad Darda