Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

STUDY ON SEISMIC DESIGN PARAMETERS OF LEAD RUBBER BEARING TYPE BASE ISOLATION STRUCTURE: Study on Seismic Design Parameters of Lead Rubber Bearing Type Base Isolation Structure Kencanawati, Ni Nyoman; Hariyadi, Hariyadi; Wathoni, Syamsul
Spektrum Sipil Vol 7 No 1 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i2.142

Abstract

Salah satu cara mengurangi resiko bencana pasca gempa pada struktur bangunan adalah dengan mengaplikasikan struktur isolasi dasar (base isolation) pada dasar bangunan ketinggian sedang (medium rise building). Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memisahkan bangunan atas dengan bangunan bawah sehingga diharapkan parameter performa seismik dapat berkurang. Paper ini bertujuan mengkaji beberapa parameter gempa dalam desain seperti periode getar, gaya gempa, dan simpangan pada bangunan yang menggunakan sistem isolasi dasar tipe Lead Rubber Bearing dan dibandingkan dengan bangunan konvensional tanpa system isolasi dasar. Sesuai dengan hasil analisa struktur, dibutuhkan diameter isolator sebesar 65 cm dengan tinggi 40.4 cm untuk model bangunan 5 lantai. Jumlah layer untuk rubber adalah 17 dengan tebal satu layer 2 cm. Aplikasi isolasi dasar pada bangunan memberikan peningkatan periode pada struktur dengan isolasi yaitu sebesar 6.7% dan 2.9% untuk masing-masing portal memanjang dan melintang dibandingkan dengan gedung tanpa system isolasi. Selanjutnya simpangan antar lantai terjadi penurunan yaitu dengan rata-rata nilai 39% untuk portal memanjang dan 35% pada portal melintang. Gaya horisontal mengalami penurunan yaitu 33.7% pada portal memanjang dan 32.7% setelah memakai isolasi dasar. Bangunan dengan isolasi dasar memberikan parameter desain yang lebih baik terhadap gempa dibandingkan dengan bangunan konvensional.
The OPTIMASI PROPORSI SUPERPLASTICIZER DENGANPENDEKATAN CHEMICAL BASE UNTUKBETON MEMADAT SENDIRI(SELF COMPACTING CONCRETE): The Optimization of Superplasticizer Proportion on Chemically Based Self Compacting Concrete havior of Porous Particles Due to Cyclic Load Merdana, I Nyoman Merdana; Kencanawati, Ni Nyoman; Maida, Nurul Meli
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.170

Abstract

Beton memadat sendiri merupakan beton yang mampu mengalir sendiri dan dapat dicetak pada bekisting dengan penggunaan alat pemadat yang sedikit atau alat pemadat sama sekali. SCC mempunyai kelemahan dalam memproduksinya, dibutuhkan workability dan kohesi yang tinggi secara bersamaan. Untuk mencapainya dilakukan mix design dosis superplasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi superplasticizer dengan pendekatan chemical base pada SCC terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah optimum. Benda uji berbentuk silinder disiapkan dalam penelitian ini dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 48 buah, 6 buah beton normal dan 42 buah beton SCC. Kadar superplasticizer viscoCreteR-10 yang digunakan sebesar 0,6%, 0,8%, 1,0%, 1,2%, 1,4%, 1,6% dan 1,8%. Perencanaan proses pengadukan beton SCC menggunakan metode trial and error yang mengacu pada rekomendasi EFNARC. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan setelah beton SCC mengalami perawatan selama 28 hari.Kuat tekan yang direncanakan terhadap benda uji SCC adalah sebesar 25 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton normal (BN) sebesar 37,08 MPa. Pada kadar superplasticizer 0,6%, 0,8%, 1,0%, 1,2%, 1,4%, 1,6%, dan 1,8% diperoleh kuat tekan masing-masing sebesar 36,33 MPa, 32,41 MPa, 30,57 MPa, 31,8 MPa, 31,23 MPa, 35,39 MPa, dan 31,14 MPa. Pada kadar superplasticizer 0,6% diperoleh hasil kuat tekan maksimum, tetapi kadar 0,6%, dieliminir karena pada pengujian j-ring test tidak memenuhi kriteria sebagai beton SCC. Sehingga pada penelitian ini disimpulkan superplasticizer 1,6% sebagai kadar optimum
PERBANDINGAN RESPON SEISMIK STRUKTUR GEDUNG SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM ISOLASI DASAR (STUDI KASUS: GEDUNG TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA, BANGSAL, KABUPATEN LOMBOK UTARA): Seismic Structural Responses Comparison of Conventional System and Base Isolation System Building (Case Study: Temporary Shelter Building in Bangsal, Nothern Lombok) Kencanawati, Ni Nyoman; Aprianingsih, Lia; Hariyadi, Hariyadi; Ngudiyono, Ngudiyono; Mahmud, Fathmah; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 10 No 1 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i1.297

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi gempa tinggi, untuk itu perlu usaha mereduksi dampak yang timbul akibat gempa terutama pada struktur bangunan. Struktur yang dianalisis adalah gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang berada di Bangsal, Lombok Utara.  Gedung ini terdiri dari 4 lantai dan akan dilakukan analisis tiga dimensi pada struktur fixed base dan struktur yang menggunakan base isolator bertipe lead rubber bearing (LRB), friction pendulum system (FPS) dan high damping rubber bearing (HDRB). Berdasarkan hasil analisis didapatkan diameter isolator tipe LRB dan HDRB sebesar 750 mm, sementara diameter FPS sebesar 1180 mm. Dengan menggunakan base isolator terjadi peningkatan periode struktur untuk tipe LRB, FPS dan HDRB berturut-turut sebesar 1,812 detik; 1,957 detik dan 1,435 detik. Terjadi juga peningkatan pada simpangan dasar arah x dan y pada tipe LRB, HDRB dan FPS, yakni berturut-turut sebesar 96,42%; 96,99%; 94,15% dan 93,84%; 93,16%; 89,97%. Sementara itu, terjadi penurunan pada simpangan antar lantai arah x berturut-turut sebesar 64,2%; 63,73%, 64,7% dan arah y sebesar 60,65%; 62,61%; 56,67%. Base isolator tidak langsung menyentuh pondasi melainkan dihubungkan dengan kolom pedestal yang berdiameter 1500 mm dengan tulangan 54 D25. Sementara itu untuk menghubungkan antara isolator dengan kolom pedestal digunakan base plate dengan tebal 20 mm dan panjang baut angkur sebesar 700 mm. Hasil analisis menunjukkan penggunaan base isolator dapat secara efektif memperbaiki respon struktur terhadap bahaya gempa, pada kasus ini pada gedung berlantai 4.
PARAMETER DESAIN STRUKTUR BANGUNAN KOMPOSIT BAJA-BETON DENGAN ISOLASI DASAR (STUDI KASUS HOTEL SUTAN RAJA MATARAM): Structural Design Parameters of Composite Steel-Concrete with Base Isolation Buildings (Case Study: Sutan Raja Hotel Mataram) Kencanawati, Ni Nyoman; Suparjo, Suparjo; Rusdianto, Rusdianto; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 10 No 2 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i2.321

Abstract

Pada daerah rawan gempa, struktur bangunan harus dirancang dengan desain yang teliti dan struktur terbangun dengan material yang kuat dan tahan gempa. Saat ini bangunan Hotel Sutan Raja Mataram menggunakan sistem struktur beton bertulang dan untuk meningkatkan ketahanan terhadap beban terutama gempa, maka direncanakan ulang dengan struktur komposit baja-beton dan dengan penambahan isolasi dasar.  Bangunan terdiri atas delapan lantai. Bangunan eksisting menggunakan mutu beton 30 MPa dan bangunan komposit menggunakan baja profil mutu BJ 41 dengan tegangan leleh sebesar 250 MPa dan tegangan ultimit sebesar 410 MPa. Bangunan komposit direncanakan dengan isolasi dasar tipe High Damping Rubber Bearing (HDRB). Hasil menunjukkan bahwa struktur komposit baja-beton dengan isolasi dasar sangat mempengaruhi parameter desain bangunan meliputi pengurangan berat struktur, perpanjangan periode getaran struktur, pengurangan gaya geser dasar struktur dan pengurangan nilai penyimpangan antar lantai maksimum sebesar berturut-turut 35%, 61.8%, 63.7%, dan 49.8% bila dibandingkan dengan struktur eksisting.
REVIEW KINERJA BANGUNAN FRESH MARKET SENGGIGI BERDASARKAN PERATURAN KETAHANAN GEMPA NASIONAL: Review of Sengigi Fresh Market Building Performance According to Current National Seismic Code Kencanawati, Ni Nyoman; Murtiadi, Suryawan; Adi S, I Made; Pathurahman, Pathurahman; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 11 No 1 (2024): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v11i1.344

Abstract

Bangunan-bangunan yang dirancang dengan peraturan ketahanan terhadap gempa lama memerlukan kajian kinerja lebih lanjut setelah dikeluarkannya pedoman yang baru. Peraturan ketahanan gempa saat ini di Indonesia yaitu SNI 1726-2019 menunjukkan nilai parameter percepatan gempa yang lebih tinggi dibeberapa daerah di Indonesia bila dibandingkan dengan peraturan gempa sebelumnya yaitu SNI 1726-2012. Terlebih untuk Pulau Lombok mengalami serangkaian di Tahun 2018. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gedung Fresh Market Senggigi, Lombok. Bangunan tersebut dikonstruksi ulang setelah gempa, namun masih memakai peraturan yang lama sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan struktur Gedung Fresh Market Senggigi sesuai pedoman ketahanan gempa saat ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan software. Kinerja bangunan di analisis dengan metode pushover berdasarkan metode FEMA 356 dan ATC 40. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa struktur gedung mencapai gaya geser dasar terbesar yang dianalisis berdasarkan untuk SNI 1726-2019 dengan metode FEMA 356. Baik ketika struktur diberikan beban gempa berdasarkan peraturan gempa lama dan baru, gedung menunjukkan kinerja Immediate Occupancy (IO) dimana kekuatan dan kekakuannya hampir sama dengan kondisi sebelum gempa. Dengan demikian kinerja gedung berdasarkan SNI 1726-2019 masih dalam kondisi aman.
Analisis Penggunaan Base Isolation System Tipe Lrb Pada Bangunan Gedung Rsud Kabupaten Lombok Barat (Analysis Of Lrb Type Base Isolation Systems In Building Rsud Kabupaten Lombok Barat) Lalu Ibrohim Burhan; Ni Nyoman Kencanawati; Buan Anshari
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 11 No. 2 (2023): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v11i2.481

Abstract

The hospital is a very vital building that functions as a public service both under normal conditions and during a disaster. In (SNI 1726-2012) for buildings with IV risk, it is recommended to use a base isolation system. The use of the base isolation system is able to minimize the earthquake forces received by the building structure. This journal will review the elastomeric isolation system. The mechanism of action of elastomeric rubber is to use rubber with steel plates inside. The use of rubber is to reduce earthquake vibrations, while steel plates are used to increase the stiffness of the rubber cushions so that the deflection and deformation of the building when resting on the rubber cushions are not large. This study was conducted to examine the effect of using base isolators when compared to buildings without them (fixed base structures). From the results of the study, it was concluded that the use of base isolators increased the natural period of the structure from 0.941 seconds for fix base to 1.456 seconds for LRB so as to reduce story drift in buildings
Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir di Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Ngudiyono; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Hariyadi, Hariyadi; Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Suratmin, Hariangga Aqil Wiryandika; Miftahuddin, Miftahuddin; Aqriansyah, M. Yani
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4253

Abstract

Desa Bangket Parak merupakan salah desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan kawasan tersebut. Beberapa dusun, khususnya wilayah bagian selatan yaitu Dusun Pasung, bencana banjir sering terjadi di wilayah ini yang disebabkan karena penebangan pohon, banjir kiriman dari wilayah utara yang datarannya lebih tinggi, serta akibat dari pasang air laut ketika terjadi curah hujan yang terjadi sangat tinggi. Universitas Mataram sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki peran penting dan strategis dalam mitigasi bencana, khususnya di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB. Oleh karena itu kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir ini perlu dilaukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencara banjir. Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan lancar sesuai dengan rencana jadwal pelaksanaan dan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang tersedia. Sosialisasi mitigasi bencana banjir dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencara banjir. Dengan terbentuknya kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana)di Desa Bangket Barak, kesadaran masyarakat semakin meningkat tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan mitigasi bencana banjir.
Penanaman Mangrove Dalam Upaya Mitigasi Bencana Banjir Di Desa Bangket Parak Ngudiyono; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Hariyadi; Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Anshari, Buan; Miftahuddin; Aqriansyah, M. Yani
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.5987

Abstract

Banjir rob yang terjadi di Bangket Parak dusun Pasung menyebabkan beberapa rumah penduduk, sekolah dan lahan pertanian tergenang. Selain itu di daerah pesisir dusun pasung juga mengalami abrasi. Banjir rob sebagai fenomena alamiah, sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi masyarakat pesisir, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi yang terjadi, masalah ini menjadi membahayakan lingkungan pesisir dan penduduk setempat, sehingga perlu segera untuk ditangani. Salah satu solusi yang dianggap efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penanaman sekaligus melakukan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi. Penanaman pohon mangrove sampai saat ini juga masih dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi dampak negatif dari abrasi sehingga akan mampu menyelamatkan kawasan pesisir. Akar mangrove yang kuat mampu menahan erosi tanah, sedangkan daun dan rantingnya berperan sebagai pelindung dari hempasan ombak. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan kegiatan penanaman mangrove guna mengurangi dampak banjir rob dan penyelamatan lingkungan pesisir di Desa Bangket Parak, Pantai Jebak. Kegiatan ini untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan pada perangkat desa, karang taruna dan tokoh masyarakat dalam berkontribusi secara langsung dalam menjaga lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Plastik dan Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Bahan Bata Ringan Di Desa Bonjeruk Ngudiyono; Agustawijaya, Didi S; Saadi, Yusron; Akmaluddin; Kencanawati, Ni Nyoman; Aini, Niza Husnul
Portal ABDIMAS Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/m8y79z88

Abstract

Desa Bonjeruk merupakan desa wisata, dimana kunjungan wisatawan mengalami peningkatan pengunjung cukup signifikan hampir 30 hingga 40 persen per tahun. Peningkatan kunjungan wisatawan, menyebabkan jumlah sampah di beberapa tempat di Desa Bonjeruk menjadi meningkat sehingga Tempat Pembuangan Sampah 3R (TPS3R) Bonjeruk tidak cukup untuk menampung sampah-sampah tersebut. TPS 3R Bonjeruk Asri merupakan satu-satunya sentra pengelolaan sampah yang ada di Desa Bonjeruk. Salah satu sampah anorganik yang paling banyak dijumpai di masyarakat adalah limbah plastik (plastik kresek, plastik mie instan dan sejenisnya). Sementara itu limbah fly ash dari PLTU Jeranjang semakin hari terus menumpuk. Penumpukan limbah plastik dan fly ash jika tidak  dimanfaatkan secara baik akan mengganggu masyarakat, wisatawan dan lingkungan disekitarnya.Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan memanfaatkan limbah plastik dan fly ash sebagai bahan bata ringan dengan rincian kegiatan yaitu memberikan pengetahuan kepada masyarakat mitra dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan sosialisasi dan tranfer teknologi tepat guna (TTG) kepada masyarakat mitra berupa kegiatan pelatihan Limbah Plastik dan Abu Terbang (Fly Ash).
Kinerja Beton Polimer dengan Agregat Kasar Daur Ulang Metode Termal-Mekanik-Kimia Kencanawati, Ni Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono; Biomantara, I Nyoman Hari; Mahmud, Fathmah; Merdana, I Nyoman; Hariyadi, Hariyadi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.906

Abstract

The use of natural coarse aggregate in large-scale concrete production can be avoided using recycled coarse aggregate as a substitute for natural aggregate. However, using recycled coarse aggregate can generally affect the quality of concrete. The excessive interfacial transition zone (ITZ) is formed due to the old mortar that is still attached, which is the weakest contact zone in recycled aggregate concrete. The addition of polymers such as Styrene Butadiene Rubber (SBR) to the recycled aggregate concrete mixture is expected to increase the strength in this area. The addition of SBR content of 0%, 2.5%, 5%, and 10% to the weight of the mixture water was carried out to review the performance of concrete in terms of its physical properties and mechanical properties. The coarse aggregate used came from recycled coarse aggregate using the Heating-Grinding-Acid Solvent (H-G-A) method. The results of the study show that H-G-A concrete with an additional SBR content of 5% exhibits superior quality compared to normal aggregate concrete. The addition of SBR shows a denser ITS area resulting in the quality of concrete increases.
Co-Authors Adi S, I Made Agustawijaya, Didi S Ahmad Gazi P Ahmad Zaki Ahmad Zarkasi Aini, Niza Husnul Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Ali, Ahmad Muhammad Amanda, Humami Syifa Aprianingsih, Lia Aprilia, Uswatun Aqriansyah, M. Yani Arismanto Arismanto Arismanto, Arismanto Azra, Willy Biomantara, I Nyoman Hari Buan Anshari Buan Anshari Danisa Syawlina Darmawan, Ngakan Komang Indra Desi Widianty Dewandi Saputra Dini Arianti Diyanti, Putri Nurul Edy Edy Eniarti, Miko Fathmah - Mahmud Fathmah Mahmud Fathmah Mahmud Garin Prasetyo Hadiwijaya, Imam Hamdani, Hafiz Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hariyadi, Hariyadi I Gede Pasek Suta Wijaya I Made Merdana I Nyoman Merdana Ida Ayu Oka Suwati Sideman Ihtiar, Rizky Alfatihatul Irpan, Zainul Jauhar Fajrin Jauhar Fajrin, Jauhar Karlengie, Pandu Prafitr Jihan Abdu Lalu Ibrohim Burhan Mahmud, Fathmah Mahmud, Fatmah Maida, Nurul Meli Merdana, I Nyoman Merdana, I Nyoman Merdana Merdana, INyoman Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miko Eniarti Miko Eniarti Mila Febriyana Muhajirah Muhajirah Ngakan Komang Indra Darmawan Ngudiyono Ngudiyono Ngudiyono Ni Putu Ria Ria Darmayanti Nuralifa Dea Octavia Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin4 Pathurahman, Pathurahman Qomari, Lina Sabrina Resti Alfaijah Rian Mahendra Taruna Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Shofia Rawiana Suparjo Suratmin, Hariangga Aqil Wiryandika Suryawan Murtiadi, Suryawan Syahrani, Iram Syawlina, Danisa Tri Sulistyowati Wathoni, Syamsul Willy Azra Yusron Saadi Zaenuddin, Moh Zainudin Zainudin Zamzani, Muhammad Darda