Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Robusta Organik di Kelompok Tani Jaya II Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Alfath, Muhammad Badar; Puspaningrum, Diah; Widjayanthi, Lenny; Sudarko, Sudarko
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3967

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi organik, didukung oleh luas lahan perkebunan dan adanya regulasi yang mendukung. Namun, implementasi usahatani kopi organik, khususnya pada Kelompok Tani Jaya II di Desa Rowosari masih menghadapi berbagai kendala seperti belum optimalnya pengelolaan lahan, kurangnya insentif untuk konversi lahan, serta terbatasnya akses pasar dan pengetahuan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pertanian organik dan strategi pengembangan usaha tani kopi organik pada Kelompok Tani Jaya II. Penelitian menggunakan strategi metode campuran konkuren (concurrent mixed methods) dengan metode kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan survei, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dipadukan dengan Force Field Analysis untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Jaya II memiliki dukungan sumber daya alam dan tren pasar yang positif, namun masih dihadapkan pada kendala kelembagaan, motivasi petani, akses pasar, serta pengelolaan hasil yang belum optimal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas dan motivasi anggota kelompok, perbaikan kelembagaan, perluasan akses pasar, serta penguatan branding kopi organik. Implikasi kebijakan yang muncul adalah perlunya penguatan dukungan pemerintah melalui insentif konversi lahan dan peningkatan pelatihan bagi kelompok tani.
Analysis of Elements in Innovation Communication of Liquid Organic Fertiliser Mustapit Mustapit; Aryo Fajar Sunartomo; Sri Subekti; Diah Puspaningrum
Agribusiness Journal Vol 8, No 1 (2025): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v8i1.2350

Abstract

Organic fertiliser has been widely used by farmers in Jember Regency, one of which is the type of liquid organic fertiliser (LOF) of local microorganisms. Research related to innovation adoption mostly focuses on innovation attributes. 4 other variables affect the speed of innovation adoption besides innovation attributes, namely: (1) type of innovation decision (choice, collective, or authoritarian), (2) communication channels (interpersonal or mass media), (3) social system (norms, degree of network relatedness), and (4) change agent (level of promotion effort). The purpose of this study was to analyse the elements in LOF innovation communication in Jember Regency with descriptive statistics, including: (1) relative profit level; (2) type of innovation decision; (3) communication channels; (4) social system; and (5) change agent. The research is a type of survey research with a quantitative method approach. The data analysis method in this study includes the following stages: (1) determination of scale values, and (2) descriptive statistical analysis. The results of the study showed that the elements in LOF innovation communication in Jember Regency generally show high achievements, so it can be concluded that LOF innovation has received support from farmers in Jember Regency. The elements of communication channels, social systems, and agents of change have achieved very high achievements, while the relative advantages element is already high, and the innovation decision type element is still moderate. Some things that need to be improved are decision-making at the farmer group level to be more democratic and prioritise deliberation. In addition, the relative advantages level can still be increased by overcoming technical constraints in LOF production and application.
Pendampingan Petani Melalui Aplikasi Smart Farming “GermasTani” di Desa Sukorejo Kabupaten Jember Ariful Furqon, Muhammad; Kusmiati, Ati; Puspaningrum, Diah
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 4 (2025): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v3i4.6839

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Jember yang masih menggunakan cara usahatani konvensional adalah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Kegiatan usahatani dilakukan secara turun temurun dan konvensional tanpa menggunakan Good Agricultural Practice. Berbagai macam permasalahan muncul seperti waktu tanam kurang tepat, pemupukan dilakukan kurang berimbang, dan penentuan harga hasil panen oleh tengkulak. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini dikembangkan sebuah sistem smart farming berbasis mobile yang diberikan nama “GermasTani”. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemandirian digital petani melalui pendekatan teknologi dan pendampingan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan intensif selama enam bulan, pembentukan Kelompok Tani Digital. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa aplikasi “GermasTani” dapat meningkatkan literasi digital, bahkan di kalangan petani lanjut usia, berkat desain antarmuka yang inklusif.
Inovasi Kelembagaan untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Strategi Berkelanjutan Penurunan Stunting di Desa Suci Jember) Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia; Putri, Widya Kristiyanti; Dwi Novikarumsari, Nurul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110507

Abstract

Stunting pada masa tumbuh anak masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemandirian desa tidak otomatis menjamin ketahanan pangan rumah tangga maupun perbaikan status gizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan dengan prevalensi stunting sekaligus merumuskan model inovasi kelembagaan sosial-ekonomi dan pertanian yang terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini memadukan klasifikasi kemiskinan Sajogyo, analisis Location Quotient (LQ), dan uji Chi-square dengan thematic analysis dari diskusi kelompok terfokus, wawancara, serta observasi partisipatif pada desa agraris dengan prevalensi stunting yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pangan bergizi pada rumah tangga berpendapatan rendah merupakan faktor dominan, dengan bukti statistik yang mengonfirmasi hubungan signifikan antara kemiskinan dan status gizi anak. Studi ini berkontribusi melalui perumusan model kelembagaan yang mengoptimalkan pekarangan, integrasi tanaman–ternak, pemanfaatan lahan tidur, dan distribusi pangan melalui koperasi desa. Model ini memberikan konseptual dan kebijakan bagi pengurangan stunting berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan pedesaan di negara berkembang.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dan Redesain Paket Wisata dalam Mendukung SDGs Ati Kusmiati; Rebecha Prananta; Diah Puspaningrum; Meidiana Purnamasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 2 (2026): (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i2.5456

Abstract

Desa Rowosari terletak di lereng Gunung Raung dan dikelilingi hamparan alam yang memukau mulai dari tebing-tebing hijau, air terjun, sungai yang jernih, hingga udara sejuk yang masih terjaga keasriannya. Potensi besar ini mendorong desa untuk mengembangkan diri sebagai desa wisata sejak tahun 2021. Namun, berbagai tantangan masih muncul, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan desa wisata, terbatasnya pendampingan dan pelatihan, minimnya promosi, belum terjalinnya kerja sama yang kuat, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti papan penunjuk arah dan paket wisata yang belum berjalan maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu Desa Rowosari memperkuat pondasi pengembangan desanya. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai Sapta Pesona, memperbaiki akses menuju lokasi wisata, serta mendorong promosi yang lebih kreatif dan menjangkau khalayak luas. Melalui pendekatan penyuluhan dan pendampingan yang melibatkan masyarakat secara aktif, berbagai perubahan positif mulai terlihat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Pokdarwis, terutama terkait pemahaman Sapta Pesona yang mendorong masyarakat menjaga suasana wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan. Selain itu, pemasangan delapan papan penunjuk arah dan tiga papan edukasi berhasil meningkatkan kualitas aksesibilitas wisata. Di sisi lain, strategi pemasaran disusun melalui diversifikasi atraksi dan promosi digital, termasuk redesign paket wisata Raung dan Bidadari 1, 2, dan 3. Pelatihan mengenai river tubing, agrotourism, tour guiding, dan pengelolaan media sosial semakin memperkuat daya tarik wisata. Upaya ini membuka peluang lebih luas bagi Air Terjun Tujuh Bidadari untuk dikenal hingga luar Jember bahkan mancanegara sehingga pendapatan masyarakat meningkat. Rowosari Village was located on the slopes of Mount Raung and was surrounded by captivating natural landscapes, ranging from green cliffs and waterfalls to clear rivers and cool, pristine air. This abundant potential encouraged the village to develop itself as a tourist village starting in 2021. However, several challenges still emerged, including low community awareness of the importance of tourism development, limited mentoring and training, minimal promotion, the absence of strong collaboration, and a lack of supporting facilities such as directional signs and fully operational tour packages. This community service program was carried out to help Rowosari Village strengthen the foundation of its tourism development. The main objectives of the program were to enhance the community’s understanding of the values of Sapta Pesona, improve accessibility to tourist sites, and encourage more creative and far-reaching promotional efforts. Through counseling and mentoring approaches that actively involved the community, various positive changes began to appear. The results showed an increase in the capacity of the tourism awareness group (Pokdarwis), particularly in their understanding of Sapta Pesona, which encouraged the community to maintain a tourism environment that was safe, orderly, clean, cool, beautiful, friendly, and memorable. In addition, the installation of eight directional signs and three educational boards successfully improved tourism accessibility. Furthermore, marketing strategies were developed through the diversification of attractions and digital promotion, including the redesign of the Raung and Bidadari 1, 2, and 3 tour packages. Training on river tubing, agrotourism, tour guiding, and social media management further strengthened the village’s tourism appeal. These efforts opened greater opportunities for the Seven Angels Waterfall to gain international recognition, thereby increasing community income
Peran Penyuluh Pertanian dalam Proses Adopsi Inovasi Pupuk Organik pada Kelompok Tani Tirto Mulyo Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi Margono, Mohammad Wahyu; Puspaningrum, Diah; Subekti, Sri; Sudarko, Sudarko
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 49, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v49i2.102035

Abstract

The Role of Agricultural Extension Workers in the Adoption of Organic Fertilizer Innovation in the Tirto Mulyo Farmer Group, Bumiharjo Village, Glenmore Sub-District, Banyuwangi Regency. This study examines the role of agricultural extension workers in supporting the adoption of organic farming. This research is motivated by the need to understand the effectiveness of agricultural extension agents in promoting the adoption of organic fertilizer innovations amid shortages of inorganic fertilizers and declining soil fertility. Therefore, the purpose of this research is to analyze the roles of extension agents at each stage of the innovation adoption process within the Tirto Mulyo Farmer Group in Bumiharjo Village, Glenmore Sub-district, Banyuwangi. A qualitative approach was employed, with informants selected purposively. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings show that the roles of extension agents vary across the stages of innovation adoption. In the knowledge stage, agents acted as facilitators, motivators, dynamicators, and educators, but did not yet function as consultants. The persuasion stage revealed only the facilitator role, while in the decision stage, the agents acted as both motivators and consultants. During the implementation stage, they fulfilled the roles of facilitator, motivator, educator, and consultant, although the dynamicator role remained absent. In the confirmation stage, the facilitator, motivator, and consultant roles were evident, while the dynamicator and educator roles did not appear. This study concludes that the roles of extension agents have not been fully optimized across all stages of adoption. It is recommended that extension agents strengthen their consultant and dynamicator functions—particularly in the early and final stages of adoption—and continually enhance the quality of facilitation and technical assistance.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adnandya Muhammad Triwardana Afifah Melani Putri Agustina, Titin Aji, Joni Murti M Alfath, Muhammad Badar Alief Putri Margiutami Amam, Amam Andriani, Devin Dwi Anik Suwandari Annisa Trya Puspitasari Arientyara Noegraheni Arya Danendra Kurnia Dipraja Aryo Fajar Sunartomo Ati Kusmiati Ati Kusmiati Ati Kusmiati Aulia Syifa Abdillah Bakti Fatwa Anbiya Bintang Fahreza Candra, Mohammad Wiki Desita Wahyu Ningrum Djoko Soejono Dwi, Dwi Susanti Dyah Aulia Febrianti Effieta Alfi Wulandari Erie Irawan Heryanto Fadilah, Nisful Nur Fauziah, Diana Frida Dewi Alfina Rahmah Furqon, Muhammad Ariful Herman Cahyo Diartho Indah Tri Qurniawati Joni Murti Mulyo , Aji Joni Murti Mulyo Aji Lenny Luthfiyah Lenny Widjayanthi Mafinanik, Aliza Febrianti Maharani, Ariq Dewi Margono, Mohammad Wahyu Meidiana Purnamasari Mustapit Mustapit Nurfauziana, Tazkia Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Pambudi, Andika Patricia Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia, Susan Barbara Prabowo, Rachmat Udhi Pradiptya Ayu Harsita Puteri, Whimas Jessica Ayudia Putra, Ryan Rhesa Rachmi Masnilah Rebecha Prananta Rokhani Rokhani Sari, Dini Yurindiana Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia Sofia Sofia, Sofia Sri , Subekti Sri Subekti Subekti, Sri Sudarko Sudarko Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Susan Barbara , Praticia Sutrisno, Sutrisno Tazkia Nurfauziana Titin Agustina Triya Sri Lestari Widya Kristiyanti Putri Widya Widya Kristiyanti , Putri WIHARDJO, EDY Yanuarti, Rizky Zahra, Amanatta Zahrosa, Dimas Bastara Zulfidda Lillah