Claim Missing Document
Check
Articles

INTRODUKSI EKOWISATA SEVE (SUKAMADE ENCLAVE VILLAGE ECOTOURISM) KAWASAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI BANYUWANGI Kuntadi, Ebban Bagus; Sunartomo, Aryo Fajar; Subaharianto, Andang; Budiman, Subhan Arif; ihsannudin, ihsannudin; Luthfiyah, Lenny; Avenido, Cheska Andrea C; Panapanaan, Ansherine M
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.8077

Abstract

Sukamade is one of the hamlets in Sarongan Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. Sukamade is an enclave village or a village that is spatially concentrated in the middle of the TNMB forest area and the community has a high dependence on the TNMB forest environment. The Sukamade community has economic, social and cultural vulnerabilities. This condition needs to be paid concern to by providing access to utilize the potential for ecotourism activities in Sukamade. Hopefully, the community will gain motivation to participate in conservation activities (community-based conservation). Pokmas PPA as one of the elements of society in Sukamade is introduced into Sukamade Enclave Village Ecotourism (SEVE). In order to accomplish SEVE, it is necessary to (a) strengthen the institutional capacity of Pokmas PPA; (b) Strengthening ecotourism knowledge and skills of Pokmas PPA members; (c) Strengthening ecotourism attractions; and D). Strengthening information and promotion media through social media. Institutional strengthening is carried out through training and assistance in the issuance of AD/ART, SOP, legality of notary deeds/AHU Kemenkumham, NPWP and bank accounts in the name of Pokmas PPA. The efforts to strengthen ecotourism knowledge and skills also need to be carried out in Pokmas PPA related to safety, services and interpretation-education. Strengthening ecotourism attractions is the basis for SEVE's introduction through the riverside coffee and jungle track attractions. Delivery of information and promotion of Pokmas PPA activities is carried out by providing training and assistance in creating and filling content for Facebook, Instagram, TikTok and YouTube accounts.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN RUMAH TANGGA MELALUI FOOD GARDEN DI KELURAHAN TEGALGEDE KABUPATEN JEMBER Agustina, Titin; Tri Haryadi, Nanang; Haryati, Yuli; Kusmiati, Ati; Kuntadi, Ebban Bagus; Damascena, Cindera Rosa; Supriono, Agus
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.5541

Abstract

Tegalgede merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Jember yang memiliki luas 2,56 km2 dan berjarak sekitar 3 km dari ibu kota kabupaten. Laju pertumbuhan penduduk di Kelurahan Tegalgede pada tahun 2022 sebesar 0,48%, hal tersebut berimplikasi terhadap semakin padatnya pemukiman penduduk di Kelurahan Tegalgede. Penduduk Kelurahan Tegalgede masih cukup banyak yang terdeteksi sebagai masyarakat miskin dengan pemukiman yang relatif sempit dan masih terdeteksi pula permasalahan terkait stunting dan wasting. Pemukiman yang sempit tersebut masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga termasuk untuk mengurangi angka stunting yaitu salah satunya dengan optimalisasi lahan pekarangan untuk pemanfaatan kebun bergizi dengan food garden. Food garden merupakan konsep memanfaatkan pekarangan rumah untuk pemenuhan kebutuhan pangan yang lengkap, meliputi sayuran, buah-buahan, dan sumber protein hewani. Food garden sangat ideal diterapkan untuk menjaga ketahanan pangan dan asupan nutrisi yang lengkap bagi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di lima posyandu di Kelurahan Tegalgede meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) sosialisasi kegiatan; 2) pendampingan dan praktek budidaya sayuran dengan raised bed dan vertikulture 3) pendampingan dan praktek budidaya lele dan 4) pendampingan dan praktek pengolahan sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter. Dengan mengadopsi kegiatan food garden diharapkan masyarakat Tegalgede dapat memperoleh manfaat untuk memperoleh asupan gizi untuk keluarga sekaligus untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Impor Kedelai di Indonesia Purnamasari, Meidiana; Pantarei, Nur Muhammad Tirto; Supriono, Agus; Kuntadi, Ebban Bagus; Rahman, Rena Yunita; Kusmiati, Ati
KUBIS Vol 5 No 01 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v8i01.4082

Abstract

Permintaan kedelai di Indonesia sangat tinggi, khususnya sebagai bahan baku tahu dan tempe, mencapai 3.454.000 ton pada tahun 2020. Namun, produksi domestik hanya sebesar 1.040.000 ton, sehingga Indonesia harus mengimpor kedelai sebanyak 2.475.288 ton untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) rasio ketergantungan impor kedelai Indonesia, dan (2) pengaruh produksi kedelai, permintaan domestik, harga kedelai dunia, serta nilai tukar rupiah terhadap impor kedelai. Data yang digunakan merupakan data deret waktu tahun 1991-2020, dianalisis dengan rasio ketergantungan impor (IDR) dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa swasembada kedelai hanya tercapai pada tahun 1991–1998, dengan nilai tertinggi pada tahun 1992, 1995, dan 1998 (73–78%). Sejak 1999, Indonesia semakin bergantung pada impor, dengan puncaknya pada 2017, saat 83% kebutuhan kedelai dipenuhi dari impor. Model regresi menunjukkan bahwa impor kedelai dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut dengan kontribusi sebesar 99,7%. Secara parsial, permintaan kedelai dan nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor. Sebaliknya, produksi kedelai domestik berpengaruh negatif dan signifikan. Harga kedelai dunia berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan produksi kedelai nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.
Keputusan Pemilihan Sumber Pembiayaan Petani Padi di Kabupaten Jember: Sebuah Analisis Regresi Logistik Kusumaningsih, Candradewi; Zainuddin, Ahmad; Kuntadi, Ebban Bagus; Kusmiati, Ati
Agrimics Journal Vol. 2 No. 2: Juli 2025
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v2i2.48

Abstract

Akses terhadap sumber pembiayaan dan permodalan merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh petani khususnya petani padi di Kabupaten Jember. Hal ini yang mendasari penelitian terkait dengan keputusan pemilihan sumber pembiayaan petani padi di Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sumber pembiayaan yang diakses oleh petani padi di Kabupaten Jember dan menganalisis determinan keputusan petani padi dalam menentukan sumber pembiayaan. Sebanyak 60 petani padi dipilih dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan Analisis Regresi Logit. Hasil analisis menunjukkan bahwa (a) Sumber pembiayaan/permodalan yang diakses petani padi di Kabupaten jember adalah sumber pembiayaan informal seperti keluarga, pedagang, dll (sebanyak 53,3%) dan pembiayaan formal seperti bank dan koperasi (sebesar 46,7%); (b) Faktor determinan yang mberimplikasi terhadap keputusan petani dalam menentukan sumber pembiayaan di Kabupaten Jember ialah variabel usia, pendidikan, pengetahuan tentang kredit, dan pengetahuan tentang inklusi keuangan.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI KOMBINASI BERMAIN DAN PEMBELAJARAN DARING DI KELURAHAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER: Enhancing Children's Learning Interest Through a Combination of Play and Online Learning in Kaliwates Jember Regency Ramadaniyah, Irma Wahyu; Supriono, Agus; Hasanah, Julita; Ridjal, Julian Adam; Purnamasari, Meidiana; Kuntadi, Ebban Bagus; Suwali, Suwali
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.195

Abstract

khususnya bagi anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar tatap muka. Kondisi ini menurunkan motivasi belajar dan keterampilan pemanfaatan media digital edukatif, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses dan pendampingan belajar di rumah. Menyikapi hal tersebut, dilakukan program pemberdayaan berbasis pendidikan di Kelurahan Kaliwates selama tujuh minggu yang bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak pada masa transisi pascapandemi. Program ini dilaksanakan melalui tiga bentuk kegiatan pembelajaran utama, yaitu pengenalan aplikasi Duolingo sebagai media belajar Bahasa Inggris interaktif, permainan edukatif Ular Tangga Asyik yang mengintegrasikan materi keagamaan, serta sosialisasi pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran pendukung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung dengan pendekatan edukatif dan kreatif yang melibatkan anak-anak dan orang tua. Hasil menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar, kemandirian anak dalam menggunakan aplikasi digital, serta daya ingat terhadap materi keagamaan. Evaluasi melalui observasi dan wawancara dengan orang tua menunjukkan adanya kebutuhan pendekatan yang berbeda sesuai jenjang usia, serta perlunya penguatan disiplin dan pengendalian emosi pada anak usia dini. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi, permainan, dan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap pemulihan semangat belajar anak-anak pascapandemi, sekaligus meningkatkan literasi digital mereka secara bijak dan bertanggung jawab.
Digital Marketing Sebagai Strategi Pengembangan dan Inovasi Produk Kopi Bikla di Desa Bangsalsari Kabupaten Jember Asyrofi Asyrofi; Agus Supriono; Cindera Rosa Damascena; Julian Adam Ridjal; Ebban Bagus Kuntadi; M. Rondhi; Ahmad Zainuddin
Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara
Publisher : STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/jmmn.v4i3.435

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a significant contribution to national economic growth and the smooth distribution of goods and services. However, market competition and national economic dynamics pose serious challenges to the sustainability of MSMEs, especially in terms of competitiveness and technological adaptation. The development of digitalization opens up great opportunities for MSMEs to increase production efficiency and expand marketing reach through online sales platforms. Unfortunately, the limited knowledge and skills of MSME actors in managing digital marketing strategies leads to low optimization of this potential. This research aims to examine the needs of MSME assistance in Bangsalsari Village, Jember Regency, in order to increase business capacity and digital marketing effectiveness. The method used is a qualitative approach through field observation and interviews with MSME actors. The results of the study show that structured and sustainable mentoring can increase business actors' understanding of digital strategies, expand market access, and encourage the creation of new jobs. Thus, technology-based assistance programs and local needs are strategic solutions in strengthening the resilience and competitiveness of MSMEs in the midst of national economic challenges.
PENGEMBANGAN BEKA’ ECOTOURISM GUNA MENDUKUNG KONSERVASI KAKAKTUA KECIL JAMBUL KUNING DAN EKONOMI MASYARAKAT PULAU MASAKAMBING Ihsannudin, Ihsannudin; Sriyono, Sriyono; Safi', Safi'; Kuntadi, Ebban Bagus
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.5566

Abstract

Masakambing island, having only one village Masakambing and located in Sumenep Regency, East Java, has area 7,79 square kilometers. This island is designated as Essential Ecosystem Area (KEE) through East Java Governor’s decree No. 188/166/2020 because it has High Conservation Valued Area (ABKT) as the habitat of endemic yellow-crested cockatoos (Caccatua sulphurea abbotti). The wildlife having local name Beka’ is critically endangered because there are only 22 birds left in the wild. Furthermore, the society in Masakambing is motivated and eager to save yellow-crested cockatoos when they have economic benefits, one of them is ecotourism. The implementation of ecotourism should refer to the preservation, the involvement of local people, and interpretation–education content while considering safety and hospitality. Accordingly, this emerges an idea of Beka’ Ecotourism development as ecotourism activity-based conservation of yellow-crested cockatoos. The development is conducted for the institutional capacity of Pokdarwis Beka’ Island in terms of institution, legality, and governance. Besides, safety assurance, interpretation-education, and hospitality such as homestay and food-beverage service and as well as promotion through social media and network connectivity are also developed
INTRODUKSI EKOWISATA SEVE (SUKAMADE ENCLAVE VILLAGE ECOTOURISM) KAWASAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI BANYUWANGI Kuntadi, Ebban Bagus; Sunartomo, Aryo Fajar; Subaharianto, Andang; Budiman, Subhan Arif; ihsannudin, ihsannudin; Luthfiyah, Lenny; Avenido, Cheska Andrea C; Panapanaan, Ansherine M
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.8077

Abstract

Sukamade is one of the hamlets in Sarongan Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. Sukamade is an enclave village or a village that is spatially concentrated in the middle of the TNMB forest area and the community has a high dependence on the TNMB forest environment. The Sukamade community has economic, social and cultural vulnerabilities. This condition needs to be paid concern to by providing access to utilize the potential for ecotourism activities in Sukamade. Hopefully, the community will gain motivation to participate in conservation activities (community-based conservation). Pokmas PPA as one of the elements of society in Sukamade is introduced into Sukamade Enclave Village Ecotourism (SEVE). In order to accomplish SEVE, it is necessary to (a) strengthen the institutional capacity of Pokmas PPA; (b) Strengthening ecotourism knowledge and skills of Pokmas PPA members; (c) Strengthening ecotourism attractions; and D). Strengthening information and promotion media through social media. Institutional strengthening is carried out through training and assistance in the issuance of AD/ART, SOP, legality of notary deeds/AHU Kemenkumham, NPWP and bank accounts in the name of Pokmas PPA. The efforts to strengthen ecotourism knowledge and skills also need to be carried out in Pokmas PPA related to safety, services and interpretation-education. Strengthening ecotourism attractions is the basis for SEVE's introduction through the riverside coffee and jungle track attractions. Delivery of information and promotion of Pokmas PPA activities is carried out by providing training and assistance in creating and filling content for Facebook, Instagram, TikTok and YouTube accounts.
PEMBERDAYAAN SANGGAR TANI MUDA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TRICHODERMA DI DESA SUKOWIRYO KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER Ayamilah, Yasaroti; Hariyono, Kacung; Kuntadi, Ebban Bagus; Utami, Ratih Apri; Halwiyah, Lailatul; Maulidina, Niswah Saffanah; Sobah, Naqiyyah Nada; Yulianti, Annisa; Resmi, Aji Dita; Ramadhan, Adam; Akbar, Muhammad Mizan Ilham; Azzarah, Azzarah; Faradisi, Nurul Jinan; Zaujiah, Rima; Adha, Iqlina Asmara; Hakim, Norma Kamilia; Pradika, Yoga Reno Ayom; Praset, Fahmi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1859

Abstract

Agriculture plays a crucial role in the economy and social life in Indonesia, especially in rural areas where the majority of the population relies on this sector for livelihood and food security. However, challenges such as climate change and plant diseases, particularly Fusarium wilt in chili peppers, threaten the sustainability of the agricultural sector. This study represents the implementation of the Student Organization Capacity Strengthening Program (PPK ORMAWA) by the Student Association of Agricultural Social Economics (HIMASETA) to establish a Youth Farming Center in Sukowiryo Village, Jelbuk District, Jember Regency, as an innovative solution to local issues. This community service aims to enhance agricultural productivity in Sukowiryo Village through the use of Trichoderma as a biofungicide. The primary focus of the activity is training on the use of Trichoderma as a biological agent to combat Fusarium wilt, and educating young farmers on its benefits and application techniques. The program includes outreach, training in the production of Trichoderma using corn as a medium, and knowledge evaluation through pre-tests and post-tests. Results show a significant increase in participants' knowledge about Trichoderma, from 21% in the pre-test to 90% in the post-test, with a deep understanding of its benefits and application techniques. Regular use of Trichoderma effectively reduced Fusarium wilt incidence by 50% and increased average chili pepper yields by 15%. The program is expected to promote environmentally friendly agricultural practices and support food security in rural areas.
Pemberdayaan terhadap Usaha Produktif Umkm melalui Pendekatan Digital Marketing di Desa Ledokombo Kabupaten Jember Supriono, Agus; Riza Oktafiyani; Rachmat Udhi Prabowo; Julian Adam Ridjal; Ebban Bagus Kuntadi
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v3i1.3207

Abstract

Ledokombo Village is one of the villages in the eastern part of Jember Regency, East Java Province. This village is within the administrative area of Ledokombo District. The area of Ledokombo Village is bordered by the areas of neighboring villages, such as Sukogidri Village, Ledokombo District, and Cumedak Village, Sumberjambe District. One of the elements of society that drives the economy is MSMEs in Ledokombo Village. The MSME players in Ledokombo Village are the "Banana Chips" MSME, which is committed to having a productive business but does not yet have a business network and knowledge about optimizing product marketing and has experienced a decline in orders from consumers. This is because the product marketing system is still conventional. The location of the service was Ledokombo Village, Jember Regency. The method of implementing the service uses the survey, FGD, socialization, training, and mentoring methods for Banana Chips MSMEs. Therefore, it is necessary to carry out appropriate empowerment efforts through counseling and training in optimizing business by utilizing marketplaces and social media. The results of the service show that the program that has been implemented has been well adopted by the Banana Chips MSMEs in Ledokombo Village. This is demonstrated by the packaging of products sold to consumers using packaging that has been recommended by the service implementation team. Improved service to consumers is based on innovative, creative principles and what is needed by the market.
Co-Authors Adam Ramadhan Adha, Iqlina Asmara Agus Supriono Agustina, Titin Ahmad Zainuddin Akbar, Muhammad Mizan Ilham Amalah, Nur Ambar Asri Candra Putri Andang Subaharianto Anik Suwandari Annur Galih Yusvianto Ariq Dewi Maharani Aryo Fajar Sunartomo Asyrofi Asyrofi Ati Kusmiati Atrianto, Jovi Lutvi Avenido, Cheska Andrea C Ayamilah, Yasaroti Azilla, Erina Nur Azizah Azizah Azzarah, Azzarah Bella Dyah Valentine Budiman, Subhan Arif Cindera Rosa Damascena Damascena, Cindera Rosa Devyana Dwi Ratnasari Dewi Churva H. Sholihah Diana Puji Lestari Diana Puji Lestari, Diana Puji Dimas Bastara Zahrosa Djoko Soejono Dwi Erwin Kusbianto Elma Oktavian Elrey All Habib Faidah, Ainun Fandy Adry Willy Putranto Faradisi, Nurul Jinan Fiky Fitasari Fuad Hasan Hakim, Norma Kamilia Halwiyah, Lailatul Hapsari, Triana Dewi Hasanah, Julita Ibanah, Indah Ika Purnamasari Ilma, Adihan Faizatul Indira Rosandry Ajeng Syahputri Irfan Arif Firmansyah Joni Murti Mulyo Aji Julian Adam Ridjal Kacung Hariyono Kusumaningsih, Candradewi Kuswardahni, Nita Lenny Luthfiyah Lenny Widjayanthi Lenny Widyayanthi Linda Laila Zahasfana Maharani, Anjar Manda Ayu Widiyastutuik Maulidina, Niswah Saffanah Meidiana Purnamasari Mohammad Rondhi Mohammad Rondhi Nesya Tantri Refyanda Nasution Nur Amalah Nurul Awaliatul Istikhomah Olivia Anjung Sari Panapanaan, Ansherine M Pantarei, Nur Muhammad Tirto Pradika, Yoga Reno Ayom Praset, Fahmi Rachmat Udhi Prabowo Ramadaniyah, Irma Wahyu Ratih Apri Utami Ratnasari, Devyana Dwi Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Resmi, Aji Dita Ria, Vina Yunita Riza Oktafiyani Rizky Yanuarti Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rondhi, M Rosidatul Qomariyah Rudi Hartadi Safi', Safi' Salsabila, Shafira Sari, Olivia Anjung Sihotang, Woulden Hood Sobah, Naqiyyah Nada Soetriono Soetriono Srisompun, Orawan Sriyono Sriyono Suud, Hasbi Mubarak Suwali Syahputri, Indira Rosandry Ajeng Syaiful Anwar, Agus Setiadi, Suwali, Titin Agustina Tri Haryadi, Nanang Ubaidillah Ubaidillah Valentine, Bella Dyah Vanya Pinkan Maridelana Vanya Pinkan Maridelana Wardatul Jannah, Wardatul Widiyastutuik, Manda Ayu Widyayanthi, Lenny Yanuarti, Rizky Yoga Yuniadi Yuli Hariyati Yuli Haryati Yulianti, Annisa Zahasfana, Linda Laila Zaujiah, Rima