Claim Missing Document
Check
Articles

Pemasaran Agroindustri Kopi Biji Salak di Kabupaten Jember Ambar Asri Candra Putri; Ebban Bagus Kuntadi
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to discover segmentation marketing of salak seed coffee in Jember. The method of research area determinated by purposive method at Primadona Kampus, Primadona Trunojoyo, Prima Rasa Gajahmada, Toko Sumber Madu and Sari Rasa Trunojoyo with consideration UD. Koplak Food able to send 17-25 box salak seed coffee/month. Sampling method determinated by convenience sampling. Data collected by interview and documentation study. Data analysis method for geographic, demographic, behavioral segmentation are using descriptive method and for psychographic segmentation is by using skala likert, validation test, reliability test, tabulation analysis and percentage analysis. The result show that based on geographic segmentation, consumers are from Jember and buy Koplak at Pusat Oleh-Oleh Primadona Kampus. Based on demographic segmentation, their gender are male, age 35-41 years old, married, have 3 family burdens, education background are senior high school, the profession are PNS, income/month Rp.1.500.000-2.500.000 and outcome/month ≤Rp 1.500.000. Based on behavioral segmentation, Koplak known from Pusat Oleh-Oleh Jember, buying motivation are curiousity, consumption time around 0-7 months, consumption intensity 1-2 glass/week, buying Koplak without any plan and they didn’t buy a different beverage if Koplak doesn’t available. Based on psychographic segmentation, consumers are people that following a trend and life style, like to try something new and has consumtif behavior.
EMPLOYMENT ABSORPTIVE CAPACITY OF SMALLHOLDER COFFEE PLANTATIONS AND SUSTAINABLE COFFEE DEVELOPMENT IN JEMBER DISTRICT Ebban Bagus Kuntadi; Joni Murti Mulyo Aji; Dewi Churva H. Sholihah
UNEJ e-Proceeding Proceeding of International Conference on Food Sovereignty and Sustainable Agriculture (FoSSA) 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember District is the second largest of coffee producing area in East Java (after Malang) with coffeeplanted area around 5,608 hectares. Based on the data in 2012, 27 of 31 sub districts in Jember arecoffee producers which means only 4 sub-districts in this region do not produce coffee. Each area,however, has a different potency on coffee production. To understand the role of coffee in the regionaldevelopment, an area mapping on distribution of smallholder coffee plantation is therefore needed asit related to labor employment in plantation sector, particularly as most of those run by smallholdersas well as the change of economic structure in Jember District. The importance of smallholder coffeeplantation’s role on labor absorption and economic growth on Jember will eventually determine thefurther policy on the development of smallholder coffee plantation as an important subsector inJember. This research aimed to: (1) describe the characteristic of distribution coffee plantation area bysmallholders in Jember District, (2) know the shift of GDP value from smallholder coffee in Jember,and (3) know the employment absorptive capacity on smallholder coffee plantation in Jember District.Both descriptive and analytic methods were used in this research. Methods of analysis used in thisresearch include location quotient (LQ), locality coefficient and specialization coefficient, shift-shareanalysis, demo-metric model, and contribution. The result of this study showed that (1) thecharacteristics of distribution smallholder coffee area in Jember Regency were not concentrated, (2)the shift share and position of GDP value from smallholder coffee were positive, and (3) smallholdercoffee plantation ability on producing the economic outputs and its contribution to the regioneconomic growth is followed by increasing labor absorption and have positive impacts on the districtregional development.
FARMERS’ SATISFACTION TOWARD ARRANGEMENT AND PERFORMANCE OF SUGARCANE CONTRACT FARMING IN WONOLANGAN SUGAR MILL, PROBOLINGGO, EAST JAVA Mohammad Rondhi; Devyana Dwi Ratnasari; Agus Supriono; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi; Titin Agustina; Anik Suwandari; Rokhani Rokhani
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 26, No 2 (2020): December, 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v26n2.2020.58-68

Abstract

The sugarcane supply chain needs to be efficient and highly coordinated to ensure quality and quantity. Contract farming is an instrument used to achieve efficiency and high coordination of the sugarcane supply chain. The efficiency of contract farming depends on how the contract's arrangement satisfies the requirements and characteristics of each party involved. This study aimed to analyze the arrangement and farmer's satisfaction toward the implementation of contract farming. This study was conducted at PG Wonolangan in Probolinggo, East Java, on March, April, and September 2018. The samples used in this study consisted of 100 sugarcane contract farmers in PG Wonolangan and seven employees of PG Wonolangan. Descriptive and rank Spearman correlation analyses were employed to analyze the arrangement and farmer's satisfaction toward contract farming. The results of this study showed that there was a change in the contractual arrangement between PG and farmers. Currently, the role of PG changed from acting as farm credit and inputs supplier into a market guarantor for farmers; the changes reduced the risk and capital requirements of PG. In general, farmers were satisfied with the implementation of contract farming. The farmers' satisfaction increased as farm extension, scheduled planting and harvesting times, and the quickest harvest and transport management. However, they have concerns regarding farm inputs provision and profit-sharing mechanism.Keywords: Sugarcane agribusiness, correlation analysis, supply chainAbstrakKEPUASAN PETANI TERHADAP POLA DAN KINERJA KEMITRAAN USAHATANI TEBU DI PABRIK GULA WONOLANGAN, PROBOLINGGO, JAWA TIMURRantai pasok agribisnis tebu perlu efisiensi dan keeratan koordinasi yang tinggi untuk menjaga kualitas dan kuantitas gula yang dihasilkan. Kemitraan adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi rantai pasok agribisnis tebu. Efisiensi kemitraan tergantung pada bagaimana pola kemitraan tersebut bisa memuaskan kebutuhan dan karakteristik pihak yang bermitra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan usahatani tebu dan kepuasan petani terhadap kinerja kemitraan. Penelitian dilakukan pada Pabrik Gula (PG) Wonolongan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada bulan Maret, April, dan September 2018. Responden terdiri dari 100 petani mitra PG Wonolangan dan 7 pegawai PG Wonolangan. Analisis deskriptif dan korelasi rank spearman digunakan untuk menjelaskan pola kemitraan dan kepuasan petani terhadap kemitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola kemitraan antara PG dengan petani. PG berubah peran dari yang sebelumnya sebagai pemberi kredit dan input usahatani menjadi penjamin pasar, perubahan ini menurunkan risiko usaha PG serta modal awal yang harus dikeluarkan PG. Secara umum, petani mitra merasa puas dengan kemitraan yang dijalankan PG Wonolangan. Faktor yang memperkuat kepuasan petani adalah adanya bimbingan teknis dari PG, teraturnya jadwal tanam dan panen, serta cepatnya proses tebang dan angkut. Akan tetapi fasilitas saprodi, sistem bagi hasil dan penentuan rendemen dengan sistem hamparan merupakan faktor yang menjadi perhatian petani.Kata kunci : Agribisnis tebu, analisis korelasi, rantai pasok.
SUMBER PERMODALAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PISANG MAS KIRANA Ariq Dewi Maharani; Anik Suwandari; Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Ebban Bagus Kuntadi; Agus Supriono
AGRIBIOS Vol 20 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i1.1635

Abstract

Kelompok tani sebagai kekuatan yang mendasar merupakan basis integral dari pembangunan pertanian secara nasional yang bertujuan untuk meningkatkan masyarakat petani. Perwujudan pengembangan kelompok tani dilaksanakan melalui penguatan dan pemantapan aspek finansial. Keberadaan kelompok tani sangat bermanfaat bagi petani. Anggota kelompok dapat memperoleh kredit lunak dari Bank sebagai modal usahatani pisang mas Kirana. Tujuan penelitian mengidentifikasi sumber permodalan dan kelayakan usahatani pisang mas Kirana pada kelompok tani pisang mas Kirana. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Pasrujambe. Metode yang digunakan dalam penelitian lebih mengarah pada metode diskriptif dan analitis. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan Snowball sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan Analisis kelayakan usaha, dan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber permodalan usahatani pisang mas Kirana berasal dari permodalan mandiri dan bantuan dari pemerintah. Pendapatan yang dihasilkan pada usahatani pisang mas Kirana menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Analisis efisiensi biaya dan prospek pengembangan Usaha pembibitan jeruk siam di Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Nur Amalah; Anik Suwandari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1250

Abstract

Tanaman jeruk siam merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dalam pengusahaan bibit jeruk siam yang berkualitas, ketersediaan entres di BPMT berperan penting terhadap keberlangsungan usaha pembibitan jeruk siam dalam memenuhi permintaan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk menetukan efisiensi biaya dan prospek pengembangan usaha pembibitan jeruk siam. Penetuan lokasi penelitian dengan menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analitis. Analisis data menggunakan R/C Ratio, Pendapatan, dan Analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan biaya dalam satu kali produksi pada usaha pembibitan jeruk siam adalah efisien dan pendapatan petani menguntungkan. Berdasarkan analisis SWOT usaha pembibitan jeruk siam berada pada posisi White Area.
URAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI DI DESA GUMELAR KECAMATAN BALUNG KABUPATEN JEMBER Linda Laila Zahasfana; Ebban Bagus Kuntadi; Joni Murti Mulyo Aji
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1155

Abstract

Kurangnya tenaga kerja pertanian pada usahatani padi di Desa Gumelar Kecamatan Balung diakibatkan oleh rendahnya upah yang diterima oleh pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) model kelembagaan penggunaan upah tenaga kerja pada usahatani padi; (2) curahan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga. Metode penelitian adalah deskriptif komparasi. Data diperoleh melalui wawancara dari petani terpilih berdasarkan Disproportionate Stratified Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan t-test dengan sampel independent/two tail. Hasil analisis menunjukkan kelembagaan upah yang digunakan petani di daerah penelitian adalah : upah borongan, harian dan kedokan. Upah borongan digunakan pada kegiatan pengolahan tanah, penanaman dan kegiatan panen yang dilakukan oleh pendores. Upah harian digunakan pada kegiatan pencabutan persemaian dan panen yang dilakukan oleh pengarit. Upah kedokan digunakan petani pada kegiatan persemaian, penyulaman, penyiangan, pengairan, pemupukan, pemberantasan hama dan kegiatan panen yang dilakukan oleh pengedok. Curahan tenaga kerja luar keluarga lebih besar daripada curahan tenaga kerja dalam keluarga yaitu tenaga kerja luar keluarga sebesar 64,47 HKP/ha dan tenaga kerja dalam keluarga sebesar 13,68 HKP/ha.
EFFICIENCY OF PRODUCTION COSTS AND ADDITIONAL VALUE OF GROWTH UNIT AND ORGANIC RICE MANUFACTURER OF INDEPENDENT ORGANIC RICE I IN THE VILLAGE OF LOMBOK KULON KECAMATAN WONOSARI BONDOWOSO DISTRICT Indira Rosandry Ajeng Syahputri; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRIBEST Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v3i1.1940

Abstract

Organic Rice Processing and Production Unit of Tani Mandiri I is downstream agroindustry that produces organic rice to support organic rice farming in Lombok Village, Kulon. The research objective was to find out: (1) the production system (2) the efficiency of rice production costs and (3) the value of the added grain. The method used is a descriptive and analytical method. The sampling method uses purposive sampling. Data collection uses observation, structured interviews, and documentation studies. The results showed that (1) the procurement of raw materials had fulfilled the quantity and continuity aspects but had not fulfilled the quality aspect, the type of production applied by the intermittent type with the layout based on the process flow, the rice production process was not in accordance with the SOP at the drying, grinding, and sorting. (2) The use of rice production costs has been efficient with an efficiency value of 1.20. (3) Value-added Processing of GKP into GKG and GKG into packaged rice is positive, with the added value of IDR  40.73 per kg GKP and Rp 770.42 per kg GKG.
DAMPAK ERUPSI GUNUNG API RAUNG TERHADAP USAHATANI TEMBAKAU NA-OOGST DI DESA AMPEL KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Olivia Anjung Sari; Ebban Bagus Kuntadi; Lenny Widjayanthi
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1156

Abstract

Pada tahun 2015 terjadi Erupsi Gunung Api Raung yang menyebabkan berbagai macam kerusakan pada komoditas perkebunan termasuk tembakau. Abu vulkanik dari erupsi tersebut mengandung unsur silika yang menempel pada daun tembakau menyebabkan  produksi dan kualitas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) produksi dan kualitas tembakau Na-Oogst Sebelum dan sesudah erupsi Gunung Api Raung di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan; (2) pendapatan petani sebelum dan sesudah erupsi Gunung Api Raung di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Metode pengambilan sampel menggunakan disproportionate stratified random samplingdengan responden sebanyak41 petani. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) produksi tembakau Na-Oogst sebelum dan sesudah terjadinya erupsi tidak berubah secara signifikan. Sedangkan kualitas tembakau sebelum dan sesudah erupsi mengalami perubahan. (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan usahatani tembakau sebelum dan sesudah terjadinya erupsi.
Faktor-faktor yang mendasari pengambilan keputusan Petani tebu bermitra dengan PG. Djatiroto Bella Dyah Valentine; Ebban Bagus Kuntadi; Rudi Hartadi
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1248

Abstract

Bahan baku tebu di PG. Djatiroto diperoleh dari  tebu milik sendiri (TS) dan tebu rakyat (TR) melaui sistem kemitraan kerjasama bagi hasil dengan petani. Penelitian  bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor yang mendasari pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG. Djatiroto, (2) perbedaan pendapatan petani tebu yang bermitra dan petani tebu yang tidak bermitra dengan PG. Djatiroto. Metode pengambilan contoh  menggunakan Proportionate stratified random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan Regresi Logistik dan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) faktor yang berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG. Djatiroto adalah faktor pengalaman dengan nilai signifikansi sebesar 0,092, faktor pendapatan dengan nilai signifikansi sebesar 0,036, dan faktor jumlah anggota keluarga dengan nilai signifikansi sebesar 0,068 sedangkan faktor umur dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG. Djatiroto; (2) terdapat perbedaan pendapatan antara petani tebu yang bermitra dan petani tebu yang tidak bermitra dengan PG. Djatiroto dengan nilai signifikansi sebesar 0,002, pendapatan petani tebu yang bermitra lebih besar dari pada pendapatan petani tebu yang tidak bermitra dengan PG. Djatiroto. Rata-rata pendapatan petani tebu yang bermitra sebesar Rp. 25.822.092/ha/tahun sedangkan rata-rata pendapatan petani tebu yang tidak bermitra sebesar RP. 20.010.176/ha/tahun.
PEMASARAN GARAM RAKYAT DI DESA PANGARENGAN KECAMATAN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Manda Ayu Widiyastutuik; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.437

Abstract

Secara geografis Desa Pangarengan berada di daerah pesisir pantai. Hal itu membuat Desa Pangarengan berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk saluran pemasaran garam rakyat (2) Struktur pasar garam rakyat (3) Perilaku pasar garam rakyat dan (4) Keragaan pasar garam rakyat di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan contoh menggunakan Multistage Sampling, dan Snow Ball Sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis konsentrasi rasio, analisis integrasi pasar dan analisis marjin pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terdiri dari dua bentuk saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran yang melalui tengkulak dan saluran pemasaran yang melalui pabrik pengolah garam (PT. Jaya Makmur Utama) di Desa Pangarengan; (2) Struktur pasar garam rakyat di Desa Pangarengan mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna; (3) Tidak terjadi keterpaduan pasar secara vertikal antar lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan; (4) Distribusi marjin pemasaran dan share keuntungan yang paling besar dalam sistem pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terletak di lembaga pemasaran pabrik.
Co-Authors Adam Ramadhan Adha, Iqlina Asmara Agus Supriono Agustina, Titin Ahmad Zainuddin Akbar, Muhammad Mizan Ilham Amalah, Nur Ambar Asri Candra Putri Andang Subaharianto Anik Suwandari Annur Galih Yusvianto Ariq Dewi Maharani Aryo Fajar Sunartomo Asyrofi Asyrofi Ati Kusmiati Atrianto, Jovi Lutvi Avenido, Cheska Andrea C Ayamilah, Yasaroti Azilla, Erina Nur Azizah Azizah Azzarah, Azzarah Bella Dyah Valentine Budiman, Subhan Arif Cindera Rosa Damascena Damascena, Cindera Rosa Devyana Dwi Ratnasari Dewi Churva H. Sholihah Diana Puji Lestari Diana Puji Lestari, Diana Puji Dimas Bastara Zahrosa Djoko Soejono Dwi Erwin Kusbianto Elma Oktavian Elrey All Habib Faidah, Ainun Fandy Adry Willy Putranto Faradisi, Nurul Jinan Fiky Fitasari Fuad Hasan Hakim, Norma Kamilia Halwiyah, Lailatul Hapsari, Triana Dewi Hasanah, Julita Ibanah, Indah Ika Purnamasari Ilma, Adihan Faizatul Indira Rosandry Ajeng Syahputri Irfan Arif Firmansyah Joni Murti Mulyo Aji Julian Adam Ridjal Kacung Hariyono Kusumaningsih, Candradewi Kuswardahni, Nita Lenny Luthfiyah Lenny Widjayanthi Lenny Widyayanthi Linda Laila Zahasfana Maharani, Anjar Manda Ayu Widiyastutuik Maulidina, Niswah Saffanah Meidiana Purnamasari Mohammad Rondhi Mohammad Rondhi Nesya Tantri Refyanda Nasution Nur Amalah Nurul Awaliatul Istikhomah Olivia Anjung Sari Panapanaan, Ansherine M Pantarei, Nur Muhammad Tirto Pradika, Yoga Reno Ayom Praset, Fahmi Rachmat Udhi Prabowo Ramadaniyah, Irma Wahyu Ratih Apri Utami Ratnasari, Devyana Dwi Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Resmi, Aji Dita Ria, Vina Yunita Riza Oktafiyani Rizky Yanuarti Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rondhi, M Rosidatul Qomariyah Rudi Hartadi Safi', Safi' Salsabila, Shafira Sari, Olivia Anjung Sihotang, Woulden Hood Sobah, Naqiyyah Nada Soetriono Soetriono Sriyono Sriyono Suud, Hasbi Mubarak Suwali Syahputri, Indira Rosandry Ajeng Syaiful Anwar, Agus Setiadi, Suwali, Titin Agustina Tri Haryadi, Nanang Ubaidillah Ubaidillah Valentine, Bella Dyah Vanya Pinkan Maridelana Vanya Pinkan Maridelana Wardatul Jannah, Wardatul Widiyastutuik, Manda Ayu Widyayanthi, Lenny Yanuarti, Rizky Yoga Yuniadi Yuli Hariyati Yuli Haryati Yulianti, Annisa Zahasfana, Linda Laila Zaujiah, Rima