Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dukungan Sosial Keluarga dengan Minat Berwirausaha Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yosy Wijaya; Aditya Nanda Priyatama; Mohammad Khasan
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v5i2.5050

Abstract

Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di negara Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, mengatakan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia pada bulan Februari 2017 pengangguran terbuka terendah berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yakni 3,54%, Tingkat pengangguran terbuka sektor pendidikan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5,36%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,03%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 9,27%. Diploma III (D3) sebesar 6,35%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan minat berwirausaha pada siswa SMK negeri 4 Surakata. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial keluarga dengan minat berwirausaha pada siswa.  Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK negeri 4 Surakarta yang berjumlah 117 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial keluarga dan minat berwirausaha. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Hasil analisis menunjukan koefisien korelasi sebesar rxy =0,477 dengan p=0,000 (p kurang dari 0.01). Hal tersebut membuktikan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan minat berwirausaha, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Ini berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan minat berwirausaha pada siswa SMK negeri 4 Surakarta
Gambaran Kehidupan Wanita yang di Poligami Mohammad Khasan; Sujoko Sujoko
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v16i2.2905

Abstract

The phenomenon of polygamy in Indonesia is still a polemic in society. One of them was during the speech by the chairman of Indonesian Solidarity Party (PSI) Grace Natalie at East Java Expo on Tuesday (11/12/2018) which stated that "PSI will never support polygamy". The objective of this study is to find out how the life phenomenon on polygamous women in Surakarta. The method used is a qualitative approach using interviews as a method of collecting data. The results of this study indicate that basically women who will be polygamous will emerge various kinds of feelings such as: distrust, sadness, anger, disappointment, and hurt. Nevertheles, a woman must obey or accept whatever her husband wants, this is due to the child, the future wife is pregnant out of wedlock, threatened to be divorced, and orders from God in Islamic law.
STUDI FENOMENOLOGI: MITIGASI BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DESA COLO Mohammad Khasan; Mochamad Widjanarko; Dian Wismar’ein; Eko Budi Prastyo
Jurnal Psikohumanika Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v15i1.1884

Abstract

Colo Village is the northernmost village in Kudus Regency, which is geographically located on the slopes of the Muria Mountains and is directly adjacent to the Muria forest with an up and down land contour. Colo Village is included in a disaster village with a history of major disasters such as landslides at several points in 1952 and 2022, as well as forest fires that occurred in 2000. The purpose of this study was to identify disaster mitigation behavior in the community in Colo Village based on local wisdom. The research methodology uses qualitative phenomenology with five informants born and living in Colo Village. This research instrument uses interviews and observations with data analysis coding and triangulation. Based on the results of the study, it shows that disaster mitigation behavior in the form of local wisdom of the Colo Village community is alms earth, barikan, and coffee wiwit. The behavior of disaster mitigation comes from ancestors and is still preserved until now.
Pendampingan Pengelolaan Sungai Gelis di Desa Rahtawu, Pegunungan Muria Mochamad Widjanarko; Mohammad Khasan; Ahmad Faqihuddin; Dian Wismar’ein
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 1 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i1.3988

Abstract

Rahtawu Village is traversed by the Gelis River, one of the major rivers originating in the Muria Mountains. The village’s location beneath the peak of Mount Muria (29) offers picturesque landscapes in the surrounding hills, attracting visitors from outside the village. However, the community has yet to maximize the potential of this natural beauty. The objective of this community service is twofold. Firstly, to inform about the regulations concerning the Gelis River buffer zones in Rahtawu Village, Kudus Regency. Secondly, to recommend ecotourism assistance in the Muria region, particularly in Rahtawu Village, Kudus Regency. This assistance employs a policy support approach, directed group discussions, and the creation of posters. Following these assistance activities, it can be concluded that, after receiving explanations from the River Basin Management Agency (BBWS) Pemali Juana, the Rahtawu Village government, along with village officials and other group members, now understands the root issues regarding the use of Gelis River buffer zones in Rahtawu Village, Kudus Regency. They express a desire to manage ecotourism in their area.
Menghidupkan Kembali Senyum dan Asa: Sinergi Play Therapy dan Psychological First Aid bagi Korban Banjir Demak Ruth Natalia Susanti; Trubus Raharjo; Iranita Hervi Mahardayani; Mohammad Khasan; Ahmad Faqihuddin
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.818

Abstract

Banjir besar yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa banyak warga mengungsi, termasuk di Terminal Jati di Kabupaten Kudus. Penelitian menunjukkan bahwa trauma bencana dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental. Dengan itu, Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus menginisiasi kegiatan bantuan psikososial melalui pendampingan Psychological First Aid (PFA) dan Play Therapy bagi para korban banjir. Metode ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam penyediaan dukungan emosional serta kegiatan bermain untuk anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam mengatasi trauma dan memperkuat resiliensi di antara pengungsi dewasa dan anak-anak. Pengungsi dewasa mendapatkan bantuan dalam mengatur stres melalui PFA, sementara anak-anak melalui Play Therapy, yang terbukti efektif dalam membantu mereka mengatasi pengalaman traumatis mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa gabungan pendekatan Psychological First Aid dan Play Therapy efektif dalam mendukung pemulihan emosional dan mental pengungsi, memberikan manfaat langsung dalam mengurangi stres dan memfasilitasi pemrosesan trauma.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Konsep Diri dengan Kecemasan Sosial pada Narapidana di Rutan Kelas IIB Kudus Izzatun Nabilah; Mohammad Khasan
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 2 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i3.6633

Abstract

Social anxiety is excessive fear or worry about situations that make a person feel anxious in social situations because of negative assessments from other people. Prisoners are convicts who are fostered in prison after being sentenced. The purpose of this research is to determine the relationship between social support and self-concept and anxiety. social relations among prisoners. The sampling in this study used a purposive sampling technique with 50 prisoners as subjects. Based on the results of the SPSS analysis, it shows that the hypothesis tested in the study was rejected with a significance of 0.520 (p>0.05), which means it is greater than 0.05. It can be concluded that there is no relationship between social support and self-concept and social anxiery im prisoners at the Class IIB Kudus Detention Center.
The Analysis of Public Perception of The Buka Luwur Tradition in Sunan Muria and Sunan Kudus Cemetery Mohammad Khasan; Badik Atul Alieffah; Alifiana Rochmatul Aisyah; Chaerani Astri Hasanah; Jihan Tika Putri
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v7i1.28657

Abstract

This study aims to provide a comprehensive account of the local community’s perspective on the Buka Luwur tradition in two distinct cultural contexts, specifically in Sunan Kudus and Sunan Muria. The research methodology employs a qualitative phenomenological approach. The informants were selected using a purposive sampling technique based on two criteria: (1) caretakers of the graves of Sunan Muria and Sunan Kudus, and (2) native residents of Kudus who participate in the ritual of breaking luwur at their graves. This investigation involved a total of four informants. Data collection employs in-depth interviews. The research employs a direct interview technique, using an interview guide based on the theory of perception characteristics. Coding is used for data analysis, and triangulation establishes credibility. According to the research findings, the Kudus community generally has a favorable perception of the Buka Luwur tradition in Sunan Muria and Sunan Kudus. The people believe that participating in the tradition will result in receiving blessings from the mullah.
Regulasi Diri pada Taruna Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Septiana, Anggi Ayu; Khasan, Mohammad
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 23, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v23i1.10709

Abstract

Penelitian regulasi diri ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap regulasi diri pada taruna SMK, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara bebas terpimpin dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara bebas terpimpin dan analisis data berupa koding. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sample, yaitu penentuan pemilihan informan  berdasarkan kriteria yang dipilih sebelumnya berdasarkan pertanyaan penelitian. Dengan kriteria taruna SMK Pelayaran kelas XII dan berusia minimal 15 tahun yang berjumlah tiga orang. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat faktor yang mempengaruhi regulasi diri taruna SMK, yaitu faktor eksternal yang meliputi standar penilaian diri dan penguatan serta faktor internal yang meliputi observasi diri, proses penilaian dan reaksi diri.  Terdapat beberapa faktor yang menonjol pada tiap-tiap informan. Informan I dan III memiliki kesamaan faktor yang mempengaruhi regulasi diri mereka yaitu faktor standar penilaian diri, hal ini mengacu pada pemberian standar pada perilaku informan yang akhirnya memunculkan pengertian akan kekurangan pada diri mereka kemudian diharapkan dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk mencapai tujuan hidup.
Pemberian PFA (Psychological First Aids) terhadap Penyitas Bencana Banjir Tahun 2024 Di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus Ratri, Prapti Madyo; Khasan, Mohammad; Raharjo, Trubus; Alyna, Rizka
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13765

Abstract

PFA memberikan dukungan emosional kepada penyitas, membekali mereka dengan keterampilan untuk mengatasi situasi sulit, serta menghubungkan mereka dengan layanan praktis yang dibutuhkan. Hal ini merupakan upaya untuk mendukung peningkatan daya tahan dan mengurangi efek dari trauma dan kehilangan yang mendalam. Kegiatan ini sebagai penyediaan dukungan emosional, bantuan informasi dan penguatan kapasitas coping individu. Implementasi kegiatan ini di agendakan menjadi tiga tahapan, yaitu 1) tahap identifikasi kebutuhan penyitas 2) Tahap Pendampingan 3) Tahap evaluasi dan manfaat program PFA bagi penyitas bencana banjir di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan model PFA pada situasi krisis (pasca bencana) memperoleh respons yang baik dari penyitas di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Kondisi ini bisa dilihat dari hasil tahap evaluasi (tahap 3) yang dilakukan, penyitas mengungkapkan perasaan yang bahagia dan respon yang baik karena merasa diperhatikan.
Konsep Diri Pada Remaja Otaku Anime Putra, Bagas Reffi Hernanda Putra; Khasan, Mohammad
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 10 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v10i2.3805

Abstract

Otaku are young people, both male and female, usually between the ages of 15 to 29, and when they reach adulthood, they remain enthusiastic about cartoons that are mostly intended for children. The purpose of this study is to analyze the factors of self-concept factors in anime otaku teenagers. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection technique uses observation and interview methods to anime otaku teenagers. While the data analysis method uses coding and credibility testing using peer triangulation. The results showed that Informant I explained how anime community members provide a significant positive influence, by creating a sense of connectedness and solidarity through recommendations and support amidst differences in interests. Meanwhile, Informant II highlighted the role of online communities, such as on Facebook and Discord, in strengthening her identity as an anime fan. Informant III emphasized her active role as an anime fan who not only enjoys entertainment but also understands Japanese culture. She seeks to change negative stereotypes of anime fans through her participation in positive communities. Similarly, Informant I focuses more on social support and self-discovery, Informant II on self-discovery and courage, while Informant III on cultural understanding and active role in the community.