Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Modul Praktikum Terhadap Hasil Belajar Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan Kelas X SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Medan Yosafat Sinaga; Sukarman Purba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6313

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketiadaan modul praktikum pada elemen Teori Dasar Listrik di kelas X TJTL SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, sehingga pembelajaran masih terbatas pada modul ajar dan jobsheet tanpa dukungan teori yang sistematis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan efektivitas modul praktikum yang dikembangkan. Kajian teori mencakup konsep hasil belajar, modul praktikum, serta model pengembangan ADDIE yang menjadi landasan dalam merancang produk. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan tahapan ADDIE, melibatkan validasi ahli materi, ahli media, uji akseptibilitas pengguna, serta uji efektivitas melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum memperoleh validasi ahli materi sebesar 97%, serta validasi ahli media sebesar 96,5% dan 97,5%, yang seluruhnya berada pada kategori “Sangat Layak”. Akseptibilitas pengguna oleh siswa mencapai 94%, juga dalam kategori “Sangat Layak”. Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 56,3 (pre-test) menjadi 90,33 (post-test), dengan nilai rata-rata gabungan kognitif–psikomotorik mencapai 92 melampaui KKM (80). Uji efektivitas menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,9130 atau 91,3%, yang termasuk kategori “sangat efektif”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul praktikum yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa pada materi Teori Dasar Listrik.
Penerapan Sistem Credit Point pada Manajemen Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Disiplin Belajar Siswa Paska Merliana Simanullang; Lia Maharani Lubis; Darwin Darwin; Sukarman Purba
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4298

Abstract

Banyak sekolah menghadapi tantangan dalam menegakkan tata tertib secara konsisten, termasuk rendahnya ketepatan waktu, ketidakteraturan perilaku, dan belum optimalnya sikap tanggung jawab akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan SCP dalam manajemen pendidikan, menganalisis pengaruhnya terhadap disiplin belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam implementasinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Objek penelitian adalah penerapan Sistem Credit Point di SMAS Katolik Budi Murni 2 Medan, sedangkan subjek penelitian mencakup kepala sekolah, wakil kepala kesiswaan, guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK, serta 12 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SCP diterapkan melalui alur perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi yang sistematis. SCP terbukti berpengaruh positif terhadap perilaku siswa, ditunjukkan oleh berkurangnya keterlambatan, meningkatnya ketertiban selama pembelajaran, kepatuhan terhadap seragam dan etika sekolah, serta meningkatnya tanggung jawab dalam penyelesaian tugas akademik. Keberhasilan implementasi sangat ditopang oleh kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, dan keterlibatan orang tua. Namun demikian, hambatan masih ditemukan pada aspek pemahaman siswa mengenai tujuan SCP, pencatatan manual yang kurang efisien, serta belum optimalnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sistem Credit Point merupakan instrumen manajemen kesiswaan yang efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa dan membentuk budaya sekolah yang tertib, selama diimplementasikan secara konsisten, kolaboratif, dan didukung dokumentasi yang baik.
Manajemen Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Komunitas Belajar (Learning Community) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMA Santo Thomas 2 Medan Parulian Halomoan Manurung; Sangapan Siagian; Darwin Darwin; Sukarman Purba
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4375

Abstract

Kualitas pendidikan suatu bangsa secara fundamental ditentukan oleh kualitas gurunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui komunitas belajar (learning community) dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SMA Santo Thomas 2 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dan sepuluh guru perwakilan dari berbagai mata pelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama pertemuan komunitas belajar, dan analisis dokumen (seperti menit pertemuan, RPP, dan jurnal refleksi guru). Teknik analisis data menggunakan model analisis tematik dari Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunitas belajar yang sukses ditandai dengan: (1) perencanaan yang partisipatif dengan mengidentifikasi kebutuhan guru sebagai titik awal; (2) pengorganisasian yang fleksibel namun terstruktur, dengan kepemimpinan yang bersifat kolaboratif; (3) pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada praktik reflektif seperti perencanaan pembelajaran bersama, observasi among teman sejawat (peer observation), dan diskusi kasus; dan (4) evaluasi yang bersifat berkelanjutan untuk mengukur dampak pada kompetensi guru dan hasil belajar siswa. Dampak implementasi komunitas belajar terlihat dari peningkatan kompetensi pedagogik guru, yang tercermin dari perancangan RPP yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa, penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi, dan kemampuan penilaian yang lebih autentik. Peningkatan ini selanjutnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan aktif siswa, interaksi yang lebih dinamis di kelas, dan peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan afektif.
Digital Leadership: Kompetensi Baru Manajer Pendidikan dalam Menghadapi Era Society 5.0 Lambok Fransiskus Napitu; Boloni Ritonga; Sukarman Purba; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4424

Abstract

Pergeseran paradigma global dari Revolusi Industri 4.0 menuju era Society 5.0 menuntut transformasi fundamental dalam tata kelola pendidikan. Jika era sebelumnya berfokus pada otomatisasi mesin, Society 5.0 menekankan pada integrasi teknologi yang berpusat pada manusia (human-centered). Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi manajerial, di mana banyak pemimpin sekolah memahami kepemimpinan digital secara sempit sebatas kecakapan teknis (tech-savvy) dan pengadaan infrastruktur, tanpa visi humanis. Artikel ini bertujuan untuk mendekonstruksi pemahaman lama tersebut dan menawarkan kerangka kerja kompetensi baru yang adaptif. Metode yang digunakan adalah studi konseptual kritis dengan menganalisis berbagai dokumen kebijakan dan artikel jurnal bereputasi. Hasil pembahasan merumuskan model kompetensi yang mencakup tiga pilar utama: (1) Data-Driven Empathy (pemanfaatan analitik data untuk dukungan psikologis siswa), (2) Ethical Stewardship (pengawalan etika dan privasi data), dan (3) Agile Collaboration (kolaborasi tangkas dalam ekosistem hybrid). Artikel ini menyimpulkan bahwa manajer pendidikan masa depan harus bertransformasi dari administrator birokrasi menjadi digital humanist yang mampu menggunakan teknologi untuk memanusiakan ekosistem pendidikan. Implikasi praktis penelitian ini merekomendasikan revisi standar kompetensi kepala sekolah dengan memasukkan indikator kematangan budaya digital dan penerapan strategi inklusif Low-Tech, High-Impact.
Model Kepemimpinan Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Semangat Kerja dan Kinerja Guru Lindawati Sihotang; Lies Eka Mardhani; Sukarman Purba; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4425

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah menjadi pondasi utama dalam membentuk kemajuan sekolah dasar, di mana pemimpin ini tidak hanya mengelola rutinitas administratif tetapi juga membangun lingkungan belajar yang mendukung guru untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan merumuskan model kepemimpinan kepala sekolah yang integratif untuk meningkatkan semangat kerja dan kinerja guru sekolah dasar. Berangkat dari urgensi peran kepala sekolah sebagai penggerak ekosistem pembelajaran, studi ini menyoroti keterbatasan pendekatan kepemimpinan tunggal dalam menghadapi kompleksitas konteks pendidikan dasar. Penelitian dilakukan melalui kajian pustaka konseptual dengan menelaah 42 sumber ilmiah terpilih periode 2015–2025 yang relevan dengan kepemimpinan sekolah, motivasi guru, dan dinamika pembelajaran di SD. Analisis tematik menghasilkan sintesis tiga gaya kepemimpinan—transformasional, transaksional, dan situasional—yang kemudian dirumuskan dalam model ISL-TMP (Integrated School Leadership for Teacher Morale and Performance). Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan sebagai penggerak motivasi, kepemimpinan transaksional memastikan struktur dan akuntabilitas, sementara kepemimpinan situasional menyediakan fleksibilitas adaptif sesuai tingkat kesiapan guru. Integrasi ketiganya menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif, terstruktur, dan responsif, yang secara simultan meningkatkan semangat kerja dan kinerja guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model ISL-TMP menawarkan kerangka holistik yang relevan diterapkan dalam kepemimpinan sekolah dasar di Indonesia.
The Analysis of Democratic Leadership and Work Ethic on Teacher Performance in Catholic Middle Schools, Karo Regency Benediktus Sipandi Ginggar; Zainuddin Zainuddin; Sukarman Purba; Rosnelli Rosnelli; Orbert Sinaga; Rosmala Dewi
Journal of The Community Development in Asia Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v8i2.3906

Abstract

Teacher performance plays a critical role in improving educational quality. This study analyzes the influence of democratic leadership by school principals, management of work stress, and work ethic on teacher performance in Catholic junior high schools in Karo Regency. Employing a quantitative approach, data were analyzed using regression and path analysis to examine direct and indirect relationships among the variables. The results indicate that democratic leadership has both a direct positive effect on teacher performance (path coefficient = 0.246) and an indirect effect through work ethic. Democratic leadership also positively influences work ethic (coefficient = 0.213), while work stress management has an even stronger effect on work ethic (coefficient = 0.266). Among all variables, work ethic exerts the strongest influence on teacher performance (coefficient = 0.515), making it the most dominant factor. These findings suggest that while effective leadership and stress management contribute to better teacher outcomes, strengthening teachers’ work ethic is key to achieving optimal performance. School management should therefore prioritize fostering a positive work culture and supportive environment to enhance both work ethic and performance.
Change Management in the Implementation of Teachers' Code of Ethics Weni Ayu Sunita Zandroto; Yuniarto Mudjisusatyo; Arif Rahman; Syawal Gultom; Eka Daryanto; Aman Simare-mare; Rosnelli Rosnelli; Sukarman Purba
Journal of The Community Development in Asia Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v8i2.3864

Abstract

This study examines the implementation of change management concerning the teacher code of ethics at SMA Unggul Del in the context of Generation Z student behavior. The objective is to evaluate the extent and effectiveness of change management strategies applied to the teacher's code of ethics in addressing the specific behavioral characteristics of Generation Z students within this educational setting. Employing a qualitative case study approach, data were collected through interviews with teachers and students, classroom observations, and questionnaires to gain comprehensive insights. The findings revealed inconsistencies between teachers' comprehension of the ethical code and its practical application, alongside difficulties in managing technology use, a prominent aspect of Generation Z's behavior. Consequently, this research suggests the necessity of targeted change interventions, such as continuous professional development and collaborative strategy development. In conclusion, effective change management is crucial for enhancing the practical application of the teacher code of ethics, thereby fostering a more supportive and productive learning environment tailored to the needs of Generation Z students
SADEMIN: Sistem Cerdas Deteksi Kelayakan Makanan dan Minuman Berbasis Sensor Gas dan Internet of Things (IoT) Muhammad Zikry Al-Banna Lubis; Sukarman Purba; Tora Valentina Simatupang; Andri Saputra Harahap
Journal of Students‘ Research in Computer Science Vol. 7 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/2d0xmp79

Abstract

Food safety is a fundamental aspect of public health; however, the rate of food poisoning in Indonesia remains alarmingly high, with reports indicating 4,711 cases by September 2025. This issue is compounded by the limitations of traditional methods that are subjective and the inability to detect food spoilage in its early stages, during which microorganisms start to emit Volatile Organic Compounds (VOCs) like ammonia and alcohol vapors that human senses cannot identify. The aim of this innovative concept is to create SADEMIN (Smart Food and Beverage Eligibility Detection System) as an intelligent detection system based on the Internet of Things (IoT) for objectively, accurately, and continuously monitoring food freshness. SADEMIN is engineered by incorporating MQ-135 gas sensors and MQ-3 alcohol sensors controlled by the ESP8266 microcontroller. This innovation operates by identifying gas emissions of ammonia and ethanol resulting from food degradation, assigning a "Not Suitable" status when gas levels hit a threshold of ≥ 32% or when alcohol concentrations are detected. The monitoring results are displayed locally on a 16x2 LCD and wirelessly transmitted to the Blynk app on mobile devices. Additionally, the system is equipped with an audio alert feature using the DF Player Mini module as an early warning system. Trial results indicate that SADEMIN has a high validity in distinguishing between suitable and unsuitable sample conditions in line with actual conditions. This innovation is anticipated to reduce the risk of food poisoning and contribute to achieving the SDG goal 3 regarding healthy and prosperous lives.
Pengaruh Penguasaan AI Dan Kreativitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Teknik Elektro Pada Matakuliah Rekayasa Industri Sukarman Purba; N. A. Fadya Rahman; Melisa Triagustin; Zaky Attila Cafriano Hutabarat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penguasaan AI dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Rekayasa Industri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 30 mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Medan yang diambil secara total sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 pilihan (SS, S, RG, TS, STS) dengan 15 item pernyataan. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (t-hitung 4,56 > t-tabel 2,048); (2) kreativitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (t-hitung 4,12 > t-tabel 2,048); (3) secara simultan, penguasaan AI dan kreativitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (F-hitung 35,78 > F-tabel 3,35) dengan koefisien determinasi R² sebesar 0,732. Kesimpulannya, mahasiswa yang memiliki penguasaan AI yang baik dan kreativitas belajar yang tinggi cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih optimal. Saran yang diberikan adalah dosen perlu mengintegrasikan AI secara bijak dalam pembelajaran dan mahasiswa perlu mengembangkan kreativitas belajar secara mandiri.
Pengaruh Teman Sebaya Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Matakuliah Analisa Sistem Tenaga Listrik Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Angkatan 2023 Sukarman Purba; Enjelina Lumban Gaol; Sry Yani Hutagalung; Pardan Salim; Steven Elvantino Sirait
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari teman sebaya terhadap motivasi dan hasil akademik dalam mata kuliah Analisa Sistem Tenaga Listrik bagi mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2023 di Universitas Negeri Medan. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat korelasional. Data diperoleh melalui distribusi kuesioner dan pengumpulan dokumen nilai mahasiswa . Sampel diambil dengan teknik pengambilan acak, melibatkan total 30 siswa sebagai responden . Proses analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi berganda, uji t, dan uji F. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa data tersebut mengikuti distribusi normal dengan nilai Asymp. tanda tangan. mencapai 0,064 yang lebih besar dari 0,05. Uji linearitas mengindikasikan bahwa hubungan antara teman sebaya dan hasil belajar bersifat linier dengan nilai signifikansi 0,183 , yang juga lebih besar dari 0,05, sedangkan hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar menunjukkan linearitas dengan nilai signifikansi 0,264, kembali lebih besar dari 0,05. Dalam uji t diperoleh nilai signifikansi untuk variabel teman sebaya sebesar 0,020 yang lebih kecil dari 0,05 , sedangkan untuk motivasi belajar mencapai 0,018 yang juga lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mempunyai dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil dari uji F menghasilkan nilai signifikansi 0,017 yang lebih kecil dari 0,05 , menandakan bahwa secara simultan, teman sebaya dan motivasi belajar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu , disimpulkan bahwa adanya pengaruh positif dari teman sebaya dan motivasi belajar terhadap hasil akademik siswa dalam mata kuliah Analisa Sistem Tenaga Listrik.