Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN REKAM MEDIS HIGH CARE UNIT OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT TINGKAT II UDAYANA DENPASAR Ni Putu Ulan Yunda Dewi; Agus Donny Susanto; Made Nyandra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.829 KB)

Abstract

ABSTRACTThe delay in returning the High Care Unit medical record is the return of medical records from the High Care Unit installation to the medical record unit in excess of the time specified in the hospital Standard Procedures Operating which is 2x24 hours. Based on preliminary observations of the data taken in September 2017, the highest percentage of the return of medical records exceeding 2x24 hours was in the High Care Unit with a total of 17 (89.5%). This study aims to determine the relationship between nurses' workloads, nurses' awards, and nurses' working conditions with the delay in returning the High Care Unit medical records by nurses at the Udayana Level II Hospital in Denpasar. The study design was quantitative analytic descriptive with cross sectional type with a sample of 14 High Care Unit nurses. The results of this study indicate that there is a relationship between the nurse workload p 0.006, the nurse award p 0.018, the working condition of the nurse p 0.040 with the delay in returning the High Care Unit medical record. The conclusions in this study indicate that there is a relationship between the workload of nurses, nurses' awards, the working conditions of nurses with the delay in returning the High Care Unit medical records.Keywords : Delay in returning the High Care Unit medical record, Workload, Award, Working ConditionsABSTRAKKeterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit adalah pengembalian rekam medis dari instalasi High Care Unit ke unit rekam medis melebihi waktu yang telah di tetapkan pada Standar Prosedur Operasional rumah sakit yaitu 2x24 jam semua rekam medis pasien pulang ke urusan rekam medis. Berdasarkan observasi awal data yang digunakan yaitu bulan September 2017, pengembalian rekam medis > 2x24 jam paling tinggi persentase terdapat di High Care Unit dengan 17(89,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat, penghargaan perawat, kondisi kerja perawat dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit oleh perawat di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Denpasar. Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis cross sectional dan sampel penelitian 14 orang perawat High Care Unit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat p 0,006, penghargaan perawat p 0,018, kondisi kerja perawat p 0,040 dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat, penghargaan perawat, kondisi kerja perawat dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit.Kata kunci : Keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit, Beban Kerja, Penghargaan, Kondisi Kerja
PEMBERIAN LEAFLET MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK ELEKTRIK DAN GEJALA EVALI DI BANJAR LUMINTANG DENPASAR UTARA Ni Putu Diana Suartari; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.329 KB)

Abstract

ABSTRAKJumlah konsumsi rokok di Indonesia telah mencapai 36,4%, menyebabkan 244ribu orang meninggal karena merokok setiap tahunnya. Angka tingkat konsumsirokok di Indonesia tidak lepas dari peran media, selain itu kurangnya peranpemerintah menegakkan KTR dan izin usaha took vape. Tujuannya Untukmengetahui pengaruh pemberian leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remajatentang bahaya rokok elektrik dan gejala evali di Banjar Lumintang. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Experimental tipeNonequivalent Control Group Design. penggunaan leaflet berpengaruh dalampengetahuan remaja tentang bahaya rokok elektrik dan gejala evali. Hal tersebutdapat ditunjukan dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilaisignifikansi yang diperoleh sebesar 0,036 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.Selain itu, juga dapat dilihat dari rata-rata hasil post-test yaitu dengan pemberianleaflet sebesar 79,03 kategori pengetahuan baik dengan nilai tertinggi 96 dan nilaiterendah 56, sedangkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuansebesar 71,86 kategori pengetahuan cukup dengan nilai tertinggi 96 dan nilaiterendah 44. Diharapkan remaja dapat tersadarkan akan bahaya rokok elektrik dangejala evali bagi kesehatan mereka dan meninggalkan kebiasaan merokok, supayakesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehatbugar dan terhindar dari gejala evali.Kata Kunci: Rokok Elektrik, Evali, Pengetahuan Remaja
ANALISIS HUBUNGAN KETIDAKLENGKAPAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RSU SURYA HUSADHA UBUNG Made Trisna Murthi; Agus Donny Susanto; Made Nyandra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.205 KB)

Abstract

ABSTRAKPatient safety adalah suatu sistem pelayanan kesehatan yang menjamin pasien agarterhindar dari cedera yang tidak diinginkan dan kejadian nyaris terjadi yang dapat merugikanpasien. Salah satu sasaran keselamatan pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien. Ketepatanidentifikasi pasien dapat diukur menggunakan rekam medis dengan dua identitas. Identitas pasienminimal harus tercantum dalam rekam medis adalah nama dan nomor rekam medis pasien.Berdasarkan studi pendahuluan di RSU Surya Husadha Ubung, 34 (68%) dari 50 rekam medistidak lengkap dibagian review identitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan ketidaklengkapan rekam medis pasien rawat inap dengan insiden keselamatan pasien diRSU Surya Husadha Ubung tahun 2018. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif analitikkuantitatif dengan jenis penelitian model kohort. Metode pengumpulan data menggunakanobservasi yaitu checklist. Analisis data yang digunakan adalah uji univariat dan uji bivariate denganalat ukur statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubunganketidaklengkapan nama pasien pada rekam medis rawat inap dengan insiden berkaitan denganketepatan identifikasi pasien di RSU Surya Husadha Ubung tahun 2018 dengan p-value 0,361 >0,05 dan tidak terdapat hubungan ketidaklengkapan nomor rekam medis pasien pada rekam medisrawat inap dengan insiden berkaitan dengan ketepatan identifikasi pasien di RSU Surya HusadhaUbung tahun 2018 dengan p-value 0,361 > 0,05.Kata kunci : Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien, Insiden Keselamatan Pasien.ABSTRACTPatient safety is a health care system that guarantees patients to avoid unwanted injuries and nearmisses that can harm patients. One of the goals of patient safety is the accuracy of patientidentification. The accuracy of patient identification can be measured using medical records withtwo identities. The minimum patient identity must be listed in the medical record is the name andnumber of the patient's medical record. Based on preliminary studies at Surya Husadha UbungGeneral Hospital, 34 (68%) of the 50 medical records were incomplete in the patient's identityreview section. This study aims to determine the relationship of incomplete medical records ofinpatients with patient safety incidents at Surya Husadha Ubung Hospital in 2018. The study designuses quantitative descriptive analytic research with cohort model type. The method of collectingdata using observation is a checklist. Data analysis used was univariate and bivariate tests withchi-square statistical measuring devices.The results showed there was no correlation between theincomplete name of the patient in the inpatient medical record with the incident related to theaccuracy of the identification of patients in Surya Husadha Ubung Hospital in 2018 with p-value0.361> 0.05 and there was no relationship between the incomplete medical record number of thepatient in the inpatient medical record. hospitalization with incidents related to the accuracy ofpatient identification at Surya Husadha Ubung Hospital in 2018 with a p-value of 0.361> 0.05.Keywords: Incomplete Medical Record, Patient Safety Incident
ANALISIS PENGARUH KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT PADA PASIEN RAWAT INAP TERHADAP ASPEK HUKUM REKAM MEDIS DI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Maya Rizky Rahmayani; Bambang Hadi Kartiko; Made Nyandra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.833 KB)

Abstract

ABSTRACTInformed consent is an agreement given by the patient or their family after obtaining a complete explanation of the medical action that would be taken. Based on the preliminary observations regarding to the inpatients informed consent incompleteness, there were 32 (12.5%) authentication results, 82 (32.3%) important reports and 95 (37.1%) documentation. The purpose of this study is to determine the effect of the authentication, important reports and correct documentation of the medical record’s legal aspects in Nusa Tenggara Barat General Hospital. The research design applied quantitative analytic descriptive with cross sectional research. The population in this study taken from 256 informed consent forms as well as the sample of this study. The results of this study indicate there were some influence of inpatient informed consent filling completeness such as authentication with p = 0,000, important reports with p = 0,000 and correct documentation p = 0,000 on the medical records legal aspects. The conclusion of this study, there was an influence between the inpatient informed consent filling completeness towards the medical record’s legal aspects in Nusa Tenggara Barat General Hospital.Keywords: informed consent, authentication, important reports and correct documentation, medical record’s legal aspectsABSTRAKInformed consent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan. Berdasarkan observasi pendahuluan mengenai ketidaklengkapan informed consent pada pasien rawat inap, didapatkan hasil pada autentikasi berjumlah 32 (12,5%), laporan penting berjumlah 82 (32,3%), dan pendokumentasian berjumlah 95 (37,1%). Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh autentifikasi, laporan penting, dan pendokumentasian yang benar terhadap aspek hukum rekam medis di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 256 formulir informed consent dan sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kelengkapan pengisian informed consent pasien rawat inap yaitu autentifikasi dengan nilai p = 0,000, laporan penting dengan nilai p = 0,000 dan pendokumentasian yang benar p = 0,000 terhadap aspek hukum rekam medis di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh antara kelengkapan pengisian informed consent pasien rawat inap terhadap aspek hukum rekam medis di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.Kata kunci : Informed consent, autentifikasi, laporan penting, dan pendokumentasian yang benar, aspek hukum rekam medis.
PERANAN KONSELOR DALAM MELAKUKAN KONSELING PASCA TES HIV/AIDS PADA PASIEN LAKI-LAKI SEKS DENGAN LAKI-LAKI (LSL) DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Puspa Dewi; Made Nyandra; I Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.236 KB)

Abstract

ABSTRAKHIV menyebabkan turunnya kekebalan tubuh dan mengakibatkan mudah terkena penyakit, kumpulan gejala penyakitnya disebut AIDS. HIV dapat ditularkan melalui perilaku berisiko seperti melakukan hubungan seks laki-laki dengan laki-laki, berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, penggunaan jarum suntik bergantian pada pemakai narkoba suntik dan lain sebaginya. Denpasar menempati urutan pertama dengan 6952 kasus, LSL tertinggi dengan 269 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah peranan konselor dalam melakukan konseling pasca tes HIV/AIDS pada pasien LSL di kota Denpasar mengenai: 1) peningkatan kualitas hidup dan perencanaan masa depan, 2) konseling lanjutan. Penelitian kualitatif ini dengan partisipan empat orang yang dipilih dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam. Konselor menemukan hambatan seperti bahasa, latar belakang pendidikan, biaya, ketidakterbukaan pasien kepada pasangan atau keluarga terdekatnya tentang status HIVnya. Rendahnya kepatuhan pasien minum ART dipengaruhi oleh efek samping dan rasa jenuh. Peneliti menyarankan agar konselor meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan atau seminar yang berkaitan dengan HIV/AIDS sehingga dapat mengatasi hambatan yang ditemukan saat melakukan konseling.Kata kunci: Konselor, Konseling, LSL, HIV/AIDS.ABSTRACTHIV causes immune deficiency and disease, the collection of symptoms of the disease is called AIDS. HIV can be transmitted through risk behaviors such as having sex with men, changing partner without using condoms, using syringe alternately for injecting drug user and so on. Denpasar ranked first with 6952 cases, the highest MSM with 269 cases. This research aim to identify how the role of the counselor in counseling after HIV/ AIDS test in MSM patients in Denpasar. The role was about: 1) improvement in quality of life and future plan, 2) further counseling. This qualitative study consists of four participants was chosen by purposive sampling according to the inclusion criteria. Data collection technique was used in-depth interviews. The counselor found obstacles such as language, educational background, cost, patient openness to his spouse or family about his HIV status. The low compliance of patient taking ART is influenced by side effects and saturation. This research imply counselor to increase knowledge through training or seminar related to HIV/ AIDS so that they can overcome the obstacles while counseling.Keywords: Counselor, Counseling, MSM, HIV/AIDS.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, KEDISIPLINAN, REWARD AND PUNISHMENT DOKTER SPESIALIS TERHADAP KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DHARMA YADNYA DENPASAR Amanda Tizza Ayunadha P; Agus Donny Susanto; Made Nyandra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.06 KB)

Abstract

ABSTRACTMedical resume is one of the important parts to provide all information relating to patients. Therefore a medical resume must be filled in completely. Doctors who fill out medical resumes act as the main person in charge of completing medical resume filling. With a complete medical resume, it will be able to improve the quality of medical records. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge, discipline, reward and punishment of specialist doctors with the incompleteness of filling in the medical resume of inpatients at the Dharma Yadnya General Hospital, Denpasar. The design of this study was quantitative analytic descriptive with cross sectional research type. The research method used was interviews, observations, questionnaires, and check lists with a sample of 14 specialists at Denpasar Dharma Yad Hospital. Of the 414 medical record resumes studied, found a medical resume inpatient that was not fully filled in amounted to 37 and the complete numbered 377 medical resumes. The results of this study indicate that there is a relationship between the level of knowledge with p = 0.000 <0.05, discipline with p = 0.002 <0.05, reward and punsihment with p = 0.012 <0.05 with the incompleteness of medical resumes. The conclusion of this study shows that the level of knowledge, discipline, reward and punishment of specialist doctors is related to the incompleteness of filling in medical resumes.Keywords: incompleteness, level of knowledge, discipline, reward and punishmentABSTRAKResume medis merupakan salah satu bagian penting dalam membantu segala informasi yang menyangkut pasien, oleh karena itu resume medis harus diisi secara lengkap. Dokter yang mengisi resume medis sebagai penanggung jawab utama terhadap kelengkapan pengisian resume medis dengan lengkapnya resume medis maka akan menjadikan mutu rekam medis yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, kedisiplinan, reward and punishment dokter spesialis terhadap ketidaklengkapan pengisian resume medis rawat inap di RSU Dharma Yadnya Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Metode penelitian ini wawancara, observasi, kuisioner, dan check list dengan sampel penelitian ini adalah 14 orang dokter spesialis di RSU Dharma Yadnya Denpasar. Ketidaklenglapan pengisian resume medis rawat inap berjumlah 37 resume medis dan yang lengkap pengisiannya berjumlah 377 resume medis dari 414 resume medis. Hasil penelitian ini mendapatkan hasil adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap ketidaklengkapan resume medis dengan nilai p= 0,000<0,05, kedisiplinan dengan nilai p=0,002<0,05, reward and punsihment dengan nilai p=0,012<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, kedisiplinan, reward and punishment dokter spesialis memiliki hubungan dengan ketidaklengkapan pengisian resume medis.Kata kunci : Ketidaklengkapan, tingkat pengetahuan, kedisiplinan, reward and punishment
GAMBARAN PERILAKU WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG DI TEMPAT HIBURAN MALAM TERKAIT TINGGINYA HIV/AIDS DI DENPASAR Candra Puspitasari; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.598 KB)

Abstract

ABSTRACTData from the Ministry of Health in 2013 showed that Bali was ranked third in HIV / AIDS in Indonesiaand Denpasar is the highest ranked city with HIV / AIDS case in Bali. Bali is an island that is famousas a tourist destination so that there are many entertainment venues including nightclubs such as,cafes, discos, and karaoke that are vulnerable to sex transactions. Female sex workers are dividedinto two types, they are direct and indirect sex workers. Female sex workers do not directly sellthemselves independently and covertly. HIV / AIDS transmitted through risky sex and changingpartners. The research using qualitative methods with the design of the case study was conductedwith the aim to find out the description of the behavior of female indirect sex workers in nightclubsrelated to the high HIV / AIDS in Denpasar. The description of this behavior concerns thecharacteristics of the informant, the perceptions of the informant, the drive to act, and the motivesof the informant to plunge into the prostitution. The results of in-depth interviews with informantsbroadly showed that all informants showed positive behavior towards the spread of HIV / AIDS.Keyword: behavior, indirect female sex worker, nightclubs, HIV/AIDSABSTRAKData dari Dinas Kesehatan pada Tahun 2013 menunjukkan bahwa Bali menduduki peringkatketiga HIV/AIDS di Indonesia dan Denpasar adalah kota dengan HIV/AIDS tertinggi di Bali. Balimerupakan pulau yang terkenal sebagai destinasi wisata sehingga banyak tersedia tempat hiburantermasuk tempat hiburan malam seperti club malam, café, discotic, dan karaoke yang rawan sebagaitempat transaksi seks. Wanita pekerja seks terbagi atas dua jenis yaitu wanita pekerja seks langsungdan wanita pekerja seks tidak langsung. Wanita pekerja seks tidak langsung menjajakan dirinyasecara mandiri dan terselubung. Penularan HIV/AIDS salah satunya adalah dengan melakukanhubungan seks berisiko dan bergonta-ganti pasangan. Penilitian menggunakan metode kualitatifdengan rancang bangun studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaranperilaku wanita pekerja seks tidak langsung di tempat hiburan malam terkait tingginya HIV/AIDS diDenpasar. Gambaran perilaku ini menyangkut karakteristik informan, persepsi informan, doronganuntuk bertindak, dan motif informan untuk terjun ke dunia prostiusi. Hasil dari wawancara secaramendalam dengan informan secara garis besar menunjukkan bahwa seluruh informan menunjukkanperilaku positif terhadap penyebaran HIV/AIDS.Kata kunci : perilaku, wanita pekerja seks tidak langsung, tempat hiburan malam, HIV/AIDS.
PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PROMOSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI DI STIKES BINA USADA BALI Ni Luh Putu Yusi Haryathi; Made Nyandra; I Putu Dedy Kastama Hardy
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKanker payudara penyebab kematian nomor dua pada wanita di Indonesia. Tingginya prevalensi kanker payudara seiring perubahan gaya hidup yang menyerang usia muda. Dalam perkembangan teknologi, SADARI masih diandalkan untuk pemeriksaan deteksi awal. Tujuan untuk mengetahui apakah pemberian pendidikan kesehatan melalui jejaring sosial whatsapp tentang SADARI. Diharapkan pemberian pendidikan kesehatan melalui jejaring sosial whatspp dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja putri di STIKES Bina Usada Bali. Rancangan penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi adalah mahasiswi keperawatan semester I STIKES Bina Usada Bali. Jumlah sampel sebanyak 78 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada peningkatan pengetahuan dan perilaku pada kelompok perlakuan sebesar p = 0,0001 yang menyatakan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan melalui whatsapp terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada remaja putri. Kesimpulan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan melalui whatsapp terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada remaja putri.Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, SADARI.ABSTRACTBreast cancer is the number two cause of death in women in Indonesia. The high prevalence of breast cancer along with lifestyle changes that attack young age. In the development of technology, BSE is still reliable for early detection checks. The aim is to find out whether the provision of health education through whatsapp social network about BSE. It is expected that the provision of health education through whatspp social networks can increase the knowledge and behavior of young women at Bina Usada Bali STIKES. The study design used Quasi Experimental Design with Nonequivalent Control Group Design. The population is first semester nursing students STIKES Bina Usada Bali. The number of samples is 78 people. Data collection using a questionnaire. Data analysis using Mann-Whitney statistical test. Based on the results of the study, there was an increase in knowledge and behavior in the treatment group at p = 0,0001 which stated that there was an effect of giving health education through whatsapp to BSE knowledge and behavior in young women. The conclusion is the influence of giving health education through whatsapp to BSE knowledge and behavior in young women.Keywords: Knowledge, Behavior, BSE
STUDI EPIDEMOLOGI HIV/AIDS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI Made Nyandra; Ida Bagus Agung Yogeswara
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.942 KB)

Abstract

ABSTRAKKecepatan pertumbuhan epidemologi HIV/AIDS dapat disebabkan karena melakukan hubungan seksualdengan resiko yang tinggi misalnya dengan bergonta-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom,menggunakan jarum suntik yang tidak steril ataupun telah digunakan berulang misalnya yang terjadi padapara pengidap ketergantungan pada obat-obat terlarang, faktor ekonomi, broken home dan homoseksual.Penderita HIV/AIDS memiliki profesi yang beragam dan yang terbesar berprofesi sebagai ibu rumah tangga.Sumber epidemi HIV/AIDS yang tidak jelas dapat menyebabkan kecepatan pertumbuhannya, sehingga perludilakukan penelusuran data epidemologi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara untuk mengetahuisumber infeksi HIV/AIDS, lama mengetahui status HIV/AIDS, pekerjaan pasangan, dan perasaan respondenserta tanggapan keluarga dan masyarakat saat mengetahui bahwa responden terinfeksi HIV/AIDS.Epidemologi HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana disebabkan karena hubungan heteroseksual yaitu sebesar12,5% dan 80% masing-masing responden wanita dan pria, homoseksual sebesar 8% responden pria, tertularoleh pasangan yaitu sebesar 87,5% dan 12% masing-masing responden wanita dan pria.Kata kunci : HIV, AIDS, faktor resiko, epidemologiABSTRACTGrowing HIV/AIDS prevalence can be caused by high risk-sexual behaviour, such as partners changewithout using condoms, the application of re-used or non-sterile needles of drugs-addicted people, economyfactor, broken home and homosexuals. HIV/AIDS sufferers have a diverse professions and the largestpopulation with HIV/AIDS are housewives. Unclear source of the HIV/AIDS epidemic can cause the speedof its growth, therefore the epidemiological data is necessary. This study was an observational experimentusing the interview method to find out the source of HIV/AIDS infection, the duration of knowledge ofHIV/AIDS status, partners job, and the feelings of respondents and family, and community responses whenthey found out their HIV/AIDS status. Results showed that HIV/AIDS in Jembrana Regency that was causedby heterosexual relationships were 12.5% and 80% for female and male respondent respectively. Inhomosexual respondents, the prevalence of HIV/AIDS was 8% for male and no HIV/AIDS was found inwomen. In the partner respondents, the prevalence of HIV/AIDS were 87.5% and 12% for female and malerespondents respectively.Keywords: HIV, AIDS, risk factor, epidemology
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO TAHUN 2022 Zul Adhayani Arda; Franning Deisi Badu; Made Nyandra; Nurain Labaco
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.055 KB)

Abstract

WHO memperkirakan 1,13 miliar atau sekitar 15% orang di seluruh dunia menderita hipertensi, dan dua pertiganya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hipertensi membunuh hampir 9,4 juta orang setiap tahun secara global dengan kejadian yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo Tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di wilayah Kerja Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 352 lansia yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data bivariat. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square menunjukan hipertensi 64,8% responden penderita hipertensi 35.2%. Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan Riwayat keluarga (p=0,004),obesitas (p=0,000), junk food (p=0,009), stres (p=0,000), konsumsi alkohol (p=0,002), konsumsi kopi (p=0,001) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Sedangkan untuk hubungan umur (p=0,244), jenis kelamin (p=0,694), aktivitas fisik, (p=0,077), dan kebiasaan merokok tidak berhubungan (p=0,190) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Perlu upaya peningkatkan promosi terhadap pola makan yang sehat untuk lansia, seperti lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah. Kata kunci: Determinan, Gaya Hidup, Hipertensi, Lansia.
Co-Authors Adnorita Fandah Oktariani Agus Donny Susanto Agus Dony Susanto Agustin, Ni Putu Diah Putri Alemita Asteti Pullu Amanda Tizza Ayunadha P Anak Agung Gde Agung Angga Atmaja Andrianto, Nurrahman ASTUTI, PUTU WIDYA Bagiada I N. A. Bambang Hadi Kartiko Cahayantari, Luh Diah Rosa Candra Puspitasari Dermawan Waruwu Dewa Ayu Eka Yuni Artini Dewa Ayu Puspa Dewi Dewi, I Dewa Ayu Sri Warma Franning Deisi Badu Hardy, Dedy Kastama Hildegardis Debby I Gede Widhiantara I Gusti Ngurah Manik Nugraha I Made Gde Sudyadnyana Sandhika I Made Wisnu Adhi Putra I Nyoman Purnawan I Nyoman Suarjana I Putu Dedy Kastama Hardy Ida Bagus Agung Yogeswara Karisma, Putu Agus Sukma Kurniati, Made Lestari, KM. Herliena Made Agus Sugianto Made Trisna Murthi Martini, Ketut Martini, Ni Ketut Maya Rizky Rahmayani Ni Ketut Martini Ni Luh Arik Setiawati Ni Luh Putu Seri Wardani Ni Luh Putu Yusi Haryathi Ni Made Diana Erfiani Ni Made Kurniati Ni Putu Diana Suartari Ni Putu Ulan Yunda Dewi Ni Putu Widya Astuti Ni Wayan Dewi Martini Nurain Labaco Nurata, I Wayan Nyoman Suarjana Nyoman Trisna Aryanata Pambayun, Mahogany Adjeng Pangkahila W Paramarta, Nyoman Bayu Putri, Fina Aryani Putri, Kadek Fina Aryani Putu Angga Wiradana Putu Chrisma Dewi Putu Eka Sudaryatma Putu Sri Armayani Raka-Sudewi A. A. Rinda Dian Pratiwi Rostriana, Angelina Adventa Sanah, Isnaini Nur Ulfa Seprianus Jowa Setyo Budi Kurniawan Suarjana , Nyoman Sudani, Ni Wayan Sumadewi, Ni Luh Utari Sumadewi, Utari Suryasa, Wayan Wayan Suryasa Yudha, Ari Natalia Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia Zul Adhayani Arda