Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN TENTANG KANTIN SEHAT, PERSEPSI TENTANG KANTIN KAMPUS, DAN SIKAP TERHADAP PENGEMBANGAN KANTIN SEHAT DI FAKULTAS KEDOKTERAN Ardesy Melizah Kurniati; Medina Athiah; Windi Indah Fajar Ningsih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.319

Abstract

Kantin sehat berperan penting dalam penyediaan makanan bergizi untuk mempertahankan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit. Mahasiswa pendidikan dokter membutuhkan kantin sebagai tempat pembelian makanan di sela istirahat perkuliahan dan aktivitas lain yang padat. Sayangnya, kantin di kampus Madang Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) belum dikategorikan sebagai kantin sehat, dan ditutup semenjak pandemi. Pengembangan model kantin sehat menjadi hal yang penting, dan membutuhkan dukungan institusi. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif, yang bertujuan mengidentifikasi pengetahuan tentang kantin sehat, persepsi tentang kantin yang tersedia sebelumnya, dan sikap mahasiswa FK UNSRI terhadap pengembangan kantin sehat di kampus. Seluruh mahasiswa aktif angkatan 2018 dan 2019 Program Studi Pendidikan Dokter yang beraktivitas di Kampus Madang, pernah mengonsumsi makanan di kantin kampus, dan bersedia menandatangani formulir kesediaan partisipasi diambil sebagai responden penelitian. Teknik pengambilan sampel insidental, dan pengambilan data dilakukan menggunakan Google Form. Total responden yang berpartisipasi sebanyak 219 orang. Sebanyak 114 responden (52.1%) memiliki pengetahuan baik tentang kantin sehat, dan sisanya masuk dalam kategori kurang baik. Sebagian besar responden (94 orang/42.9%) memiliki persepsi bahwa kantin yang selama ini tersedia sudah Baik. Sebagian besar mahasiswa menyatakan Setuju-Sangat Setuju terhadap inisiatif pengembangan kantin sehat (196 orang/ 89.5%). Sebagian besar setuju bahwa keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan kantin sehat adalah penting (164 orang/ 55%), namun ternyata sebagian besar tidak berminat untuk terlibat (135 orang/ 61.6%). Gambaran pengetahuan, persepsi, dan sikap mahasiswa pada penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kantin sehat di kampus.
Penyuluhan pentingnya pengukuran status gizi dalam upaya pencegahan stunting Athiah, Medina; Kurniati, Ardesy Melizah; Sarahdeaz, Siti Fazzaura Putri; Zanaria, Rima; Husin, Syarif; Lestari, Hertanti Indah; Yusnita, Heni; Sari, Putri Maya; Yulistiana, Sisca
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V3I1.79

Abstract

Reducing the incidence of stunting is one of the goals of the 2025 Global Nutrition Targets. The prevalence of stunting in children in Indonesia is still high over the last decade. Lack of knowledge on nutritional intake, maternal nutritional status factors, breastfeeding practices, complementary feeding practices, and exposure to infections as well as other factors including education, food system, health care, and sanitation are important determinants of child stunting in Indonesia. This community service activity is carried out with the aim of providing counseling about stunting to mothers and measuring the nutritional status of toddlers as an effort to prevent stunting. The activity was coordinated by students who are members of the Student Executive Board of the Faculty of Medicine, Sriwijaya University (FK Unsri) and Muhammadiyah University (FK UM), involving FK Unsri lecturers, in collaboration with staff at the Puskesmas Taman Bacaan Palembang. At the end of the activity, participants became more aware of the importance of measuring children's nutritional status and stunting prevention measures. There were 6 toddlers who were indicated to be malnourished and reported for management by the Puskesmas team so that they did not progress to stunting.
Anti-hyperuricemia Potential of Ethyl Acetate Fraction from Ethanolic Stem Extract of Arcangelisia flava Fatmawati, Fatmawati; Saleh, Irsan; Parisa, Nita; Salni, Salni; Izzah, Puspita Nurul; Subandrate, Subandrate; Athiah, Medina
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v12i2.13510

Abstract

Arcangelisia flava, with its secondary metabolites in flavonoids, has shown promising potential as an alternative treatment for hyperuricemia. The study aimed to determine the effectiveness of the ethyl acetate fraction from the ethanolic stem extract of Arcangelisia flava in inhibiting xanthine oxidase. This research, conducted at the Medical Basic Chemistry Laboratory Universitas Sriwijaya in September–December 2022, used in vitro study methods. The stem of Arcangelisia flava was extracted by maceration using ethanol. The ethanolic stem extract of Arcangelisia flava was then fractionated using n-hexane and ethyl acetate. The ethyl acetate fraction and ethanolic extract of Arcangelisia flava were measured to inhibit the xanthine oxidase using UV-vis spectrophotometry with allopurinol as a comparison. The IC50 was calculated by linear regression. The ethanol extract and ethyl acetate fraction have flavonoids, alkaloids, terpenoids, and quinones. The IC50 value of the ethanol extract was 30.04 ppm, the ethyl acetate fraction was 23.99 ppm, and the allopurinol was 17.16 ppm. The ethyl acetate fraction inhibited xanthine oxidase better than the ethanol extract. The study's significant finding is that the ethyl acetate fraction of the ethanolic stem extract of Arcangelisia flava strongly inhibits xanthine oxidase, offering a potential new avenue for treating hyperuricemia.
Pendampingan Pemanfaatan Daun Jambu Biji sebagai Minuman Elektrolit pada Kasus Diare di Desa Ulak Kerbau Baru Tanjung Raja Agustiarini, Vitri; Verawaty, Marieska; Mulyani, Laida Neti; Apriani, Elsa Fitria; Athiah, Medina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.836

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) memiliki aktivitas anti diare dengan kandungan metabolit sekunder alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan wawasan masyarakat Desa Ulak Kerbau Baru tentang penyakit diare, pemanfaatan daun jambu biji sebagai minuman elektrolit pada kasus diare. Mitra kegiatan ini yaitu 30 orang ibu-ibu yang mewakili masyarakat desa Ulak Kerbau Baru. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pemberian materi dan praktek langsung kepada masyarakat tentang diare, tanda, gejala, penatalaksanaan diare, manfaat daun jambu biji untuk diare, praktek langsung pengelolahan daun jambu biji sebagai minuman elektrolit yang digunakan untuk mengatasi kasus diare. Evaluasi dari kegiatan pengabdian dengan melihat nilai pretest dan postest selama kegiatan perngabdian berlangsung. Berdasarkan hasil nilai pretest (80,3) dan postest (88,8) terjadi perbedaan signifikan pada kegiatan pengabdian masyarakat terjadi peningkatan wawasan dan keterampilan Masyarakat dalam memanfaatkan daun jambu biji sebagai minuman elektrolit dalam mengatasi diare. Kegiatan pengabdian masyarakat membantu ibu-ibu desa Ulak Kerbau Baru menjadi lebih produktif dan memiliki kemampuan untuk berinovasi sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkompeten. Guava leaves (Psidium guajava L.) have anti-diarrhea activity with secondary metabolite content of alkaloids, saponins, tannins and flavonoids. Community service aims to increase the knowledge of Ulak Kerbau Baru Village's people about diarrheal diseases, using guava leaves as an electrolyte drink in cases of diarrhea. The partners in this activity were 30 women representing the Ulak Kerbau Baru village community. Activities carried out include counseling, providing materials and direct practice to the community about diarrhea, signs, symptoms, management of diarrhea, use of guava as an anti-diarrhea, and direct practice of processing guava leaves as an electrolyte drink used to treat cases of diarrhea—evaluation of service activities by looking at the pretest and posttest scores during the service activities. Based on the results of the pretest (80.3) and posttest (88.8) community service activities, there was an increase in community insight and skills in using guava leaves as an electrolyte drink to treat diarrhea. Community service activities help Ulak Kerbau Baru village's women become more productive and innovative so they can create an independent and competent society.
Skrining dan Penyuluhan Status Gizi dan Hemoglobin Remaja Putri di MTsN 1 Palembang Kurniati, Ardesy Melizah; Athiah, Medina; Oktariana, Desi; Agustine, Vania
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15724

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi menuju dewasa. Terjadi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, membutuhkan asupan gizi yang optimal. Kekurangan atau kelebihan asupan gizi dapat menyebabkan gangguan gizi. Prevalensi remaja putri di Indonesia yang mengalami berat badan kurus mencapai 5,4%, pendek atau stunting 24,9%, dan mengalami obesitas mencapai 16%. Pada remaja putri terdapat risiko mengalami anemia. Kasus anemia pada anak remaja tercatat mencapai 39,8 % pada tahun 2019. Skrining status gizi dan anemia pada remaja diperlukan agar masalah gizi dan anemia dapat ditatalaksanai. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi dan kadar hemoglobin pada remaja putri di MTsN 1 Palembang. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan, dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pengambilan data kadar Hb dilakukan dengan metode Point of Care Testing (POCT). Pemeriksaan dilakukan kepada 148 subjek. Status gizi terbanyak terdapat pada kelompok gizi baik sebanyak 82 subjek (55,4%). Sebagian besar remaja mengalami anemia, yaitu sebanyak 82 subjek (55%). Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan, dan hasil skrining dilaporkan ke Puskesmas untuk ditindaklanjuti.
ANALISIS KADAR PROTEIN ASI PERAH IBU MENYUSUI BERDASAR INDEKS MASSA TUBUH Subandrate, Subandrate; Santosa, Dorothy Eunike; Oswari, Liniyanti D; Oktharina, Eka Handayani; Sinulingga, Sadakata; Athiah, Medina
Jurnal Sains Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i1.11083

Abstract

Salah satu komponen makronutrien ASI ialah protein yang sangat bermanfaat dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Faktor ibu, bayi, dan fisiologis memengaruhi kadar protein dalam ASI. Salah satu faktor ibu, yaitu indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh IMT terhadap kadar protein pada ASI perah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan 63 sampel ASI perah dari ibu menyusui di kota Palembang berusia 20-35 tahun dengan bayi berusia 1-6 bulan. Sampel ASI perah berjumlah 63 tersebut terbagi menjadi 2 kategori, yaitu 30 sampel ASI ibu dengan IMT normal dan 33 sampel ASI ibu dengan IMT gemuk dan obesitas. Pengukuran protein menggunakan metode Lowry dan data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Rata-rata kadar protein ASI perah pada ibu dengan IMT normal yaitu 6,35±5,78 mg/mL dan rata-rata kadar protein ASI perah pada ibu dengan IMT gemuk dan obesitas yaitu 8,64±3,70 mg/mL. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,03 (p 0,05). Pada ibu dengan IMT gemuk dan obesitas, peningkatan porsi dan frekuensi makan, meningkatkan asupan asam amino sehingga meningkatkan kadar protein dalam ASI perah. Kesimpulannya, IMT ibu berpengaruh terhadap kadar protein pada ASI perah.
PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL SEBAGAI GALACTOGOGUES PADA IBU MENYUSUI DI DESA TEMPIRAI TIMUR Subandrate Subandrate; Safyudin Safyudin; Medina Athiah
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v1i4.1515

Abstract

Pemberian ASI ekslusif dilakukan sejak bayi lahir sampai usia enam bulan. Kekhawatiran ibu menyusui terhadap jumlah ASI sering menjadi penyebab pemberian makanan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan. Padahal permasalahan ketidakcukupan ASI dapat diatasi dengan nutrisi yang cukup dan penggunaan galactogogues. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada ibu menyusui mengenai ASI ekslusif dan pemanfaatan herbal medicine local untuk meningkatkan produksi ASI.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Peserta kegiatan adalah 20 ibu hamil atau ibu menyusui. Metode yang dipakai adalah edukasi dan demonstrasi dengan menggunakan alat bantu audiovisual. Sebagian besar peserta hanya mengetahui daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI (>43%). Peserta diberikan demonstrasi tentang cara pengolahan dan jumlah daun katuk yang digunakan sebagai galactogogues. Untuk mengetahui pemahaman peserta mengenai topik pengabdian dilakukan evaluasi. Secara umum, peserta dapat memahami topik edukasi (nilai 76). Sebagian besar peserta mengetahu topik pengabdian dengan sangat baik (nilai 90). Tingkat pemahaman peserta terhadap topik pengabdian bergantung pada tingkat pendidikan. Ibu-ibu menyusui dengan pendidikan SMA mendapatkan nilai sangat baik, sedangkan ibu-ibu menyusui dengan pendidikan SD mendapatkan nilai kurang baik. Pengabdian kepada masyarkat telah dilakukan dengan baik dan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang herbnal medicine untuk peningkatan produksi ASI.
Peningkatan Literasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga di Desa Burai, Ogan Ilir Raneo, Agung Putra; Karimudin, Yos; Saputri, Nyimas Dewi Murnila; Athiah, Medina
Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Vol. 5 No. 1 (2024): Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jscs.v5i1.171

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Burai, Ogan Ilir. Tema pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenai literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Peserta kegiatan ini adalah warga Desa Burai, Ogan ilir yang berjumlah 25 Orang. Masyarakat kota Burai mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang, dan status ekonominya tergolong rendah. Tingkat pendidikan rata-rata masyarakatnya sampai SMP. Berdasarkan hal tersebut, dipandang perlu untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan. Edukasi dilakukan dengan metode presentasi dimana peserta mendengarkan materi kemudian melakukan diskusi dan sesi tanya jawab. Hasil edukasi menunjukkan bahwa warga desa Burai, Ogan ilir memiliki tingkat literasi yang rendah dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan indikator seperti kepemilikan rekening bank, tabungan, pencatatan keuangan, dan perencanaan investasi.
Dosage and Ferritin Reduction in Paediatric Thalassemia Major: A Cross-Sectional Study Athiah, Medina; Zikra, Muhamad; Safyudin; Lestari, Hertanti Indah; Fatmawati
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 1 (2025): Vol 8, No 1, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i1.332

Abstract

Thalassemia is a genetic disorder that requires regular blood transfusions, often resulting in iron overload. Iron chelation therapy with deferiprone is commonly used to manage the iron overload, yet the relationship between deferiprone dosage and ferritin level reduction remains unclear. This study aimed to find out how the dose of deferiprone affects the reduction of serum ferritin levels in children with thalassemia major. A cross-sectional analytical study was conducted involving 69 paediatric patients with thalassemia major receiving deferiprone therapy at Dr. Mohammad Hoesin Central General Hospital, Palembang. Data on patient demographics, transfusion frequency, deferiprone dose, and serial ferritin levels (3–6 months apart) were collected. The optimal dose cut-off was determined using ROC analysis, and statistical association was tested using the Chi-Square test. Most patients (56.5%) received deferiprone doses ≤77.95 mg/kgBW. Only 36.2% achieved a ferritin reduction of ≥20%, while 50.7% experienced increased ferritin levels. No statistically significant association was found between deferiprone dose and ferritin reduction (p = 0.051), although a trend toward lower success in the high-dose group was observed (PR 0.355, 95% CI: 0.124–1.019). The average dose of deferiprone administered in this study was below the minimum dose recommended by the FDA, which may explain the lack of significant association with serum ferritin reduction. Further research with controlled dosing and exclusion of confounding variables is recommended to evaluate deferiprone effectiveness more accurately
Effectiveness of Cherry Tomato Extract in Gel Form to Accelerate the Healing Process of Excision Wounds in Wistar White Rats Fertilita, Soilia; Zulfadli, Muhammad; Larasati, Veny; Rasyid, Riana Sari Puspita; Argentina, Fifa; Tanta, Yudhi; Athiah, Medina
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.427-434

Abstract

Cherry tomatoes (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) are rich in antioxidants, particularly flavonoids and lycopene, which help reduce free radicals and promote wound healing. Flavonoids exhibit anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, and antidiabetic properties. They enhance wound contraction, collagen deposition, granulation tissue formation, and epithelialization in wound healing. This study evaluates the efficacy of cherry tomato extract gel in accelerating excision wound healing in Wistar rats. This in vivo experimental study used a post-test control group design. Twenty-five 2–3-month-old Wistar rats with excision wounds were treated with cherry tomato extract gel or controls. The five groups included a positive control (NaCl), a negative control (CMC-Na gel), and treatment groups receiving 8%, 12%, or 16% extract gel. Wound size was measured on days 3, 5, 7, and 9, with data analyzed using One-Way ANOVA and post hoc tests. The extract-treated groups exhibited nearly complete wound closure by day 9. The wound size of the treatment groups significantly differed from the control groups (p<0.05). Cherry tomato extract gel significantly accelerates wound closure at 8%, 12%, and 16% concentrations, with the best results observed at 16% (p<0.05), surpassing even the positive control. The 16% extract gel group demonstrated the most effective wound healing. Cherry tomato extract gel significantly enhances wound healing, with the 16% concentration demonstrating the most effective acceleration of wound closure. These findings suggest that cherry tomato extract gel, particularly at 16%, holds promise as a potent wound-healing agent.