Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Studi Numerik Kekuatan Rangka Mesin Briket Arang Menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan Variasi Jenis Material dan Pembebanan Raihan Aji Yunanto; Hisyam Ma'mun; Muhamad Syafii
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur rangka mesin briket arang dengan membandingkan penggunaan material Structural Steel dan Stainless Steel menggunakan metode Finite Element Method (FEM). Penelitian dilakukan karena kekuatan dan kekakuan rangka berperan penting dalam menjaga kestabilan dan keamanan mesin selama proses operasi. Model rangka dibuat dalam bentuk tiga dimensi menggunakan SolidWorks dan dianalisis secara numerik pada kondisi struktur statik. Analisis dilakukan terhadap parameter total deformation, normal stress, normal elastic strain, dan safety factor dengan kondisi batas berupa fixed support pada kaki rangka. Pembebanan yang diberikan terdiri atas gaya motor sebesar 13,5 N dan variasi beban pengepres sebesar 9,5–36,5 N. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan pembebanan menyebabkan kenaikan nilai deformasi, tegangan, dan regangan pada kedua material. Pada pembebanan maksimum 36,5 N, nilai total deformation material Structural Steel sebesar 1,17570 mm dan Stainless Steel sebesar 1,21840 mm. Nilai normal stress maksimum yang diperoleh masing-masing sebesar 27,138 MPa dan 27,139 MPa, sedangkan nilai safety factor sebesar 9,21 untuk Structural Steel dan 7,63 untuk Stainless Steel. Hasil validasi antara simulasi numerik dan pengujian aktual menunjukkan nilai error sebesar 1,008–1,015% pada Structural Steel dan 0,997–1,019% pada Stainless Steel, yang menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik antara hasil simulasi dan kondisi aktual. Berdasarkan hasil penelitian, Structural Steel memiliki kekakuan struktur dan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan Stainless Steel sehingga lebih direkomendasikan sebagai material rangka mesin briket arang
Studi Pengaruh Jumlah, Ukuran, Bentuk Mesh Terhadap Hasil Simulasi Rangka Sepeda Motor Listrik Menggunakan Metode Finite Element Analysis (Fea) Ahmad Nizam Muhajir; Althesa Androva; Agus Mukhtar; Muchamad Malik; Aan Burhanuddin; Hisyam Ma’mun
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.6168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku struktural rangka sepeda motor listrik berbahan alloy steel melalui simulasi elemen hingga (Finite Element Method/FEM) menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2018. Simulasi dilakukan dengan variasi beban statik antara 90 Kg hingga 180 Kg dan membandingkan tiga metode mesh: standard mesh, curvature-based mesh, dan blended curvature-based mesh. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan (stress), perpindahan (displacement), regangan (strain), dan faktor keamanan (factor of safety). Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode blended curvature-based mesh menghasilkan tegangan maksimum tertinggi sebesar 1.657,377 N/mm² pada beban 180 Kg, dengan perpindahan yang relatif lebih rendah dibandingkan metode lain, menandakan distribusi beban yang lebih efisien. Regangan yang terjadi masih berada dalam batas elastis material, sehingga deformasi bersifat reversibel. Namun, faktor keamanan menurun drastis pada beban di atas 120 Kg, khususnya pada metode blended curvature-based mesh, yang mengindikasikan perlunya optimasi desain untuk menjaga keselamatan struktural. Perbandingan dengan literatur terkini menunjukkan hasil simulasi ini konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode simulasi mesh untuk optimasi desain rangka sepeda motor listrik dan menegaskan pentingnya validasi eksperimental untuk memastikan keandalan hasil simulasi.
Desain Logika Fuzzy untuk Penilaian Kualitas Air Sumur Berdasarkan Parameter Salinitas, pH, dan Kekeruhan Aan Burhanuddin; Agus Mukhtar; Rifki Hermana; Muhammad Amirudin; Muchamad Malik; Althesa Androva; Hisyam Ma’mun; Mohammad Fadillah; Ezze Zhain Zhiqqi Prihantono; Subkhan Ma'mum
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 4 No 3 (2025): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v4i3.333

Abstract

This study develops an integrated fuzzy-logic-based assessment system to evaluate well water quality using pH, salinity (via TDS conversion), and turbidity. The research aims to develop an adaptive system capable of handling uncertainties in water quality parameters in real-time monitoring across Semarang's coastal areas. The methodology incorporates sensor performance validation, fuzzy input processing, rule-based inference, and defuzzification implemented through MATLAB R2021a. Experimental results demonstrate exceptional metrological performance, with sensor linearity achieving determination coefficients (R²) of 0.9995 for pH, 0.9998 for salinity, 0.9996 for temperature, and 0.9993 for turbidity. Statistical validation confirmed measurement precision, with root-mean-square errors (RMSEs) of 0.018 pH units, 0.023 ppt salinity, 0.14°C temperature, and 0.027 NTU turbidity. Field implementation across 6 sub-districts revealed that 83.3% of samples complied with pH quality standards, 60% met turbidity thresholds, while 33.3% of samples in Genuksari exhibited seawater intrusion indicators with salinity levels exceeding 0.5 ppt. The study conclusively demonstrates that the developed fuzzy logic system provides accurate, consistent water quality evaluation and presents a viable framework for smart water monitoring infrastructure in coastal urban environments, particularly for detecting saline intrusion and maintaining water security.
Rancang Bangun Laser Grafir Portabel Berdaya Rendah Pada Media Kayu Hisyam Ma’mun; Gostsa Khusnun Naufal; Agus Mukhtar
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 3 No 2 (2024): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v3i2.122

Abstract

Wood can be increased in value by adding patterns using light from a laser. The types of laser sources which are currently divided into 4 types include: Semiconductor lasers, Solid-state lasers, Fiber lasers, Gas lasers. Each laser generation source has differences in the way the laser light is generated, the laser wavelength produced and the supporting components needed to operate the laser system. In this research, the type of laser source will be selected according to the criteria determined by the researcher. The selection was carried out using the decision matrix method, with the highest number of values obtained from the Semiconductor lasers type laser source. Followed by testing the laser components into the available wood media. The results obtained by the laser system are in accordance with the criteria set by the researchers
Analisis Kekuatan Hasil Printer 3D Dengan Filamen Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) Berdasarkan Variasi Suhu Nosel dan Jenis Isian Hisyam Ma'mun; Joko Supriyanto; Gostsa Khusnun Naufal; Aan Burhanudin; Rifki Hermana
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 4 No 2 (2025): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v4i2.247

Abstract

Technological advancements, including 3D printing, enable the creation of prototypes from digital designs using 3D printers. A popular method is Fused Deposition Modeling (FDM) with thermoplastic materials such as Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), valued for its quality and affordability. In 3D printing, nozzle temperature and infill type influence the mechanical properties of printed objects. This study aims to determine the tensile strength of ABS with variations in nozzle temperature and infill type. Tensile test results show that a 230°C nozzle temperature produces higher yield strength for most infill types compared to 240°C. The 240°C setting tends to increase maximum tensile strength for grid and concentric infills, but not for gyroid and lines. The concentric infill type exhibited the highest elongation at both temperatures, indicating greater ductility compared to other infill types. These findings are expected to serve as a reference for optimizing printing parameters.