Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisa Kecepatan Angin Terhadap Tekanan Dan Kecepatan Aliran Turbin Angin Menggunakan Computational Fluid Dynamics. Studi Kasus Pada Turbin Savonius. Husna, Muhammad Qiqi Abai; Androva, Althesa; Ma'mun, Hisyam; Anggorowati, Adriana Anteng
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6102

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi topik penting dalam agenda global saat ini. Target pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan oleh PBB melalui Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan ekonomi. Salah satu bidang yang menjadi fokus utama SDGs adalah energi bersih dan terbarukan. Energi ini adalah salah satu sumber energi yang sangat penting dalam memajukan tujuan ini. Sejak revolusi industri penggunaan bahan bakar fosil meningkat secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi global. Negara maju berinovasi untuk menemukan teknologi yang dapat menggantikan minyak bumi sebagai sumber energi terbarukan. Oleh karena itu saat ini banyak penelitian dilakukan tentang energi terbarukan agar mendapat sumber energi baru yang memiliki dampak positif bagi lingkungan. Salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah didapat adalah angin. Penelitian ini membahas tentang perbedaan desain turbin angin Savonius dan pemanfaatan energi angin sebagai penghasil listrik dengan menggunakan turbin angin savonius. Turbin angin Savonius kategori Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) yang memiliki rotor vertikal, tidak memerlukan pengaturan arah terhadap angin. Turbin yang mampu menangkap angin dari segala arah dan turbin ini juga memiliki kemampuan self-starting dan menghasilkan torsi yang relatif tinggi, pada kecepatan angin yang rendah. Melalui simulasi dapat menunjukkan pola aliran yang terjadi sehingga dapat dilakukan analisa guna melihat fenomena aliran yang terjadi disekitar rotor blade yang menyebabkan adanya gaya dorong dan gaya yang menyebabkan hambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan angin terhadap tekanan dan kecepatan aliran turbin angin menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dari hasil studi kasus simulasi pada rotor blade turbin angin Savonius, akan diperoleh nilai kecepatan maksimal dan tekanan Maksimal pada turbin angin. Dari hasil simulasi nilai terbaik diperoleh dari Desain C yaitu 10.228 Pa untuk tekanan maksimal dan 6.938 m/s untuk kecepatan aliran maksimal terhadap rotor blade turbin angin Savonius.
Distribusi Tegangan dan Deformasi Pegas Kompresi Pada Jaw Mesin Rotary Menggunakan Ansys Heksa Pamungkas -; Hisyam Ma’mun
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v13i1.402

Abstract

Pegas kompresi pada sistem jaw mesin rotary bekerja secara siklik dan menerima beban aksial selama proses operasi, sehingga berpotensi mengalami distribusi tegangan yang tidak merata dan menimbulkan konsentrasi tegangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi tegangan von Mises dan deformasi total pada pegas kompresi menggunakan metode elemen hingga berbasis ANSYS. Material pegas yang digunakan adalah baja ASTM A228 dengan pembebanan aksial sebesar 57,1 N yang diperoleh dari analisis gaya pada sistem jaw mesin rotary. Pemodelan dilakukan secara tiga dimensi dengan elemen tetrahedral menggunakan ANSYS Mechanical 2024 R1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan maksimum yang terjadi sebesar 3304,7 MPa dan deformasi maksimum sebesar 25,135 mm. Validasi teoritis menunjukkan deviasi sebesar 4,80–4,88% yang masih berada dalam batas toleransi teknik ±5%. Konsentrasi tegangan teridentifikasi pada sisi dalam lilitan pegas akibat kombinasi tegangan geser dan efek kelengkungan heliks, yang mengindikasikan adanya peningkatan tegangan lokal signifikan akibat pengaruh geometri dan kondisi tumpuan
Evaluasi Kinerja Pompa Sentrifugal P.100/03 Berdasarkan Head Losses dan Deviasi terhadap Kondisi Desain Moh Solikhul Umam; Hisyam Ma’mun; Aan Burhanuddin
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.420

Abstract

Pumping systems play a pivotal role in crude oil distribution; however, performance studies are often conducted in laboratory settings that often fail to represent actual field operations. This study evaluates the performance of the P.100/03 centrifugal pump in the crude oil distribution system at PPSDM Migas Cepu by comparing actual conditions with design specifications, using head-loss analysis. The methodology employs field studies integrated with technical calculations utilizing operational data, including suction and discharge pressures, flow rates, fluid characteristics, and piping configurations. Key analyzed parameters encompass head losses, total pump head, hydraulic power, and pump efficiency. The results demonstrate a total pump head of 56.78 m. A significant finding reveals a drastic efficiency decline from 60.28% under design conditions to 23.1% in actual operation. This performance degradation is attributed to pump operation deviating from the Best Efficiency Point (BEP), substantial head losses within the piping system, and early indications of cavitation on the suction side. This research underscores that actual operational conditions significantly influence pump performance, necessitating regular evaluations and maintenance to optimize the efficiency of field pumping systems.
Simulasi Pengaruh Variasi Beban Produk pada Tegangan, Displacement dan Factor of Safety pada Bearing Sabuk Konveyor Abdul Mu'is Sulaiman; Hisyam Ma’mun; Muhammad Budi Haryono
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.427

Abstract

Continuous production processes can lead to sudden bearing failure in conveyor belts, potentially stopping operations. This study aims to analyze stress, displacement, and the factor of safety (FOS) of a bearing using the Finite Element Analysis (FEA) method. Static simulations were conducted using SolidWorks to model the bearing under conveyor operating conditions. The applied loads were 94.49 N, 94.76 N, and 95.04 N, with a conveyor speed of 3 m/s. The results show that the maximum von Mises stress ranges from 17.36 MPa to 17.39 MPa, which is far below the yield strength of chrome steel AISI 52100 at 2033.95 MPa. The maximum displacement is very small, at 0.0004798 mm, remaining within safe limits. The average FOS is 12.7, significantly exceeding the minimum standard of 1.25 according to Mott’s theory, indicating high structural reliability despite signs of overdesign. It can be concluded that the SKF 6003 bearing is safe for use under these operating conditions.
Pengaruh Variasi Suhu Quenching terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja AISI 4140 Bayu Tri Atmaja Atmaja; Hisyam Ma’mun; Muhammad Faesal Febriandyono; Yuris Setyoadi
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Januari- Juni
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v4i2.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu quenching terhadap nilai kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur mikro pada baja AISI 4140. Proses perlakuan panas dilakukan menggunakan metode quenching pada suhu 800°C dan 900°C, kemudian dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan panas (raw material). Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan Rockwell C (HRC), uji tarik, dan pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen quenching pada suhu 800°C menghasilkan nilai kekerasan rata-rata tertinggi sebesar 52,1 HRC dibandingkan raw material sebesar 50,83 HRC dan spesimen quenching 900°C sebesar 30,7 HRC. Pada pengujian tarik, spesimen quenching 900°C menghasilkan tegangan maksimum tertinggi sebesar 2216,37 MPa. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan adanya perubahan struktur mikro dari ferrite dan pearlite pada raw material menjadi struktur martensit yang lebih dominan setelah proses quenching. Perubahan struktur mikro tersebut memengaruhi karakteristik mekanik material, terutama terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi suhu quenching berpengaruh terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja AISI 4140 sehingga proses quenching dapat digunakan untuk meningkatkan performa material sesuai kebutuhan aplikasi teknik.
Tailoring epoxy resin impact performance by varying coconut coir fiber reinforcement Muhammad Budi Haryono; Hisyam Ma'mun; Aan Burhanuddin; Muhammad Faesal Febriandyono; Joko Yulianto
JURNAL MECHANICAL Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epoxy resin generally exhibits low impact toughness and tend to be brittle when subjected to high load impacts. Indonesia in an archipelagic country that has abundant coconut plants. The purpose of this study is to utilize coconut coir fiber waste as an alternative to improve the impact toughness of epoxy resin. Therefore, this research uses coconut coir fiber as a reinforcement in epoxy resin matrix composites, varying the volume fraction of coconut coir fibers from 0% to 50%. The results show that increasing the volume fraction of coconut coir fiber from 0% to 50% decreases the mass of the epoxy resin but increases its impact toughness. The epoxy resin mass decreases from 11.0±0 grams to 9.3±0.6 grams, while the impact toughness increases from 0.027±0.01 J/mm2 to 0.075±0.02 J/mm2.
Kaji Eksperimental Efek Presentase Penguat Serbuk SiC (Silicon Carbida), Mg (Magnesium) pada Pengolahan Limbah Alumunium dengan Metode Stir Casting Muhammad Faesal Febriandyono; Hisyam Ma'mun; Muhammad Budi Haryono; Muhamad Safi'i; Rizki Dwi Ardika
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16809.g%g

Abstract

Abstrak Penggunaan material Alumunium pada dunia industri manufaktur terutama otomotif serta berbagai kebutuhan masyarakat seperti kendaraan bermotor, komponen mesin, dan bidang lainnya. Penggunaan material Alumunium memberikan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif penggunaan material Alumunium seperti materialnya yang ringan, tahan karat, dan dapat didaur ulang, membuatnya berguna di berbagai aplikasi seperti konstruksi, transportasi, dan pengemasan. Namun, dampak negatifnya, produksinya dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan, terutama dalam hal pemanasan global, konsumsi air, dan potensi toksisitas yang menyebabkannya menjadi limbah. Riset sebelumnya di fokuskan pada analisa peleburan material Alumunium dengan metode stir casting terhadap pengaruh variasi temperatur, kecepatan pemutaran, presentase fraksi massa SiC, SiO2, Mg, dan waktu pengadukan terhadap peningkatan kekuatan tarik, kekuatan impact, serta struktur makro dan mikro material Alumunium. Selain itu tidak ada studi eksperimen tentang pemanfaatan, pengolahan, dan peleburan limbah material Alumunium bekas komponen kendaraan dengan metode stir casting. Variasi penambahan serbuk SiC (silicon carbida) dan Mg (magnesium) sebesar 5 g dan 7,5 g pada rentang temperatur 600ºC, 700ºC, dan 800ºC pada kecepatan putaran stir konstan sebesar 600 Rpm dan waktu aduk selama 15 menit di usulkan dalam riset ini guna untuk meningkatkan kekuatan tarik, struktur makro, struktur mikro, dan pengurangan efek porositas material Alumunium. Untuk mengetahui sifat fisik material Alumunium dilakukan uji tarik dan uji NDT. Hasil riset menunjukkan material komposit Alumunium AlSiCMg dengan variasi temperatur tuang 800ºC memiliki hasil optimal ditinjau dari nilai kekuatan dan kekerasan material, hasil tersebut dapat direkomendasikan dan diterapkan pada aplikasi praktis di lapangan.   Kata kunci : Alumunium, Casting, Kekuatan, Stir, Kekerasan.
Studi Numerik dan Optimasi Desain Mesin Retort dengan Mempertimbangkan Temperatur Operasi dan Kecepatan Aliran Fluida Ridho Ardiansyah; Hisyam Ma'mun; Muhamad Safi’i
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1789

Abstract

Perlakuan panas pada mesin retort berperan penting dalam menjamin keamanan mikrobiologis dan memperpanjang masa simpan produk pangan, namun efektivitas sterilisasi sangat dipengaruhi oleh keseragaman distribusi panas di dalam tabung retort. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik heat distribution dalam tabung mesin retort berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur operasi dan kecepatan aliran uap jenuh terhadap performa termal sistem. Manfaat penelitian ini adalah menyediakan dasar evaluasi numerik bagi optimasi desain dan kondisi operasi retort agar proses sterilisasi berlangsung lebih merata, stabil, dan efisien. Metode yang digunakan berupa simulasi numerik tiga dimensi dengan model turbulensi realizable k-ε, grid optimum 3.063.355 elemen, variasi temperatur inlet 115–123°C, serta kecepatan aliran 2–10 m/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa temperatur inlet merupakan parameter dominan, ditandai peningkatan temperatur permukaan dari 175,546°C menjadi 189,315°C pada kecepatan 2 m/s, serta kenaikan koefisien perpindahan panas dari 14,20 menjadi 16,15 W/m²°C. Ketidakteraturan pada 6 m/s dan 119°C mengindikasikan potensi cold spot. Hasil penelitian diharapkan dapat diimplementasikan sebagai acuan perancangan dan optimasi proses sterilisasi pada mesin retort untuk mendukung keamanan pangan serta efisiensi energi pada industri makanan
Pengaruh Penambahan Pelepah Pisang terhadap Kekuatan Impak Komposit Serabut Kelapa Menggunakan Metode Vacuum Muhammad Choirul Anam; Muhammad Budi Haryono; Hisyam Ma’mun
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1858

Abstract

Komposit hibrida berbasis serat alam menjadi salah satu alternatif material ramah lingkungan yang banyak dikembangkan karena memiliki ketersediaan melimpah, biaya produksi relatif rendah, serta sifat mekanik yang baik. Namun, pemanfaatan kombinasi serabut kelapa dan pelepah pisang sebagai penguat komposit masih memerlukan kajian, khususnya terhadap pengaruh variasi kandungan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit hibrida serabut kelapa bermatriks polyester yang difabrikasi menggunakan metode hand lay-up. Pemanfaatan serat alam sebagai bahan penguat komposit menjadi alternatif yang menjanjikan karena bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini, serat sabut kelapa dan pelepah pisang diberi perlakuan alkalisasi menggunakan larutan NaOH 10% selama 2 jam untuk meningkatkan ikatan antarmuka antara serat dan matriks. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dengan variasi kandungan serat pelepah pisang sebesar 10%, 20%, dan 30%, baik dengan maupun tanpa penggunaan vacuum chamber. Pengujian impak dilakukan berdasarkan standar ASTM ISO 179. Hasil penelitian menunjukkan nilai densitas tertinggi diperoleh variasi 20% pelepah pisang dengan metode vacuum sebesar 3,32 g/cm3 sedangakan nilai terendah di peroleh pada variasi 20% tanpa vacuum sebesar 2,41 g/cm3. Penggunaan vaccum mampu meningkatkan nilai impak komposit dibandingkan metode tanpa vakum. Nilai impak tertinggi diperoleh pada variasi 20% pelepah pisang dengan metode vakum sebesar 0,222 J/mm², sedangkan nilai impak terendah diperoleh pada variasi 30% tanpa vakum sebesar 0,148 J/mm². Peningkatan ketangguhan impak terjadi karena proses vakum mampu mengurangi terbentuknya void dan meningkatkan kualitas ikatan antara serat dan matriks. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi 20% pelepah pisang dengan metode vaccum chamber merupakan variasi yang paling optimal untuk menghasilkan komposit dengan ketangguhan impak terbaik.
Studi Finite Element Analysis terhadap Respons Struktural Rangka Mesin Briket Arang Menggunakan Material AISI 1020 dan Structural Steel Moh solikhul; Muhamad Safi’i; Hisyam Ma’mun
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kekuatan struktur rangka mesin briket arang menggunakan material AISI 1020 dan Structural Steel dengan metode Finite Element Analysis (FEA) berbantuan ANSYS Workbench. Penelitian dilakukan karena kajian perbandingan kedua material pada konstruksi rangka mesin briket arang serta validasi hasil simulasi terhadap kondisi aktual masih terbatas. Analisis dilakukan terhadap parameter total deformation, normal stress, dan normal elastic strain pada pembebanan 39,5 N hingga 66,5 N. Validasi dilakukan menggunakan dial indikator untuk membandingkan hasil simulasi dan pengujian aktual. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif respons struktural rangka mesin briket arang menggunakan material AISI 1020 dan Structural Steel yang dipadukan dengan validasi eksperimental menggunakan dial indikator dalam satu kerangka penelitian. Pendekatan ini memberikan informasi mengenai akurasi simulasi numerik sekaligus menjadi dasar pemilihan material rangka yang lebih aman dan efektif untuk aplikasi mesin briket arang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material AISI 1020 menghasilkan deformasi maksimum lebih kecil dibandingkan Structural Steel, yaitu 3,6194 mm dan 3,8373 mm pada pembebanan 66,5 N. Nilai safety factor AISI 1020 sebesar 8,95, lebih tinggi dibandingkan Structural Steel sebesar 6,39. Hasil validasi menunjukkan nilai error di bawah 3%, sehingga metode FEA memiliki tingkat kesesuaian yang baik terhadap kondisi aktual struktur rangka