Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Selektivitas Gillnet pada Penangkapan Ikan Biang (Ilisha elongata ) di Desa Alai Kabupaten Kepulauan Meranti Feliz Nafidad Ginting; Arthur Brown; Nofrizal Nofrizal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Konsumsi ikan setiap tahun akan meningkat diiringi semakin padatnya jumlah manusia. Kebutuhan akan ikan sangat tinggi karna ikan mengadung banyak protein yang baik untuk tubuh manusia, hal ini menjadi faktor sehingga minat untuk konsumsi ikan sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat selektivitas jaring biang, menganalisis tingkat selektivitas gillnet, serta mengetahui hubungan antara ukuran morfometrik tubuh ikan dengan cara tertangkapnya ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari s/d Februari 2021. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing. Adapun hasil yang didapat yaitu gillnet alat tangkap selektif terhadap ikan biang. Pada mesh size 3 inci semakin tinggi ukuran hasil tangkapan (di atas 20 cm) semakin rendah rasio penangkapan sedangkan pada mesh size 4 inci semakin tinggi ukuran hasil tangkapan (di atas 20 cm) semakin tinggi rasio penangkapan. Kategori hubungan terkuat yaitu hubungan body girth dan cara tertangkap gilled, dari hasil regresi fork length dan cara tertangkap, kategori hubungan terkuat yaitu fork length dengan snagged dan pada hubungan antara body girth dan cara tertangkap sangat rendah dan juga hubungan antara fork length dan cara tertangkap sangat rendah dan hampir tidak memiliki hubungan.
Pengaruh Perbedaan Jenis Mata Pancing Terhadap Hasil Tangkapan Rawai di Perairan Sungai Raya Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Anuar Hidayat; Arthur Brown; Jonny Zain
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Rawai merupakan alat tangkap sederhana dengan konstruksi ukuran dan bentuk mata pancing serta berbagai jenis umpan buatan sebagai faktor utama keberhasilan pengoperasian alat tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan dari kedua jenis mata pancing yang digunakan pada alat tangkap rawai serta manfaatnya yaitu memberikan data dan informasi tentang efektivitas penggunaan mata pancing rawai di perairan Sungai Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dalam bentuk eksperimental, untuk mengetahui adanya perbedaan hasil tangkapan alat tangkap rawai pada 2 jenis mata pancing yang berbeda dalam jumlah berat (kg), maka digunakan analisis data dengan uji-t. Hasil Uji-T yang dilakukan terhadap data jumlah hasil tangkapan menurut jumlah individu (ekor) diperoleh Ttab 1,833 sedangkan nilai Thit 0,73, Maka Thit < Ttab, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, berarti tidak terdapat banyak perbedaan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing Tipe J dan Tipe O’shsugnessy. Uji-T terhadap hasil tangkapan menurut jumlah berat (kg) diperoleh Ttab 1,833 sedangkan nilai T hit 0,11, Maka Thit < Ttab, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, berarti tidak terdapat banyak perbedaan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing Tipe J dan Tipe O’shsugnessy.
Analisis Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Yoshua Satria Yudha Prawira; Polaris Nasution; Arthur Brown
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pelabuhan perikanan Carocok merupakan tempat bagi para nelayan untuk mendaratkan hasil tangkapannya setelah selesai melakukan kegiatan penangkapan. Salah satu hasil perikanan laut yang ada di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelabuhan dan Penyeberangan (UPTD) Carocok Tarusan adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi, tingkat pemanfaatan dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan untuk sumberdaya ikan cakalang di UPTD Carocok Tarusan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep hasil maksimum lestari (Maximum Sustainable Yield) atau MSY. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model produksi surplus yang cocok digunakan yaitu model Schaefer, nilai potensi tangkapan lestari adalah sebesar 120.014,8 kg dengan upaya penangkapan optimum (F-opt) sebanyak 122 trip/tahun. Nilai jumlah tangkapan yang diperbolehkan yaitu sebesar 96.011,86 kg. Hasil tangkapan ikan cakalang yang didaratkan di UPTD Carocok Tarusan secara keseluruhan berada dibawah nilai MSY. Nilai rata-rata tingkat pemanfaatan yang diperoleh sebesar 61.82%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan tingkat pemanfaatan ikan cakalang di UPTD Carocok Tarusan berstatus moderate yang berarti bahwa masih terbuka peluang besar untuk memanfaatkan kegiatan penangkapan ikan cakalang secara optimal.
Pengaruh Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Traps di Sungai Nilo Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Ayu Wulandari; Alit Hindri Yani; Arthur Brown
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Nilo, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau selama 10 hari penelitian pada tanggal 17-27 Januari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan bubu. Umpan yang digunakan adalah inti sawit dan daging buah kelapa yang mudah didapatkan di Desa Kesuma sehingga dapat digunakan sebagai umpan dalam pengoperasian bubu. Kedua jenis umpan tersebut digunakan untuk melihat keefektifan umpan yang diujikan terhadap hasil tangkapan bubu. Kedua jenis umpan tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pada daging buah kelapa (U1) diperoleh hasil 210 ekor dengan berat 1235,8 g, inti sawit (U2) sebanyak 279 ekor dengan berat 1636,5 g dan alat tangkap tanpa umpan (K) sebanyak 133 ekor dengan berat 711,8 g. Ikan Selais dan Baung merupakan tangkapan dominan dari dua jenis umpan yang digunakan. Umpan inti sawit merupakan umpan yang mendapatkan hasil tangkapan paling banyak. Analisis Varians menunjukkan bahwa semua umpan memiliki pengaruh terhadap hasil tangkapan. Kemudian dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan BNT, hasilnya menunjukkan bahwa umpan kelapa sawit memiliki pengaruh tertinggi terhadap hasil tangkapan dengan nilai rata-rata 46,5 sedangkan pengaruh terendah adalah bubu tanpa umpan dengan nilai 22,16.
Analisis Kebutuhan Perbekalan Melaut pada Kapal Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Sumatera Utara Yemima Hotmaida; Isnaniah Isnaniah; Arthur Brown
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.441-448

Abstract

Salah satu alat tangkap yang digunakan di pelabuhan perikanan nusantara Sibolga adalah alat tangkap Purse seine. Perikanan pukat cincin (Purse seine) merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan di perairan Sibolga. Selain dari alat tangkap proses pengisian perbekalan melaut adalah salah satu aktivitas penting di pelabuhan perikanan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas tersebut akan sangat menentukan dalam keberhasilan operasi penangkapan ikan oleh nelayan. Kebutuhan perbekalan melaut yang diperlukan oleh nelayan antara lain BBM, air tawar, pengisian es, kebutuhan logistik berupa bahan makanan dan lain-lain. Sehingga perlu mengidentifikasi jenis kebutuhan perbekalan melaut kapal Purse seine, menghitung jumlah aktual kebutuhan perbekalan, serta menentukan sistem penanganan perbekalan melaut pada kapal Purse seine. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Survei yang dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara. Hasil selama penelitian kebutuhan solar sebanyak 75.004 ton/tahun, air bersih sebanyak 112.908 ton/tahun, oli sebanyak 871.124 L/tahun dan perbekalan konsumsi sebanyak 1390 ton/trip. Saran dari penelitian ini yakni perlu pengoptimalan komponen jumlah perbekalan dan biaya pengadaan perbekalan melaut pada kapal Purse seine.
Composition of main and bycatch in the drift net gear at PPI Air Bangis Fitriani, Rada; Brown, Arthur; Nofrizal, Nofrizal
South East Asian Marine Sciences Journal Vol. 2 No. 2 (2025): March
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamas.2.2.47-54

Abstract

With 72.56 km of coastline, Air Bangis is one of the largest fish producers in West Pasaman. West Sumatra has a vast marine area with hundreds of islands running north to south. At PPI Air Bangis, drift gillnets are used in the Pangkalan and Pini areas. Pangkalan Island is about 7 miles away, and Pini Island is 60 miles away. The fishing grounds greatly influence the amount of catch, what variables affect the catch in different fishing grounds, and what types of catch are caught in different fishing grounds. The method used was direct interviews in the fishing waters to classify the types of species and count the number of species caught by the drift gillnet gear. Fishermen were also interviewed to determine the standard main and bycatch. These results were analyzed using descriptive statistical analysis and tabulated in tables and graphs. Overall, the number of species caught by drift gillnet gear. Site distance, vessel capacity, and water conditions greatly influenced the effectiveness of the fishing grounds. In 6 GT vessels, the highest main catch was 58%, and the highest bycatch was 42%. On 3 GT vessels, the highest main catch was 57%, and bycatch was 43%. To maximize fish catch, proper and planned selection of fishing sites is essential while considering external factors such as selectivity of fishing gear used and weather conditions. Thus, tools such as echosounder can greatly help fishermen locate where fish congregate
PERBANDINGAN NILAI TARGET STRENGTH IKAN GABUS (Channa striata) DAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) Risandes, Octa; Brown, Arthur; Isnaniah, Isnaniah
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.211-222

Abstract

Ikan lele memiliki bentuk tubuh yang lonjong dan ramping, dengan kepala yang relatif besar dan mulut yang lebar dengan kulit halus dan berwarna gelap, cenderung kehitaman atau kebiruan dengan bintik-bintik kecil berwarna putih. Ikan gabus memiliki sisik yang halus dan berwarna abu-abu kehijauan dengan bercak-bercak hitam kecil di bagian punggung dan sisi tubuhnya. Ikan gabus memiliki gelembung renang yang berkembang dengan baik namun ikan lele memiliki gelembung renang yang tidak berkembang. Penelitian bertujuan untuk mengukur nilai Target Strength (TS) ikan lele dan juga ikan gabus berdasarkan panjang dan bobotnya serta membandingkan nilai TS ikan gabus dan ikan lele berdasarkan gelembung renang yang dimiliki menggunakan splitbeam echosounder. Pengukuran dilakukan secara ex-situ pada atau pada watertank. Ikan diikat dengan tali monofilamen, jarak antara permukaan transducer dengan ikan ± 1 m. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai target strength rata-rata ikan lele yaitu -55,79 dB dan ikan gabus dengan nilai TS rata-rata yaitu -50,89 dB. Ikan gabus memiliki nilai TS yang lebih besar dikarenakan memiliki ukuran panjang dan bobot yang lebih besar. Ikan gabus juga memiliki organ gelembung renang, sedangkan ikan lele memiliki gelembung renang tetapi tidak berkembang dan memiliki panjang bobot yang lebih kecil.
CONDITIONS OF CAPTURE FISHERIES IN THE COASTAL AREA OF BATAM ISLAND KEPULAUAN RIAU PROVINCE Hendrayana, Angga Sucitra; Sari, T. Ersti Yulika; Malau, Albert Gamot; Brown, Arthur; Panggabean, Donwill; Nazzla, Rauzatul
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1375

Abstract

The coastal area of Batam Island have a fairly high potential for capture fisheries and contribute to the community's economy, especially in coastal areas. Capture fisheries businesses must pay attention to economic and ecological sustainability. The purpose of this study is to analyze the sustainability of the capture fisheries business on Batam Island based on bio-economic aspects in order to provide an overview of fisheries business management. The analysis was carried out descriptively through the Gordon-Schaefer model approach with the Gordon logistics growth function. The analysis was carried out on three management conditions, namely Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), and Open Access Equilibrium (OAE). The results of the study show that the optimal utilization of capture fisheries in the coastal area of Batam Island is around 7,823 units of fishing vessels every year. The production of catch in the Maximum Sustainable Yield condition is around 36,982 tons, in the the Maximum Economic Yield condition is around 36,977 tons, while in the Open Access Equilibrium condition is only around 1,646 tons.
Composition Analysis of Bubu Catches in the Napangga River, Tanjung Medan District, Rokan Hilir Regency Robby Septian; Isnaniah Isnaniah; Arthur Brown
Tropical Marine Enviromental Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.1.2.36-41

Abstract

This study aims to determine the types of main catches and bycatch and to identify the dominant types and sizes of fish caught. This research was conducted from January to February 2023 in the waters of the Napangga River, Tanjung Medan Village, Tanjung Medan District, Rokan Hilir Regency. The method used in this study was a survey method by directly observing the catch of bubu and then identifying the type of fish, the number of individuals, and the weight of the fish. The results showed that the main catches were two types of fish, namely Kissing gourami (Helostoma temminckii) totaling 30 individuals, and Ompok hypophthalmus totaling 24 individuals. Bycatch caught were 8 types of fish with a total of 47 individuals
Fishery Harbor Needs Analysis for Fishery Vessel Activities in Ocean Bungus Fishery, West Sumatra Province Azandy Bamesyah; Nofrizal Nofrizal; Arthur Brown
Tropical Marine Enviromental Sciences Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.2.1.8-11

Abstract

The size of the harbor pool will affect the number of ships that will dock. The purpose of this research is to determine the size of the port pool needs and determine the depth of the port pool needed for smooth activities at PPS Bungus. Data collection is done directly in the field to see the maximum number of ships anchored the port pool area (m2), the depth of the port pool (m), data on the width, length, and depth of the largest ship (m), the maximum tide in the port pool (m), and the squat or height of the oncoming ship (m). The results concluded that the existing harbor pool is no longer able to accommodate all ships that dock. The current harbor pool area is 40,000 m2 with 348 vessels, requiring a pool area of 458,762.06 m2. The current average harbor pool depth is 2.75 m, and it is safe for ships to anchor in the harbor pool
Co-Authors ', Isnaniah ', Nurkhaira ', Syarifuddin AA Sudharmawan, AA Adha, Ridho Adzandi, Facjri Restu Ahda Rahim Zirli Ahsanur Rizqi Ajeng Triyana Dewi Alan Budiardi Albert Gamot Malau Alhamidi Alhamidi Ali Basri Rangkuti Alit Hindri Yani Alman Aloisius Sirait Amiruddin Rambe Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andre Adrian Mauhid Angga Setia Manalu Angga Sucitra Hendrayana, Angga Sucitra Anisa Putri Anuar Hidayat Ari Harsandi, Ari Arief Setiawan Ayu Wulandari Ayu Wulandari Azandy Bamesyah Bima Guntara Bustari Bustari Bustari Bustari Damayanti, Helisha Dani, Rahma darwis darwis, darwis Dedi Setiadi Deviko, Cavita Dwi Lestari Dewi, Ajeng Triyana Dewi, Lita Juliani Dila Asfariani Donwill Panggabean Elbi Suprianto Emiati Emiati Emma Suri Yanti Siregar Ezra Jesica Simamora Fadhli, Rezky Fatmawati, Riska Faturrahman, M. Zikri Febriani, Wina Resti Feliz Nafidad Ginting Feri Kurniawan Fitri, Sri Afifah Fitriani, Rada Gian Nofrianda Ilyas Ginting, Feliz Guntara, Bima Gustiana Putri Hanny Andriani Harry Decosta Simbolon Harry Kurniawan Hasanah, Camelia Nurul Hasugian, Juniori Hulkman Hazman, Fazil Helmi Rezki Helmi Rizki Helmi Rizki Heni Pujiastuti Hidayat, Anuar Hidayat, Syahyan Fitra Hotmaida, Yemima I Ketut Suada Imanullah, Muhammad Zikri Indah Ayu Lestari Manulang Indra Sanjaya Purba Intan Wardika Putri Irwan Limbong Irwandy Syofyan Isnaniah &#039; Isnaniah - Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah, Isnaniah Isnaniah1, Isnaniah Isnina Mayang Syafitri Jefri granico Jonny Zain Kartika Rahma Kurniawan Kurniawan Luh Putu Ratna Sundari M. Zikri Faturrahman Mahyudin &#039; Mai Yunizariani Manalu, Angga Setia Marian Sakban Marnita J Situmorang Mega Lestari Meinaldi, Pani Miptahul akbar, Miptahul Muhammad Muammar Muhammad Muammar Muhammad Natsir Kholis Muhammad Reza Muhammad Zikri Imanullah Nabilah, Muhana Firza Nazzla, Rauzatul Nofri Yanto, Nofri Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Octavia, Vanny Putri Oka Mahendra Palti M Sormin Pani Meinaldi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Polaris Nasution Polaris Nasution Pranata, Depa Prawira, Yoshua Satria Yudha Pribadi, Tri Suci Pubra, Rina Ade Citra Purba, Delila Dwi Saputri Purba, Rina Ade Citra Purwaningsih Kaban, Purwaningsih Purwati Purwati putra, Guspa serawal Putri, Yolanda Aidina Rahim, Anni Rakesh Sukrillah Rama Agus Mulyadi Ramadhana, Muhammad Ramahan Tinggi Nasution, Ramahan Tinggi Renny Afri Artika Ridwan Anhar Siregar, Ridwan Anhar Ringgina Rahma Yeza Risandes, Octa Riyan Nando, Riyan Robby Septian Ronald .M Hutauruk Ronald Mangasi Ronald Mangasi Hutauruk Sakban, Marian Samuel Firmando Pakpahan Saputra, Rio Sarah Adriani R. S Sarma Uli Lubis SATRIYAS ILYAS Sembiring, Firma Surmana Sijabat, Ramayanda Kartini Silaban, Recyka Simamora, Valentine Vanda Simanjuntak, Jeremi Nichola Simanjuntak, Mega Sri Devi Siregar, Arfan Efendi Soleha, Siti Soraya Domitta Suherman &#039; Suheryanto Oktafianus Simanjorang Suprianto, Elbi Surya Arifin Syafura, Titi Syaifuddin Syaifuddin Syere Novia Giovanny Syofyan, Silfia T. Ersti Yulika Sari Tamara, Rani Tanjung, Yenni O. Tarigan, Isdayani Tarmizi &#039; Titi Syafura Twenty M Sinaga Ukhwatul, Vify Usman &#039; Usman Usman Wandini, Ganda Ayu Wardana, Wildan Eka Wemphy Hernando Wemphy Hernando, Wemphy Widya Angel Bancin Wiladri, Putri William Disraeli Sinaga Wita, Wirvina Yani, Alit Yaumil Atia Yemima Hotmaida Yolanda Aidina Putri Yoshua Satria Yudha Prawira Yosua Rivaldo Lumbantoruan Yuli Yanti Siregar Yurnida Yurnida Zulkifli &#039;