Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DI DENPASAR UNTUK MELAKUKAN PAP SMEAR/IVA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS TAHUN 2017 Gusti Ayu Ikha Adyastuty Sanatha; Ni Wayan Septarini; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.769 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks menempati urutan kedua di dunia setelah kanker payudara. Pada tahun 2016, kasus baru kanker serviks terbanyak di Bali ditemukan di Kota Denpasar sebanyak 834 kasus dan meninggal sebanyak 12 orang. Wanita Pekerja Seks berisiko untuk menderita kanker serviks karena sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual pada usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat Wanita Pekerja Seks (WPS) di Denpasar untuk melakukan Pap Smear/IVA sebagai upaya pencegahan kanker serviks tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 wanita pekerja seks langsung dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar wanita pekerja seks langsung di Kota Denpasar berumur < 35 tahun (74,4%), berpendidikan rendah (92,7%), dan berasal dari luar Bali (98,8%). Faktor pendorong wanita pekerja seks langsung untuk melakukan Pap Smear/IVA adalah faktor biaya Pap Smear terjangkau (64,6%) dan biaya IVA terjangkau (100%), serta akses ke fasilitas kesehatan dekat (68,3%). Faktor penghambat untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear/IVA adalah pengetahuan kurang (79,3%), bersikap negatif (81,7%), tidak pernah mendapat sumber informasi (72%), fasilitas dan sarana kesehatan tidak tersedia (76,8%), tidak mendapat dukungan teman (85,4%) dan petugas kesehatan (73,2%). Penyebaran informasi tentang pencegahan kanker serviks yang lebih intensif dengan meningkatkan peran serta tenaga kesehatan diharapkan mampu menurunkan kejadian kanker serviks dan meningkatkan kemauan Wanita Pekerja Seks untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear/IVA. Kata Kunci: Faktor Pendorong, Faktor Penghambat, Wanita Pekerja Seks, Pap Smear, IVA ABSTRACT Cervical cancer is second in the world after breast cancer. In 2016, the most new cases of cervical cancer in Bali were found in Denpasar City with 834 cases and 12 people died. Female Sex Workers who are at risk for cervical cancer due to frequent changing of sex partners and having sex at an early age. The purpose of this study was to know the factors driving and inhibiting female sex workers (WPS) in Denpasar to conduct Pap Smear / IVA as an effort to prevent cervical cancer in 2017. This research is a descriptive study using cross-sectional methods. The number of samples in this study were 82 direct female sex workers using the quota sampling technique. Data collection was performed using a questionnaire and data were analyzed univariately and bivariately. From the results of the study it was found that most direct sex workers in the City of Denpasar were <35 years (74.4%), had low education (92.7%), and came from outside Bali (98.8%). The driving factors for direct female sex workers to have Pap Smear / IVA are the affordable Pap Smear cost (64.6%) and the affordable IVA cost (100%), as well as access to close health facilities (68.3%). The inhibiting factors for Pap Smear / IVA test are lack of knowledge (79.3%), negative thinking (81.7%), never getting information sources (72%), health facilities and facilities not available (76.8%), did not have the support of friends (85.4%) and health workers (73.2%). Dissemination of information about increasing cervical cancer more intensively by increasing the role and improvement of health related to increased cervical cancer and increasing the willingness of Female Sex Workers to do Pap Smear / IVA. Keywords: Encourage Factors, Inhibiting Factors, Female Sex Workers, Pap Smear, IVA
STRATEGI PUSKESMAS TABANAN I DALAM PELAKSANAAN POSYANDU BALITA SEBAGAI UPAYA PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Dewa Ayu Bintang Pradnya Dewi; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i01.p01

Abstract

Toddlers are vulnerable groups infected with COVID-19. Monitoring the nutritional status of toddlers through Posyandu Balita is very important to ensure the growth and development of toddlers is not disturbed. During the COVID-19 pandemic, monitoring the nutritional status of toddlers did not run optimally. This study aims to find out the strategy of Puskesmas Tabanan I in the implementation of Posyandu Balita as an effort to monitor the nutritional status of toddlers during the COVID-19 pandemic. The research design used is qualitative descriptive research. The research informant consisted of Tabanan I Puskesmas Officer, Village Midwife, Posyandu Cadre, Village Head and Toddler Mother. Data collection techniques with in-depth interviews and observations. This research was conducted during April to May 2021. Data analysis uses thematic analysis and data validation strategies using source triangulation, method triangulation and peer debriefing. The results showed that strategy of implementing Posyandu Balita was conducted with a home visit to monitor the growth of toddlers. Online media as a tools to dissemination of information about health of toddlers and the implementation of health protocols. Training to improve skills is needed in the development of the implementation strategy of Posyandu Balita during the COVID-19 pandemic. Keywords: Toodlers Posyandu, COVID-19, monitoring the nutritional status of toodlers, implementation strategies, Community Health Center
DETERMINAN PERILAKU SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS KUTA UTARA TAHUN 2017 Ketut Sri Astuti; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.993 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p07

Abstract

ABSTRAKPuskesmas Kuta Utara merupakan salah satu puskesmas perkotaan di Kabupaten Badung yang memiliki proporsi tertinggi (18,8%) wanita usia subur positif tumor atau benjolan pada payudara. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) pada wanita usia subur masih rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan perilaku SADARI pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Kuta Utara. Penelitian analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 62 sampel wanita usia subur melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (54,8%) wanita usia subur melakukan perilaku SADARI dengan baik. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa pendidikan (RP= 2,563; p=0,003; 95%CI: 1,174-5,594), tingkat pengetahuan (RP=2,143; p=0,003; 95%CI: 1,208-3,801), dan dukungan sosial (RP= 1,812; p=0,033; 95%CI: 1,266-2,594) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku SADARI pada wanita usia subur. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI adalah tingkat pengetahuan (AOR=6,107; p=0,003; 95%CI: 1,879-19,851) dan dukungan sosial (AOR=11,807; p=0,033; 95%CI: 1,216-114,683). Simpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan dukungan sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemberian komunikasi, informasi, edukasi (KIE) dan dukungan peer group, khususnya bagi kelompok wanita usia subur yang memiliki perilaku SADARI yang masih rendah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian ini dengan menggunakan berbagai variabel yang belum diteliti.Kata kunci: SADARI, Wanita Usia Subur, Kualitatif ABSTRACTKuta Utara Health Center is one of the health centers in urban areas of Badung Regency that has the highest proportion (18,8%) of women of childbearing age who have positive breast tumors or lumps. The results of a preliminary study showed that the behavior of Breast Self-Examination (BSE) in women of childbearing age is still poor. The purpose of this study was to determine the determinants of BSE behavior in women of childbearing age in the North Kuta Health Center area. This analytic study used a cross sectional approach which was conducted on 62 samples of women of childbearing age through interviews using a questionnaire. Data was analysed using univariate, bivariate (chi-square test) and multivariate (logistic regression) analysis. The results showed that the majority (54,8%) of women of childbearing age performed BSE behavior well. Chi-square test results showed that education (PR = 2,563; p = 0,003; 95% CI: 1,174-5,594), level of knowledge (PR = 2,143; p = 0,003; 95% CI: 1,208-3,801), and social support (PR = 1,812; p = 0,033; 95% CI: 1,266-2,594) have a significant relationship with BSE behavior in women of childbearing age. Results of multivariate analysis showed that level of knowledge (AOR = 6,107; p = 0,003; 95% CI: 1,879-19,851) and social support (AOR = 11,807; p = 0,033; 95% CI: 1,216- 114,683) were the determinants of BSE behavior. The conclusion of this research is level of knowledge and social support are factors that influence BSE behavior. Health workers are expected to improve the provision of information, education and communication (IEC) and also peer groups support, especially for groups of women of childbearing age who have poor BSE behavior. Further researcher is expected to deepen this research by using various variables that have not been studied.Keywords: BSE, Women of childbearing age, Qualitative
FENOMENA KEMATIAN BAYI DI DUSUN MUNTIGUNUNG, KARANGASEM, BALI, 2013 Yuli Kurniati; Wayan Septarini; Sri Nopiyani; Artawan Eka Putra; Lila Wulandari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 2 (2013): Desember (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2792.799 KB)

Abstract

The target to decrease Infant Mortality Rate (IMR) is one of the goals of the Millennium Development Goals (MDG`s) in 2015. Muntigunung`s village has a relatively high infant mortality rate (29.4 / 1,000 live births) compared by the infant mortality rate of Bali Province (8.19/1,000 live births). The area also have geographical conditions and different socio-cultural community with the surrounding area in Bali, so a more specific approach is required in handling the problems in the area. A qualitative study is needed to explore the factors underlying these conditions. The purpose of this study is to examine the behavior of mothers in Cangkeng Hamlet, Muntigunung in prenatal care practice, childbirth and puerperium. This study used the Rapid Assessment Procedure approach. The qualitative method was used in this study by interviewing 24 women participants and 10 man pasticipants. Participants were selected using purposive technique. The information gathered was analyzed using thematic analysis, and used triangulation of resources and method. The results of this study indicate that prenatal care, childbirth process and post-partum care in Cangkeng is still far from clean and safe criteria. Low education levels, lack of knowledge, negative attitudes towards health care, supernatural perception in the healthy concept of illness, difficult access, mother in-laws influence and lack of husband's role to be underlying conditions of infant morbidity and mortality in this region. This study suggests the existence of a partnership between goverment, NGOs or academic institutions in an effort to closer access to the health services such as forming “Posyandu” in this group;  increase knowledge about reproductive health (prenatal care, early sign of pregnancy, clean and save delivery, and infant care)  for  mother and husband.
PERILAKU BEROLAHRAGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI PANCORAN MAS, DEPOK, JAWA BARAT Yuli Kurniati; Giri Inayah; Karina Samaria
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 2 (2012): Desember (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.018 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i02.p07

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang dapat dicegah. Prevalensinya saatini semakin meningkat, begitu juga di wilayah RW 8 Pancoran Mas, Depok. Kasus hipertensipada wanita meningkat setiap bulannya dan mulai banyak terjadi pada usia produktif. Prevalenhipertensi di Kota Depok sebesar 22,6%. Salah satu upaya untuk mencegah hipertensi yaituolahraga, yang selama ini sudah dilakukan pada usia lanjut oleh Posbindu, namun kasushipertensinya terus meningkat. Sebuah studi kualitatif diperlukan untuk mengetahui faktor apayang mendasari kondisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalamperilaku berolahraga pada wanita dalam mencegah hipertensi. Penelitian ini menggunakanpendekatan Rapid Assesment Procedure.Hasil studi mendapatkan bahwa hanya sedikit informan yang melakukan olahraga dalammencegah hipertensi. Pengetahuan yang kurang; kurangnya informasi, sarana prasarana dansedikitnya dukungan dari keluarga, tetangga dan petugas kesehatan merupakan faktor yangberkaitan dengan rendahnya perilaku berolahraga di daerah ini. Olahraga belum menjadi budayadi wilayah ini.Penelitian ini menyarankan adanya peningkatan pengetahuan, informasi, fasilitas dan dukungansosial untuk meningkatkan perilaku berolahraga.
DETERMINAN PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI DI DESA KUTAMPI KALER TAHUN 2019 Putu Candra Semara Putri; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.451 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak menunjukkan pentingnya sebuah tindakan pencegahan berupa pemberian pendidikan seks sejak usia dini yang bertujuan untuk mengurangi resiko anak mengalami tindakan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini di desa Kutampi Kaler tahun 2019. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 di lingkungan desa Kutampi Kaler dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki anak usia dini berumur 3-5 tahun di lingkungan desa Kutampi Kaler yang berjumlah 73 responden. Data yang diperoleh merupakan data primer yang didapat dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini dengan pengetahuan, persepsi dan tingkat pendidikan. Tidak ada hubungan antara perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini dengan sosial ekonomi, Paparan sumber informasi dan pengalaman pendidikan seks ibu. Kata kunci : pendidikan seks, peran ibu, anak usia dini
AKSEPTABILITAS, UTILISASI DAN ADOPSI UPAYA PENANGGULANGAN HIV MELALUI KADER DESA PEDULI AIDS DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT DI KOTA DENPASAR Ni Made Sri Nopiyani; Desak Putu Yuli Kurniati; Putu Ayu Indrayathi; Rina Listryowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 2 (2013): Desember (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.501 KB)

Abstract

Village AIDS Cadres (KDPA) Program has been conducted in Denpasar district since 2010. Despite the importance of community participation for a successful community based program, no research has been conducted to explore community perception regarding KDPA program.This research is aimed to explore community perceptions regarding acceptability, utilization, and adoption of the KDPA program from community perspective.The design used in this research is descriptive with qualitative data collection method through six focus group discussions in six villages in Denpasar. Data was analysed using thematic analysis.KDPA is well-accepted as it is perceived as an important issue to be tackled in the community. However, many opinions arise concerning who should be given the role "cadre". Lack of program introduction to the community, also high stigma and discrimination resulted in low utilization of the program. Villages with active KDPA have conducted a variety of HIV-related activities rarely carried out by the less active villages. There is Lack of community participation on HIV-related activities. Inequity of access to HIV information exists between adults and teenagers, between men and women, and between the member of traditional and non-traditional hamlets. Program adoption is hampered by the lack of commitment of village authorities and limited resources of KDPA program.The utilization and adoption of KDPA program are sub-optimal. Introduction of KDPA program to the community and provision of program resources should be improved.
PERILAKU PENYALAHGUNAAN SUBOXONE PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA SUNTIK DI WILAYAH KOTA DENPASAR DAN BADUNG Ni Nengah Wida Yasmari; Luh Putu Lila Wulandari; Desak Putu Yuli Kurniati; I Nyoman Gunarta; Ni Wayan Septarini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 2 (2016): Desember (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.406 KB)

Abstract

Penyediaan suboxone adalah salah satu upaya untuk mengobati dan mencegah dampak bahaya dari narkoba suntik di kalangan penasun,  dan juga mengurangi ketergantungan mereka pada obat-obatan. Namun, menurut data dasar dan observasi awal, ada indikasi bahwa suboxone  juga disalahgunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyalahgunaan suboxone kalangan penasun dan mengidentifikasi faktor penentunya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mewawancarai 11 penasun di Denpasar dan Badung. Peserta dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Panduan wawancara digunakan selama wawancara. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta memiliki pengetahuan sedang terkait suboxone. Ada beberapa yang bersikap positif terhadap suboxone di mana peserta menganggap bahwa suboxone efektif dalam mengurangi ketergantungan obat, terutama bila digunakan dengan benar. Sikap mereka positif  terhadap suboxone, namun bertentangan dengan perilaku mereka. Suboxone disalahgunakan dengan menyuntikkan, dan kadang-kadang digabungkan dengan obat lain. Faktor-faktor penentu penyalahgunaan suboxone,  adalah kurangnya kontrol dari penyedia layanan kesehatan dan regulasi yang kurang  pada peresepan suboxon, keamanan dan legalitas, pendekatan ekonomi, dorongan individu, kurangnya akses informasi yang akurat, dan juga konteks sosial dan lingkungan. Dukungan dan program pemberdayaan bagi penasun sangat penting  untuk mengganti keinginan mereka menyuntikkan suboxone selama terapi. Penguatan pemantauan intensif untuk mengendalikan penyalahgunaan suboxone, dengan mengkombinasikan dukungan dari pihak lain termasuk keluarga juga penting untuk keberhasilan pelaksanaan terapi suboxone.
PERSEPSI PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PROGLAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS I DENPASAR BARAT DAN PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR Putu Inok Puspaeni; Desak Putu Yuli Kurniati; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.855 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Pada era Jaminan Kesehatan Nasional salah satu upaya yang dilaksanakan untuk menanggulangi penyakit kronis adalah Prolanis. Puskesmas se-Kota Denpasar telah melaksanakan program prolanis tetapi terdapat perbedaan rasio kunjungan peserta prolanis tertinggi dan terendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi peserta BPJS Kesehatan terhadap program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas I Denpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan purposive sampling menggunakan metode wawancara mendalam dan focus group discusion. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Timur dari bulan Mei-Juni 2017. Informan penelitian berjumlah sembilan belas orang yang terdiri dari kepala puskesmas, pemegang program prolanis dan peserta BPJS Kesehatan yang tergabung dalam kelompok prolanis. Hasil penelitian menunjukkan peserta prolanis di Puskesmas I Denpasar Barat merasa rentan terkena penyakit diabetes/ hipertensi dan dampak penyakit tersebut menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada peserta karena efek keseriusan penyakit sudah dilihat/ dirasakan. Besarnya manfaat yang dirasakan mampu menutupi hambatan yang dialami, selain itu dukungan teman dan rasa kekeluargaan meningkatkan partisipasi peserta prolanis. Maka dari itu puskesmas yang rasio kunjungan prolanis rendah perlu mengundang keluarga yang menderita diabetes/ hipertensi untuk memberikan testimoni. Kata Kunci : Prolanis, Persepsi, Puskesmas ABSTRACT In the era of National Health Insurance, one of the efforts undertaken to tackle chronic illness is Prolanis. Health centers throughout Denpasar have implemented prolanis programs but there are differences in the ratio of visits of the highest and lowest prolanis participants. The purpose of this study was to determine the description of BPJS Health participants' perceptions of chronic disease management programs in Puskesmas I Denpasar Barat and Puskesmas II Denpasar Timur. This research is a qualitative descriptive study with purposive sampling using in-depth interviews and focus group discussion methods. The research was conducted at the Health Center I of West Denpasar and Health Center II of East Denpasar from May-June 2017. The informants of the study consisted of nineteen people consisting of the head of the puskesmas, the prolanist program holder and BPJS Health participants who were members of the prolanist group. The results showed prolanis participants in Puskesmas I Denpasar Barat felt vulnerable to diabetes / hypertension and the impact of the disease caused fear and anxiety in participants because the seriousness of the disease had been seen / felt. The amount of benefits felt is able to cover the obstacles experienced, in addition to the support of friends and a sense of family to increase participation of prolanist participants. Therefore a puskesmas with a low prolanis visit ratio needs to invite families suffering from diabetes / hypertension to provide testimonials. Keywords: Prolanis, Perception, Puskesmas
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TOKSOPLASMOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLAHBATUH I TAHUN 2017 Ni Made Oka Anggreni; Desak Putu Yulita Kurniati; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.776 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Seroprevalensi toksoplasmosis pada wanita di Bali tahun 2013 sebesar 63,9% dan seroprevalensi tertinggi wanita terinfeksi T. gondii berada di Kabupaten Gianyar sebesar 82,5%. Pada tahun 2016 Puskesmas Blahbatuh I memiliki kasus abortus yang paling tinggi di antara 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gianyar yaitu sekitar 15,58%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku pencegahan toksoplasmosis di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Sampel 75 ibu hamil yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,0% responden memiliki perilaku pencegahan kurang, 52,0% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 37,3% responden memiliki sikap kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=2,167, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=8,34. Jadi, di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I dari 75 ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang, sikap kurang, dan perilaku pencegahan kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dan terdapat hubungan yang siginfikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan. Oleh karena itu Puskesmas Blahbatuh I harus meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis dengan cara memberikan KIE pada saat pemeriksaan antenatal agar ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan baik. Kata kunci: Kehamilan, Toksoplasmosis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Toxoplasmosis seroprevalence of women in Bali in 2013 was 63.9% and the highest seroprevalence of women infected with T. gondii was in Gianyar Regency by 82.5%. In 2016 Blahbatuh I Public Health Center had the highest abortion cases among 13 Community Health Centers in Gianyar Regency, which was around 15.58%. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and attitudes of pregnant women to the prevention of toxoplasmosis in the work area of ??Blahbatuh I Public Health Center in 2017. The type of research used was cross sectional analytic. Sample 75 pregnant women selected with probability sampling technique. Data collection includes knowledge, attitudes, and preventative behavior using a questionnaire and analyzed using a computer program. The results showed that as many as 20.0% of respondents had less preventive behavior, 52.0% of respondents had less knowledge, and 37.3% of respondents had less attitude. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior with a PR value = 2.167, and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior with a PR value of 8.34. So, in the working area of ??Blahbatuh I Public Health Center out of 75 pregnant women have less knowledge, less attitudes, and less preventive behavior. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior. Therefore Puskesmas Blahbatuh I must improve the knowledge and attitudes of pregnant women about toxoplasmosis by providing IEC during antenatal examinations so that pregnant women can take preventative measures properly. Keywords: Pregnancy, Toxoplasmosis, Knowledge, Attitude, Preventive Behavior
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.I.Y.D. Putra Ali Khomsan Baiq Rizka Herliana Benny Tjahjono C.I.D.Y. Dewi DA Mirah Ardrini Desak Nyoman Ari Susanti Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi Aprelia Meriyani Dewi, Ni Made Ayu Kemala Dinar Lubis Dyah Pradnyaparmita Duarsa Faisal Anwar Giri Inayah Gusti Ayu Ikha Adyastuty Sanatha Gusti Ngurah Ade Sorolawe Hadi Riyadi Herliana, Baiq Rizka I Dewa Ayu Bintang Pradnya Dewi I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi I Ketut Resika Arthana I Made Ady Wirawan I Made Ardwi Pradnyana I Made Kerta Duana I Made Subrata I MADE SUTARGA I Nyoman Gunarta I Wayan Gede Artawan Eka Putra I.A.D. Wiryanthini I.W.G.A.E. Putra Ifa Nurhasanah Ifa Nurhasanah Kadek Adi Wibawa Karina Samaria Ketut Sri Astuti Komang Ayu Kartika Sari Komang Srititin Agustina Krismayanthi, I Gusti Ayu Agung Putri Kumalasari, Heni Kurniasih Widayati Laszlo Robert Koloszvari Luh Erlanggita Narta Santi Luh Pitriyanti Luh Pitriyanti Luh Putu Lila Wulandari Luh Putu Sinthya Ulandari Luh Putu Widiastri Luh Wayan Ayu Rahaswanti Made Pasek Kardiwinata Meriyani, Dewi Aprelia Monika Sri Yuliarti Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Ni Ketut Sutiari Ni Komang Ekawati Ni Luh Made Rare Ayu Sawitri Ni Luh Putu Suariyani Ni Luh Yukti Trisnalanjani Ni Made Ayu Kemala Dewi Ni Made Kadek Artini Ni Made Oka Anggreni Ni Made Putri Meiliawati Ni Made Rahayu Pradnyasari Ni Made Sri Nopiyani Ni Nengah Wida Yasmari Ni Nyoman Ayuk Widiani Ni Nyoman Feby Wulandari Ni Nyoman Sukarti Ni Nyoman Widiari Ni Putu Chandra Parama Jyoti Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ni Wayan Septarini Ni Wayan Sutarmi Nyoman Sri Ariantini Nyoman Sri Ariantini P.K.P. Wirtarandita P.P.T. Saraswati Pande Putu Januraga Putu Ayu Indrayathi Putu Candra Semara Putri Putu Erma Pradnyani Putu Ika Anggaraeni Putu Inok Puspaeni Putu Lestari Sudirman Putu Ratna Kusumadewi Giri Putu Suarniti Noviantari Rina Listryowati Rini Winangsih Rini Winangsih, Rini Sari, Komang Ayu Kartika Shuka Oyagi Steffano Aditya Handoko Susi Widjajani T.B.A.A. Prawira Widayati, Kurniasih Widiani, Ni Nyoman Ayuk widya astuti Widya Astuti