Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2022-2024 Utami, Widya Ayu; Ramdhansyah, Ramdhansyah
Jurnal Akuntansi AKTIVA Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A higher level of trust and capital market competitiveness is often associated with highly valued companies. An important indicator that reflects how investors feel about a business's current and future prospects is its company value. This study aims to analyze manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2022 to 2024 with a focus on their sales growth, leverage, and liquidity to evaluate their firm worth. Based on secondary data culled from financial records, the study employs a quantitative technique and employs purposive sampling to choose its sample. Several methods for analyzing the data were used, including descriptive statistics, conventional assumption tests, and SPSS version 26 multiple linear regression analysis. The results demonstrate that the value of a company is greatly affected simultaneously by sales growth, leverage, and liquidity. Firm value is positively and significantly affected by liquidity and leverage, but not by sales growth. Accordingly, investors consider a company's financial health with sales growth as a measure of its business value.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMKS PAB 2 HELVETIA Maria Finsensia Sihaloho; Rini Herliani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11408

Abstract

This study was motivated by the low motivation and accounting learning outcomes of eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia, as indicated by limited participation in classroom activities, low learning enthusiasm, and the inability of many students to achieve the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). The study aimed to improve students’ motivation and accounting learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the Kahoot application. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving 17 eleventh-grade accounting students as research subjects. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The findings revealed that the implementation of the PBL model assisted by Kahoot significantly improved students’ learning motivation. In the first cycle, 10 students (58.8%) demonstrated good learning motivation, which increased to 14 students (82.4%) in the second cycle. This improvement was reflected in greater participation in discussions, increased confidence in asking questions, and higher enthusiasm during learning activities. Learning outcomes also improved substantially, with the percentage of students achieving mastery increasing from 29.4% (5 students) in the pre-test to 64.7% (11 students) in the first cycle and 88.2% (15 students) in the second cycle. Therefore, the Problem Based Learning model assisted by Kahoot proved effective in enhancing both learning motivation and accounting learning outcomes among eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar akuntansi peserta didik kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan dalam pembelajaran, kurangnya semangat belajar, serta belum tercapainya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Kahoot. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 17 peserta didik kelas XI Akuntansi sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Kahoot mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 10 siswa (58,8%) menunjukkan motivasi belajar yang baik, kemudian meningkat menjadi 14 siswa (82,4%) pada siklus II. Peningkatan motivasi ditandai dengan bertambahnya keaktifan dalam diskusi, keberanian bertanya, dan antusiasme selama pembelajaran. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, dari 5 siswa (29,4%) yang tuntas pada pre-test menjadi 11 siswa (64,7%) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 15 siswa (88,2%) pada siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE DENGAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKL DI SMKS PAB 2 HELVETIA Rini Natalina Sitanggang; Choms Gary Ganda Tua Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11857

Abstract

The problem underlying this study was the low learning achievement of students in the Financial Accounting and Institutions subject in Class XI AKL at SMKS PAB 2 Helvetia. This research aimed to determine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method. The study was conducted at SMKS PAB 2 Helvetia during the 2025/2026 academic year, involving all 17 students of Class XI AKL as the research subjects. The method employed was Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, learning achievement tests, and documentation, while data analysis was conducted quantitatively based on the percentage of students' learning mastery. The results indicated a continuous improvement in students' learning outcomes across each cycle. In the preliminary stage (pre-test), 7 students (41.2%) achieved learning mastery, with an average score of 66.5. After the implementation of the action in Cycle I, the number of students achieving mastery increased to 11 students (64.7%), with an average score of 76.5. In Cycle II, learning mastery further improved to 16 students (94.1%), with an average score of 84.7. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method was effective in improving the learning outcomes of Class XI AKL students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Permasalahan yang mendasari dilaksanakannya penelitian ini berkaitan dengan rendahnya capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan dan Lembaga di kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle yang dipadukan dengan metode Peer Teaching. Penelitian dilaksanakan di SMKS PAB 2 Helvetia pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI AKL yang berjumlah 17 orang sebagai subjek penelitian. Adapun metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, tes hasil belajar, serta dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap pelaksanaan siklus. Pada tahap awal (pre-test), tercatat 7 siswa atau 41,2% yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 66,5. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang dinyatakan tuntas meningkat menjadi 11 orang atau 64,7% dengan rata-rata nilai 76,5. Pada siklus II, ketuntasan belajar kembali meningkat menjadi 16 siswa atau 94,1% dengan rata-rata nilai 84,7. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle yang dikombinasikan dengan metode Peer Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PENGALAMAN PEMBELAJARAN MICROTEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nia Syahfitri; Ramdhansyah Ramdhansyah; Jufri Darma; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12216

Abstract

Teaching readiness is a fundamental competency that education students must possess before entering the school environment. Field conditions indicate that some Accounting Education students at Universitas Negeri Medan still face challenges in conducting optimal instruction, reflected in unstable self-confidence and classroom management skills that still require improvement. This study aimed to examine the effect of self-efficacy and microteaching learning experience on students' teaching readiness. A quantitative approach with an ex post facto design was employed. The population and sample comprised all 2022-cohort Accounting Education students who had completed the microteaching course, totaling 60 individuals, determined through total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and microteaching learning experience simultaneously had a significant effect on teaching readiness, with an F value of 31.579 (sig. < 0.001) and a model contribution of 50.9%. Partially, self-efficacy had a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.527, while microteaching experience also had a positive and significant effect with a coefficient of 0.258. These findings indicate the need to strengthen microteaching programs and develop strategies to enhance students' self-efficacy as prospective professional educators. ABSTRAK Kesiapan mengajar merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki mahasiswa kependidikan sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, tampak dari rasa percaya diri yang belum stabil serta kemampuan pengelolaan kelas yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh efikasi diri dan pengalaman pembelajaran microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2022 yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching, berjumlah 60 orang, ditetapkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri bersama pengalaman pembelajaran microteaching secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mengajar, dengan nilai F sebesar 31,579 (sig. < 0,001) dan kontribusi model sebesar 50,9%. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,527, sementara pengalaman microteaching juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,258. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan program microteaching serta strategi peningkatan efikasi diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
Islamic Accountability Measurement Model: A Demand in Islamic Boarding Schools (Pesantren) Ramdhansyah, Ramdhansyah; Siregar, Tapi Rumondang Sari; Sriwedari, Tuti; Setiana, Esa
EDUKASIA Vol 21, No 1 (2026): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v21i1.34031

Abstract

This study aims to develop a framework for measuring accountability in Islamic boarding schools (pesantren), adapted from the Islamic accountability measurement instruments used in Islamic financial institutions. This research is crucial in addressing the need to develop Islamic-based accountability measurement instruments applicable to Islamic boarding schools. Data in this study were obtained through questionnaires distributed to parents of students enrolled in Islamic boarding schools in Deli Serdang Regency, who participated as respondents. The analysis involved content validity testing, exploratory factor analysis, and internal reliability assessment to evaluate the proposed construct. The findings identified seven dimensions that may serve as indicators of Islamic accountability, namely amar ma’ruf nahi munkar (commanding good and preventing wrong doing), maslahat ummat (public benefit of the ummah), ‘adala (justice), ihsan (benevolence), amanah (trustworthiness), ikhlas (sincerity), and rahmah (compassion). This research highlights that accountability in Islam is not limited to administrative or procedural duties, but represents a multidimensional framework shaped by ethical, spiritual, and social principles.
PENGARUH PENGELOLAAN WAKTU BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA AKUNTANSI SMK Yolanda Pratiwi; Ramdhansyah Ramdhansyah; Dede Ruslan; Andri Zainal; Ulfa Nurhayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13053

Abstract

The low completion of students' basic competency scores, indicated by draft data that 54.4 percent of students have not reached the minimum completion criteria, is the background to this research activity. These operational problems trigger inefficiencies in mastering financial reporting concepts and limited cognitive retention of students in deepening advanced accounting material. The main focus of this scientific study is to analyze the influence of study time management and learning independence partially or simultaneously on Basic Accounting learning outcomes. The steps of the quantitative approach with the ex post facto method are operated using a standardized Likert scale questionnaire and a documentation study of mid-term exam scores. Sampling is carried out using a total sampling technique involving the entire active population of 68 tenth grade students at SMK Negeri 1 Patumbak. The actual data processing procedure is executed through multiple linear regression analysis modeling using statistical software. The research findings empirically prove a positive functional contribution that is unidirectional and significant through the formation of the estimation formula Y = 20.202 + 0.834X1 + 0.804X2. The main conclusion confirms that strengthening self-study schedule management and minimizing instructional dependency has proven highly effective in boosting student academic achievement. Vocational education practitioners are recommended to consistently draft self-regulation guidance programs. ABSTRAK Rendahnya ketuntasan nilai kompetensi dasar siswa yang ditunjukkan oleh data draf bahwa sebanyak 54,4 persen siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu inefisiensi penguasaan konsep pelaporan keuangan serta keterbatasan retensi kognitif siswa dalam mendalami materi akuntansi lanjutan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis pengaruh pengelolaan waktu belajar dan kemandirian belajar secara parsial maupun simultan terhadap hasil belajar Akuntansi Dasar. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto ini dioperasikan menggunakan kuesioner skala Likert terstandardisasi serta studi dokumentasi nilai ujian tengah semester. Penarikan sampel dijalankan menggunakan teknik total sampling yang melibatkan seluruh populasi aktif sejumlah 68 siswa kelas sepuluh di SMK Negeri 1 Patumbak. Prosedur pengolahan data aktual dieksekusi melalui permodelan analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik. Temuan penelitian secara empiris membuktikan kontribusi positif fungsional yang searah dan signifikan lewat bentukan rumus estimasi Y = 20,202 + 0,834X1 + 0,804X2. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan tata kelola jadwal belajar mandiri serta minimalisasi ketergantungan instruksional terbukti sangat andal mendongkrak capaian prestasi akademik siswa. Praktisi pendidikan kejuruan direkomendasikan menyusun draf program bimbingan regulasi diri secara konsisten.    
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI MYOB DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 7 MEDAN Arif Immanuel Anakampun; Sondang Aida Silalahi; Ramdhansyah Ramdhansyah; Andri Zainal; Ulfa Nurhayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13054

Abstract

The low absorption rate of vocational education graduates into the workforce and the mismatch between competencies and industry needs in the modern era are the background to this research activity. These operational issues trigger career anxiety and mental unpreparedness among young graduates to compete in the digital job market. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the influence of the use of the Mind Your Own Business (MYOB) application and digital literacy partially on the work readiness of eleventh-grade accounting students at SMK Negeri 7 Medan. The steps of the quantitative approach with the ex post facto method are operated using a standardized Likert scale questionnaire. Sampling was carried out using a proportional random sampling technique involving 136 students from a total population of 207 people. The actual data processing procedure was executed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS 4 software. Quantitative data empirically revealed a significant positive influence on MYOB mastery with a path coefficient value of 0.804 and a p-value of 0.000, as well as digital literacy with a path coefficient value of 0.472 and a p-value of 0.000. The main conclusion confirms that the integration of accounting software skills and digital skills has proven to be very reliable in boosting students' instructional competitiveness in a sustainable manner. ABSTRAK Rendahnya tingkat penyerapan lulusan pendidikan vokasi ke dunia kerja serta adanya ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri pada era modern melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya kecemasan karier dan ketidaksiapan mental bagi para lulusan muda untuk bersaing di pasar kerja digital. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh penggunaan aplikasi Mind Your Own Business (MYOB) dan literasi digital secara parsial terhadap kesiapan kerja siswa kelas sebelas akuntansi di SMK Negeri 7 Medan. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto ini dioperasikan menggunakan kuesioner skala Likert terstandardisasi. Penarikan sampel dijalankan via teknik proportional random sampling yang melibatkan 136 siswa dari total populasi sebanyak 207 orang. Prosedur pengolahan data aktual dieksekusi menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Data kuantitatif secara empiris menyingkap pengaruh positif signifikan pada penguasaan MYOB dengan nilai path coefficient sebesar 0,804 dan p-value sebesar 0,000, serta literasi digital dengan nilai path coefficient sebesar 0,472 dan p-value sebesar 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kemahiran perangkat lunak akuntansi dan kecakapan digital terbukti sangat andal mendongkrak daya saing instruksional siswa secara berkelanjutan.  
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI DI SMKS BUDI AGUNG MEDAN Rodiah Aprilia; Ramdhansyah Ramdhansyah; Sondang Aida Silalahi; Ulfa Nurhayani; Haryani Pratiwi Sitompul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13459

Abstract

Learning outcomes are a key indicator in assessing the success of the learning process, influenced by various factors, particularly internal factors such as self-directed learning and intrinsic motivation. This study aims to determine the influence of self-directed learning and intrinsic motivation, both partially and simultaneously, on the learning outcomes of students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan. This study employs a quantitative approach using an ex-post facto research design. The population consists of all 10th- and 11th-grade students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan, totaling 45 students, with the sampling technique using total sampling. Data were collected through a questionnaire to measure self-directed learning and intrinsic motivation, as well as documentation of students' grades in the Fundamentals of Accounting Vocational Program (DDPK) to measure learning outcomes. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS 27. The results indicate that self-directed learning and intrinsic motivation each have a positive and significant effect on learning outcomes, both partially and when tested simultaneously. Both variables also contribute substantially to explaining the variation in students' learning outcomes. Thus, self-directed learning and intrinsic motivation are proven to play an important role in improving the learning outcomes of students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan, warranting attention in efforts to improve the quality of accounting instruction. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor internal seperti kemandirian belajar dan motivasi intrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar dan motivasi intrinsik, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan yang berjumlah 45 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur kemandirian belajar dan motivasi intrinsik, serta dokumentasi nilai siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian Akuntansi (DDPK) untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar dan motivasi intrinsik masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, baik secara parsial maupun ketika diuji secara bersama-sama. Kedua variabel tersebut juga memberikan kontribusi yang besar dalam menjelaskan variasi hasil belajar siswa. Dengan demikian, kemandirian belajar dan motivasi intrinsik terbukti berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan, sehingga perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN BAAMBOOZLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK NEGERI 6 MEDAN Yuliana Dewi Siregar; La Hanu; Andri Zainal; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12756

Abstract

The problem addressed in this study is the low level of students’ learning activity and learning outcomes in class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. This condition indicates the need for the implementation of a learning model that can enhance students’ active involvement in the learning process. Although various studies have demonstrated the effectiveness of the Team Games Tournament (TGT) model and Baamboozle media in learning, their implementation to improve students’ learning activity and outcomes in Accounting for Service, Trading, and Manufacturing Companies at SMK Negeri 6 Medan remains limited. This study aims to improve students’ learning activity and outcomes through the implementation of the Team Games Tournament assisted by Baamboozle on the topic of adjusting entries in the Accounting for Service, Trading, and Manufacturing Companies subject for class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles using the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 28 students of class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, tests, and documentation. Learning activity data were analyzed using student activity percentages, while learning outcome data were analyzed based on average scores and classical completeness. The results showed that the implementation of the Team Games Tournament model assisted by Baamboozle improved students’ learning activity and outcomes. Students’ learning activity increased, as indicated by the percentage of students categorized as active and highly active, which increased from 64.29% in cycle I to 96.43% in cycle II. Students’ learning outcomes also improved, with classical completeness increasing from 14.29% in the pre-test to 60.71% in the post-test of cycle I and further increasing to 100% in the post-test of cycle II. Therefore, the implementation of the Team Games Tournament model assisted by Baamboozle can improve students’ learning activity and outcomes in class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.  Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan efektivitas model Team Games Tournament (TGT) dan media Baamboozle dalam pembelajaran, penerapannya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur di SMK Negeri 6 Medan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Team Games Tournament berbantuan Baamboozle pada materi jurnal penyesuaian mata pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur di kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data aktivitas belajar dianalisis menggunakan persentase aktivitas siswa, sedangkan data hasil belajar dianalisis berdasarkan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Games Tournament berbantuan Baamboozle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Team Games Tournament berbantuan Baamboozle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan persentase siswa yang termasuk kategori aktif dan sangat aktif meningkat dari 64,29% pada siklus I menjadi 96,43% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan, dengan persentase ketuntasan klasikal yang meningkat dari 14,29% pada pretest menjadi 60,71% pada post-test siklus I dan meningkat kembali menjadi 100% pada post-test siklus II. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Team Games Tournament berbantuan Baamboozle terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan.