Claim Missing Document
Check
Articles

Development of The Rifa'iyah Batik E-module Based on Local Wisdom for Increase Ability Cognitive Student in Batik Learning Marlangen, Retno; Kusumastuti, Adhi; Sutopo, Yeri; Wahyuningsih, Sri Endah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v42i2.38904

Abstract

Batik learning at SMKN 1 Warungasem is using general materials. The learning are not focusing on integrating local riches of Batang Regency such as Rifa'iyah batik and not using interactive media in the learning process. It resulted in students lack of understanding on Rifa'iyah batik, impacted in late regeneration of Rifa'iyah batik workers. This study aims to develop a Rifa'iyah batik e-module based on local wisdom to improve students' cognitive abilities. The method used is the Research and Development (R&D) ADDIE model through the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The product was validated by 3 media experts and 3 material experts; the effectiveness was tested through pre-tests and post-tests on the control class and the experimental class of 70 students. The results showed that the e-module was declared feasible by media experts with an average score of 3.99 and very feasible by material experts with a score of 4.46. The effectiveness test showed an N Gain score of 76% in the experimental class, higher than the control class, and the independent t- test showed a significant difference in learning outcomes after treatment. It can be concluded that the Rifa'iyah batik e-module is valid, feasible, and effective for improving students' cognitive abilities in batik learning.
Rancang Busana Couture Eksperimental Menggunakan Resin dan Batik sebagai Representasi Inovasi Fashion Berbasis Budaya Lokal: Studi Koleksi Harvest Bloom Mulachela, Khadijah Rania; Kusumastuti, Adhi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1867

Abstract

Karya adibusana eksperimental berjudul Harvest Bloom merupakan bagian dari eksplorasi desain berbasis budaya lokal yang terinspirasi dari sosok Dewi Sri, dewi kesuburan dalam tradisi masyarakat agraris Jawa. Perancangan karya ini menggunakan pendekatan adibusana eksperimental, dengan menekankan perpaduan antara kekayaan filosofi budaya dan eksplorasi material nonkonvensional. Wastra yang digunakan adalah batik Tribusono, yang dikenal dengan motif dan detailnya yang khas, sebagai representasi nilai-nilai tradisional. Batik tersebut dipadukan dengan material resin yang diolah menggunakan teknik celup, menghasilkan efek visual yang unik, transparan, dan artistik. Siluet busana dirancang asimetris dengan struktur spiral yang melambangkan simbol padi, siklus kehidupan, serta kemakmuran, sesuai dengan karakter Dewi Sri. Elemen dekoratif seperti manik-manik ulir turut diaplikasikan untuk memperkuat narasi visual mengenai kesuburan dan hasil bumi. Teknik konstruksi busana meliputi penggunaan pola datar, draping sederhana, serta penyambungan resin dan tekstil dengan metode eksperimental. Karya ini diharapkan tidak hanya menampilkan estetika tinggi dalam ranah fesyen, tetapi juga menyampaikan nilai budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern dan inovatif.
Perancangan Gaun Fashion Show Swarna Prabha Berbahan Wastra Batik Kontemporer Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Lestari, Kharisma Putri; Kusumastuti, Adhi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah gaun fashion show dengan judul Swarna Prabha dengan menggunakan wastra batik kontemporer sebagai upaya pelestarian kearifan lokal melalui media busana. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh semakin luasnya ruang eksplorasi busana panggung dalam dunia mode, serta pentingnya penguatan nilai budaya lokal yang dikemas secara modern dan fungsional. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain kualitatif melalui tahapan observasi, perumusan konsep, pengembangan desain, pemilihan material, hingga realisasi busana dalam bentuk tiga dimensi. Hasil perancangan menghasilkan satu set gaun panggung dengan siluet mermaid yang menonjolkan warna emas serta motif batik Tribusono pada bagian tubuh utama. Warna emas dipilih sebagai warna utama yang menggambarkan kemewahan dan keanggunan, sesuai dengan tema Swarna Prabha yang berarti “cahaya keemasan”. Uji kelayakan dilakukan melalui evaluasi estetika visual, kualitas konstruksi, kenyamanan pemakaian, serta kesesuaian konsep terhadap nilai budaya yang diusung. Karya ini menunjukkan bahwa batik kontemporer dapat bersaing dalam industri fashion sekaligus menjadi media pelestarian budaya yang efektif melalui desain kreatif dan aplikatif.
Busana Aurum Florae dalam Perpaduan Flora, Batik, dan Resin dengan Tema Divine Opulence Amanah, Intihaul; Kusumastuti, Adhi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1869

Abstract

Busana tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai medium ekspresi identitas, nilai budaya, serta spiritualitas. Karya busana Aurum Florae dirancang sebagai representasi visual dari tema Divine Opulence, yakni kemegahan ilahiah yang tidak semata dilihat dari aspek material, tetapi dari kedalaman batin dan kekuatan spiritual perempuan. Perancangan ini memadukan unsur flora sebagai simbol pertumbuhan jiwa dan keindahan alam, batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sarat makna filosofis, serta resin sebagai material kontemporer yang memberi sentuhan artistik dan inovatif. Tujuan utama karya ini adalah menciptakan sebuah busana yang mampu menyampaikan narasi tentang kekuatan batin dan keanggunan spiritual melalui visual, tekstur, serta simbol yang terkandung di dalam desainnya. Pendekatan perancangan dilakukan secara eksploratif dan simbolik menggunakan model SP Gustami, yang mencakup eksplorasi konsep, perwujudan material, hingga evaluasi estetika dan fungsional. Proses produksi dilakukan secara manual dengan kombinasi teknik jahit konstruksi, aplikasi batik, bordir dekoratif, serta pembentukan ornamen bunga 3D dari kain dan resin. Hasilnya berupa gaun siluet mermaid berwarna emas, rose gold, dan olive keemasan, dengan detail bunga besar di bagian dada yang dirancang sebagai pusat visual dan simbol kekuatan batin yang mekar dari dalam diri perempuan. Melalui perpaduan antara material tradisional dan modern, Aurum Florae tidak hanya menciptakan karya fashion yang unik dan bernilai tinggi secara estetika, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi budaya dan spiritualitas dalam konteks mode kontemporer.
Penerapan Teknik Resin pada Kain Sebagai Elemen Estetika Bustier yang Dipadukan dengan Gaun Batik Wastra Bernuansa Etnik Modern Sari, Silvia Ratna; Kusumastuti, Adhi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1870

Abstract

Haute couture adalah jenis busana khusus yang mewakili keterampilan teknis, filosofi estetika, dan nilai simbolis dalam dunia mode kelas atas. Bustier, yang merupakan bagian penting dari konstruksinya, mencerminkan pemahaman mendalam tentang anatomi perempuan dan merupakan simbol kekuatan dan estetika tubuh perempuan. Dengan penggunaan material baru seperti resin dan teknik patchwork satin, struktur bustier menjadi lebih kuat dan memiliki tampilan kontemporer yang tetap fungsional. Dikombinasikan dengan batik wastra, terutama batik tulis dan cap, dihasilkan cerita visual yang menggabungkan tradisi dan upaya seni. Sementara batik cap menawarkan efisiensi dan keberlanjutan produksi, batik tulis menawarkan nilai filosofis dan fleksibilitas untuk desain. Sinergi antara batik wastra dan bustier resin dalam gaun haute couture menghasilkan busana kontemporer yang memiliki nilai seni tinggi dan membawa identitas budaya dan peluang bisnis di tengah arus globalisasi mode.
The Transformation Wardrobe: Integrating Indonesian Batik and Modular Design for Sustainable Stage Wear Puja Putri Kurnia Dewi; Adhi Kusumastuti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v14i1.40933

Abstract

The global fashion industry is facing increasing environmental challenges due to rapid consumption patterns and the short lifespan of garments. This condition highlighted the urgent need for more sustainable design approaches. This study developed a transformable garment themed “Ratri Sagara” by adapting the visual elements of Batik Kencana Padjajaran, interpreted through the imagery of nocturnal ocean waves. The primary objective of the research was to create a garment design capable of presenting two distinct appearances through a simple transformation mechanism without excessive additional modules, thereby extending the product’s lifespan. The study employed a Research and Development (R&D) method based on the ADDIE model, encompassing the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The design process involved pattern-making and draping techniques, while feasibility evaluation was conducted by an expert panel using an assessment instrument consisting of six main indicators. The evaluation results showed an average score of 93%, placing the garment in the “Highly Feasible” category. The highest scores were achieved in the indicators of transformation performance and garment uniqueness, confirming the effectiveness of the transformation system and the innovative value offered. This research demonstrated that a transformable design approach can serve as an effective strategy for creating garments that are aesthetic, functional, and responsive to sustainability issues. The findings open opportunities for further development of transformation systems in contemporary fashion design, both for stage performance purposes and broader applications in everyday wear.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUSANA GENERASI Z Nanda Lidya Fatimah; Nadhifa Zulfa Aulia; Ghina Anjar Firossa; Adhi Kusumastuti; Sita Nurmasitah
Practice of Fashion and Textile Education Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Practice of Fashion and Textile Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pftj.v6i1.64740

Abstract

Abstract. This study examines the influence of social media on Generation Z's clothing purchasing decisions in Indonesia, a generation known as digital natives who are highly exposed to fashion trends through platforms such as TikTok and Instagram. The research respondents are 109 Gen Z individuals who are active on social media and have experience buying or considering buying clothing through these platforms. Their consumption patterns tend to be influenced by visual content, influencers, and user reviews, often leading to purchases that are not based on actual needs. This study aims to analyse the extent to which social media influences Gen Z's clothing purchasing decisions by reviewing indicators such as visual appeal, influencer exposure, advertisements, and the tendency to buy after seeing reviews. The research method used a quantitative approach through a survey, with Likert scale variable measurements. The results show that TikTok is the dominant platform, while visual appeal and influencers are the most influential indicators, and advertisements have the lowest impact. In terms of purchasing decisions, user reviews are the strongest factor. Regression analysis confirmed that social media has a significant impact on Gen Z consumers' purchasing decisions (β = 0.74; p < 0.001; R² = 0.41). These findings confirm the strong role of organic content in shaping the fashion consumption behaviour of the younger generation.
Rancang Busana Couture Eksperimental Menggunakan Resin dan Batik sebagai Representasi Inovasi Fashion Berbasis Budaya Lokal: Studi Koleksi Harvest Bloom Khadijah Rania Mulachela; Adhi Kusumastuti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1867

Abstract

Karya adibusana eksperimental berjudul Harvest Bloom merupakan bagian dari eksplorasi desain berbasis budaya lokal yang terinspirasi dari sosok Dewi Sri, dewi kesuburan dalam tradisi masyarakat agraris Jawa. Perancangan karya ini menggunakan pendekatan adibusana eksperimental, dengan menekankan perpaduan antara kekayaan filosofi budaya dan eksplorasi material nonkonvensional. Wastra yang digunakan adalah batik Tribusono, yang dikenal dengan motif dan detailnya yang khas, sebagai representasi nilai-nilai tradisional. Batik tersebut dipadukan dengan material resin yang diolah menggunakan teknik celup, menghasilkan efek visual yang unik, transparan, dan artistik. Siluet busana dirancang asimetris dengan struktur spiral yang melambangkan simbol padi, siklus kehidupan, serta kemakmuran, sesuai dengan karakter Dewi Sri. Elemen dekoratif seperti manik-manik ulir turut diaplikasikan untuk memperkuat narasi visual mengenai kesuburan dan hasil bumi. Teknik konstruksi busana meliputi penggunaan pola datar, draping sederhana, serta penyambungan resin dan tekstil dengan metode eksperimental. Karya ini diharapkan tidak hanya menampilkan estetika tinggi dalam ranah fesyen, tetapi juga menyampaikan nilai budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern dan inovatif.
Perancangan Gaun Fashion Show Swarna Prabha Berbahan Wastra Batik Kontemporer Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Kharisma Putri Lestari; Adhi Kusumastuti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah gaun fashion show dengan judul Swarna Prabha dengan menggunakan wastra batik kontemporer sebagai upaya pelestarian kearifan lokal melalui media busana. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh semakin luasnya ruang eksplorasi busana panggung dalam dunia mode, serta pentingnya penguatan nilai budaya lokal yang dikemas secara modern dan fungsional. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain kualitatif melalui tahapan observasi, perumusan konsep, pengembangan desain, pemilihan material, hingga realisasi busana dalam bentuk tiga dimensi. Hasil perancangan menghasilkan satu set gaun panggung dengan siluet mermaid yang menonjolkan warna emas serta motif batik Tribusono pada bagian tubuh utama. Warna emas dipilih sebagai warna utama yang menggambarkan kemewahan dan keanggunan, sesuai dengan tema Swarna Prabha yang berarti “cahaya keemasan”. Uji kelayakan dilakukan melalui evaluasi estetika visual, kualitas konstruksi, kenyamanan pemakaian, serta kesesuaian konsep terhadap nilai budaya yang diusung. Karya ini menunjukkan bahwa batik kontemporer dapat bersaing dalam industri fashion sekaligus menjadi media pelestarian budaya yang efektif melalui desain kreatif dan aplikatif.
Busana Aurum Florae dalam Perpaduan Flora, Batik, dan Resin dengan Tema Divine Opulence Intihaul Amanah; Adhi Kusumastuti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1869

Abstract

Busana tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai medium ekspresi identitas, nilai budaya, serta spiritualitas. Karya busana Aurum Florae dirancang sebagai representasi visual dari tema Divine Opulence, yakni kemegahan ilahiah yang tidak semata dilihat dari aspek material, tetapi dari kedalaman batin dan kekuatan spiritual perempuan. Perancangan ini memadukan unsur flora sebagai simbol pertumbuhan jiwa dan keindahan alam, batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sarat makna filosofis, serta resin sebagai material kontemporer yang memberi sentuhan artistik dan inovatif. Tujuan utama karya ini adalah menciptakan sebuah busana yang mampu menyampaikan narasi tentang kekuatan batin dan keanggunan spiritual melalui visual, tekstur, serta simbol yang terkandung di dalam desainnya. Pendekatan perancangan dilakukan secara eksploratif dan simbolik menggunakan model SP Gustami, yang mencakup eksplorasi konsep, perwujudan material, hingga evaluasi estetika dan fungsional. Proses produksi dilakukan secara manual dengan kombinasi teknik jahit konstruksi, aplikasi batik, bordir dekoratif, serta pembentukan ornamen bunga 3D dari kain dan resin. Hasilnya berupa gaun siluet mermaid berwarna emas, rose gold, dan olive keemasan, dengan detail bunga besar di bagian dada yang dirancang sebagai pusat visual dan simbol kekuatan batin yang mekar dari dalam diri perempuan. Melalui perpaduan antara material tradisional dan modern, Aurum Florae tidak hanya menciptakan karya fashion yang unik dan bernilai tinggi secara estetika, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi budaya dan spiritualitas dalam konteks mode kontemporer.
Co-Authors Abdul Mufid Achmadi, Taofan Ali Ade Novi Nurul Ihsani Aditia Wahyu Kusuma Agustin, Eny Widhia Aliffianti, Febbi Amanah, Intihaul Amelia, Dhea Annafie Aina Nabilla Arlina Lilayanti Aryo Baskoro Utomo Atika Atika Atika Atika Bagas Satria Adjie Pratama Cahyani, Yustin Sagita Dwi Cellomita Salsabila Choirina, Rofiatul Dimas Afrianto Dwi Widjanarko Eko Supraptono Ellizabeth Cecillia L. Eny Widhia Agustin Erna Setyowati Ester Kusumawati Santosa Fadillah Riffalia Fahada, Muhammad Raja Fahira, Jian Faridi, Abdurrachman Fitriyana, Deni Fajar Ghina Anjar Firossa Glenda Talitha Br Sembiring Godham Eko Saputro Handayani, Suci Meta HARIANI, ELIZABETH Hendra Dedi Kriswanto, Hendra Dedi Hidayah, Chincyn Imam Adi Nugroho Indra Nurul Hidayat Intihaul Amanah Ismanto Ismanto K, Elga Hayu Kamis, Arasinah Khadijah Rania Mulachela Kharisma Putri Lestari Khojanatun, Khojanatun Laila Nurul Himmah Lenita Eka Mayasari Lestari, Kharisma Putri Luthfianeza, Zulva Alya Marlangen, Retno Marthatiar Withney Elvyara Masugino Meishinta Alvionita Junia Mirantika Melinda Novitasari Mia Arifah Michaela Rouli Margareta Siahaan Mukti, Asteen Retno Mulachela, Khadijah Rania Mu’daim, Syarifah Nadhifa Zulfa Aulia Naharuddin Naharuddin Nahdiyah, Ayu Najibulloh, Gunawan Muhammad Nanda Lidya Fatimah Natasha Shella Putri Naura Atika Cahya Anggrayni Nimas Ayu Pawestri Atmaja Nisa, Zakiya Ayu Novitasari, Neny Nuansa Kinanti Sabda Gusti Nur Aini, Intan Nur Hidayah, Erika Wahyu Nurvitasari, Fitria Octavianti Paramitha Okvisia, Yovika Pangestika, Senjany Julaeshy Phusavat, Kongkiti Pudji Astuti Puja Putri Kurnia Dewi Putri Adelaide Rohim Putri, Alda Talia Putri, Puja Rahmatika Lingga Raharjanti, Aliyya Retnaini Nur Tafi&#039;i Retno Marlangen Revalin Trisany Rina Rachmawati Rizqi Fitri Naryanto Rohmawati, Tri Rosidah Rosidah Sagita, Amelia Samsudin Anis Sani, Diyan Satwika Sari, Silvia Ratna Shofi Fahia Anbarwati Sicilia Sawitri Silvia Ratna Sari Sita Nurmasitah Siti Fiki Ikmah, Siti Fiki Sobah Al Falah Solikhati, Putri Sonika Maulana Sri Endah Wahyuningsih Triliana, Kezya Umi Miza Wirdani Wahyu Fitriani WATI, HENI FERA Wulansari Prasetyaningtyas Yeri Sutopo Yoela Meidiana Zaenal Abidin Zulaekah, Dewi