Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Endrinikapoulos, Ariana; Candra, Aryu; Wijayanti, Hartanti Sandi; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.27501

Abstract

Latar belakang: Penurunan fungsi sel otak pada lansia berdampak pada terjadinya penurunan daya berpikir dan kehidupan psikis, sosial, dan aktivitas fisik. Kebutuhan zat besi yang tercukupi memiliki dampak positif pada fungsi kognitif lansia.Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh suplementasi zat besi terhadap fungsi kognitif lansia.Metode: Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-post control group design. Subjek penelitian adalah 26 lansia usia 60-77 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Suplemen zat besi berupa NaFe EDTA diberikan pada kelompok perlakuan sebanyak 1 tablet (15 mg) selama 10 minggu, sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) yang dilakukan pada sebelum dan sesudah intervensi. Asupan makan subjek selama intervensi diperoleh dengan metode 24 jam food recall 1x/minggu selama intervensi. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Hb-meter. Penilaian aktivitas fisik dilakukan menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE). Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon, independent sample t-test, dan Mann Whitney.Hasil: Fungsi kognitif 1 (4%) orang subjek sebelum intervensi tergolong tidak normal. Sebanyak 7 (27%) subjek memiliki kadar hemoglobin normal sebelum intervensi. Terdapat peningkatan skor MMSE pada kelompok perlakuan (p<0,05) dan kelompok kontrol (p<0,05) setelah dilakukan intervensi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan skor MMSE yang bermakna (p=0,88) antara kelompok perlakuan dan kontrol, namun rerata skor MMSE kelompok perlakuan lebih tinggi.Simpulan: Suplementasi zat besi selama 10 minggu mampu meningkatkan skor MMSE namun tidak ada beda secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA THERESIANA SEMARANG Widianti, Nur; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.667 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.379

Abstract

Background: The dissatisfaction with their body shapes is commonly found among female adolescents. The lack of the contentment lead them to gain an ideal body shape but, unfortunately, they implement improper eating behaviour. The extreme diet they have affects negatively to their nutritional status. This study was aimed at analyzing the association between the body image and eating behaviour with nutritional status of female adolescents. Methods: The study was cross-sectional on 72 female students of grade X, XI and XII in Theresiana Senior High School Semarang. The samples were taken based on simple random sampling. The samples were fulfilled inclusive criterion. The data were gathered by using questionnaires and focus group discussion (FGD). The FGD was intended to find more data on body image. Nutritional status data was obtained by measuring weight and height.  Then, z-score was calculated based on BMI/ U by using WHO Anthro Plus 2007. Results: A total of 29 subjects (40.3%) were not satisfied with their body shape and 43 subjects (59.7%) were satisfied with their body shape. The majority (56.9%) subjects have not good eating behavior yet, whereas 43.1 % of them have good eating behavior. There were significant association between body image with nutritional status (r = 0.482 p = 0.001) and eating behavior with nutritional status (r = 0.507 p = 0.001). Conclusion: Body image and the eating behavior were associated with nutritional status of female adolescents.
Pengembangan formula enteral hepatogomax untuk penyakit hati berbasis tepung kedelai dan tepung susu kambing Rahmadanti, Tia Sofa; Candra, Aryu; Nissa, Choirun
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.9.1.1-10

Abstract

Background: Patients with chronic liver disease were risk to be malnourished due to malabsorption, hipermetabolic condition, and not receiving adequate nutrients orally. Diet therapy through enteral feeding based on soybean flour and goat milk flour play role as an alternative formula for chronic liver patients since it contains high Branched-Chain Amino Acids (BCAA) and Medium-chain Triglyceride (MCT).Objectives: to analyze viscosity, nutrient content, protein digestibility, and organoleptic properties of enteral feeding using soybean flour and goat milk flour.Methods: An experimental study using 3 distinc formula with ratio soybean flour to goat milk flour was P1(45:55), P2(50:50), P3(55: 45).  Viscosity, fat, carbohydrate content, and energy density were analyzed using One Way Anova followed by Tukey test while protein content, protein digestibility, and energy density were analyzed using Kruskal Wallis followed by Mann Whitney test. Organoleptic properties were analyzed using Friedman followed by Wilcoxon test.Results:The higher the soybean flour, the higher the formula viscosity (p=0.000) and protein (0.007). In contrast, the higher the got milk flour, the higher the fat (p=0.000), carbohydrate (p=0.000), energy (p=0.000) and energy density (p=0.013). Formula P3 has the highest viscosity (1.93±0.039 cP) and protein (9.66±0.16%), while P1 has the highest fat (27.33±0.15%), carbohydrate (65.97±0.23%), energy (1.175±3.04 kkal), energy density (1.17±0.00 kkal/ml), and protein digestibility (45.90±1.49%) among others. However, there is no effect of different formula toward protein digestibility (p=0.116). Organoleptic properties showed that the higher the got milk flour, the higher its acceptance in all aspect including color (p=0.046), flavor (p=0.000), taste (p=0.009) dan texture (p=0.002).Conclusion: P1 was the best formula due to its level of viscosity, fat, energy, protein and energy density that meet requirements according to European Society for Clinical Nutrition and Metabolism (ESPEN). P1 also has the highest protein digestibility, and have the highest score of all organoleptic parameters.
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR Taradipa, Priska Tamara; Margawati, Ani; Purwanti, Rachma; Candra, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.28445

Abstract

Latar Belakang: Beberapa sekolah menerapkan proses pembelajaran dan kebijakan yang berbeda terkait aktivitas fisik dan penyelenggaraan makanan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan zat gizi dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan asupan energi, zat gizi makro, aktivitas fisik dan status gizi anak sekolah dasar di SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran. Metode: Desain penelitian cross sectional dengan 44 subjek yang dihitung menggunakan rumus besar sampel 2 kelompok kategorik tidak berpasangan. Subjek berasal dari SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran. Asupan energi dan zat gizi makro diperoleh dari food record (3 hari: 2 weekdays, 1 weekend) dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey. Aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). Status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Mann-Whitney. Hasil: Sebagian besar subjek dari SDN Lerep 05 memiliki asupan energi kurang selama di sekolah (90,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (63,6%), status gizi berlebih IMT/U > 1 SD (45,5%). Sebagian besar subjek dari SD Alam Ungaran memiliki asupan energi cukup selama di sekolah (40,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (45,5%), status gizi normal (68,2%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi (p=0,001), protein (p=0,001), karbohidrat (p=0,013) subjek selama di sekolah, protein total subjek (p=0,002), aktivitas fisik subjek selama di rumah (p=0,021). Tidak terdapat perbedaan antara asupan energi total subjek (p=0,221), aktivitas fisik subjek di sekolah (p=0,602), status gizi subjek (p=0,167). Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi, protein dan karbohidrat subjek selama di sekolah; asupan protein total subjek dan aktivitas fisik subjek selama di rumah. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi total subjek, aktivitas fisik subjek di sekolah dan status gizi subjek. 
Risk Factors of Stunting among 1-2 Years Old Children in Semarang City Aryu Candra; Niken Puruhita; JC Susanto
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2011:MMI Volume 45 Issue 3 Year 2011
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.173 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Prevalence of stunting in children under five years in Central Java is high, more than 33%. Semarang City has high prevalence of malnutrition therefore there is a need to identify risk factors of stunting in Semarang city.Method: This was a case control study, completed with qualitative study about risk factors of stunting. Samples were 58 cases and 58 controls. Data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression. Qualitative study was done by using indepth interview, and presented in narration.Results: The multivariate analysis result showed that risk factors of stunting in children 1-2 years old were short stature father (<162 cm) (p=0.016; OR=2.7; CI=1.2-6), children had history of low birth weight (p=0.028; OR=11.2; CI=1.3-96.3), and children had history of underweight (p=0.006; OR=3.3; CI=1.4-7). Risk factors which were not proven to influence the incidence of stunting were maternal height, history of exclusively breastfed, complementary feeding history; sex, history of infection, and immunization history.Conclusions: Risk factors that influence the incidence of stunting in children 1-2 years olds are having father’s height <162 cm, and positive history of low birth weight, and of underweight.Keywords: Stunting, malnutrition, children, growth, risk factorsABSTRAKFaktor risiko dari stunting pada anak usia 1-2 tahun di kota SemarangLatar belakang: Stunting adalah perawakan pendek yang timbul akibat malnutrisi yang lama. Prevalensi stunting pada balita di Jawa Tengah tinggi, yaitu lebih dari 33%. Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki prevalensi malnutrisi cukup tinggi sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor risiko stunting di Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol, dilengkapi kajian kualitatif mengenai stunting pada status ekonomi kurang dan status ekonomi cukup. Jumlah sampel 58 kasus dan 58 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif denganmetode indepth interview dan disajikan dalam bentuk narasi.Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak 1-2 tahun di kota Semarang adalah tinggi badan ayah <162 cm (p=0,016; OR=2,7; CI:1,2-6), anak yang mempunyai riwayat BBLR (p=0,028; OR=11,2; CI=1,3-96,3), dan anak mempunyai riwayat underweight (p=0,006; OR=3,3; CI=1,4-7). Faktor risiko yang tidak terbukti mempengaruhi kejadian stunting adalah jenis kelamin, tinggi badan ibu, riwayat ASI eksklusif, riwayat infeksi, riwayat imunisasi, dan riwayat makanan pendamping ASI.Simpulan: Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak 1-2 tahun adalah yang mempunyai ayah dengan tinggi badan <162 cm dan mempunyai riwayat BBLR, serta berat badan kurang.
GAMBARAN STATUS GIZI ATLET SEPAK BOLA SEMARANG PADA MASA PANDEMI COVID 19 Aryu Candra; Fatinah Shahab
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 2 (2021): JNH(JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.2.2021.1-7

Abstract

Latar BelakangPandemi Covid 19 mempunyai dampak yang sangat besar terhadap berbagai sektor, salah satunya sektor olahraga. Aktivitas atlet yang semula sangat tinggi menjadi berkurang. Hal ini juga berdampak pada status gizinya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi pada atlet sepakbola di kota Semarang selama pandemi Covid 19.MetodePenelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di kota Semarang pada tahun 2021. Sebanyak 104 atlet sepak bola dari Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS) menyelesaikan penelitian. Data meliputi umur, berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang (LP), dan Indeks Massa Tubuh (IMT).Hasil usia atlet termuda adalah 7 th dan tertua adalah 36 th. Indeks Massa Tubuh paling rendah adalah 11,21 dan paling tinggi adalah 31,71. Sedangkan lingkar pinggang paling kecil 52 cm dan paling besar 91 cm. Berdasarkan pengukuran lingkar pinggang, terdapat dua atlet yang termasuk dalam status gizi lebih.SimpulanKejadian malnutrisi pada atlet sepakbola di kota Semarang tergolong tinggi yaitu 36,5%. Kata kunci: atlet, sepak bola, status gizi, malnutrisi
PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GIZI UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI KELURAHAN JOMBLANG SEMARANG Martha Ardiaria; Aryu Candra; Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Niken Puruhita
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.24-30

Abstract

Latar BelakangStatus gizi adalah kondisi kesehatan tubuh yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan asupan zat gizi. Status gizi sangat berpengaruh terhadap status kesehatan. Status gizi anak di wilayah Kelurahan Jomblang berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, sebesar 30,9% tergolong kurang. Kejadian malnutrisi yang tinggi di kelurahan Jomblang salah satunya disebabkan oleh  kurangnya pengetahuan tentang makanan yang sehat dan bergizi dan kurangnya kemampuan untuk membuat makanan yang sehat dan bergizi.MetodeKegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan di wilayah RW 11 Kelurahan Jomblang , Kecamatan Candisari, Kota Semarang pada awal hingga pertengahan tahun 2020. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok TPQ yang beranggotakan anak usia sekolah di wilayah RW 11.  Metode yang digunakan adalah ceramah, pelatihan dan praktek menggunakan modul serta video yang berisi materi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.HasilKegiatan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap 1: sosialisasi, penyuluhan  pre test tentang pengetahuan gizi, pembagian kuesioner ffq, dan pembagian modul; tahap 2: pelatihan keterampilan menmbuat makanan sehat menggunakan video.SimpulanProgram pendidikan dan pelatihan gizi pada anak sekolah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang makanan bergizi.Kata kunci:  pendidikan, pelatihan, gizi, anak sekolah
AKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENGURANGI SCREEN TIME DAN OVERNUTRISI PADA ANAK Aryu Candra; Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 1 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.878 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.1.2020.46-50

Abstract

Prevalensi obesitas pada anak semakin meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya aktivitas fisik karena anak lebih suka bermain gadget  di dalam rumah. Screen time atau waktu di depan layar yang panjang berdampak negatif karena menurunkan aktivitas fisik dan paparan terhadap sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan obesitas dan osteoporosis.       Permainan tradisional seperti gobak sodor, betengan, dan congklak merupakan permainnan yang memerlukan aktivitas fisik tinggi dan dapat menggantikan olehraga.. Permainan tersebut juga dimainkan di luar ruangan sehingga anak akan lebih banyak terpapar sinar matahari. Namun sayang, permainan ini sekarang mulai menghilang dan tidak dikenal. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kelompok bermain untuk memperkenalkan permainan tradisional yang  dapat mengurangi screen time dan menurunkan prevalensi obesitas pada anak.       Kegiatan pengabdian dilakukan di wilayah kelurahan Jomblang kota Semarang pada tahun 2019. Jumlah anak yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 anak. Kegiatan permainan tradisional dilakukan seminggu sekali pada hari libur. Kegiatan dilakukan selama 2 bulan, dan di akhir kegiatan diadakan lomba untuk menentukan pemenangnya.        Hasil dari kegiatan adalah terdapat peningkatan aktivitas fisik anak dan penurunan waktu screen time. Sedangkan kejadian overweight dan obesitas belum mengalami penurunan secara signifikan karena waktu kegiatan yang singkat.
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Indeks Antropometri dengan Tekanan Darah Remaja Aryu Candra
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 2 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.19 KB) | DOI: 10.14710/jnh.5.2.2017.85-101

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Prehipertensi dan hipertensi berhubungan dengan berbagai komplikasi, namun belum menjadi perhatian bagi dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi prehipertensi dan hipertensi pada dewasa muda di pelayanan kesehatan dasar di wilayah kerja Kedung Mundu, Kota Semarang, Jawa Tengah.Metode: Studi potong lintang ini dilakukan di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kedung Mundu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Subjek penelitian adalah warga yang bertempat tinggal dalam cakupan wilayah kerja Puskesmas Pusat Kedung Mundu diambil dengan metode konsekutif pada bulan Maret 2017, wanita berusia antara 18–25 tahun, tidak hamil, tidak dalam kondisi sakit. Subjek diwawancarai (usia, aktivitas fisik, waktu duduk, perilaku merokok, minum alkohol, dan asupan makanan) dan diperiksa oleh tenaga kesehatan (berat, tinggi, tekanan darah sistolik ).Hasil: Dari 66 dewasa muda, 9% memiliki prehipertensi. Status gizi seperti IMT berhubungan dengan prehipertensi (RR = 2,350; p = 0,006); lingkar pinggang (RR = 1,400; p = 0,004); dan RLPP (RR = 2,350; p = 0,006). Asupan makanan baik makronutrien (lemak,serat) dan mikronutrien (natrium, kalium, magnesium, vitamin c) tidak berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Aktivitas total tidak terlihat berhubungan dengan prehipertensi (RR = 1,033; p = 0,182).Kesimpulan: Prevalensi prehipertensi sebesar 9% pada dewasa muda di pelayanan kesehatan dasar pada wilayah kerja Kedung Mundu, Kota Semarang. IMT, lingkar pinggang dan RLPP berhubungan dengan tekanan darah sistolik.Kata kunci :Prehipertensi, dewasa muda, antopometri, tekanan darah
PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN SOSIALISASI PESAN GIZI SEIMBANG UNTUK KADER POS PELAYANAN TERPADU/POSYANDU Aryu Candra; Enny Probosari; Niken Puruhita; Martha Ardiaria
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.31-38

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam menjaga status kesehatan masyarakat karena memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu keterampilan dan pengetahuan kader penting untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik. Pemeriksan antropometri yang rutin dilakukan kader posyandu masih belum sesuai karena kader jarang mendapatkan informasi dan pelatihan.       Program Prinsip Gizi Seimbang dan Pesan Gizi Seimbang yang disingkat PGS merupakan program pemerintah untuk menjaga status gizi masyarakat Indonesia agar tetap seimbang. Program ini menggantikan Program Empat Sehat Lima Sempurna karena Empat Sehat Lima Sempurna dianggap kurang sesuai karena hanya kurang lengkap informasinya.       Program PGS sebenarnya sudah ada sejak 1992, namun hingga sekarang masih banyak masyarakat yang belum mengenal program ini. Hal ini disebabkan sosialisasi PGS yang kurang. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu mensosialisikan PGS supaya lebih dikenal dan diterapkan sehingga status gizi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.       Kegiatan pengabdian ini dilakukan di wilayah kelurahan Jomblang kota Semarang pada tahun 2019. Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk tinggi. Di wilayah ini terdapat kelompok PKK di setiap RT dan RW yang aktif melakukan berbagai kegiatan. Kelompok PKK beranggotakan ibu-ibu yang dapat menjadi menjadi media untuk memperkenalkan dan mempraktekkan PGS di keluarga.
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Banundari Rachmawati Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Masitha Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dwi Retnoningrum Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lestari, Sarah Syifa Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Ratha, Putu Prayoga Retno Safitri, Retno Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Setiawan L, Edward Kurnia Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Syafira Noor Pratiwi Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah ZAHRA, SYARIFAH