Claim Missing Document
Check
Articles

Bahaya Ciber Bullying di Era Digital Pada Lingkungan Sekolah Abdul Zahir; Stevi Geovani; Fitriyani, Fitriyani; Rensi Sarianti; Junardi, Junardi; Dini Aminartin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.605

Abstract

Era digital telah mengubah interaksi sosial secara fundamental, termasuk di lingkungan sekolah, namun juga memunculkan fenomena negatif baru seperti cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam bahaya cyberbullying yang terjadi di kalangan pelajar serta dampaknya yang komprehensif terhadap individu, dinamika sosial, dan iklim akademik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap studi-studi relevan, diperkaya dengan analisis kualitatif mengenai kasus-kasus terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying yang melibatkan penyebaran konten berbahaya, pelecehan daring, atau eksklusi sosial melalui media digital, memiliki konsekuensi psikologis yang parah bagi korban, termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, penurunan harga diri, hingga keinginan untuk bunuh diri. Secara kolektif, tindakan ini merusak lingkungan belajar yang aman dan suportif dengan menciptakan suasana ketakutan, ketidakpercayaan, dan konflik. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, yang tidak hanya melibatkan peningkatan kesadaran dan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua, tetapi juga pengembangan kebijakan sekolah yang tegas dan mekanisme pelaporan yang rahasia untuk menanggulangi dan mencegah cyberbullying. Studi ini menyimpulkan bahwa sekolah memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi siswa dari bahaya digital dan merekomendasikan implementasi program pencegahan yang berfokus pada pembentukan etika digital dan empati.
Sosialisasi Pemanfaatan dan Dampak Artificial Intelligence (AI) Pada Siswa SMP Negeri Salu Simbuang Ni Made Pratiwi; Sofiah, Sofiah; Hasyim, Najib Ali; Pakedeng, Irghie Fianto; Wulandari, Wulandari; Zahir, Abdul; Abdullah Syukur
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.606

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya yaitu artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang berkembang terus dengan cepat ke berbagai sektor termasuk pendidikan. Namun, masih banyak siswa yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai konsep, pemanfaatan, serta dampak positif dan negatif AI. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui sosialisasi pemanfaatan dan dampak artificial intelligence (AI) di SMP Negeri Salu Simbuang.. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada tanggal 6 November 2025, melalui kerja sama antara tim pelaksana dan pihak sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan participatory training yang melibatkan pemaparan materi, demonstrasi penggunaan aplikasi AI dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui kuis dan diskusi interaktif. Peserta kegiatan berjumlah 27 orang yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar Artificial Intelligence, pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, serta kesadaran terhadap dampak positif dan negatif penggunaan AI. Selain itu, keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi AI sebagai media pendukung pembelajaran juga mengalami peningkatan. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet, kegiatan ini dinilai berjalan efektif dan mendapat respons positif dari peserta. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini berpotensi mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah