Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pengguna Teknologi Digital (Handphone) di Lingkungna Sekolah Abdul Zahir; Alya Ramadani; Mardiana Mardiana; Muh Sulkifli Kanna Padang; Rini Astuti; Jahlia Jahlia
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.603

Abstract

Sosialisasi Penggunaan Teknologi Digital (Handphone) di Lingkungan Sekolah merupakan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam menggunakan handphone secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Meningkatnya penggunaan handphone di kalangan siswa memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan dukungan terhadap proses pembelajaran, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, serta melemahnya disiplin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi terstruktur yang melibatkan siswa dan guru, dengan penyampaian materi mengenai manfaat dan risiko penggunaan handphone, etika penggunaan di lingkungan sekolah, serta pengaturan waktu penggunaan yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital, kesadaran diri, serta perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan handphone sebagai media pendukung pembelajaran, sehingga sosialisasi ini berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif di era digital
Bahaya Ciber Bullying di Era Digital Pada Lingkungan Sekolah Abdul Zahir; Stevi Geovani; Fitriyani Fitriyani; Rensi Sarianti; Junardi Junardi; Dini Aminartin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.605

Abstract

Era digital telah mengubah interaksi sosial secara fundamental, termasuk di lingkungan sekolah, namun juga memunculkan fenomena negatif baru seperti cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam bahaya cyberbullying yang terjadi di kalangan pelajar serta dampaknya yang komprehensif terhadap individu, dinamika sosial, dan iklim akademik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap studi-studi relevan, diperkaya dengan analisis kualitatif mengenai kasus-kasus terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying yang melibatkan penyebaran konten berbahaya, pelecehan daring, atau eksklusi sosial melalui media digital, memiliki konsekuensi psikologis yang parah bagi korban, termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, penurunan harga diri, hingga keinginan untuk bunuh diri. Secara kolektif, tindakan ini merusak lingkungan belajar yang aman dan suportif dengan menciptakan suasana ketakutan, ketidakpercayaan, dan konflik. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, yang tidak hanya melibatkan peningkatan kesadaran dan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua, tetapi juga pengembangan kebijakan sekolah yang tegas dan mekanisme pelaporan yang rahasia untuk menanggulangi dan mencegah cyberbullying. Studi ini menyimpulkan bahwa sekolah memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi siswa dari bahaya digital dan merekomendasikan implementasi program pencegahan yang berfokus pada pembentukan etika digital dan empati.
Sosialisasi Pemanfaatan dan Dampak Artificial Intelligence (AI) Pada Siswa SMP Negeri Salu Simbuang Ni Made Pratiwi; Sofiah Sofiah; Najib Ali Hasyim; Irghie Fianto Pakedeng; Wulandari Wulandari; Abdul Zahir; Abdullah Syukur
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.606

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya yaitu artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang berkembang terus dengan cepat ke berbagai sektor termasuk pendidikan. Namun, masih banyak siswa yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai konsep, pemanfaatan, serta dampak positif dan negatif AI. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui sosialisasi pemanfaatan dan dampak artificial intelligence (AI) di SMP Negeri Salu Simbuang.. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada tanggal 6 November 2025, melalui kerja sama antara tim pelaksana dan pihak sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan participatory training yang melibatkan pemaparan materi, demonstrasi penggunaan aplikasi AI dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui kuis dan diskusi interaktif. Peserta kegiatan berjumlah 27 orang yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar Artificial Intelligence, pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, serta kesadaran terhadap dampak positif dan negatif penggunaan AI. Selain itu, keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi AI sebagai media pendukung pembelajaran juga mengalami peningkatan. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet, kegiatan ini dinilai berjalan efektif dan mendapat respons positif dari peserta. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini berpotensi mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah
Peningkatakan Pemahaman Guru tentang Kebijakan Strategis Pendidikan dalam Penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah II Kota Palopo Abdul Zahir; Kartini Kartini; Akramunnisa Akramunnisa
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.822

Abstract

Kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalami dinamika yang signifikan melalui terbitnya regulasi baru terkait penguatan guru dan mutu pembelajaran. Namun, banyak guru di daerah belum memahami regulasi teknis terbaru ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai 6 kebijakan strategis nasional terbaru. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah II Kota Palopo. Kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2026 di SDN 63 Ponjalae Baru Kota Palopo, dihadiri oleh 28 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi penyusunan rencana aksi kelas. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman guru secara signifikan dari rata-rata pemahaman awal 42% menjadi 89% setelah kegiatan. Guru kini memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam, mata pelajaran coding/AI, serta mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman.
Pendalaman Kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Workshop Kolaborasi Cinta Dan Teknologi Di MAN Luwu Masluddin Masluddin; Sunarni Yassa; Abdul Zahir; Permadi Kusuma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.836

Abstract

Transformasi pendidikan nasional mendorong satuan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan pada penguatan karakter. Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama menjadi dua kebijakan strategis yang perlu dipahami secara komprehensif oleh guru madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai arah kebijakan, konsep, serta strategi implementasi KKA dan KBC dalam pembelajaran di madrasah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 24 Juli 2026 di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri Luwu dengan melibatkan 32 guru dan tenaga pendidik. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan refleksi implementasi kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai urgensi transformasi digital pendidikan, hubungan antara kompetensi berpikir komputasional dengan penguatan karakter, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama diskusi dan meningkatnya kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, adaptif terhadap teknologi, sekaligus berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat implementasi kebijakan pendidikan nasional pada lingkungan madrasah.
Peningkatakan Kemampuan Berpikir Kompatasional dan Analisis Data Guru MTs Negeri 1 Luwu Melalui Lokakarya Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta, Koding, dan AI Nisraeni Nisraeni; Abdul Zahir; Fitriani A
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.862

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknikal guru dalam mengintegrasikan kemampuan berpikir komputasional dan analisis data, yang merupakan elemen penting mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA diformulasikan sebagai mata pelajaran pilihan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain, bersinergi dengan Kurikulum Berbasis Cinta pada madrasah. Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode lokakarya pada 13–14 Juni 2026 di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu, dengan sasaran 60 orang ustaz/ustazah dari MTs Negeri 1 Luwu dan madrasah Gugus 1. Berdasarkan evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan; rata-rata nilai post-test peserta pada aspek desain integrasi KKA mencapai 82,58, meningkat tajam dibandingkan pre-test (45,00). Selain itu, survei respons emosional menunjukkan 95% peserta merasa termotivasi dan tingkat kecemasan terhadap materi koding menurun drastis. Hasil kegiatan membuktikan bahwa kegiatan ini sukses mereduksi persepsi sulit pada materi KKA dan memampukan guru menyisipkan logika algoritma secara humanis.
Sosialisasi Etika Digital Cerminan Siswa Cerdas Muhammad Rayhan Hadinugraha; Mardiana; Yulianti; Irda Sari; Aisyah Sakka; Abdul Zahir
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 6 (2026): NJMS - Januari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut siswa untuk memiliki kecerdasan digital yang tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga pemahaman mendalam tentang etika dalam berinteraksi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses sosialisasi etika digital kepada siswa serta menganalisis sejauh mana pemahaman tersebut mencerminkan karakter siswa yang cerdas, beradab, dan bertanggung jawab dalam aktivitas online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kegiatan sosialisasi yang melibatkan siswa sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi etika digital mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai penggunaan bahasa yang santun, penghargaan terhadap privasi, kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, serta kemampuan menghindari perilaku negatif seperti cyberbullying, plagiarisme, dan penyebaran hoaks. Selain itu, kegiatan sosialisasi juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi serta menunjukkan sikap empati dan tanggung jawab ketika menggunakan media digital. Implementasi etika digital secara konsisten terbukti menjadi cerminan dari siswa cerdas yang tidak hanya mahir dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang matang dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan lingkungan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan etika digital melalui sosialisasi terstruktur sangat penting untuk membentuk generasi yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijaksana
Pelatihan Metode Asesmen Bervariasi di SDN 270 Matompi Abdullah Syukur; Abdul Zahir; Tsamratul’aeni; Suparman Suparman; Gita Srihidayati
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.425

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan metode asesmen yang bervariasi dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan inovasi dalam penilaian pembelajaran yang tidak hanya terfokus pada tes tertulis, tetapi juga mencakup asesmen formatif, portofolio, observasi, dan penilaian berbasis proyek. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 September 2024, bertempat di UPT SDN 270 Matompi dan diikuti oleh 23 peserta yang merupakan guru dari sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung penyusunan instrumen asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dan peningkatan pemahaman terkait pentingnya penggunaan asesmen yang bervariasi untuk mendukung proses belajar yang lebih holistik. Diharapkan melalui pelatihan ini, guru-guru dapat mengaplikasikan metode asesmen yang lebih kreatif dan efektif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.