Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Religiusitas Islam dalam Serat Wedhatama Pupuh Gambuh Rudi Permono Putro; Muhammad Rohmadi; Ani Rakhmawati; Kundharu Saddhono
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 7, No 01 (2021): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.04 KB) | DOI: 10.18784/smart.v7i01.1273

Abstract

Religion and culture are often confronted diametrically, including Islam and Javanese culture. However, the intellectual, cultural treasures of Javanese cultural heritage in Serat Wedhatama show that this serat has a dimension of Islamic religiosity. The content of the Serat Wedhatama is essential for strengthening the practice of Islamic religiosity in society amid the moral degradation of the nation's generation. This research has a necessary contribution to inculcating religious and cultural values in the nation's generation. The research used a qualitative approach to reveal the dimensions of Islamic religiosity in Serat Wedhatama Pupuh Gambuh by KGPAA Mangkunegara IV. The study of the manuscript's contents shows that Serat Wedhatama Pupuh Gambuh contains five dimensions of Islamic religiosity: the dimension of belief, dimensions of religious practice, the dimension of treachery, and religious knowledge; and practice dimensions. This study also confirms a relationship between (Serat Jawa) as a product of culture and religious values. The values in Pupuh Gambuh Wedhatama Fiber can be used as parameters and guidelines for life. This study can also be used to answer the conditions of the people who are amid deculturation and de-religiosity.
Teachers' self-efficacy in dealing with students' online learning difficulties: A study of psychopragmatics in Indonesian language learning Muhammad Rohmadi; Memet Sudaryanto
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i12023p13

Abstract

Efficacy is teachers’ ability to strengthen their self-motivation to help solve learning problems faced by their students. In the learning process, psychopragmatic mastery is expected to strengthen the psychological condition of teachers and students through informative, manipulative, and persuasive sentences so that each student can optimize learning tools to help them achieve learning goals. During the pandemic, it is important to examine teachers’ self-efficacy and psychopragmatics mastery to support students in addressing their online learning difficulties. A qualitative study to investigate these issues was therefore conducted. Participants of this study were teachers from all over Indonesia, consisting of 350 middle and high school teachers. Data were collected through (1) a survey of teacher efficacy during online learning, (2) observations of the forms of efficacy built by the teachers during learning activities and outside the classroom, (3) interviews with the teachers to identify forms of efficacy used to shape students' learning fundamentals. It was found that the teachers tended to increase their efficacy through strong lesson planning. In addition, they often modified learning tools so that the multimedia used could foster enthusiasm and learning motivation for both themselves and the students. The teacher's efficacy in teaching is the key to analysis in psychopragmatic studies because data in the form of snippets of teacher speech can influence student motivation. Psychopragmatics in the teaching and learning process is not only considered the psychology of language that is practiced in learning the Indonesian language, but teachers also have internalized psychological reinforcement in the learning activity that has been planned, implemented, and assessed.Keywords: efficacy, learning difficulties, psychopragmatics, online classEfikasi diri guru dalam menghadapi kesulitan pembelajaran daring siswa: Sebuah studi psikopragmatik dalam pembelajaran bahasa IndonesiaEfikasi adalah kemampuan guru untuk memperteguh motivasi diri sendiri dalam mem­bantu memecahkan masalah belajar yang dihadapi siswanya. Dalam proses pembel­ajaran, penguasaan psikopragmatik diharapkan dapat memperkuat kondisi psikologis guru dan siswa melalui kalimat-kalimat yang informatif, manipulatif, dan persuasif sehingga setiap siswa dapat mengoptimalkan perangkat pembelajaran untuk membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran. Di masa pandemi, penting untuk mengkaji efikasi diri guru dan penguasaan psikopragmatik untuk mendukung siswa dalam mengatasi kesulitan belajar daring mereka. Oleh karena itu, sebuah studi kualitatif untuk menyeli­diki masalah ini dilakukan. Partisipan penelitian ini adalah para guru yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri atas 350 guru SMP dan SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui (1) survei efikasi guru selama pembelajaran daring, (2) observasi terhadap bentuk efikasi yang dibangun oleh guru selama kegiatan pembelajaran dan di luar kelas, (3) wawancara dengan guru untuk mengetahui bentuk efikasi yang digunakan. untuk mem­bentuk dasar belajar siswa. Berdasarkan data ditemukan bahwa guru cenderung mening­katkan keefektifannya melalui perencanaan pembelajaran yang kuat. Selain itu, mereka sering memodifikasi perangkat pembelajaran agar multimedia yang digunakan dapat me­numbuhkan semangat dan motivasi belajar baik bagi diri sendiri maupun bagi siswa. Efikasi guru dalam mengajar menjadi kunci analisis dalam kajian psikopragmatik karena data berupa potongan tuturan guru dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Psiko­pragmatik dalam proses belajar mengajar tidak hanya mempertimbangkan psikologi ba­hasa yang dipraktikkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi keterampilan guru dalam menginternalisasi penguatan psikologis pada kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan, dilaksanakan, dan dinilai.Kata Kunci: efikasi, kesulitan pembelajar, psikopragmatik, kelas daring
PROGRAM DHAMAR POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT DI DUKUH SEPOKOH, DESA PERENG, KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Antoni Agus Nugroho; Annisa Maftukatul Faizah; Dewi Puspita Sari; Amalia Farhani; Amandasari Mardiana; Natanael Feby Raenaldi; Chafit Ulya; Muhammad Rohmadi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.450

Abstract

Komunitas Dhamar adalah kelompok mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2022 gelombang 1 yang menginisiasi tempat literasi berupa pojok baca di Dukuh Sepokoh, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fokus dari Komunitas Dhamar ialah memberikan wadah untuk berliterasi dengan akses yang terjangkau bagi anak-anak serta masyarakat umum desa tersebut. Lokasi Dukuh Sepokoh yang jauh dari pusat kota membuat pelajar kesulitan menemukan buku bacaan baik fiksi maupun nonfiksi. Komunitas Dhamar menghimpun buku dari berbagai sumber baik lembaga maupun membuka donasi untuk didistribusikan di pojok baca tersebut. Lokasi pojok baca berada di salah satu rumah warga yang mengizinkan komunitas ini untuk menggelar kegiatan. Dhamar juga akan bekerja sama dengan karang taruna untuk mengelola pojok baca dan mengembangkan Pojok Baca Komunitas Dhamar di Dukuh Sepokoh agar lebih layak dan bermanfaat.
Tindak Tutur Representatif Najwa Shihab dalam Acara Buka Talk-Empowering Society Through Digital Media Sunu Setiawan Utama; Rahman Adib Destyawan; Muhammad Rohmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1429

Abstract

Artikel yang berjudul Tindak Tutur Representatif Najwa Shihab dalam Acara Buka Talk-Empowering Society Through Digital Media bertujuan untuk menjelaskan jenis dan konteks tindak tutur representatif yang terdapat dalam isi Talk Show tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif yang dijelaskan dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode simak dan catat, dimana peneliti melakukan obeservasi melalui media video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa data yang dikategorikan berdasarkan jenis tindak tutur representatif meliputi: 1) menyatakan, (2) menunjukkan, (3) menyebutkan, (4) melaporkan, (5) menyarankan, (6) memberikan contoh, (7) kesaksian, (8) berspekulasi. Temuan data dianalisis menjadi narasi deskriptif berupa maksud yang dikatakan oleh penutur.
Social Problems in Short Stories entitled Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari and its Relevance in Senior High School Agus Yuliyanto; Suyitno Suyitno; Muhammad Rohmadi
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.876 KB) | DOI: 10.30998/jh.v1i2.48

Abstract

This research was based on the view that literature is basically a reflection of society. So in this study, researchers used the approach to the sociology of literature. This paper aimed to describe (1) short story becomes one of the literary works that are used as teaching material in schools, (2) the aspect of characrter education based on the collection of short stories entitled Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari, and (3) social problems collection of short stories entitled Mata Yang Enak Dipandang. The method used in this research is qualitative descriptive explaining the data that has been found in research. The main data sources in this study the quotations contained in the novel and the results of interviews with literary experts and learning experts. The results of this study is the main characters in this short story are varied and its can be utilized in the study of literary appreciation for Class XI in Senior high school semester with the standard literary discourse understanding competence through reading poetry and short stories in the aspects of reading and basic competence that is analyzing the intrinsic elements of a short story linkages with everyday life
The Selection of the Language in Indonesian Learning at SMK Multi Karya Medan Ruth Remilani Simatupang; Muhammad Rohmadi; Kundharu Saddhono
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.801 KB) | DOI: 10.30998/jh.v2i1.63

Abstract

This study aims to describe the function the code switching used by speakers at SMK Multi Karya Medan. This research is a descriptive qualitative research. The subjects in this study were the teacher and the students. The objects were the utterances of code-switching in Indonesian language learning in SMK Multi Karya Medan. Validity data technique is used triangulation of data source and informant review. Data collection is using listen and speak methods. Data analysis using the intralingual method. The result of the research showed that the function of code-switching at the time of the process of Indonesian language learning are emphasized, reprimanded, reminded, explained, asked and commanded.
Technology-based pragmagogy competency assessment to measure teachers' ability in classroom management Muhammad Rohmadi; Memet Sudaryanto; Harun Joko Prayitno; Hasan Zainnuri
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v42i3.52599

Abstract

Teachers' classroom management skills can be seen in their language teaching skills. This study aimed to (1) develop an online assessment model to measure teachers' pragmagogy ability in Indonesia and (2) measure teachers' ability to respond to pragmagogy-related stimuli. This study uses a DD approach to answer the problem formulation determined during model design, development, and evaluation. The sample included 3,150 primary, secondary, and advanced Indonesian teachers. Functionality, reliability, usability, efficiency, maintainability, and portability were validated. This study explained the formulated pragmagogy construction through exploratory factor analysis. Stress testing and installation testing were used to broaden the application's reach. Based on the initial analysis, the online assessment model concludes that the teacher's pragmagogy ability can determine knowledge, skills, and attitudes. Teachers' pragmagogy ability can be determined through pedagogic knowledge as the framework for roles and figures in the form of thinking; reflective and emotional intelligence; ability in instructional communication patterns; and other aspects to realize pragmagogic competence. The use of pragmagogy measurement applications can examine various approaches chosen by teachers to maximize the teaching-learning process in the classroom through interactive, responsive, persuasive, implicative, locution, illocution, perlocution approaches to describe the pragamagogical competencies possessed by teachers in classroom management that is interesting and fun for their students.
Persepsi Dosen Terhadap Kebutuhan Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (Studi Kasus Perguruan Tinggi Jawa Tengah) Dhelinta Fitri Pramadhanti; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.80060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen di perguruan tinggi Jawa Tengah terhadap proses pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya latar belakang budaya dan bahasa dari berbagai negara para pemelajar BIPA yang datang setiap tahunnya, para pengajar dari universitas perlu mempersiapkan dengan baik dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi sehingga pemelajar BIPA termotivasi untuk belajar bahasa Indonesia. Selain itu perlu menciptakan pemahaman lintas budaya untuk menambah kosa kata dan wawasan pemelajar BIPA tentang Jawa Tengah sesuai dengan tempat tinggal mereka di Indonesia agar lebih mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan mahasiswa maupun masyarakat. Selanjutnya, dosen perlu memperbarui materi, metode, bahan ajar dan juga media supaya sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi serta sesuai dengan kebutuhan maupun karakteristik pemelajar BIPA. Temuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk dosen, instruktur, dan institusi khususnya mengenai proses pembelajaran BIPA ke depannya, dan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dalam mengembangkan kerangka teori, pengumpulan data, dan analisis. 
Challenges encountered by newly arrived Thai students when learning Indonesian as a foreign language Fendy Yogha Pratama; Andayani Andayani; Retno Winarni; Muhammad Rohmadi
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 1: February 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i1.26943

Abstract

This study aimed to determine the challenges faced by Thai international students when they first came to Indonesia to study Indonesian as a foreign language. There were nine Thai students studying in six different cities in Indonesia were recruited as participants. The thematic analysis revealed two major themes: academic challenges and technological issues. Both made it difficult for Thai students to master the Indonesian language effectively. The condition potentially hinders their academic success when studying in Indonesia. However, the researchers found that despite the language barrier, Thai students still tried to speak Indonesian with Indonesian students and residents. It indicates that Thai students in this study were highly determined, friendly, and open to new cultures. Furthermore, the researchers advise teachers and program organizers to pay attention to these challenges to maximize the learning output.
PROGRAM DHAMAR POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT DI DUKUH SEPOKOH, DESA PERENG, KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Antoni Agus Nugroho; Annisa Maftukatul Faizah; Dewi Puspita Sari; Amalia Farhani; Amandasari Mardiana; Natanael Feby Raenaldi; Chafit Ulya; Muhammad Rohmadi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.450

Abstract

Komunitas Dhamar adalah kelompok mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2022 gelombang 1 yang menginisiasi tempat literasi berupa pojok baca di Dukuh Sepokoh, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fokus dari Komunitas Dhamar ialah memberikan wadah untuk berliterasi dengan akses yang terjangkau bagi anak-anak serta masyarakat umum desa tersebut. Lokasi Dukuh Sepokoh yang jauh dari pusat kota membuat pelajar kesulitan menemukan buku bacaan baik fiksi maupun nonfiksi. Komunitas Dhamar menghimpun buku dari berbagai sumber baik lembaga maupun membuka donasi untuk didistribusikan di pojok baca tersebut. Lokasi pojok baca berada di salah satu rumah warga yang mengizinkan komunitas ini untuk menggelar kegiatan. Dhamar juga akan bekerja sama dengan karang taruna untuk mengelola pojok baca dan mengembangkan Pojok Baca Komunitas Dhamar di Dukuh Sepokoh agar lebih layak dan bermanfaat.