Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sikap Sosial Mahasiswa melalui Self-Assessment Berbasis Level Afektif pada Mahasiswa PGMI Semester IV Muthia Salsabila; Elghin Chelsea Al-ghistni; Desnina Eva Amelia; Aliya Sayida; Asep Ediana Latip
PALAPA Vol 14 No 1 (2026): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v14i1.6221

Abstract

The limited use of affective level-based self-assessment in assessing students’ social attitudes indicates the need for a more reflective, participatory, and relevant evaluation approach for developing the character of prospective educators. This study aims to analyze the social attitudes of fourth-semester PGMI students through self-assessment focused on the aspects of cooperation, empathy, tolerance, communication, mutual cooperation, and respect. This study used a descriptive quantitative approach with purposive sampling involving 32 fourth-semester PGMI students. Data were collected through an affective level-based self-assessment questionnaire and then analyzed using descriptive quantitative analysis based on the mean score for each indicator. The results showed that students’ social attitudes were in the high category across all aspects analyzed. The tolerance aspect obtained the highest percentage of 96.9%, whereas the aspects of cooperation, mutual cooperation, and respect each reached 90.6%. The aspects of empathy and communication skills were at 87.5%. These findings indicate that affective level-based self-assessment functions not only as an evaluation tool but also as a means of reflection that helps students understand and develop social attitudes gradually through the affective levels of receiving, responding, valuing, organizing, and characterizing. The conclusion of this study emphasizes that affective level-based self-assessment can be used as a reflective and participatory evaluation approach in measuring the social attitudes of PGMI students. The implications of this study provide a contribution to the development of affective evaluation in higher education and serve as a basis for designing a more innovative attitude assessment model that is responsive to the needs of 21st-century learning.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MODEL WEBBED DAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA KEGIATAN PRAKTIK MENGAJAR SECARA PEER TEACHING DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Fitria Muthmainnah; Haura Difa Assobiah; Asep Ediana Latip
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4459

Abstract

Sebelum memasuki dunia pendidikan secara profesional, pengalaman mengajar merupakan tahapan penting dalam membekali calon pendidik dengan kemampuan pedagogis yang diperlukan. Pengajaran antar teman sebaya merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan dalam Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Melalui penerapan Model Pembelajaran Berjaring (Webbed) dan Teknik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian praktik mengajar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI yang mengikuti kegiatan praktik mengajar dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar penilaian praktik mengajar yang diisi oleh rekan sejawat dan dosen pembimbing. Aspek yang dinilai meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, manajemen kelas, teknik bertanya, variasi pengajaran, penilaian, serta penarikan kesimpulan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Model Pembelajaran Webbed maupun Teknik Deep Learning menghasilkan skor penilaian praktik mengajar yang tinggi. Meskipun pendekatan Deep Learning lebih menonjol dalam meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dan pemahaman materi pembelajaran, Model Webbed cenderung lebih unggul dalam mengintegrasikan konten antar mata kuliah. Dengan demikian, kedua strategi tersebut dinilai efektif untuk diterapkan dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya guna meningkatkan kualitas pengajaran mahasiswa PGMI.
DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN MODEL NETWORKED MELALUI PERKULIAHAN PADA MAHASISWA PGMI TAHUN 2025 Amelia Maulida; Laili Qotrunnada; Salimatul Azra; Asep Ediana Latip
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4510

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya inovasi pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Salah satu inovasi yang dapat diterapkan dalam proses perkuliahan adalah model pembelajaran networked yang menekankan keterhubungan mahasiswa dengan berbagai sumber belajar serta interaksi kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan inovasi pembelajaran model networked melalui perkuliahan pada mahasiswa PGMI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGMI yang mengikuti perkuliahan dengan penerapan model pembelajaran networked. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang disebarkan secara daring melalui Google Form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan respon dan persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran model networked. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas penggunaan model pembelajaran networked dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa, memperluas sumber belajar, serta mendukung pengembangan kompetensi calon guru madrasah di era digital.
Parenting styles and self-regulation in shaping elementary students’ learning independence Siti Masyithoh; Ahmed Ali Loukam; Asep Ediana Latip; Rika Sa’diyah; Syifa Musyarrofah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.13.1.132-146

Abstract

Learning independence is an important character trait in primary education that supports independent and lifelong learning abilities. Although parental upbringing and self-regulation have been extensively studied by academics, their relative contributions in the context of collectivist cultures are still not fully understood. This study aims to analyse the relationship between parental parenting styles and self-regulation in shaping the learning independence of elementary school students. This research uses a quantitative approach with a causal-comparative design. Data was obtained from 58 fifth-grade students in Sawangan District, Depok City, and analysed using two-way ANOVA (3x2). The research results indicate that parenting style contributes 4.4% to students' learning independence, while self-regulation contributes 50.3%. These findings indicate that students' internal capacity, particularly self-regulation skills encompassing metacognitive, motivational, and behavioural aspects, has a more dominant influence than external factors such as parental parenting styles. Parenting styles did not show a significant direct influence, and no significant interaction was found between parenting styles and self-regulation. This finding confirms that students' internal ability to regulate their learning process plays a more decisive role than external factors. In the context of a collectivistic culture, parenting serves as a supportive framework for the development of self-regulation and learning independence.
SIKAP SPIRITUAL BERBASIS PENILAIAN DIRI TERHADAP MAHASISWA/I 4C PGMI UIN JAKARTA Nur Elisa Addina; Nur Ana Diana; Keisya Aghnia Azami; Asma; Asep Ediana Latip
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13924

Abstract

Spiritual attitudes are one of the core competencies mandated in the national education curriculum, covering the dimensions of worship obedience, gratitude, prayer habits, and religious tolerance. This study aims to describe the spiritual attitude profile of students in class 4C of the Islamic Elementary School Teacher Education (PGMI) program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on a structured self-assessment instrument. Using a quantitative descriptive approach with total sampling, data were collected from 26 respondents through a Likert-scale questionnaire consisting of 10 statements covering four indicators: worship obedience, gratitude behavior, prayer habits, and religious tolerance. The results showed that students’ spiritual attitudes are in a very good category, with an average percentage of 90.6%. The highest percentage was recorded for the gratitude indicator at 100%, while the worship obedience indicator obtained the lowest percentage at 73%. These findings indicate that students already have good religious awareness in both academic and social life, although strengthening worship habits is still needed. This research contributes empirical evidence for the development of spiritual value-based learning assessment systems in Islamic higher education, particularly in reinforcing the spiritual dimension as an integral part of PGMI graduate competencies.
Implementasi pembelajaran model shared & model berdiferensiasi pada kegiatan praktik mengajar secara peer teaching di prodi PGMI Asep Ediana Latip; Shabrina Ahmad; Sarah Nurrahmah
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.13427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi model shared teaching dan pembelajaran berdiferensiasi dalam kegiatan praktik mengajar berbasis peer teaching pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods dengan desain embedded, di mana data kualitatif menjadi fokus utama dan data kuantitatif berperan sebagai pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi praktik mengajar, wawancara, dan angket persepsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memperoleh kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 93,2, sedangkan model shared teaching berada pada kategori baik dengan nilai 84,4. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif dalam mengakomodasi keberagaman kesiapan dan kebutuhan belajar, sementara shared teaching berkontribusi dalam penguatan kolaborasi dan refleksi pedagogik. Integrasi kedua model dalam peer teaching terbukti mendukung peningkatan kompetensi pedagogik calon guru secara komprehensif.  
Co-Authors Abizar Al Ghiffari, Rayhan Adelia, Fitri Ahmad Ariq Rozy Ahmed Ali Loukam Al-ghistni, Elghin Chelsea Alfiani Muscahyanti Aliya Sayida Allisya Nurfitria Alviani Rachmah Alya Khoerunnisa Amelia Maulida Amelia, Desnina Eva Anisaa Eka Febiana Asep Supena Asma Aulia Ananda Pratiwi Aulia Rahma, Zahra Binta Sajida Bintang Maharani Meha Desi Ayu Lestari Desnina Eva Amelia Dewi, Rosbanon Din Azwar Uswatun Elghin Chelsea Al-ghistni F Fauzan Faikoh, Hamda Farah Adiba, Lu’lu’a Farah Adiba Fatimah Azzahra Fauzan . Fidrayani Fidrayani Fitria Muthmainnah Hasyim Asyari Haura Difa Assobiah Hokiani, Friski Idris, Imas Yuningsih Iin Indriani Indriani Rachman Izzah Muyassaroh Jasmine Syahgita Putri Keisya Aghnia Azami Laili Qotrunnada Lestari, Risda Maharani, Adinda Maryanah, Leni Masyithoh, Siti Meiliana, Nikki Muthia Salsabila Nabila, Sulis Nabilah Safitra Lubis Nadiroh Nafia Wafiqni Nanda Arumi Handayani Neesa Valinka Neli Rahmaniah Nisa, Khoerun Nur Ana Diana Nur Elisa Addina Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas Nur Syawalia Fitri Prita Farihatunnisa Putri Zahara Putri, Kinanti Adlina Putrizaen, Chiquita Nabila Rafani, Indana Zulfa rahmaniah, neli Rifaldi Sutan Nazaruddin Rika Sa’diyah Rizqa, Nur Luthfi Rohmat Widiyanto Salimatul Azra Salsabila, Muthia Salsabilla, Silvy Kumalasari Sarah Nurrahmah Sari, Mulia Wulan Sayida, Aliya Setiawati, Rany Shabrina Ahmad Shahibah Yuliani Siron, Yubaedi Syifa Musyarrofah Tri Suryaningsih Ulya Agna Sya’bani Yoyoi Kodama Yuningsih, Imas