Claim Missing Document
Check
Articles

Organic and Biofertilizers as Replacements for Synthetic Fertilizers to Increase Rice Yield in Tidal Swamp Abduh, Andin Muhammad; Masganti, Masganti; Sari, Nukhak Nufita; Haris, Abdul; Ifansyah, Hairil; Mulyawan, Ronny
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 8 No. 4 (2024): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v8i4.292

Abstract

Maintaining soil sustainability to increase and sustain land productivity can be achieved by minimizing synthetic fertilizers and maximizing organic fertilizers and biofertilizers, especially in suboptimal lands. Therefore, this study aimed to determine the effects of organic fertilizers and biofertilizers with reduced NPK (Nitrogen, Phosphate, Potassium) dosage on increasing rice yield in tidal swamp areas in Tebas Sungai Village, West Kalimantan. The procedures were carried out using a complete randomized block design, with several treatments consisting of 175 kg ha-1 NPK as a control (P0), 130 kg ha-1 NPK + 1.5 tons ha-1 cow manure (P1), 130 kg ha-1 NPK + 3.0 tons ha-1 cow manure (P2), and 130 kg ha-1 NPK + 25 kg ha-1 biofertilizers (P3). Based on assessment, the study area was then categorized as C overflow type. The results showed that the combination of NPK synthetic fertilizers with cow manure led to a 15.1%, 25%, 5.6%, and 5.4% increase in total tillers, total grains per panicle, weight of 1000 grains, and rice yield, respectively. In addition, the use of NPK fertilizers with biofertilizers increased total tillers, total grains per panicle, weight of 1000 grains, and rice yield by 24.6%, 56%, 7.7%, and 18%, respectively, compared to only NPK fertilizers. Based on these results, improving rice performance in tidal swamp areas could be achieved by integrating organic or biofertilizers with synthetic fertilizers.
PENDAMPINGAN FERMENTASI PAKAN ITIK DENGAN TRICHODERMA DI DESA RANTAU KARAU HILIR DALAM UPAYA REDUKSI CEMARAN AFLATOKSIN Rila Rahma Apriani; Ika Sumantri; Hikma Ellya; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan; Nurlaila
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i3.23717

Abstract

The quality of duck feed is a main factor that determines the safety of food derived from duck products for humans, considering that the people in South Kalimantan widely consume duck products. Duck farming is the main commodity in the farming system of Bangun Bersama Farmer Group, Rantau Karau Hilir Village. The main problem faced by this farmer group is the lack of knowledge about the impact of aflatoxin contamination in duck feed on the duck performance and product safety. This community service is carried out to increase the knowledge and skills of farmer group members to produce duck ratio formulated from local feedstuffs and to prevent aflatoxin contamination through fermentation using Trichoderma.  The Focus Group Discussion (FGD), training, and mentoring were carried out properly according to the purpose of service and received high enthusiasm from partners. Awareness about the dangers of aflatoxins in duck and human health is well established, so the potential for sustainability of service results is high. In addition, farmer group members gain the ability to produce low-cost duck ration by using local feedstuff.  ---  Kualitas pakan itik merupakan faktor utama yang menentukan keamanan pangan manusia yang berasal dari produk itik, mengingat itik banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Beternak itik menjadi komoditas utama pertanian bagi Kelompok Tani Bangun Bersama, Desa Rantau Karau Hilir. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang dampak cemaran aflatoksin dalam pakan itik pada performa itik dan keamanan produk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani untuk menghasilkan formulasi rasio pakan itik dari bahan pakan lokal dan untuk mencegah kontaminasi aflatoksin melalui fermentasi menggunakan Trichoderma. Metode pengabdian yang dilakukan  adalah Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan mitra sekitar 91%. Selain itu, mitra dapat terampil membuat pakan itik fermentasi menggunakan Trichoderma dengan memanfaatkan bahan lokal sebanyak satu kali.
Effectiveness of Chicken Manure and Tofu Waste Liquid Organic Fertilizer on The Growth and Yield of Mustard Plants Wahdah, Rabiatul; Ema Yunita Putri, Ade; Mulyawan, Ronny
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 11 No 1 (2025): Tropical Wetland Journal
Publisher : Postgraduate Program - Lambung Mangkurat University (ULM Press Academic)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v11i1.137

Abstract

This research aimed to evaluate the interaction between chicken manure and tofu liquid waste-based liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of pak choy, as well as to determine the individual and combined effects of chicken manure and tofu liquid waste POC on pak choy performance. The study employed a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was chicken manure application: A0 (control), A1 (25 t ha⁻¹), and A2 (35 t ha⁻¹). The second factor was the concentration of tofu liquid waste POC: L0 (control), L1 (10%), L2 (15%), and L3 (20%). The experiment was conducted over three months, from February to May 2024, at the Sustainable Food Yard Demonstration Plot managed by the Palem Asri Komet Women Farmers Group. The results indicated a significant interaction between chicken manure and tofu liquid waste POC on plant height during the first and second weeks of growth. The combination of A1 (25 t ha⁻¹ chicken manure) and L1 (10% POC concentration) yielded the best results. Additionally, chicken manure alone significantly affected the number of pak choy leaves across all four weeks, with A1 again being the most effective treatment. In contrast, tofu liquid waste POC applied as a single factor did not significantly influence plant growth or yield.
Kepadatan dan Keragaman Acari dan Collembola pada Budidaya Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) di Rawa Lebak Mulyawan, Ronny; Nurlaila, Nurlaila; Sabil, Muhammad Adma; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Sari, Nukhak Nufita; Ismuhajaroh, Bhakti Nur; Abduh, Andin Muhammad
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20954

Abstract

Mesofauna seperti Acari dan Collembola memiliki peranan yang sangat penting di dalam tanah, yaitu sebagai organisme dekomposer bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, mesofauna di dalam tanah dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola pada budidaya ubi Alabio di lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi deskriptif. Faktor yang diteliti adalah kepadatan populasi fauna tanah Acari dan Collembola  dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa genus Acari yang paling banyak ditemukan adalah Diapterobates sedangkan genus Collembola adalah Acrocyrtus. Nilai keragaman jenis Famili Acari paling tinggi yaitu Sarcoptiformes dan Famili Collembola adalah Isotomidae.
Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Subtitusi Nutrisi Pada Sistem Budidaya Hidroponik Di Pondok Pesantren Saidy, Akhmad R.; Ifansyah, Hairil; Abduh, Andin M.; Sari, Nukhak Nufitas; Ellya, Hikma; Rizqiana, Sista; Mulyawan, Ronny; Apriani, Rila R.; Nurlaila, Nurlaila
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v4i1.14978

Abstract

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri merupakan tipe pondok modern, yang selain mengajarkan pelajaran agama juga mengajarkan pelajaran umum, dan sekaligus sebagai tempat proses hidup itu sendiri dalam bentuk umum. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri adalah pemanfaatan limbah yang belum optimal di lingkungan mitra sebagai nutrisi pada budidaya sayuran sistem hidroponik. Pengenalan terhadap berbagai pemanfaatan limbah dan budidaya sayuran hidroponik perlu dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pemanfaatan limbah pada budidaya sayuran sistem hidroponik. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan, praktek, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari mitra terutama dalam pengelolaan limbah organik menjadi POC yang kaya akan nutrisi. Selain itu, partisipasi mitra pada kegiatan praktek dan pendampingan sangat berperan aktif. Oleh karena itu, ketersediaan sayur di pondok pesantren dapat meningkatkan konsumsi sayuran dan juga meningkatkan pengetahuan mitra terhadap sistem hidroponik. Melalui pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik cair yang dapat digunakan sebagai subtitusi hara pada hidroponik.
Karakter Morfologi dan Fisiologi Daun Ubi Alabio (Diosocorea alata L.) pada Perbedaan Aplikasi Pupuk Hijau di Lahan Rawa Lebak Apriani, Rila Rahma; Ellya, Hikma; Mulyawan, Ronny; Nurkhalishah, Atika; Nurlaila, Nurlaila; Sari, Nukhak Nufita
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1810

Abstract

Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) memiliki potensi sebagai pangan fungsional di Kalimantan Selatan namun belum optimal dari segi budidaya. Aplikasi pupuk hijau dari gulma air menjadi altenatif pemupukan ramah lingkungan. Pendekatan karakter morfologi dan fisiologi kaitannya dengan fotosintesis dapat dilakukan untuk melihat efektivitas pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakter morfologi dan fisiologi daun ubi alabio perbedaan aplikasi pupuk hijau di lahan rawa lebak. Pemberian berbagai jenis pupuk hijau tidak berpengaruh terhadap karakter morfologi daun ubi alabio yang meliputi panjang, lebar dan luas daun. Karakter fisiologi daun yaitu berat kering daun dan kandungan klorofil b serta klorofil total juga tidak menunjukkan perbedaan pada aplikasi berbagai jenis pupuk hijau, akan tetapi  tren data menunjukkan pupuk hijau kayu apu memebrikan karakter cukup baik dibanding pupuk lain. Aplikasi pupuk kayu apu 35 ton ha-1 menghasilkan kandungan klorofil a paling tinggi pada daun ubi alabio yaitu berkisar antara 4,556-6,900
PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MIAWA KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN Krisba, Karisma Tia; Ananda, Aprilia; Aisyah, Siti; Rabsyah, Guruh Elkhan; Maulana, Guntur; Mulyawan, Ronny
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2741

Abstract

Pertanian di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, masih sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini berisiko menyebabkan penumpukan hama dan penyakit karena kurangnya rotasi tanaman. Di sisi lain, desa ini memiliki sumber daya lokal melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti limbah bonggol pisang dan kotoran kambing. Untuk mengatasi masalah ini dan mendukung pertanian berkelanjutan, sebuah program pelatihan dan demonstrasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang diadakan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Miawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi definisi MOL, manfaatnya, dan kandungan yang terdapat pada MOL bonggol pisang. Bonggol pisang kaya akan karbohidrat dan mikroba pengurai seperti Bacillus sp. dan Aspergillus niger, yang berperan penting dalam meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah secara alami. Peserta, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, diberikan pelatihan teoretis dan praktik langsung untuk membuat MOL bonggol pisang. Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan sederhana seperti bonggol pisang, gula merah, tepung beras, dan air. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta, dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Penggunaan MOL bonggol pisang berpotensi memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan hasil panen, dan mendukung konsep pertanian berkelanjutan.
EDUKASI PERTANIAN TERPADU PADA KWT DESA SALAM BABARIS MELALUI PROGRAM KERJA KWT LEVEL UP Kasthalani, M. Abral; fadhilah, muhammad raihan; Abdillah Hakim, Muhamad Karim; Nadia, Nadia; Sari, Putri Permata; Mulyawan, Ronny
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2742

Abstract

Program kerja KWT Level Up bertujuan untuk mengatasi kendala pertanian yang dihadapi KWT meliputi keterbatasan teknologi penyiraman, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) penyebab menurunnya kualitas maupun kuantitas hasil panen, serta risiko gagal panen yang berdampak pada rendahnya produktivitas. Permasalahan ini dapat terjadi dikarenakan keterbatasan akses dan informasi teknis yang dimiliki. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas teknis dan keterampilan anggota KWT melalui program KWT Level Up yang berfokus pada penerapan inovasi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang berbasis pada edukasi pertanian terpadu. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu identifikasi masalah melalui survei dan diskusi, edukasi serta demonstrasi langsung di lahan, dan tahap evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan inti mencakup pembuatan springkler sederhana untuk efisiensi penyiraman, pembuatan perangkap hama lalat buah (Petrogenol Trap) berbasis Integrated Pest Management (IPM), dan penanaman refugia berupa bunga pukul sembilan (Portulaca grandiflora). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Sprinkler dapat mempercepat waktu penyiraman hingga setengah dari cara manual dengan kebutuhan tenaga kerja dan air yang lebih efisien. Penerapan Petrogenol Trap terbukti mampu menarik dan menjebak lalat buah, sehingga kondisi buah hortikultura lebih terjaga. Penanaman refugia tidak sempat telaksana hingga tanaman tumbuh, namun secara teoritis diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota KWT dalam mengelola lahan hortikultura yang terpadu dan berkelanjutan.
PENDAMPINGAN KONSERVASI TANAH PEKARANGAN DI PONDOK PESANTREN IBNU MAS’UD PUTRI DENGAN PENERAPAN BIOPORI Ahmad Kurnain; Hikma Ellya; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan; Eka Susanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.162-168

Abstract

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri merupakan salah satu pondok pesantren modern yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Pembakaran sampah organik masih sering dilakukan mitra saat ini dengan alasan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya. Kebiasaan tersebut akan memberikan dampak negative bagi lingkungan. selain meningkatkan gas rumah kaca, pembakaran dapat merugikan tanaman di sekitar lingkungan mitra karena tidak mendapatkan pengembalian bahan organik pada media tumbuh yang memang memiliki status kesuburan tanah rendah. Permasalahan mitra terdiri dari pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan masih belum optimal, terbatasnya tenaga dan waktu mitra dalam pengelolaan sampah karena kegiatan harian yang sangat padat, serta konservasi tanah di sekitar lingkungan mitra yang belum optimal. Solusi permasalahan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta penerapan sistem biopori di sekitar area ponpes mitra. Kegiatan dilakukan selama kurang lebih delapan bulan. Kegiatan pengabdian terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan sistem biopori, pelatihan pengolahan sampah organik dengan menggunakan biodekomposer, pelatihan dalam penerapan sistem biopori, pendampingan pengembangan sistem biopori, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sosialisasi yang dilakukan tentang pengelolaan sampah organik dan system biopori di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Puteri dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat pondok. Pendampingan penerapan system biopori mendapat respon positif dari mitra sehingga santriwati dan pengelola pondok terlibat aktif dalam pembuatan sistem biopori.
ZPT Test and Rootone-F Against for Cuttings of Premna serratifolia L. Okky Feri Ananda; Antar Sofyan; Ronny Mulyawan
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.6.1.4964.53-57

Abstract

Green grass jelly (Premna serratifolia L.) is a vine or coiled plant originating from Southeast Asia. Green grass jelly cultivation in Indonesia is still relatively low due to the difficulty of cultivating grass jelly plants, especially in terms of plant propagation. In general, propagation is done by stem cuttings. PGR that is often used is synthetic ZPT, one of which is Rootone F, but its use is less effective in terms of economy. it is necessary to substitute with ZPT derived from natural materials or from the use of household and industrial wastes such as coconut water, rice washing water, and tofu waste water. The purpose of this study was to determine the effect of soaking natural PGR in coconut water, rice washing water, and tofu waste water and to find out the best natural PGR ingredients for the growth of green grass jelly plants. This study used an experimental design used was a one-factor Completely Randomized Design (CRD), which consisted of four treatments and was repeated five times so that twenty experimental units were obtained with 3 samples each, requiring 60 plants. P1=0.1 gL-1 Rootone F (positive control), P2=450 ml.L-1 young coconut water, P3=450 ml.L-1 rice washing water, P4=450 ml.L-1 tofu dregs water.
Co-Authors Abdi Gunawan Abdi Norgani Abdillah Hakim, Muhamad Karim Abduh, Andin Muhammad Abdul Haris Ahmad Kurnain Akhmad Rizali Akhmad Rizalli Saidy Alan Dwi Wibowo Alfi Maulana Alfi Maulana Alma Maulida Aminuyati Ananda, Aprilia Anggriawan, Rendy Antar Sofyan Antar Sofyan Apriani, Rila R. Apriani, Rila Rahma Arief RM Akbar Atang Sutandi Baimy Alexander Bakti Nur Ismuhajaroh Bambang Joko Priatmadi Danang Yugo Pratomo Danu Kurniawan Putra Dessy Maulidya Maharani Dina Afrina, Dina Eka Susanti Ellya, Hikma Ema Yunita Putri, Ade Fadhilah, Muhammad Raihan Fahmi Arief Rahman Febriani Purba Gani Jawak Hairil Ifansyah Happy Widiastuti Hartoni Hartoni Herlisa Herlisa Ida Rona Ully Septiyanti Sitohang Ika Sumantri Indah Apriliya Indriyati, Lilik Tri Ismuhajaroh, Bhakti Nur Jumar Jumar Kasthalani, M. Abral Krisba, Karisma Tia Linda Rahmawati Lyswiana Aphrodyanti M. Yogi Riyantama Isjoni Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis Masganti Masganti Maulana, Guntur Meldia Septiana Merry Awalia Mika Mika Mimie Rafida Mirawanty Amin Muhammad Arwani Muhammad Hidayat Muhammad Imam Nugraha Murdiati Murdiati Nadia Nadia Nurkhalishah, Atika Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Okky Feri Ananda Putri Tria Santari Putri Tria Santari Rabsyah, Guruh Elkhan Rahadian Adi Prasetyo Rahmi Zulhidiani Raihani Wahdah Rendy Anggriawan Rilla Rahma Apriani Riza Adrianoor Saputra Rizqiana, Sista Rohmanna, Novianti Adi Sabil, Muhammad Adma Said Muhammad Saman Saida Fithria Saidy, Akhmad R. Santari, Putri Tria Sari, Noorkomala Sari, Nukhak Nufita Sari, Nukhak Nufitas Sari, Putri Permata Siti Aisyah SITI FATIMAH Siti Rosidah Sitti Waahidaturrahmah Slamet Supriyadi Sofyan, Antar Suparto, Hairu Tuty Heiriyani Tuty Heiriyani Untung Santoso Wahdah, Rabiatul