Claim Missing Document
Check
Articles

A Circular Bioresource Approach: Converting Water Hyacinth into Compost for Improved Soil Fertility and Yam Production in Tropical Wetlands Sari, Nukhak Nufita; Abduh, Andin Muhammad; Mulyawan, Ronny; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Nurlaila, Nurlaila; Masganti, Masganti; Yusran, Fadly Hairannoor
Jurnal Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67916

Abstract

Tropical wetland ecosystems face challenges due to acidic soils, poor drainage, and fluctuating water levels, limiting soil fertility and agricultural productivity. However, the abundant biomass of water hyacinth (Eichhornia crassipes) offers a potential in-situ organic resource that can be recycled through composting, supporting a circular nutrient approach by returning nutrients from aquatic environments to agricultural soils. The objective of this research was to evaluate the effects of composted water hyacinth on soil chemical properties and crop performance of the Alabio water yam (Dioscorea alata L.) grown in tropical freshwater swamps. Water hyacinth compost with a C/N ratio of 15.55 and enriched with essential nutrients was applied at three rates: 30, 35, and 40 ton/ha, using a randomized block design. Soil chemical properties and tuber yield were analyzed by ANOVA and LSD tests, and regression analysis was performed to identify the key factors influencing yield.  The compost significantly improved soil total-N, total-P, and available-P, while increasing soil organic-C and cation-exchange capacity. The highest tuber yield, 7.4 kg/m², was obtained at the 40 ton/ha compost rate, representing a 21% increase compared with the lowest rate. Regression analysis (R² = 0.904) confirmed that soil available phosphorus was the primary determinant of yield improvement. This research provides empirical evidence that water hyacinth compost amendment can simultaneously enhance soil fertility and yam yield in tropical wetland systems.
PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MIAWA KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN Karisma Tia Krisba; Aprilia Ananda; Siti Aisyah; Guruh Elkhan Rabsyah; Guntur Maulana; Ronny Mulyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2741

Abstract

Pertanian di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, masih sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini berisiko menyebabkan penumpukan hama dan penyakit karena kurangnya rotasi tanaman. Di sisi lain, desa ini memiliki sumber daya lokal melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti limbah bonggol pisang dan kotoran kambing. Untuk mengatasi masalah ini dan mendukung pertanian berkelanjutan, sebuah program pelatihan dan demonstrasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang diadakan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Miawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi definisi MOL, manfaatnya, dan kandungan yang terdapat pada MOL bonggol pisang. Bonggol pisang kaya akan karbohidrat dan mikroba pengurai seperti Bacillus sp. dan Aspergillus niger, yang berperan penting dalam meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah secara alami. Peserta, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, diberikan pelatihan teoretis dan praktik langsung untuk membuat MOL bonggol pisang. Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan sederhana seperti bonggol pisang, gula merah, tepung beras, dan air. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta, dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Penggunaan MOL bonggol pisang berpotensi memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan hasil panen, dan mendukung konsep pertanian berkelanjutan.
EDUKASI PERTANIAN TERPADU PADA KWT DESA SALAM BABARIS MELALUI PROGRAM KERJA KWT LEVEL UP M. Abral Kasthalani; muhammad raihan fadhilah; Muhamad Karim Abdillah Hakim; Nadia Nadia; Putri Permata Sari; Ronny Mulyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2742

Abstract

Program kerja KWT Level Up bertujuan untuk mengatasi kendala pertanian yang dihadapi KWT meliputi keterbatasan teknologi penyiraman, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) penyebab menurunnya kualitas maupun kuantitas hasil panen, serta risiko gagal panen yang berdampak pada rendahnya produktivitas. Permasalahan ini dapat terjadi dikarenakan keterbatasan akses dan informasi teknis yang dimiliki. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas teknis dan keterampilan anggota KWT melalui program KWT Level Up yang berfokus pada penerapan inovasi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang berbasis pada edukasi pertanian terpadu. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu identifikasi masalah melalui survei dan diskusi, edukasi serta demonstrasi langsung di lahan, dan tahap evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan inti mencakup pembuatan springkler sederhana untuk efisiensi penyiraman, pembuatan perangkap hama lalat buah (Petrogenol Trap) berbasis Integrated Pest Management (IPM), dan penanaman refugia berupa bunga pukul sembilan (Portulaca grandiflora). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Sprinkler dapat mempercepat waktu penyiraman hingga setengah dari cara manual dengan kebutuhan tenaga kerja dan air yang lebih efisien. Penerapan Petrogenol Trap terbukti mampu menarik dan menjebak lalat buah, sehingga kondisi buah hortikultura lebih terjaga. Penanaman refugia tidak sempat telaksana hingga tanaman tumbuh, namun secara teoritis diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota KWT dalam mengelola lahan hortikultura yang terpadu dan berkelanjutan.
Respon Pertumbuhan Cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.) terhadap Kombinasi Pupuk NPK dan Amelioran Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Tanah Kering Masam Maghfirah, Mutiarani Salsabila; Mulyawan, Ronny; Saputra, Riza Adrianoor
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.25186.21-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan jenis amelioran dari limbah sawit terhadap pertumbuhan cabai hiyung (Capsicum frutescens L.) di tanah mineral masam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0, 150, dan 300 kg ha-1) dan jenis amelioran (TKKS, cangkang sawit, serta kombinasi TKKS + cangkang sawit), dengan total 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan cabai hiyung di tanah mineral masam. Dosis 150 kg ha-1 dan 300 kg ha-1 secara konsisten mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, serta luas daun dibandingkan tanpa pemberian pupuk, meskipun kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata secara statistik. Perlakuan amelioran TKKS, cangkang sawit (CS), dan kombinasi keduanya tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman serta diameter batang. Namun, menunjukkan interaksi positif dengan pupuk NPK, khususnya amelioran cangkang sawit (CS). Dosis 300 kg ha-1 NPK + CS memberikan respon terbaik terhadap luas daun. Hasil analisis sifat kimia tanah, terjadi peningkatan pH dari kondisi masam mendekati netral, dengan nilai tertinggi pada kombinasi perlakuan 300 kg ha-1 NPK + CS. Secara keseluruhan, dosis 300 kg ha-1 yang dikombinasikan dengan amelioran cangkang kelapa sawit (CS) terbukti secara efektif mendukung pertumbuhan cabai hiyung dan dapat direkomendasikan sebagai strategi dalam pengelolaan media tanam pada lahan kering masam.
Pengembangan Kompos berbasis Limbah Rumah Tangga dan Limbah Pertanian dengan Metode Composting Box di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman: Development of Compost Based on Household and Agricultural Waste Using the Composting Box Method in Gunung Ulin Village, Mataraman District Najla Nur Aqila; Nabila Az Zahra; Ori Ori; Muhammad Fikri Haikal; Hanifa Azwa Amalia; Ela Fitriana; Nor Anisa; Asti Aulia Fitriani; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12205

Abstract

The issue of accumulated household and agricultural waste that has not been optimally managed in Gunung Ulin Village has led to environmental pollution risks and low productivity in the utilization of organic waste. This activity aims to improve the community’s understanding and technical skills in processing such waste by implementing the composting box method. The implementation stages include inter-institutional coordination and educational socialization regarding waste management using leaflets. The participatory practice of organic fertilizer production was conducted using a closed-container system with the assistance of Effective Microorganisms 4 (EM4) activator. The results showed an increase in participants' knowledge to 90%, followed by successful compost production. The waste management success contributes strategically to the community’s self-sufficiency in providing plant nutrients from local organic materials. The implementation of this system demonstrates effectiveness in converting organic waste into eco-friendly fertilizer while potentially strengthening agricultural independence at the village level.
Co-Authors Abdi Gunawan Abdi Norgani Abduh, Andin Muhammad Abdul Haris Ahmad Kurnain Akhmad Rizali Akhmad Rizalli Saidy Alan Dwi Wibowo Alfi Maulana Alfi Maulana Alma Maulida Aminuyati Anggriawan, Rendy Antar Sofyan Antar Sofyan Apriani, Rila R. Apriani, Rila Rahma Aprilia Ananda Arief RM Akbar Asti Aulia Fitriani Atang Sutandi Baimy Alexander Bakti Nur Ismuhajaroh Bambang Joko Priatmadi Danang Yugo Pratomo Danu Kurniawan Putra Dessy Maulidya Maharani Eka Susanti Ela Fitriana Ellya, Hikma Ema Yunita Putri, Ade Fadly Hairannoor Yusran Fahmi Arief Rahman Febriani Purba Gani Jawak Guntur Maulana Guruh Elkhan Rabsyah Hairil Ifansyah Hanifa Azwa Amalia Happy Widiastuti Hartoni Hartoni Herlisa Herlisa Ida Rona Ully Septiyanti Sitohang Ika Sumantri Indah Apriliya Indriyati, Lilik Tri Ismuhajaroh, Bhakti Nur Jumar Jumar Karisma Tia Krisba Linda Rahmawati Lyswiana Aphrodyanti M. Abral Kasthalani M. Yogi Riyantama Isjoni Maghfirah, Mutiarani Salsabila Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis Masganti Masganti Meldia Septiana Merry Awalia Mika Mika Mimie Rafida Mirawanty Amin Muhamad Karim Abdillah Hakim Muhammad Arwani Muhammad Fikri Haikal Muhammad Hidayat Muhammad Imam Nugraha muhammad raihan fadhilah Murdiati Murdiati Nabila Az Zahra Nadia Nadia Najla Nur Aqila Nor Anisa Nurkhalishah, Atika Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Okky Feri Ananda Ori Ori Putri Permata Sari Putri Tria Santari Putri Tria Santari Rahadian Adi Prasetyo Rahmi Zulhidiani Raihani Wahdah Rendy Anggriawan Rilla Rahma Apriani Riza Adrianoor Saputra Rizqiana, Sista Rohmanna, Novianti Adi Sabil, Muhammad Adma Said Muhammad Saman Saida Fithria Saidy, Akhmad R. Santari, Putri Tria Sari, Noorkomala Sari, Nukhak Nufita Sari, Nukhak Nufitas Siti Aisyah SITI FATIMAH Siti Rosidah Sitti Waahidaturrahmah Slamet Supriyadi Sofyan, Antar Suparto, Hairu Tuty Heiriyani Tuty Heiriyani Untung Santoso Wahdah, Rabiatul