Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Birokrasi Aparatur Pemerintah dalam Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat) Aat Ruchiat Nugraha; Trie Damayanti
Jurnal InterAct Vol 2, No 1 (2013): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.757 KB) | DOI: 10.36388/ia.v2i1.740

Abstract

Communication is an essential part of the process of information services for the public, especially the communication activities in the support of development policies implemented by the government. In relation with the development process undertaken by the government, public disclosure is often the demand of the public that information about development should be transparent, credible and accountable.  Therefore the  apparatus as part of  a  government bureaucracy  certainly have  the duty and function to serve the interests of their people through the bureaucratic form of communication. Results of the research revealed that the communication function through professional bureaucracy can convey the pattern of effective public information services and tailored to the needs of all stakeholders in the field of bureaucratic reform towards an open, honest, reliable and trustworthy.
Media informasi kesehatan reproduksi bagi remaja disabilitas tunagrahita di Jawa Barat Yanti Setianti; Hanny Hafiar; Trie Damayanti; Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.937 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.22655

Abstract

Sudah selayaknya kelompok disabilitas diberikan ruang kesetaraan dalam mendapatkan berbagai layanan publik secara optimal, baik kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dalam hal pendidikan khususnya, kelompok disabilitas memperoleh jenjang pendidikan pada jalur sekolah luar biasa (SLB) yang terpisah dari pendidikan formal biasa. Kondisi kelompok disabilitas seringkali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dieksploitasi menjadi objek kriminalisasi, seperti tindak penipuan dan tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pelaksanaan komunikasi pendidikan berbasis kesehatan reproduksi bagi kelompok disabilitas (tunagrahita) dalam upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual bagi remaja tunagrahita di Jawa Barat melalui media komunikasi komik yang dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis studi deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi, dan studi literatur. Responden penelitian ini melibatkan tokoh pendidikan bidang disabilitas dan orang tua siswa disabilitas di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan media komunikasi berupa komik yang dijadikan panduan bagi guru dan orang tua yang memiliki anak disabilitas tunagrahita dapat dipahami karena mengandung informasi mengenai langkah-langkah mengantisipasi penyalahgunaan seksual pada anak-anak disabilitas melalui isi cerita yang warna-warni dan bergambar. Media komik merupakan sarana yang cukup baik sebagai metode penyampaian pesan mengenai kesehatan reproduksi khususnya dalam dunia pendidikan insklusif. Media komunikasi selain komik yang terdapat di kalangan para orang tua dan sekolah sebaiknya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas penyampaian informasi yang berupa media audio visual dalam bentuk film.
Pengembangan Model Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Geopark Pangandaran Iriana Bakti; Suwandi Sumartias; Trie Damayanti; Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.643 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i2.18459

Abstract

Pangandaran adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat yang memiliki keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya yang terus dipelihara melalui mekanisme pendidikan lingkungan untuk menuju ke arah pelestarian dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal, pola interaksi antar pemangku kepentingan, dan saluran komunikasi yang mendukung terbentuknya geopark Pangandaran. Metode penelitiannya eksploratif untuk menginventarisir berbagai gejala yang berkaitan dengan pelaksanaan kearifan lokal, pola interaksi, dan saluran komunikasi dalam mendukung terbentuknya geopark Pangandaran. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, dan studi kepustakaan. Informannya penggiat wisata yang terkait dengan pengembangan wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Pangandaran yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal, seperti, layang syeikh, babarit, hajat leuweung, dan sebagainya telah dimanfaatkan untuk menambah daya tarik wisata di berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran. Pola interaksi pada tataran birokrat masih belum jelas, karena rencana tersebut baru sebatas wacana atau statement politis, sedangkan pada tataran masyarakat (penggiat budaya dan pariwisata) sudah terbentuk melalui forum silaturahmi dengan sesepuh adat, dan diskusi kelompok penggiat budaya dan wisata, sehingga terbangun kesepahaman, kesepakatan, kerjasama, dan kolaborasi di antara mereka. Saluran komunikasi yang terbentuk bersifat person to person (antarpersona) antara penggiat budaya dan pariwisata dengan sesepuh adat. Saluran kelompok memiliki konformitas dan kohesivitas yang tinggi dalam mengembangkan destinasi wisata geopark berbasis budaya dan kearifan lokal di Pangandaran. Media sosial digunakan untuk mengirim dan menerima informasi, sehingga semakin menguatkan hubungan dan ikatan sosial di antara mereka. 
Malaysian medical tourism communication in shaping Indonesian public opinion Trie Damayanti; Susanne Dida; Dadang Rahmat Hidayat; Sung Kyum Cho
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v9i2.35852

Abstract

Malaysia is developing medical tourism as a tourism industry aimed at foreign tourists. For this tourism industry, Malaysia makes Indonesia as one of the tourist targets that are expected to bring foreign exchange for the country. Data shows that Indonesians are the largest contributor of tourists visiting Malaysia for treatment. This shows the trust of Indonesian citizens in the health services of the neighboring country. The concept of tourism communication mentions that to achieve the success of medical tourism at least several things are needed that can be fulfilled, namely: competitive prices, available human resources for medical services, the existence of research and development of medical capabilities, infrastructure development, state institutions that support medical tourism, a supportive market economy, the ability to bring together present-day medical technology with traditional, and tourist attractions. Things that are built through tourism communication itself are expected to produce a public opinion about tourist destinations, where this public opinion is the first step in the formation of a country’s brand. This study uses a survey method, which involves about 96 respondents who are on the islands of Sumatra and Java. Use descriptive analysis techniques to explore results. The results obtained by not all components in tourism communication for medical tourism are seen as influencing Indonesian opinion on Malaysian medical tourism. The strangest thing that comes to the view of the Indonesian people is Malaysia’s credibility on health services, the credibility of doctors, the equipment used, the ability to convey information, adequate infrastructure, and the beauty of tourist destinations. Most opinions state that Malaysia can show as a country that successfully develops tourist confidence in the health services offered. The implication of this research is that the opinion of foreign nationals in a country greatly affects the image of that country in the international world.
CITRA DIRJEN BEA DAN CUKAI PADA KASUS PENYELUNDUPAN NARKOBA DALAM TAYANGAN CUSTOMS PROTECTION NET TV Dwi Desilvani; Hanny Hafiar; Trie Damayanti
ProTVF Vol 1, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.312 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i2.19870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana NET TV membingkai kasus penyelundupan narkoba dan membingkai citra Dirjen Bea dan Cukai. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckmann, paradigma konstruktivisme dengan studi analisis framing. Teknik Pengumpulan data: analisis teks, wawancara, observasi partisipan, dan studi pustaka. Teknik analisis data: analisis framing Robert N. Entman dan analisis wawancara. Teknik validitas dan realibilitas data: pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan NET TV membingkai kasus penyelundupan narkoba dengan menampilkan empat pendefinisian masalah, empat perkiraan penyebab masalah, empat keputusan moral, dan empat penekanan penyelesaian masalah. Dengan melakukan penyeleksian isu bersama kesepakatan pihak Dirjen Bea dan Cukai serta melakukan penonjolan isu melalui editing, teks secara lisan maupun tulisan, serta gestur pemain. Citra yang terbingkai pun menjadi dua yaitu citra pelayanan dan perlindungan.Saran yang dapat diberikan ialah pendefinsian masalah yang timbul dapat menjadi bahan evaluasi Dirjen Bea Cukai; dalam episode rekonstruksi sebaiknya dicantumkan pemberitahuan; sebaiknya NET TV sebagai media massa lebih objektif dan berimbang; penelitian ini hanya terbatas pada aspek teks diharapkan ada penelitian lebih lanjut dengan aspek yang lebih luas.
PERILAKU KOMUNIKASI PENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI GURU SLB/SMA SEDERAJAT Yanti Setianti; Hanny Hafiar; Trie Damayanti; Aat Ruchiat Nugraha
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1400

Abstract

Peningkatan angka partisipasi guru dalam pemerataan kualitas pendidikan dapat menjadiperantara dalam mewujudkan kecerdasan anak bangsa. Seiring dengan perkembangan ilmupengetahuan yang berbasiskan teknologi dan outcome publikasi, insan pendidik kini diwajibkanuntuk membuat tulisan ilmiah yang dapat terpublikasi dalam jurnal ilmiah. Di sisi lain, posisiguru sebagai ujung tombak penyebar nilai-nilai pendidikan formal di lingkungan sekolah padaumumnya masih kurang optimal dalam menulis karya ilmiah yang terpublikasikan di jurnalilmiah. Keadaan ini diakibatkan oleh kurangnya informasi mengenai teknik penulisan karyailmiah yang didapatkan oleh para guru. Bentuk kekurangan ini dapat menjadikan suatu perilakukomunikasi pendidikan pada tingkat guru dalam penulisan karya ilmiah yang masih dianggapsebagai pengetahuan yang bersifat tambahan. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakanjenis studi kualitatif deskriptif dengan informan adalah para guru SMAN 1 Subang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara sikap dan perilaku komunikasi pendidikan para guru dalambudaya menulis artikel ilmiah masih rendah yang ditunjukkan oleh sebagian besar para gurukurang memiliki kepentingan untuk mau menulis karya ilmiah dengan baik. Simpulan penelitianmenunjukkan bahwa tingkat perilaku komunikasi pendidikan di para guru SMAN 1 Subang perluditingkatkan melalui intensifitas pendampingan penulisan karya ilmiah yang dilakuka secaraterstruktur.
The News Value Information Management Training for Local Government Officials of Pangandaran District in 2016 Aat Ruchiat Nugraha; Agus Rahmat; Trie Damayanti; Anwar Sani
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v2i1.27

Abstract

The natural resources potential at Pangandaran has become strategic since its status as a district is definitive. Being a new district, Pangandaran has a number of challenges that must be faced in the era of free trade that is getting closer. That is, it requires qualified skills from the government officials. One of these skills is related to information management for the public. The purpose of this community service is to describe and explain how to improve the knowledge and skills of civil servants engaged in the field of information services in Pangandaran district, especially those related to information management techniques that have news value. The implementation of community service was conducted by lecture, question and answer, and simulation. The results of the activities show that state civil servants engaged in information services for the community in Pangandaran district did not appear to have sufficient knowledge and skills in terms of information management needed by the community. This is evident from the lack of information on the website in government agencies regarding the updating of activities in the district of Pangandaran. Based on our community service activities, we conclude that there has been an increase in knowledge and skills shown by the many questions and discussions of participants on how to find, manage and pack information into valuable news needed by the community. It is suggested that the implementation of community service activities should be in the form of assistance so that speakers would be able to inculcate the values of professionalism in the management of information that is important for the community in Pangandaran district through continuous capacity building and empowerment of professional civil servants in the field of communication.
STRATEGI PEMBERDAYAAN SDM TELEVISI LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM SIARAN BIDANG KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DI JAWA BARAT Feliza Zubair; Evi Novianti; Trie Damayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3267.66 KB)

Abstract

Abstrak
KAMPANYE #THINKBEFOREYOUSHARE OLEH ORGANISASI DO SOMETHING INDONESIA UNTUK MENGUBAH PERILAKU GENERASI MILENIAL Arini Aprillia Damiarti; Trie Trie Damayanti; Aat Ruchiat Nugrahai
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.763 KB) | DOI: 10.20527/mc.v4i1.6355

Abstract

ABSTRACT                 This study aims to find out the planning of the campaign, the design of messages to increase knowledge, design messages to change attitudes, design activities to increase capabilities, and changes in millennial behavior in the campaign #ThinkBeforeYousSHare. This research uses Ostergaard Campaign Model as the basic concept. This research uses mixed methods. Data collection techniques were conducted with in-depth interviews, active participant observation, literature study, and questionnaire using the technique of collecting informants purposive sampling and collecting technique of multistage sampling respondents. Data analysis techniques use mix methods whereas the technique of data validity using source triangulation, validity test, and realibility. The results of this study suggest that the planning of #ThinkBeforeYousSHare campaign through several stages of goal setting, target identification, strategy and tactics, timeline, funding source, committee formation, and evaluation. Then in designing messages and activities to increase knowledge, change behavior, and add skills, brainstorming by the core team which then produce two strategies and tactics that is offline activities in the form of workshops and activities online using social media and photo challenge activities on the website. While the results of changes in millennial behavior on the aspects of cognition and konasi already high enough. But this campaign has not managed to touch the full aspect of public affection so that millenial-generation behavior in the negative social media usage has not changed. Through this research, the researcher suggests Do Something Indonesia to make more detailed design of the campaign, research before designing messages, choose more credible communicators, include content about the victim experience of negative social media use, using influencers / buzzers as a persuasion strategy, in the delivery of messages on social media.Keywords: campaign; campaign planning; campaign message; mixed methods; millenials generation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan kampanye, perancangan pesan untuk menambah pengetahuan, perancangan pesan untuk mengubah sikap, perancangan kegiatan untuk menambah kemampuan, dan perubahan perilaku generasi milenial pada kampanye #ThinkBeforeYousSHare. Penelitian ini menggunakan Model Kampanye Ostergaard sebagai konsep dasar. Penelitian ini menggunankan metode campuran (mix methods). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi pertisipan aktif, studi kepustakaan, dan angket menggunakan teknik pengumpulan informan purposive sampling dan teknik pengumpulan responden multistage sampling. Teknik analisis data menggunakan mix methods sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber, uji validitas, dan realibilitas. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa perencanaan kampanye #ThinkBeforeYousSHare melalui beberapa tahap yaitu penetapan tujuan, identifikasi target sasaran, strategi dan taktik, timeline, sumber dana, pembentukan panitia, dan evaluasi. Kemudian dalam merancang pesan dan kegiatan untuk menambah pengetahuan, mengubah perilaku, dan menambah kemampuan, dilakukan brainstorming oleh tim inti yang kemudian menghasilkan dua buah strategi dan taktik yaitu kegiatan offline berupa workshop dan kegiatan online menggunakan media sosial dan kegiatan photo challenge pada website. Sedangkan hasil perubahan perilaku generasi milenial pada aspek kognisi dan konasi sudah cukup tinggi. Namun kampanye ini belum berhasil menyentuh aspek afeksi publik sepenuhnya sehingga perilaku generasi milenial terhapa penggunaan media sosial yang negatif belum berubah. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan agar Do Something Indonesia untuk membuat perancangan kampanye lebih detail, melakukan riset sebelum merancang pesan, memilih komunikator yang lebih kredibel,menyertakan konten mengenai pengalaman korban penggunaan media sosial yang negatif, menggunakan influencer/buzzer sebagai strategi persuasi, serta konsisten dalam penyampaian pesan di media sosial.Kata Kunci: kampanye; perencanaan kampanye; pesan kampanye; metode kombinasi; generasi milenial.
KREDIBILITAS KOMUNIKATOR DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KELOMPOK TANI HUTAN DI KABUPATEN SUMEDANG Iriana Bakti; Trie Damayanti; Aang Koswara
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 2, No 01 (2016): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.338 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v2i01.827

Abstract

The communicators in environment communication has a very important role in establishing effectivecommunication in the environment with their audience. A communicator tried to resuscitatecommunity to always care to the surrounding environment . The presence of a credible environmentalcommunicator can reduce the gaps in knowledge about environmental issues, and may even build apositive attitude towards the development of forestry. Studies on the credibility of communicator inenvironment communication is intended to determine the skills and increasing confidence ofcommunicators KTH members attitude towards forestry development. The research method isdescriptive survey using a questionnaire as a primary research instrument. The results showed that (1)the environmental communicators are people who have considerable expertise in explaining themessage, and answer questions about the message, so as to foster a positive attitude towards thedevelopment of forestry KTH members. (2) Communicators environment is a trustworthy person,being able to practice the material presented and able to encourage members of KTH to be able topractice it conveys, so as to foster a positive attitude towards the development of forestry KTHmembers. (3) Based on its expertise in explaining the message, and answer questions about about themessage, as well as its belief in practice the messages conveyed in, and encourage members of KTH tobe able to practice it conveys, the communicator environment has a high degree of credibility, so as tofoster a positive attitude member KTH on development of forestry. To optimize the implementation offorestry development, forestry should recruit young people so to become members of KTH, andforestry has to more concerned about environmental issues.Keywords: communicator, credibility, expertise, trustworthiness, attitude