Articles
PERSONAL BRANDING PUTRI DANIZAR SEBAGAI DISC JOCKEY MUDA INDONESIA (Studi Riset Naratif mengenai Personal Branding Putri Danizar Sebagai Disc Jockey Muda Indonesia)
Christie Rachel Lumban Tobing;
Trie Damayanti
Communication Vol 7, No 2 (2016): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.324 KB)
|
DOI: 10.36080/comm.v7i2.629
AbstractDisc Jockey describes a person with expertise in arranging a song or music using disc media. The presence of disc jockey is usually easily found in nightclubs, but the stigma that is present in the community about the work of the middle of the night did not decrease society's growing curiosity fond world phenomenon nightclubs and follow the trail to work as a disc jockey. The proliferation of young disc jockey in Indonesia is now making its own uniqueness. Putri Danizar, a disc jockey aged 19 years who had undergone this profession for more than five years and has delivered many achievements is one of them. Research with a qualitative approach to the narrative research method seeks to determine important events, stories of the conflict and stages of life's journey Putri Danizar in the form of personal branding. The data collectionswas done by in-depth interviews and observation. The results showed Putri Danizar realize the establishment of personal branding herself who is a disc jockey on the experiences starting from a fondness for music as a means of expression itself and the conflicts that happened to herwith the environment. In conclusion, dialectical process that happens to Putri Danizar shows the branding process herself to the profession is practiced.Key words: Personal Branding, Disc Jockey, Theory of Social Construction of RealityAbstrakDisc Jockey adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan lagu yang sudah tersimpan dalam rekaman sebelumnya dan dipadukan dengan lagu-lagu lain sehingga menghasilkan sebuah untaian lagu yang berbeda dengan lagu aslinya. “Deejay” menggambarkan seseorang dengan kemahirannya dalam mengatur lagu atau musik dengan menggunakan media cakram. Kehadiran disc jockey biasanya banyak ditemui di tempat hiburan malam, namun stigma yang hadir di tengah masyarakat tentang pekerjaan tengah malam ini tidak menurunkan rasa keingintahuan masyarakat yang semakin menggemari fenomena dunia hiburan malam dan mengikuti jejak untuk berprofesi sebagai disc jockey. Menjamurnya disc jockey muda di Indonesia kini membuat keunikan tersendiri. Putri Danizar, seorang disc jockey yang berusia 19 tahun yang sudah menjalani profesi ini selama lebih dari lima tahun dan telah banyak melahirkan prestasi adalah salah satunya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode riset naratif ini berupaya mengetahui kejadian penting, kisah-kisah konflik dan tahapan perjalanan hidup Putri Danizar dalam membentuk personal branding. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Putri Danizar menyadari pembentukan personal branding dirinya yang berprofesi disc jockey dari pengalaman-pengalaman yang diawali dari kesukaan pada music sebagai alat ekspresi dirinya dan konflik-konflik yang terjadi pada dirinya dengan lingkungan. Kesimpulannya proses dialektika yang terjadi pada diri Putri Danizar menunjukkan proses diri dalam membrandingkan dirinya pada profesi yang ditekuninya.Kata kunci: personal branding, disc jockey, Teori Konstruksi Sosial Atas Realitas.
GUFRONI SAKARIL: KARIER DAN DISABILITAS
Muhammad Nur Hakim;
Hanny Hafiar;
Trie Damayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 3 (2022): Edisi Juli
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v7i3.26302
Penelitian dengan jenis studi naratif ini membahas mengenai kehidupan seorang Gufroni Sakaril sebagai penyandang disabilitas dalam mengatasi fase krisis hingga memutuskan dan menjadi seorang Public relations Indosiar Visual Mandiri. Melalui studi naratif dan pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, penelitian fokus pada permasalahan terkait dengan minimnya kesempatan berkarier bagi penyandang disabilitas di Indonesia dan bahkan dunia masih menyisakan polemik. Keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas berakibat terhadap munculnya stigma di masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan terbatas dalam bekerja di berbagai bidang profesi. Public relations merupakan sebuah profesi yang dianggap masyarakat identik dengan penampilan menarik. Bagi penyandang disabilitas, khususnya yang memiliki keterbatasan fisik, berkarier sebagai public relations yang identik dengan penampilan menarik menjadi sesuatu yang dirasa mustahil. Fenomena Gufroni Sakaril yang merupakan penyandang disabilitas fisik, namun mampu berkarier dan bahkan sukses menjadi seorang public relations di Indosiar, salah satu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia seakan mematahkan stigma negatif mengenai kinerja penyandang disabilitas dan paradigma profesi public relations, serta menginspirasi penyandang disabilitas lainnya bahwa keterbatasan tidak menutup peluang karier mereka di berbagai bidang profesi.
Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Media Sosial untuk Membentuk Brand Produk Industri UMKM Bordir Tasikmalaya
Trie Damayanti;
Kokom Komariah;
Aat Ruchiat Nugraha
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25008/parahita.v3i2.86
Pandemi Covid-19 telah menenggelamkan ekonomi negara dan masyarakat. Hal ini secara langsung menurunkan tingkat ekonomi masyarakat dan negara. Hal ini perlu disikapi dengan meningkatkan kreativitas masyarakat terutama pada kalangan industri kecil dan menengah, karena menurut beberapa ahli ekonomi, pengusaha kecil dan menengah adalah industri yang menyelamatkan kehidupan ekonomi negara. Dinas Koperasi dan UMKM selama ini hanya mengembangkan potensi pasar tanpa pengembangan brand produk, padahal untuk bertahan di tengah persaingan produk sejenis dari dalam dan luar negeri diperlukan pembentukan brand produk untuk menunjukkan positioning produk dan menunjukkan potensi produk di mata pembeli. Metode pelatihan pengenalan pada strategi digital branding dengan pendekatan optimalisasi penggunaan sosial media digunakan pada pelatihan UMKM Bordir di Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini untuk mengenalkan konsep strategi pada penggunaan media sosial di kalangan para pengrajin. Hasil pelatihan menunjukkan, pemanfaatan media sosial yang hanya untuk penjualan, bisa ditingkatkan dengan mengoptimalkan penggunaan untuk membranding produk bordir, bukan hanya sebagai alat untuk promosi produk saja.
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations
Trie Damayanti;
Susie Perbawasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.088 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032
Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
Representasi Indonesia pada penanganan COVID-19 di media asing
Susanne Dida;
Trie Damayanti;
Aang Koswara
PRofesi Humas Vol 5, No 2 (2021): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (605.253 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v5i2.29904
Corona Virus Disease 19 (COVID-19) merupakan sebuah krisis global yang menimpa hampir semua negara di dunia. Seperti halnya sebuah krisis, diperlukan strategi dalam menanganinya, dan strategi itu harus dilakukan secara cepat dan tepat. Efektivitas pemilihan sebuah strategi akan teruji pada hasil akhir dimana jika krisis ini sedang berlangsung dan di akhir krisis. Para ahli krisis mengatakan bahwa pada dasarnya krisis terbagi menjadi tiga tahap yaitu, pre-crisis, crisis, dan postcrisis, dan COVID-19 ini sedang dalam tahap krisis. Strategi komunikasi yang dipilih dalam penanganan krisis ini sudah sepantasnya harus menggunakan kehatihatian karena COVID-19 ini merupakan pertaruhan semua Negara untuk menunjukkan kapasitas negaranya sehingga reputasi negara tersebut tetap terjaga dengan baik di mata negara lain. Sorotan media di seluruh dunia, pada seluruh negara yang terkena dampak COVID-19 ini menjadi acuan bagaimana reputasi negara tersebut, dan bagaimana kemampuan negara tersebut berkompetisi dengan negara lain dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yang melibatkan pengembangan kerangka pengkodean dan pengkodean kualitatif terhadap media-media pada April hingga Mei 2020 ini bertujuan melihat bagaimana Indonesia di mata media asing, sehingga akan terlihat bagaimana reputasi Indonesia di mata dunia. Identitas dan persepsi orang luar negara Indonesia menjadi tolak ukur yang akan dilihat dari representasi Indonesia melalui tulisan-tulisan yang ada di media massa asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa image dan reputasi Indonesia yang kurang baik, yang diawali dengan kelemahan public statement yang dilakukan pemerintah Indonesia, yang berefek pada persepsi yang kurang baik terbentuk dari pemberitaan di bulan-bulan selanjutnya.
STRATEGI IMPRESSION MANAGEMENT PINILIH MOJANG 2014-2015 DALAM MEREPRESENTASIKAN KOTA BANDUNG
Muhamad Arfi Annafidin;
Trie Damayanti;
Kokom Komariah
PRofesi Humas Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.504 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v1i2.9363
Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan agenda tahunan pemerintah daerah di Jawa Barat, termasuk Pemerintah Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk lebih mengenalkan karakter budaya tradisional kepada para nonoman (generasi muda). Dengan lebih mengenal budaya sendiri maka diharapkan di kalangan generasi muda akan tumbuh kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya sendiri dan memiliki filter terhadap masuknya budaya luar. Sebagai Pinilih Mojang dan Jajaka Kota Bandung, Pinilih harus memenuhi Kriteria Mojang dan Jajaka yang telah ditentukan oleh paguyuban seperti anggun, beribawa, bersih, berwawasan luas, pintar public speaking, dan lancar bahasa Sunda. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui strategi impression management Pinilih Mojang 2014-2015 yang meliputi kesan yang dicari, menunjukkan perilaku, dan menyiapkan risiko dari presentasi diri dalam merepresentasikan Kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksploratif dengan data-data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan Key Informant dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan tiga analisis yaitu domain, taksonomi dan komponensial. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi impression management yang dilakukan oleh Pinilih Mojang 2014-2015 Akasha dan Nabila menampilkan kesan yang dicari dalam Mojang Kota Bandung, lalu Akasha dan Nabila menunjukkan perilaku yang harus dilakukan oleh Mojang Kota Bandung saat bertugas, dan Akasha dan Nabila menerima risiko apa yang terjadi saat menjadi Mojang dan menyiapkan risiko yang akan terjadi saat jadi mojang. Saran yang diberikan melalui penelitian ini adalah tidak semua kompetensi yang dicari dalam Mojang Kota Bandung terdapat pada Akasha dan Nabila seperti anggun dan feminin, namun Akasha dan Nabila harus memperbaiki kompetensi yang tidak ada dalam diri mereka, dan perilaku harus tetap dijaga meskipun tidak saat bertugas sebagai Mojang Kota Bandung.
TAHAPAN STRATEGI DAN TAKTIK MEDIA SOSIAL RASE FM BANDUNG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKSISTENSI DALAM PERSAINGAN MEDIA
Fajar Hermawan;
Trie Damayanti;
Hanny Hafiar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35967/jkms.v6i1.4232
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan strategi dan taktik media sosial Rase FM Bandung sebagai upaya meningkatkan eksistensi dalam persaingan media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahapan strategi dan taktik media sosial Rase FM terdapat proses situation statement, objectives, define the audience, strategy, tactic, timeline, dan bugdgeting. Simpulan dari penelitian ini pada tahap situation statement Rase FM memahami tentang perkembangan zaman saat ini yang membuat pendengar Rase FM menurun dan Rase FM juga sadar bahwa dengan menggunakan media sosial Rase FM bisa bersaing dengan media yang lain. Tujuan dari penggunaan media sosial Rase FM adalah mendapatkan 200.000 pendengar. Target audiens Rase FM adalah sama seperti segmentasi pendengarnya yaitu dewasa muda menengah ke atas yang berdomisili di sekitar Bandung. Strategi Rase FM adalah menggunakan media sosial sebagai upaya meningkatkan eksistensi dalam persaingan media. Selanjutnya ada banyak taktik yang digunakan oleh Rase FM yang telah peneliti klasifikasi menjadi Share, Optimize, Manage, Engage, dan Evaluasi. Kemudian, Rase FM tidak memiliki timeline dalam pengelolaan media sosialnya. Terakhir, untuk budget yang dikeluarkan oleh Rase FM adalah 150 ribu untuk uang dan sisanya bersifat fasilitas yang dimiliki oleh Rase FM.
Pengelolaan Konten Instagram BRI Regional Office Jakarta 3 Sebagai Media Informasi Publik
Fadhillah Amanda;
Trie Damayanti
Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol. 2 No. 3 (2024): September : Harmoni : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59581/harmoni-widyakarya.v2i3.3740
Digital banking products will be promoted and become educational material for the public through social media, especially Instagram. These digital products include BRIAPI, Ceria, and BRImo. The BRI RO Jakarta 3 social media team has not yet maximized the function of digital tools in supporting media monitoring activities on Instagram @bri_regionaljakarta3 because so far they have only relied on Instagram's analytical insight tools whose features can be said to be minimal. The aim of this research is to discuss in more depth the management of content on Instagram based on contributions made by authors and new findings in the field so that later it can be aligned with the function of publication activities via social media as a credible information medium for the public or BRI customers, especially for users who become a follower on Instagram @bri_regionaljakarta3. The method used is an exploratory study. Based on the results of observations that I found in the field, the use of Instagram is considered to be the main media that is effective in disseminating information related to BRI RO Jakarta 3 with the public.
Strategi pengelolaan media sosial Instagram pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung
Hasan, Destiny Aulia Zahra;
Damayanti, Trie
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/comdent.v1i2.52725
Latar Belakang: Kota Bandung memiliki jumlah penduduk pada tahun 2023 mencapai 2.469.589 orang yang didominasi usia produktif atau angkatan kerja sebanyak 70,52 persen. Pertumbuhan penduduk di Kota Bandung membawa pengaruh besar terhadap pembangunan dan ekonomi kota. Namun, pada kenyataanya pertumbuhan penduduk di Kota Bandung dalam perihal ketenagakerjaan masih menjadi suatu permasalahan seperti pada jumlah angka pengangguran. Kota Bandung dalam data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan terdapat sekitar 137.100 orang atau setara 9.55% jumlah pengangguran pada tahun 2023. Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung dibentuk dengan menyediakan berbagai program sebagai bentuk penurunan jumlah pengangguran yang dimiliki Kota Bandung. Agar informasi dapat diperoleh secara luas dan terbuka oleh publik maka terdapat pengelolaan informasi melalui media sosial yang dilakukan oleh Divisi Hubungan Masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pengelolaan media sosial Instagram Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung @bdg.disnaker menggunakan metode POST (People, Objective, Strategy & Technology). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam tahapan people ditemukan bahwa target publik primer merupakan masyarakat Kota Bandung dengan rentang usia produktif 15-64 tahun sedangkan publik sekunder merupakan masyarakat dengan usia produktif di wilayah Jawa Barat dan Indonesia. Dalam tahapan objective terdapat empat tujuan utama meliputi penggunaan untuk berinteraksi dengan publik, screening content dan approval. Dalam tahapan technology media sosial yang digunakan adalah Instagram dengan model komunikasi public information.