Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN EKOSISTEM BISNIS DESTINASI WISATA MELALUI PEMANFAATAN KONTEN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MEDIA BRANDING Diah Fatma Sjoraida; Aat Ruchiat Nugraha; Iriana Bakti; Trie Damayanti; Evi Novianti; Ari Agung Prastowo
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Bendungan Jatigede Sumedang memiliki potensi sebagai tujuan wisata berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan perekonomian daerah. Pengembangan destinasi wisata Jatigede dapat diawali dengan memetakan peranan UMKM sebagai supporting system terbentuknya pariwisata yang berkelanjutan. Mengingat pentingnya keberadaan dan peranan UMKM dalam pengembangan destinasi wisata Jatigede diperlukan suatu pemetaan ekosistem bisnis UMKM dan pelatihan pemanfaatan media sosial yang dapat menjadi acuan rantai pasok produk ekonomi lokal. Metode yang digunakan dalam rangka memetakan bisnis UMKM bersifat deskriptif kualitatif yang meliputi pemetaan masalah, perumusan konsep, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan monitoring. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa hasil pemetaan bisnis UMKM menunjukkan sebagian besar bergerak di jasa kuliner sehingga diperlukan penguatan branding kawasan Jatigede sebagai daerah tujuan wisata yang mengedepankan kearifan lokal sebagai kekuatan terbentuknya eksosistem bisnis UMKM yang berkelanjutan.
The News Value Information Management Training for Local Government Officials of Pangandaran District in 2016 Nugraha, Aat Ruchiat; Rahmat, Agus; Damayanti, Trie; Sani, Anwar
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v2i1.27

Abstract

The natural resources potential at Pangandaran has become strategic since its status as a district is definitive. Being a new district, Pangandaran has a number of challenges that must be faced in the era of free trade that is getting closer. That is, it requires qualified skills from the government officials. One of these skills is related to information management for the public. The purpose of this community service is to describe and explain how to improve the knowledge and skills of civil servants engaged in the field of information services in Pangandaran district, especially those related to information management techniques that have news value. The implementation of community service was conducted by lecture, question and answer, and simulation. The results of the activities show that state civil servants engaged in information services for the community in Pangandaran district did not appear to have sufficient knowledge and skills in terms of information management needed by the community. This is evident from the lack of information on the website in government agencies regarding the updating of activities in the district of Pangandaran. Based on our community service activities, we conclude that there has been an increase in knowledge and skills shown by the many questions and discussions of participants on how to find, manage and pack information into valuable news needed by the community. It is suggested that the implementation of community service activities should be in the form of assistance so that speakers would be able to inculcate the values of professionalism in the management of information that is important for the community in Pangandaran district through continuous capacity building and empowerment of professional civil servants in the field of communication.
Pembuatan Strategi Destinasi Branding untuk Optimalisasi Potensi Lokal di Kecamatan Jatigede, Sumedang Subekti, Priyo; Damayanti, Trie; Zubair, Feliza; Perbawasari, Susie; Anisa, Renata; Prastowo, FX Ari Agung
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): IJPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.201

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus utama pada pembuatan strategi destinasi branding telah berhasil dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Jatigede, Sumedang. Ini merupakan respons terhadap tuntutan industri pariwisata modern yang memerlukan diferensiasi dan identitas kuat bagi setiap destinasi untuk dapat bersaing di pasar global. Melalui pendekatan ceramah, diskusi, dan pendampingan intensif dalam pembuatan proposal, peserta yang berasal dari Desa Karedok, Desa Kadujaya, Desa Jemah, dan Desa Cijeungjing diberikan pengetahuan dan keterampilan esensial tentang bagaimana menggali, mengartikulasikan, dan mempromosikan keunikan serta potensi dari desa masing-masing. Hasil dari kegiatan ini bukan hanya sebatas pemahaman teoritis. Peserta berhasil merumuskan konsep-konsep awal strategi branding yang terintegrasi dengan kearifan lokal, tradisi, serta potensi alam dan budaya setempat. Keberhasilan ini menandai langkah awal penting dalam perjalanan panjang transformasi destinasi wisata di keempat desa tersebut. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini menegaskan bahwa dengan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, desa-desa di Kecamatan Jatigede memiliki potensi untuk mengembangkan diri menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Penulisan Naskah Film Dokumenter “Pedal Waktu Jalanan Bandung” dengan Penerapan Narasi Ekspositoris Maitsa Alifia Salsabila; Trie Damayanti; Toto Sugito
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i2.5131

Abstract

The documentary film “Pedal Waktu Jalanan Bandung” was a final project that explored a vintage bicycle community known as Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng (PSBB). The creation of this work is driven by a concern over the gradual disappearance of onthel bicycles amidst the wave of modernization in the city of Bandung. This project aimed to document the scriptwriting process of a documentary film by applying an expository narrative approach, in which the writer served as the scriptwriter. The film was developed through three main stages: pre- production, production, and post-production. During the pre-production phase, the writer conducted in-depth research and field observations, and developed a script framework, synopsis, treatment, and interview questions. The production phase involved filming, conducting interviews, and recording voice-over narration. Post- production included visual and audio editing as well as finalizing the distribution through the YouTube platform. The final result was a documentary that not only delivered historical information but also raised emotional awareness about the importance of preserving traditional values. In conclusion, the application of an expository narrative successfully strengthened the storytelling structure and provided a deeper understanding of the vintage bicycle community in Bandung.
Penyutradaraan Dengan Pendekatan Expository Dalam Produksi Film Dokumenter "Pedal Waktu Jalanan Bandung" Salsabila, Salma; Trie Damayanti; Toto Sugito
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 6 No. 2 (2025): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v6i2.224

Abstract

Film dokumenter Pedal Waktu Jalanan Bandung merupakan film dokumenter yang mengangkat kisah Paguyuban Sapedah Baheula Bandung (PSBB), sebuah komunitas pecinta sepeda ontel yang berperan dalam melestarikan budaya di tengah arus modernisasi. Film ini menyampaikan nilai-nilai sejarah, semangat komunitas, serta gaya hidup sehat melalui wawancara bersama pendiri, ketua, dan anggota PSBB, serta narasumber dari komunitas sepeda tua Indonesia (KOSTI). Pembuatan karya ini tidak terlepas dari proses penyutradaraan yang menerapkan konsep-konsep penting dalam produksi film dokumenter. Penyutradaraan merupakan proses mengarahkan visi kreatif dan menerjemahkannya ke dalam bentuk visual yang komunikatif. Tujuan dari laporan ini adalah menjelaskan bagaimana gaya, pendekatan, dan struktur dokumenter digunakan dalam proses penyutradaraan. Gaya penyutradaraan yang diterapkan adalah gaya ekspository, yang disampaikan melalui narasi voice over untuk memperjelas alur cerita dan memperkuat penyampaian pesan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan naratif yang menyusun pernyataan narasumber menjadi alur cerita dengan struktur tiga babak: awal mula terbentuknya komunitas, tantangan serta kisah inspiratif anggota, hingga harapan masa depan komunitas. Tahapan penciptaan meliputi proses pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi. Penerapan konsep penyutradaraan tersebut memungkinkan film dikemas sesuai dengan visi sutradara dan menjangkau target audiens secara efektif melalui media sosial YouTube.
Implementasi Gaya Narasi Ekspositoris dalam Penyusunan Naskah Video Feature “Menyemai Harapan, Memanen Kebersamaan” Decky Hastri Putri; Trie Damayanti; Nurmaya Prahatmaja
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.7284

Abstract

The video feature "Menyemai Harapan, Memanen Kebersamaan" highlights urban agriculture as a solution to land limitations and food security challenges, while also encouraging a sustainable lifestyle and social interaction through the Community Supported Agriculture (CSA) system. This final project aims to design an informative and systematic expository narrative style feature video script. The creation process includes pre-production, production, and post-production, with an emphasis on research, a three-act structure, and writing dialogue and visual descriptions. The result is a video about nine minutes long that is able to explain the concept and practice of urban agriculture. The expository narrative style has proven effective in conveying complex information clearly and interestingly, and encouraging community participation.
Pengaruh Penggunaan Akun X @drhaltekehalte Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Tempat Kuliner Followers: (Studi Analisis Regresi Kuantitatif terhadap Followers Twitter (X) @drhaltekehalte) Shafira Balqis Fitrianti; Trie Damayanti; Anwar Sani
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i2.6376

Abstract

Masyarakat memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Media sosial yang saat ini sudah sangat berkembang  pesat menawarkan berbagai platform dengan keunggulannya masing-masing, masyarakat bebas memilih media dan diantaranya memutuskan untuk menggunakan Twitter (X). Secara spesifik adalah menggunakan akun Twitter (X) @drhaltekehalte yang aktif membagikan informasi rekomendasi tempat kuliner dengan terangkum, rinci, dan bisa dijangkau oleh transportasi umum. Namun, terdapat perbedaan reaksi dari para followers akun Twitter (X) @drhaltekehalte terkait informasi rekomendasi tempat kuliner tersebut secara positif dan negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari penggunaan akun Twitter (X) @drhaltekehalte terhadap pemenuhan kebutuhan informasi rekomendasi tempat kuliner followers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan angket kepada 100 followers akun Twitter (X) @drhaltekehalte sebagai sampel penelitian dan berdasarkan pada teori Uses and Gratification. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang diberikan oleh penggunaan akun Twitter @drhaltekehalte sebesar 29,6% terhadap pemenuhan kebutuhan informasi rekomendasi tempat kuliner followers. Sebesar 70,4% lainnya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.   People use social media to fulfilled these needs. Social media, which is currently developing very rapidly, offers various platforms with their respective advantages, people are free to choose media and one of them decides to use Twitter (X). Specifically, people are using the Twitter account (X) @drhaltekehalte which actively shares information on recommendations for culinary places that are summarized, detailed, and accessible by public transportation. However, there were different reactions from followers of the Twitter account (X) @drhaltekehalte regarding the information on recommendations for culinary places, both positive and negative. This research aims to determine how much influence the use of the Twitter account (X) @drhaltekehalte has on fulfilling the information needs of followers on recommendations for culinary places.This research uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 100 followers of the Twitter account (X) @drhaltekehalte as research samples and is based on the Uses and Gratification theory. The results obtained from this research show that there is an influence exerted by the use of the Twitter account @drhaltekehalte of 29.6% on fulfilling followers' needs for information on recommendations for culinary places. The other 70.4% was influenced by other aspects not examined in this study.