Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA MESIN PENDINGIN ADSORPSI DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA MATAHARI M. Darwis Rambe; Tulus B. Sitorus; Himsar Ambarita; Farel H. Napitupulu; Andianto P
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.965 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7179

Abstract

Penggunaan energi besar – besaran saat ini telah membuat membuat manusia mengalami krisis energi. Untuk mengatasi krisis energi di masa depan beberapa alternatif sumber energi mulai dikembangkan, salah satunya ialah energi matahari. Energi matahari biasa digunakan sebagai penerang dan sumber panas bagi kehidupan sehari - hari namun ternyata energi matahari dapat dikembangkan menjadi sumber energi lainnya misalnya untuk pendingin. Mesin pendingin siklus adsorpsi ini digerakkan oleh tenaga matahari dan tidak menggunakan energi mekanik sama sekali. Mesin pendingin siklus adsorpsi memiliki 3 komponen utama yaitu kolektor, kondensor, dan evaporator. Ketiga komponen utama alat ini terbuat dari bahan stainless steel yang bertujuan agar tahan terhadap korosi akibat dari refrigeran yang digunakan. Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui temperatur maksimum pada kolektor dan temperatur minimum pada air yang di dinginkan dan mengetahui laju perpindahan panas dari kolektor, kondensor, dan evaporator. Prosedur pengujian dengan memanaskan kolektor surya (desorpsi) dari pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB, sedangkan proses pendinginan alamiah (adsorpsi) berlangsung dari pukul 17.00 WIB – 08.00 WIB. Pada penelitian ini menggunakan pasangan Alumina aktif moleculer seave 13X sebagai adsorben sebanyak 7 Kg dan methanol sebagai refrigerant sebanyak 4 L. Dari hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan didapat bahwa temperatur maksimum pada kolektor 102 oC dan temperatur minimum air 18,40 oC. Efisiensi kolektor tertinggi pada hasil pembahasan adalah 52 %.
RANCANG BANGUN SOLAR COLD STORAGE DENGAN KAPASITAS 10 KILOGRAM Raidinata A. Sipayung; Himsar Ambarita; Taufiq B. Nur; Andianto Pintoro
DINAMIS Vol. 7 No. 3 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.45 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i3.7192

Abstract

Refrigerasi merupakan salah satu proses pendiginan suatu benda hingga mencapai pada temperatur berada di bawah temperatur lingkungan, proses ini sangat cocok untuk mendinginkan suatu barang untuk menjaga suhu. Oleh karena itu, peneliti mencoba membuat Solar Cold Storage, yaitu teknik mendinginkan dengan bantuan fotovoltaik sebagai sumber daya, Solar Cold Storage tersebut sangat cocok diterapkan di Indonsia, karena negara indonesia merupakan negara tropis dengan potensi energi surya yang sangat besar ditambah negara indonesia merupakan negara kepulauan, yang sebagian besar mata pencariaan masyarakat sebagai nelayan, alat ini sangat cocok digunakan dikarena dapat menjaga suhu dengan waktu yang lama dan mudah untuk dibawa saat melaut, dan juga sangat cocok digunakan dipuskemas yang jauh dari perkotaan yang dapat menjaga suhu obat-obatan yang akan disalurkan kedesa-desa yang sangat membutuhkan obat-obatan. Alat ini terdiri dari photovoltaik sebagai sumber daya, 1 kompressor sebagai alat untuk menjalankan Solar Cold Storage dan 1 buah box sebagai wadah penyimpanan yang dapat memberikan suhu berkisar −5℃ dengan beban pendingin145.35 Watt dan koefisien performansi (COP) sebesar 3.82.
Rancang Bangun Alat Desalinasi Air Laut Sistem Vakum Natural dengan Media Evaporator dan Kondensor yang Dimodifikasi Flange Frenky Christian Nababan; Himsar Ambarita
Cylinder : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desalinasi air sistem vakum natural merupakan sebuah konsep inovatif sistem desalinasi baru yang memanfaatkan gaya gravitasi natural dan tekanan atmosfer untuk membentuk ruang vakum dimana air laut dievaporasikan menggunakan sumber panas dengan tingkat yang rendah. Sistem kerja alat desalinasi vakum natural terdiri dari evaporator berluas alas 0,2 m2 menggunakan heater listrik dengan kebutuhan daya yang rendah sebagai sumber panas, pipa APK setinggi + 10 m untuk membentuk kondisi vakum, kondensor yang dimodifikasi flange, dan 3 buah tangki sebagai penyuplai air laut, pembuangan konsentrat garam, dan pembuangan hasil kondensasi (air bersih). Evaporator dihubungkan dengan kondensor sebagai kondensasi uap air yang diambil sebagai produk. Proses pembentukan kondisi vakum dengan sistem natural dilakukan dengan meletakkan alat desalinasi pada ketinggian + 10,34 m (ketinggian yang dibutuhkan pipa air yang dapat menyeimbangkan tekanan atmosfer). Pada penelitian ini konsep dipelajari secara teoritis dan eksperimental. Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan pukul 09:00-17:00 WIB selama enam hari pada tanggal 12-14 November 2015 dan dilanjutkan 16-18 November 2015 diperoleh, kinerja alat desalinasi berada pada temperatur rata-rata evaporasi 50˚C pada tekanan vakum rata-rata 61,083 cmHg dengan energi listrik rata-rata proses evaporasi selama pengujian adalah 1 kWh dan total kehilangan panas rata-rata 7,45 W. Adapun kuantitas air bersih rata-rata perhari yang diperoleh ialah 1,15 L.
STUDI EKSPERIMENTAL PERFORMANSI SOLAR WATER HEATER JENIS KOLEKTOR PLAT DATAR DENGAN PENAMBAHAN THERMAL ENERGY STORAGE Jufrial; Farel H. Napitupulu; Himsar Ambarita
Cylinder : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air panas untuk mandi merupakan kebutuhan penting bagi rumah tangga dan industri. Bagi industri perhotelan, fasilitas ini harus dimiliki untuk dapat digolongkan kedalam hotel berbintang. Sehingga manajemen hotel harus mengeluarkan biaya yang besar setiap bulan untuk menghadirkan air panas di setiap kamar hotel. Salah satu solusi bagi ketersediaan air panas termurah dan efektif untuk kebutuhan rumah tangga dan komersial adalah menggunakan solar water heater (SWH). SWH yang ada saat ini masih memiliki kelemahan yaitu harga investasi awal masih tergolong mahal dan memerlukan biaya operasional tinggi karena masih menggunakan pemanas tambahan. Metode yang sedang dikembangkan untuk mengatasi kelemahan pada SWH antara lain adalah dengan penambahan TES menggunakan material berubah fasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan termal energy storage (TES) di dalam kolektor surya plat datar pada proses charging dan discharging. Jenis material berubah fasa yang digunakan dalam penelitian ini adalah parafin wax sebanyak 19,5 kg. SWH jenis kolektor plat datar dengan penambahan TES telah dibuat dan diuji dalam skala kecil untuk beberapa hari pengujian. Hasil pengujian pada proses charging dapat disimpulkan bahwa massa parafin wax yang melebur terbanyak adalah 18,81 kg dan efisiensi termal tertinggi diperoleh 44,28%. Sedangkan pada proses discharging volume air panas terbanyak diperoleh 40 liter untuk temperatur minimum 35oC dan efisiensi termal tertinggi adalah 46,81%.
Korelasi Temperatur Udara dan Intensitas Radiasi Matahari Terhadap Performansi Mesin Pendingin Siklus Adsorpsi Tenaga Matahari Tulus B. Sitorus; Farel H. Napitupulu; Himsar Ambarita
Cylinder : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One utilization of solar energy is adsorption refrigeration cycle where its performance is influenced by the air temperature and solar radiation intensity. This research aims to determine the effect of air temperature and solar radiation intensity on the performance of the solar adsorption refrigeration. This testing uses activated carbon adsorbent of 8 kg and 2 litres methanol refrigerant. The test results showed that the value of maximum COP obtained 0.064 and the minimum COP is 0.028. The lowest water temperatures that can be reached during the process of adsorption is 8.24oC. Correlation exists between the air temperature and solar radiation intensity on the COP value is significant so as to obtain mathematical equations. Air temperature correlation with the solar radiation intensity is 0.90 and the correlation of the intensity of solar radiation with the COP obtained -0.88. While the value of the correlation coefficient of the air temperature with COP is -0.95. Also obtained the coefficient of determination is 90.45%, which indicates that the influence of air temperature and solar radiation intensity on the coefficient of performance is 90.45%.
STUDI EKSPERIMENTAL DAN PEMODELAN MATEMATIKA PROSES PENGERINGAN KAKAO ENERGI SURYA SECARA INTERMITTENT Haznam Putra; Farel H. Napitupulu; Himsar Ambarita; Siti Farah Dina
Cylinder : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research, the behavior of cocoa drying using solar dryers have been studied. Experiments conducted on drying cocoa beans that have been fermented first. Cocoa plantations are taken from the area around North Sumatra - Indonesia. Solar energy is used as a source of energy that save and clean for drying. Cocoa is a mainstay in Indonesian commodities, but the quality of the current generated is relatively low. As the aims of this research is gain quality with mathematical modeling of drying by producing good quality cocoa. Preparation phase starts from cocoa fermentation process. With some testing times cocoa taken one test where the results of fermented cocoa that has been washed and dried from water content 55.83% to 7.01% (db), which lasted for 3 (three) days ie, 22 to 24 April 2013 from at 7:00 to 17:00 pm (intermittent). The study was conducted at the Solar Energy Laboratory, Faculty of Engineering Department of Mechanical Engineering of North Sumatra University Medan. It is located in Medan city with the position of 33.6 ° N - 98.4 ° W, altitude 200 meters above sea level and meridian time (GMT +7). From the experimental results obtained experimental equation mathematical model for intermittent drying of cocoa, with the value being the value of the diffusivity coefficient of 1.39 x 10^-10 to 1.85 x 10^-10 m^2/sec, besides the quality of the dried cocoa in this study better than dried cacao directly under the sun.
Uji Potensi Limbah Panas dari Kompor Gas Satu dan Dua Tungku yang Dibuang ke Lingkungan Jufrizal, Jufrizal; Napitupulu, Farel H.; Abdullah, Ilmi; Ambarita, Himsar; Tarigan, Dicky Adrian Sera
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 1 No 2 (2022): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v1i2.20

Abstract

This research aims to measure the temperature around the burner of a single and two-burner SNI gas stove experimentally. The method involves installing temperature sensors at various points around the burner to measure the temperature distribution during stove operation. Testing one stove with the maximum gas stove setting shows that the temperature of the flame (Tf), inner wall (Ti), and outer wall (To) has an average value of 515.7426°C, 159.4874°C, and 123 respectively. .9852°C. With the minimum gas stove setting, the average values ​​of Tf, Ti, and To are 412.9672°C, 101.7448°C, and 64.1360°C. For testing two stoves with the maximum gas stove setting, the average values ​​of Tf, Ti, and To were 666.9459°C, 146.0443°C, and 81.8967°C respectively, while for the minimum gas stove setting, The average values ​​of Tf, Ti, and To are 596.623°C, 94.6196°C, and 60.9590°C. The results of this measurement indicate that the heat lost to the environment through radiation is still significant, as can be seen from the high temperatures measured on the inner and outer walls of the plate around the burner. These findings are important for improving the design of gas stoves to increase energy efficiency and reduce heat lost to the environment.
An Overview of Physicochemical Properties and Engine Performance Using Rubber Seed Biodiesel–Plastic Pyrolysis Oil Blends in Diesel Engines Tambunan, Bisrul Hapis; Ambarita, Himsar; Sitorus, Tulus Burhanuddin; Sebayang, Abdi Hanra; Masudie, Ahmad
Automotive Experiences Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.10136

Abstract

Rubber Seed Biodiesel (RSB) and Plastic Pyrolysis Oil (PPO) deserve to be considered as alternative fuels for diesel engines, because of their advantages such as large raw material resources, derived from free or waste feedstock and the use of plastic waste as fuel can prevent environmental pollution. Due to their almost identical densities, RSB and PPO can be mixed homogeneously. In general, the use of a mixture of RSB and petroleum diesel in diesel engines shows positive performance, both engine performance and emissions, as well as the use of mixed PPO and diesel fuel. Although RSB has a good cetane number and flash point, on the other hand, RSB also has disadvantages in its physiochemical properties, such as low oxidation stability, high acid value, low heating value, and high viscosity. Likewise, PPO has good oxidation stability, acid value, and viscosity, but the flash point, CO, and HC emissions are also bad. This article tries to describe the opportunity to mix RSB and PPO, to find the best composition between RSB and PPO which shows the best fuel physiochemical properties and engine performance.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PENGERING BIJI KOPI TENAGA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA Simon S. T. Gultom; Himsar Ambarita; M. Syahril Gultom; Farel H. Napitupulu
DINAMIS Vol. 7 No. 4 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.19 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i4.7201

Abstract

Dewasa ini, sebagian rumah pengolahan produk pertanian di Indonesia masih cenderung menggunakan cara tradisional dalam penerapannya. Pengeringan pada produk merupakan suatu bentuk penanganan pasca panen yang cukup banyak disoroti oleh para pengamat pertanian. Proses pengeringan pada produk pada pertanian umumnya masih menerapkan pengeringan alami, yaitu dengan cara menjemur produk langsung di bawah sinar matahari. Pengeringan dengan cara seperti ini tentunya sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan hanya bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Hal ini, tentu saja mengganggu proses pengeringan pada produk dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengering yang mampu menjadi alat alternatif apabila pengeringan alami tidak dapat dilakukan. Pada penelitian ini, dibangun suatu pengering biji kopi dengan bantuan energi listrik, dimana energi listrik ini hasil konversi dari energi surya dengan bantuan Photovoltaic yang disimpan ke baterai terlebih dahulu. Setelah dibangun, alat pengering ini kemudian diuji agar diketahui perubahan kadar air pada biji kopi, energi yang dibutuhkan, hingga efisiensi. Untuk sebagai perbandingan, dilakukan variasi temperatur pada pengujian, yaitu 40°C, 45°C, 50°C. Setelah dilakukan pengujian, dibutuhkan masing – masing 8 jam (40°C); 7 jam (45°C); 6 jam (50°C) untuk menurunkan kadar air 100 gram biji kopi dari 30% hingga kadar air sesuai SNI. Laju pengeringan yang didapat pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 2,525 gr/jam (40°C), 2,928 gr/jam (45°C), dan 3,433 gr/jam (50°C). Energi listrik yang terpakai pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 162 Wh (40°C), 151 Wh (45°C), dan 132 Wh (50°C).
STUDI EKSPERIMENTAL SOLAR COLD ENERGY STORAGE DENGAN PENAMBAHAN PCM DAN TANPA PCM Calvin; Samar; Ambarita, Himsar
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9086

Abstract

Peningkatan efisiensi energi dan kondisi kenyamanan di dalam gedung lingkungan semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, bahan perubahan fasa (PCM) dikhususkan untuk mengurangi konsumsi energi bangunan. Penelitian ini adalah eksprerimen dengan sistem kerja CES bertenaga surya yang berdimensi 740 mm x 410 mm x 310 mm yang digunakan untuk menyuplai udara dinginnya ke ruangan berdimensi 4,8 m × 3,7 m × 3,3 m. Komponen utama dari sistem pendingin CES terdiri dari gabungan sistem termoelektrik dan PCM yang diaplikasikan secara aktif. Dalam aplikasi aktif, konveksi paksa merupakan mekanisme perpindahan panas yang dominan antara PCM dan udara dalam CES dimana diperlukan beberapa perangkat listrik tambahan. Pada pengujian ini didapat hasil CES tanpa PCM, di hari pertama dan kedua memiliki perbedaan temperatur outlet untuk ruangan dan temperatur inlet dari ruangan yang hampir sama dengan rata-rata sebesar 1,43℃ dan 1,5. Sedangkan CES dengan PCM pada hari pertama dan kedua dengan rata-rata sebesar 7,36℃ dan 3,85℃. Untuk nilai COP didapat CES tanpa PCM di hari pertama dan kedua memiliki nilai rata-rata sebesar 0,25. Sedangkan nilai COP CES dengan PCM di hari pertama dan kedua sebesar 0,39 dan 0,33.
Co-Authors ., Mahadi A Halim Nasution A. Halim Nasution A. Husein Siregar A. Husein Siregar A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Hanra Sebayang Abdi Z. A. M. ABDI Z.A M Abdul H. Nasution Abdullah, Ilmi Adolf Ronny Adolf Ronny Adventus Silalahi Agorlif Efrata SIantur Ahmad H. Siregar Alfian Hamsi Amma Muliya R Amma Muliya R. Andianto P Andianto P. Andianto Pintoro Andika PP Tampubolon ANDRE J.D MANURUNG Andri M. Sijabat Ary Santony Ary Santony bin Nur, Taufiq Bisrul Hapis Tambunan, Bisrul Hapis BONARDO S Bonardo S. Burhanuddin, Tulus Cakra M. A Cakra M. A. Calvin Candra Bachtiar, Candra Danner Silaen David M. Hutabarat Dian M Nasution Dian M. Nasution Dian M.Nasution Dian Morfi Nasution Dina, Sari Farah Dina, Sari Farah DUNAN GINTING Efrin Simbolon Eko Yohanes Setiawan Eko Yohanes Setyawan Farel H Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Naptupulu Farida Ariani Farrel H Napitupulu Farrel H Napitupulu Fauzi Fauzi Ferdinan A. Lubis Firman Siahaan Firman W. Siahaan Firman W. Siahaan frans frans Frenky Christian Nababan Frenky Christian Nababan George Mager George Mager Gery P. Hutapea Gery P. Hutapea Gultom, Syahril H.V Sihombing Halim Nasution Harry K. J. Munthe Harry K.J Munthe Haznam Putra Herdy - Heri Firmansah Lumban Toruan Heru M Hutasoit Hotlan M. Nababan Hutabarat, Nauas Domu Marihot Romauli Hutauruk, Isra Ikhsan Sukri Iko M. Nadeak Ilmi Ilmi, Ilmi Joel P. Nababan Joel P. Nababan Jufrial Jufrizal Jufrizal Juwirianto Juwirianto Karina Nola Sinamo Kevin V Simbolon L, Zulkifli Lendeber Sinaga Libert Sijabat Libianko Sianturi M. Darwis Rambe M. Sabri M. Sabri M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M.Syahril Gultom Mahadi Mahadi Marhiras Sitanggang Masudie, Ahmad Michael Frans H. Hasibuan Muhammad Darwis Rambe Mulfi Hazwi Mulfi Hazwi Munawir Rosyadi Siregar N, Ricardo Napitupulu, Farel H. Napitupulu, Farrel H Nasution, Dian M. Nehemia Sembiring Nst, Fadly A. Kurniawan Nur, Taufiq Bin Nur, Taufiq Bin Oloan Purba P., Andianto Parulian Siagian Perangin-angin, Siwan E. Pramio G. S Pramio G. Sembiring Putra Setiawan Raidinata A. Sipayung Ricardo N Riky S. Situmorang Rio Arinedo Sembiring Ronal P Hutagalung Samar Sari Farah Dina Sari Farah Dina Sari Farah Dina Shandy Marpaung Siagian, Horas S Siahaan, Enzo W.B Sihombing , Hendrik Voice Sihombing, Hendrik V Sihombing, Hendrik V. Simanjuntak, Janter Pangaduan Simon S. T. Gultom Simon S.T Gultom Siregar, Achmad Husein Siti Farah Dina Sitorus, Tulus B. Suprianto . Syahril Gultom Syahril Gultom Syalimono S Tambunan , Bisrul Hapis Tampubolon, Andika PP Tarigan, Dicky Adrian Sera Taufiq B N Taufiq B. N Taufiq B. N. Taufiq B. N. Taufiq B. Nur Tekad Sitepu Tekad Sitepu Terang UHS Ginting Terang UHSG Tri Arfandi Tri Arfandi Tugiman Tugiman . Tulus B sitorus Tulus B Sitorus Tulus B Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Tyson M Tyson M. Wahyu Hamdani Waldemar Naibaho William William . William Ryan Wijaya Yosua Maha Kurnia Surbakti Zakaria Bernando Zulkifli L Zulkifli Lubis Zulvia C.N Ginting