Claim Missing Document
Check
Articles

SIMULASI NUMERIK PADA ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA Adolf Ronny; Himsar Ambarita; Farel H. Napitupulu; M. Syahril Gultom
Jurnal Dinamis Vol 7, No 3 (2019): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.268 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini membandingkan efisiensi alat pengering biji kopi yang telah diuji eksperimental. Desain pengering terdiri dari dua unit kolektor surya, satu ruang pengering dengan tiga rak, dan 2 kipas bertenaga surya yang terletak di saluran keluar pengering. Pengering dirancang dan dilakukan uji eksperimental di Departemen Magister Teknik Mesin USU . Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk mengetahui  distribusi temperature yang terjadi di alat pengering. Dari distribusi temerpatur tersebut kiat dapat menghitung efisiensi dari alat pengering secara  numerik.Setelah dihitung didapatkan bahwa efisiensi dari kolektor surya 77% dan ruan penegering 89%. Sedangkan secara eksperimental efisiensi kolektor surya 74 % dan ruang pengering 90 %
RANCANG BANGUN SOLAR COLD STORAGE DENGAN KAPASITAS 10 KILOGRAM Raidinata A. Sipayung; Himsar Ambarita; Taufiq B. Nur; Andianto Pintoro
Jurnal Dinamis Vol 7, No 3 (2019): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.993 KB)

Abstract

Refrigerasi merupakan salah satu proses pendiginan suatu benda hingga mencapai pada temperatur berada di bawah temperatur lingkungan, proses ini sangat cocok untuk mendinginkan suatu barang untuk menjaga suhu. Oleh karena itu, peneliti mencoba membuat Solar Cold Storage, yaitu teknik mendinginkan dengan bantuan fotovoltaik sebagai sumber daya, Solar Cold Storage tersebut sangat cocok diterapkan di Indonsia,  karena negara indonesia merupakan negara tropis dengan potensi energi surya yang sangat besar ditambah negara indonesia merupakan negara kepulauan, yang sebagian besar mata pencariaan masyarakat sebagai nelayan, alat ini sangat cocok digunakan dikarena dapat menjaga suhu dengan waktu yang lama dan mudah untuk dibawa saat melaut, dan juga sangat cocok digunakan dipuskemas yang jauh dari perkotaan yang dapat menjaga suhu obat-obatan yang akan disalurkan kedesa-desa yang sangat membutuhkan obat-obatan. Alat ini terdiri dari photovoltaik sebagai sumber daya, 1 kompressor sebagai alat untuk menjalankan Solar Cold Storage dan 1 buah box sebagai wadah penyimpanan yang dapat memberikan suhu berkisar  dengan beban pendingin145.35 Watt dan koefisien performansi (COP)  sebesar 3.82.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PENGERING BIJI KOPI TENAGA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA Simon S.T Gultom; Himsar Ambarita; M. Syahril Gultom; Farel H. Napitupulu
Jurnal Dinamis Vol 7, No 4 (2019): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.64 KB)

Abstract

Dewasa ini, sebagian rumah pengolahan produk pertanian di Indonesia masih cenderung menggunakan cara tradisional dalam penerapannya. Pengeringan pada produk merupakan suatu bentuk penanganan pasca panen yang cukup banyak disoroti oleh para pengamat pertanian. Proses pengeringan pada produk pada pertanian umumnya masih menerapkan pengeringan alami, yaitu dengan cara menjemur produk langsung di bawah sinar matahari. Pengeringan dengan cara seperti ini tentunya sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan hanya bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Hal ini, tentu saja mengganggu proses pengeringan pada produk dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengering yang mampu menjadi alat alternatif apabila pengeringan alami tidak dapat dilakukan. Pada penelitian ini, dibangun suatu pengering biji kopi dengan bantuan energi listrik, dimana energi listrik ini hasil konversi dari energi surya dengan bantuan Photovoltaic yang disimpan ke baterai terlebih dahulu. Setelah dibangun, alat pengering ini kemudian diuji agar diketahui perubahan kadar air pada biji kopi, energi yang dibutuhkan, hingga efisiensi. Untuk sebagai perbandingan, dilakukan variasi temperatur pada pengujian, yaitu 40°C, 45°C, 50°C. Setelah dilakukan pengujian, dibutuhkan masing – masing 8 jam (40°C); 7 jam (45°C); 6 jam (50°C) untuk menurunkan kadar air 100 gram biji kopi dari 30% hingga kadar air sesuai SNI. Laju pengeringan yang didapat pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 2,525 gr/jam (40°C), 2,928 gr/jam (45°C), dan 3,433 gr/jam (50°C). Energi listrik yang terpakai pada setiap pengujian adalah masing-masing sebesar 162 Wh (40°C), 151 Wh (45°C), dan 132 Wh (50°C).
STUDY EXPERIMENTAL OPTIMASI KOLEKTOR PLAT DATAR DENGAN MENGGUNAKAN PIPA BERSIRIP UNTUK MEMANASKAN AIR 120 LITER Firman W. Siahaan; Himsar Ambarita; Andianto Pintoro; Zulkifli Lubis
Jurnal Dinamis Vol 7, No 4 (2019): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.733 KB)

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan yang dimana panas yang diperoleh dari matahari dapat dimanfaatkan tanpa merusak lingkungan. Pemanfaatan energi surya yang paling umum adalah untuk memanaskan air baik sistem aktif maupun sistem thermosifon. Menggunakan sel photovoltaic sebagai sumber energi untuk memompa air merupakan satu terobosan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kolektor plat datar dengan ukuran 1,62m x 1,14m x 0,08m untuk memanaskan air berkapasitas 120 L dengan menambahkan pipa bersirip sebagai sirkulasi air secara kontiniu yang dirancang oleh Herdy dan telah diuji pada kondisi cerah. Diadapat hasil terbaik dari pengujian pada tanggal 22 Agustus 2019, Adapun hasil penelitian ini adalah : 1) Perbandingan radiasi matahari perhitungan dengan radiasi pengukuran : Radiasi rata-rata teoritis pada tanggal 22 Agustus 2019 adalah 699,1073 W/m2 dan Radiasi rata-rata pengukuran adalah 378,666 W/m2. 2) Efisiensi  bersih kolektor didapat sebesar 65,44%. 3) Efisiensi pada sirip yang diletakkan pada pipa sirkulasi air sebesar 67,56% dengan menggunakan sirip n =234.  4) Temperatur air maksimum dari seluruh tahap penelitian adalah  49,84 O C yaitu pengujian pertama pada tanggal 22 Agustus 2019. 5) Energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air sebanyak 120 liter pada pengujian 22 Agustus 2019 selama delapan jam sebesar 11065,296 kJ. 5) Besar energi terbuang dari kolektor selama pengujian pada tanggal 22 Agustus 2019 adalah: Pada sisi samping kolektor sebesar 42153.991 J , Pada sisi depan belakang sebesar 29672.641 J ,Pada sisi bawah kolektor sebesar 413508,889 J , Pada sisi atas kolektor sebesar 4886778.321 J , Total energy yang terbuang sebesar 5372113,842 J.
STUDY EXPERIMENTAL UNTUK ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA SISTEM KONTINU Gery P. Hutapea; Himsar Ambarita; Farel H. Napitupulu; M. Syahril Gultom
Jurnal Dinamis Vol 7, No 4 (2019): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.986 KB)

Abstract

Sebagai salah satu bentuk energi terbarukan, energi surya merupakan salah satu sumber energi yang berpotensi untuk dimanfaatkan terutama di daerah beriklim tropis. Salah satu pemanfaatan energi surya yang paling sering digunakan yaitu pengeringan. Dalam penelitian kali ini pengeringan dilakukan secara kontinu pada kopi dengan media pelat datar bersirip sebagai absorbernya. Menggunakan sel photovoltaic sebagai sumber energi listrik untuk mengalirkan udara panas ke ruang pengering. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi solar kolektor dan ruang pengering kopi yang diuji, bertujuan agar nantinya dapat digunakan oleh khalayak banyak. Alat ini terdiri dari dua buah kolektor yaitu satu kolektor dengan sudut kemiringan 0o dan yang satu kolektor lain dengan sudut 20o serta rumah pengeringnya. Besar efisiensi kolektor yaitu sebesar 78%. Sedangkan untuk efisiensi rumah pengering adalah sebesar 79%.
Evaluation on Expressions for Optimum Intermediate Condition of Two-Stage Vapor Compression Refrigeration Cycle Himsar Ambarita
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 29, No 2 (2018)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.295 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v29i2.3188

Abstract

Mathematical expressions for estimating the optimum intermediate condition of two-stage vapor compression refrigeration cycle have been investigated. The objective is to evaluate the expressions for optimum intermediate condition (pressure or temperature) for maximum COP. A set of governing equations on two-stage vapor compression refrigeration cycle are developed and solved numerically. The two-stage cycle is analyzed using commonly used refrigerants for air-conditioning use, they are R12, R22, and R134a. There are six expressions for optimum intermediate condition found in literature. These expressions are divided into two group, expression for optimum pressure and expression for optimum temperature. These expressions are evaluated using the developed model. The results show that deviation of the expressions for optimum pressure can be up to 18.38%. On the other hand, the maximum deviation for optimum temperature is only 6.74%. This fact suggests that expressions for optimum temperature are better than pressure one. However, the expressions found in literature only specific for a particular refrigerant. Those can’t be used for all refrigerants.
PERFORMANSI PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN PENAMBAHAN SIRIP PADA PIPA KOLEKTOR Himsar Ambarita; Firman Siahaan; Herdy -; H.V Sihombing
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 1 No 2 (2020): Edisi Februari 2020
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.641 KB) | DOI: 10.36655/sprocket.v1i2.180

Abstract

The solar energy that reaches the earth's surface can be converted into heat energy using solar collectors. Inside the collector, there are several components including a heating pipe as a medium to drain water to the storage tank. There are several factors that increase the performance of solar collectors including the addition of fins to the pipe which will increase the collector's cross-sectional area. This study compares solar collectors with and without the addition of fins, the aim of improving the performance of solar water heater collectors with the addition of fins. Where the dimensions of the fins used are 50 x 12 x 0.3 mm. testing is done by comparing the two collectors. The results showed an increase in temperature in solar water heaters with the addition of fins to the pipe and an increase in efficiency of 18.67% compared to solar water heaters without the addition of fins.
Perbandingan Performansi 4 Variasi Siklus Kompresi Uap 2 Tingkat Siwan Ediamanta Perangin-angin; Himsar Ambarita; Waldemar Naibaho; Parulian Siagian; Marhiras Sitanggang; Libianko Sianturi
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 2 No 1 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.4 KB) | DOI: 10.36655/sproket.v2i1.311

Abstract

Keberadaan Pengkondisan Udara (AC) tidak terlepas dari aspek kehidupan sehari-hari. Pengkondisian Udara memanfaatkan prinsip termodinamika siklus kompresi uap. COP merupakan parameter untuk melihat kinerja dari mesin pendingin tersebut. Dalam penelitian ini, salah satu cara untuk meningkatkan COP dari mesin Pendingin adalah memodifikasi siklus 1 tingkat menjadi siklus 2 tingkat. Karya inimengkaji perbandingan model siklus kompresi uap 2 tingkat dengan beberapa variasi. Perbandingan ini menggunakan sofware ASPEN PLUS V10 untuk melihat performansi dari setiap varian. Untuk fluida kerja (Refrigeran) yang digunakan adalah R-32. Dari hasil simulasi Varian no III menunjukkan nilai COP yang lebih tinggi dari pada varian lainnya.
PENGUJIAN MESIN DIESEL YANG DIMODIFIKASI MENJADI BERBAHAN BAKAN GAS LPG Himsar Ambarita
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.708 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.603

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada sebuah mesin diesel yang awalnya digerakkan dengan menggunakan bahan bakar diesel menjadi berbahan bakar LPG. Telah dirancang suatu alat uji yang menggunakan sebuah mesin diesel silinder tunggal dengan daya 2,5 kW dan 2,8 kW pada putaran mesin 3000 dan 3600 rpm. Kinerja mesin diesel kecil telah diuji dalam dua bahan bakar berbeda yaitu solar dan LPG. Pada penggunaan bahan bakar solar tidak ada perubahan yang dilakukan pada mesin disel. Pada penggunaan bahan bakar LPG mesin diubah menjadi mesin pengapian percikan dengan mengganti pompa oli menjadi busi. Dilihat dari unjuk kerja mesin yang dijalankan pada bahan bakar LPG sebanding dengan putaran mesin pada bahan bakar diesel. Namun, konsumsi bahan bakar spesifik dari mesin dengan bahan bakar LPG rata-rata 17,53% lebih tinggi pada beban 800 W, jika dibandingkan dengan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar diesel. Disarankan untuk meningkatkan efisiensi mesin yang dioperasikan dengan bahan bakar LPG dengan modifikasi lebih lanjut dalam rasio kompresi dan sistem injeksi bahan bakar yang lebih baik.Kata kunci : Mesin Diesel, Bahan Bakar Solar dan LPG
ANALYSIS OF CONDENSER PERFORMANCE DESALINATION OF SOLAR ENERGY OF THE NATURAL VACUUM SYSTEM AT THE TIME OF LOW RADIATION INTENSITY Himsar Ambarita; Eko Yohanes Setiawan
JOURNAL OF SCIENCE AND APPLIED ENGINEERING Vol 1, No 1 (2018): JSAE
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.98 KB) | DOI: 10.31328/jsae.v1i1.550

Abstract

Natural desalination device solar vacuum system has a main component of evaporator, condenser, and solar collector. The production of clean water from this appliance is strongly influenced by the performance of the condenser.On this research, condenser performance is performed when the intensity of solar radiation is low. The measurement data for 2 days when the sky is not bright is used to perform the condenser performance analysis. The result of analysis on the first day was found that the working energy of condensorsirippada was 141 J / day, while if without 29 J / day fins. So that the effectiveness of fins of 112 J / day. While on the second day found heat transfer using 122 J / day fins without fins 25 J / day to obtain fin effectiveness of 97 J / day. This is very influential on clean water production. The condensate rate on the 1st day is highest at 0.00018 kg / min, with an average of one day experiment 0.0001 kg / min, yielding fresh water of 0.8 Liter. On the 2nd day the highest condensate rate is 0.00019 kg / min with an average of condensate rate for one day 0.00011 kg / min, yielding fresh water of 0.81 Liter.
Co-Authors ., Mahadi A Halim Nasution A. Halim Nasution A. Husein Siregar A. Husein Siregar A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Hanra Sebayang Abdi Z. A. M. ABDI Z.A M Abdul H. Nasution Abdullah, Ilmi Adolf Ronny Adolf Ronny Adventus Silalahi Agorlif Efrata SIantur Ahmad H. Siregar Alfian Hamsi Amma Muliya R Amma Muliya R. Andianto P Andianto P. Andianto Pintoro Andika PP Tampubolon ANDRE J.D MANURUNG Andri M. Sijabat Ary Santony Ary Santony bin Nur, Taufiq Bisrul Hapis Tambunan, Bisrul Hapis BONARDO S Bonardo S. Burhanuddin, Tulus Cakra M. A Cakra M. A. Calvin Candra Bachtiar, Candra Danner Silaen David M. Hutabarat Dian M Nasution Dian M. Nasution Dian M.Nasution Dian Morfi Nasution Dina, Sari Farah Dina, Sari Farah DUNAN GINTING Efrin Simbolon Eko Yohanes Setiawan Eko Yohanes Setyawan Farel H Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Naptupulu Farida Ariani Farrel H Napitupulu Farrel H Napitupulu Fauzi Fauzi Ferdinan A. Lubis Firman Siahaan Firman W. Siahaan Firman W. Siahaan frans frans Frenky Christian Nababan Frenky Christian Nababan George Mager George Mager Gery P. Hutapea Gery P. Hutapea Gultom, Syahril H.V Sihombing Halim Nasution Harry K. J. Munthe Harry K.J Munthe Haznam Putra Herdy - Heri Firmansah Lumban Toruan Heru M Hutasoit Hotlan M. Nababan Hutabarat, Nauas Domu Marihot Romauli Hutauruk, Isra Ikhsan Sukri Iko M. Nadeak Ilmi Ilmi, Ilmi Joel P. Nababan Joel P. Nababan Jufrial Jufrizal Jufrizal Juwirianto Juwirianto Karina Nola Sinamo Kevin V Simbolon L, Zulkifli Lendeber Sinaga Libert Sijabat Libianko Sianturi M. Darwis Rambe M. Sabri M. Sabri M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M.Syahril Gultom Mahadi Mahadi Marhiras Sitanggang Masudie, Ahmad Michael Frans H. Hasibuan Muhammad Darwis Rambe Mulfi Hazwi Mulfi Hazwi Munawir Rosyadi Siregar N, Ricardo Napitupulu, Farel H. Napitupulu, Farrel H Nasution, Dian M. Nehemia Sembiring Nst, Fadly A. Kurniawan Nur, Taufiq Bin Nur, Taufiq Bin Oloan Purba P., Andianto Parulian Siagian Perangin-angin, Siwan E. Pramio G. S Pramio G. Sembiring Putra Setiawan Raidinata A. Sipayung Ricardo N Riky S. Situmorang Rio Arinedo Sembiring Ronal P Hutagalung Samar Sari Farah Dina Sari Farah Dina Sari Farah Dina Shandy Marpaung Siagian, Horas S Siahaan, Enzo W.B Sihombing , Hendrik Voice Sihombing, Hendrik V Sihombing, Hendrik V. Simanjuntak, Janter Pangaduan Simon S. T. Gultom Simon S.T Gultom Siregar, Achmad Husein Siti Farah Dina Sitorus, Tulus B. Suprianto . Syahril Gultom Syahril Gultom Syalimono S Tambunan , Bisrul Hapis Tampubolon, Andika PP Tarigan, Dicky Adrian Sera Taufiq B N Taufiq B. N Taufiq B. N. Taufiq B. N. Taufiq B. Nur Tekad Sitepu Tekad Sitepu Terang UHS Ginting Terang UHSG Tri Arfandi Tri Arfandi Tugiman Tugiman . Tulus B sitorus Tulus B Sitorus Tulus B Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Tyson M Tyson M. Wahyu Hamdani Waldemar Naibaho William William . William Ryan Wijaya Yosua Maha Kurnia Surbakti Zakaria Bernando Zulkifli L Zulkifli Lubis Zulvia C.N Ginting