Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY EXPERIMENTAL UNTUK ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA SISTEM KONTINU Gery P. Hutapea; Himsar Ambarita; Farel H. Napitupulu; M. Syahril Gultom
DINAMIS Vol. 7 No. 4 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.192 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i4.7227

Abstract

Sebagai salah satu bentuk energi terbarukan, energi surya merupakan salah satu sumber energi yang berpotensi untuk dimanfaatkan terutama di daerah beriklim tropis. Salah satu pemanfaatan energi surya yang paling sering digunakan yaitu pengeringan. Dalam penelitian kali ini pengeringan dilakukan secara kontinu pada kopi dengan media pelat datar bersirip sebagai absorbernya. Menggunakan sel photovoltaic sebagai sumber energi listrik untuk mengalirkan udara panas ke ruang pengering. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi solar kolektor dan ruang pengering kopi yang diuji, bertujuan agar nantinya dapat digunakan oleh khalayak banyak. Alat ini terdiri dari dua buah kolektor yaitu satu kolektor dengan sudut kemiringan 0o dan yang satu kolektor lain dengan sudut 20o serta rumah pengeringnya. Besar efisiensi kolektor yaitu sebesar 78%. Sedangkan untuk efisiensi rumah pengering adalah sebesar 79%.
SIMULASI NUMERIK PADA ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA Adolf Ronny; Himsar Ambarita; Farel H. Napitupulu; M. Syahril Gultom
DINAMIS Vol. 7 No. 3 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.502 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i3.7229

Abstract

Dalam penelitian ini membandingkan efisiensi alat pengering biji kopi yang telah diuji eksperimental. Desain pengering terdiri dari dua unit kolektor surya, satu ruang pengering dengan tiga rak, dan 2 kipas bertenaga surya yang terletak di saluran keluar pengering. Pengering dirancang dan dilakukan uji eksperimental di Departemen Magister Teknik Mesin USU . Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk mengetahui distribusi temperature yang terjadi di alat pengering. Dari distribusi temerpatur tersebut kiat dapat menghitung efisiensi dari alat pengering secara numerik.Setelah dihitung didapatkan bahwa efisiensi dari kolektor surya 77% dan ruan penegering 89%. Sedangkan secara eksperimental efisiensi kolektor surya 74 % dan ruang pengering 90 %
RANCANG BANGUN ALAT DESALINASI AIR LAUT TENAGA SURYA SISTEM PASIF KEMIRINGAN GANDA DENGAN AIR SEBAGAI PENDINGIN KACA LUAR Joel P. Nababan; Himsar Ambarita; Andianto Pintoro; Farel H. Napitupulu
DINAMIS Vol. 7 No. 2 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.585 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i2.7231

Abstract

Air bersih memegang peranan dan bertanggung jawab atas kehidupan. Kebutuhan akan air bersih terus meningkat karena penggunaannya di berbagai bidang kehidupan,seperti bidang pertanian, industri, dan populasi. Untuk mencegah terjadinya kekurangan air, sangat penting untuk menunjukkan kesenjangan antara permintaan dan pasokan air minum dengan mengembangkan teknologi pemurnian air. Tenaga surya/ energi matahari (sumber energi terbarukan) dalam bentuk penyulingan adalah salah satu teknologi yang paling menjanjikan, sederhana, dan ekonomis untuk pemurnian garam dan air payau Dalam penelitian skripsi ini, secara eksperimental dan teoritis dibahas mengkaji dan membandingkan teknologi penyulingan air laut / desalinasi sistem pasif kemiringan ganda dengan penambahan air pendingin kaca bagian luar dengan air dilairkan oleh pompa DC bertenaga surya dari photovoltaic dengan tanpa pendingin kaca luar. Dalam pekerjaan ini, desalinasi kemiringan ganda pasif dengan luas wilayah cekungan seluas 1.932 m2 dengan permukaan kaca 1 m2 dengan dua potong dengan ketebalan kaca 3 mm dan sudut kemiringan kaca 15o. Permukaan air dari dasar 20 mm dan diuji selama 7 hari dimulai pukul 08.00-18.00 WIB. Hasil perbandingan produksi air bersih dari kedua alat menunjukkan produktivitas alat desalinasi dengan penambahan air pendingin kaca bagian luar lebih tinngi dibandingkan alat desalinasi tanpa pendingin kaca luar.
STUDI EKSPERIMENTAL DISTILASI AIR LAUT TENAGA SURYA KEMIRINGAN GANDA SISTEM AKTIF DAN PASIF: EXPERIMENTAL STUDY OF MULTIPLE SLEPT SOLAR WATER DISTILLATION ACTIVE AND PASSIVE SYSTEMS Kevin V Simbolon; Himsar Ambarita
DINAMIS Vol. 9 No. 2 (2021): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.59 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v9i2.7949

Abstract

Air bersih sangat berpengaruh didalam kehidupan. Kebutuhan akan air bersih selalu bertambah karena penggunaannya di berbagai bidang,seperti bidang pertanian, industri, dan populasi. Untuk mencegah terjadinya kekurangan air, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dari setiap sektor yang ada. Tenaga surya/energi matahari (sumber energi terbarukan) dalam bentuk penyulingan adalah salah satu teknologi yang paling menjanjikan, sederhana, dan ekonomis untuk pemurnian garam dan air payau Dalam penelitian skripsi ini, akan mengkaji dan membandingkan teknologi penyulingan air laut/desalinasi sistem pasif kemiringan ganda dengan penambahan solar kolektor dengan air yang dialiri oleh pompa DC bertenaga surya dari photovoltaic.
Teknologi Pengisi Baterai Menggunakan Energi Surya Di Ds. Petangguhan Himsar Ambarita; Halim Nasution
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4772.735 KB) | DOI: 10.31328/js.v1i2.897

Abstract

Teknologi pengisi baterai menggunkan energi surya di Desa Petangguhan Kec. Galang Kab. Deli serdangmerupakan teknologi baru dalam bidang pengisian baterai menggunakan energi surya, yang belum banyak masyarakatgunakan selama ini dan sebagai alternatif mengatasi kenaikan harga tarif listrik dari PLN karena menggunakan energisurya sesalu ada setiap hari dengan gratis, meskipun harga di awal pembuatan panel surya cukup tinggi. Dengan adanyabantuan program pengabdian masyarakat Universitas Sumatra Utara mitra pengabdian sangat terbantu dalampengadaan solar panel yang digunakan dalam pengisian baterai. Dengan menggunakan pengisian baterai energi suryasangat tepat bila digunakan di wilayah Ds. Petangguhan Kec. Galang karena wilayah perkebunan. Ada beberapamasyarakat yang tinggal di dalam perkebunan yang tidak di jangkauan oleh listrik PLN. Sehingga dibuat panel suryayang digunakan untuk pengisian baterai pada masyarakat Desa Petangguhan yang tinggal didalam perkebunan yangdigunakan untuk penerangan selama di kebun.
A Study on Adsorption Refrigerator Driven by Solar Collector Using Indonesian Activated Carbon Tulus B. Sitorus; Farel H. Napitupulu; Himsar Ambarita
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 49 No. 5 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2017.49.5.7

Abstract

In the present work, the performance of an adsorption refrigerator driven by a solar collector was investigated. The adsorbent used in this study was 6.5 kg ordinary granular activated carbon of coconut shell produced in the Sumatera Utara province of Indonesia, 3 liters of methanol as adsorbate and 4.5 litres of water as the medium that was cooled. The experiments were carried out under varying weather conditions during seven cycles with total solar radiation about 2.681-3.918 kWh/m2/cycle. In this study, the values of the coefficient of performance (COP) obtained were about 0.0827-0.1271. The values of specific cooling power (SCP) obtained were in the range of 0.01839-0.01883 kW/kg. The experimental results show that the adsorption refrigerator system can deliver an evaporator temperature of about 2.81-13.61°C.
Studi Eksperimental dan Pemodelan Matematika Proses Pengeringan Kakao Dengan Energi Surya Secara Intermitten Haznam Putra; Farrel H Napitupulu; Himsar Ambarita; Sari Farah Dina
Jurnal Litbang Industri Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v4i1.644.49-57

Abstract

In this research, the behaviors of cocoa drying using solar dryers have been studied. Cocoa was taken from plantation area around North Sumatra - Indonesia. Solar energy is used as a source of energy that save and clean for drying. Cocoa is a mainstay in Indonesian commodities, but quality of the current generated is relatively low. The aims of this research to gain the quality with mathematical modelling of drying by producing a good quality of cocoa. Preparation phase started from cocoa fermentation process. With some testing times, it was taken one test where the results of fermented cocoa that had been washed and dried from water content 55.83% to 7.01%, which lasted for three days, 22 to 24 April 2013 from at 7:00 to 17:00 pm (intermittent). The study was conducted at the Solar Energy Laboratory, Faculty of Engineering Department of Mechanical Engineering of North Sumatra University Medan. It is located in Medan city with the position of 3.36 ° N - 98.4 ° E, altitude 200 meters above sea level and meridian time (GMT +7). From the experimental results obtained an experimental equation mathematical model for intermittent drying of cocoa, with the value of diffusivity coefficient was between 1.39 x10-10 to 1.85 x10-10 m2/sec, besides the quality of the dried cocoa in this study was better in colour and not moldy than dried cacao directly under the sun. ABSTRAK Pada penelitian ini, perilaku pengeringan menggunakan pengering kakao tenaga surya telah dilakukan. Kakao diambil dari perkebunan di sekitar daerah Sumatera Utara – Indonesia. Energi surya digunakan sebagai sumber energi pengeringan yang hemat dan bersih. Kakao merupakan komoditi andalan di Indonesia hanya saja mutu yang saat ini dihasilkan masih terbilang rendah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan persamaan pengeringan dengan pemodelan matematika untuk menghasilkan mutu kakao yang baik. Tahap preparasi dimulai dari proses fermentasi kakao. Dengan beberapa kali pengujian kakao, diambil hasil salah satu pengujian dimana hasil fermentasi kakao yang telah dicuci kemudian dikeringkan dari kadar air 55,83% menjadi 7,01% yang berlangsung selama tiga hari yakni 22–24 April 2013 dari pukul 07.00 – 17.00 WIB (Intermitten).  Penelitian dilakukan di Laboratorium Solar Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan yang berada di kota Medan dengan posisi 3.36 °LU – 98.4 °BT, ketinggian di atas permukaan laut 200 meter dan waktu meridian (7 + GMT). Dari hasil percobaan percobaan didapat persamaan model matematika untuk pengeringan kakao secara intermitten, dengan nilai koefisien difusifitas berada pada nilai 1,39 x10-10 – 1,85 x10-10 m2/detik, selain itu kualitas kakao yang dikeringkan lebih baik dari segi warna dan tidak berjamur dibandingkan dengan kakao yang dikeringkan secara langsung dibawah sinar matahari.
PENGUJIAN PROSES DISCHARGING SEBUAH PEMANAS AIR ENERGI SURYA TIPE KOTAK SEDERHANA YANG DILENGKAPI PHASE CHANGE MATERIAL DENGAN KAPASITAS 100 LITER AIR Putra Setiawan; Tekad sitepu; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.367 KB)

Abstract

AbstrakPemanas air energi surya tipe kotak sederhana yang dilengkapi dengan menggunakanPCM merupakan cara yang efektif dalam menyimpan panas dalam memanfaatkan energi panasdari matahari untuk memanaskan air. Pemanas air ini menyerap energi panas matahari danditeruskan ke absorber untuk memanaskan stearic acid. Pengujian discharging dilakukan padapukul 17.00 – 18.30 WIB dengan tujuan untuk mengetahui seberapa lama stearic acid dapatmenyimpan panas. Selanjutnya air mengalir melewati stearic acid sehingga energi panas daristearic acid dipindahkan ke air untuk menaikkan suhu air tersebut. Steraric acid merupakanbahan dari PCM (Phase Change Material) yang dipakai untuk menyimpan panas karena stearicacid memiliki titik leleh sebesar 55,1 0C. Pada penelitian proses discharging temperatur stearicacid dapat mencapai 80 0C yang dimanfaatkan untuk menaikkan suhu air masuk dari 29 0Chingga mencapai 44 0C pada suhu air keluar dimana debit aliran air diasumsikan konstan yaknisebesar 0,16 L/s pada pipa yang berdiameter 1 inchi. Efisiensi dari kolektor surya rata-ratadapat mencapai 35%.Kata kunci : pemanas air, sterad acid, discharging
ANALISIS KOEFISIEN DRAG PADA MOBIL HEMAT ENERGI "MESIN USU" DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CFD Munawir Rosyadi Siregar; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 3, No 3
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.268 KB)

Abstract

ABSTRAKKonsep aerodinamika pada kendaraan menjadi sangat penting dalam usaha mendapatkankendaraan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan koefisien drag (Cd) pada kendaraan hemat energi karya Tim Horas UniversitasSumatera Utara, Mesin USU, yang diperlombakan dalam beberapa event nasional maupuninternasional; membandingkannya dengan kendaraan konvensional jenis citycar danmemberikan perbaikan pada desain bentuk bodi untuk pengembangan berikutnya. Metodeanalisis aerodinamika yang digunakan adalah metode numerik dengan menggunakanperangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD) Ansys Fluent. Analisis dilakukan padaaliran tiga dimensi (3D), steady, turbulen, isothermal dan incompressible. Kecepatan udaradivariasikan dari 10 hingga 20 m/s. Koefisien drag pada Mesin USU I dan Mesin USU II,masing-masing 0.295975 dan 0.3265162. Nilai ini cukup besar dibandingkan dengan nilaikoefisien drag pada citycar Ford Fiesta (0.2432045). Dengan perbaikan yang dilakukan padamodel Mesin USU II, koefisien drag dapat dikurangi sebesar 32,6% dan mengurangipenggunaan bahan bakar sebesar 28,8%.Kata kunci: Koefisien Drag, CFD, Ansys Fluent, Mesin USU, konsumsi bahan bakar
UJI PERFORMANSI MESIN OTTO SATU SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN PERTAMAX PLUS Rio Arinedo Sembiring; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 3, No 3
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.605 KB)

Abstract

AbstrakPengujian secara langsung adalah cara paling efektif untuk mengetahui performasebuah mesin, dalam hal ini mesin otto empat langkah berkapasitas 109,1 cc diujimenggunakan water brake dynamometer dengan variasi bahan bakar premium danpertamax plus. Untuk kecepatan dan beban yang sama maka bahan bakar premiumlebih effisien, dimana effisiensi termalnya dapat mencapai 37,27% dengan 1,92%angka ketidakpastian sedangkan emisi gas buang pertamax plus menghasilkan emisiyang lebih tinggi, untuk emisi karbon monoksida (CO) meningkat 13,51%, emisi karbondioksida (CO2) meningkat 13,73% dan oksigen (O2) meningkat sebesar 0,68%.Kata kunci : Performansi, Mesin Otto, Premium dan Pertamax Plus
Co-Authors ., Mahadi A Halim Nasution A. Halim Nasution A. Husein Siregar A. Husein Siregar A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Hanra Sebayang Abdi Z. A. M. ABDI Z.A M Abdul H. Nasution Abdullah, Ilmi Adolf Ronny Adolf Ronny Adventus Silalahi Agorlif Efrata SIantur Ahmad H. Siregar Alfian Hamsi Amma Muliya R Amma Muliya R. Andianto P Andianto P. Andianto Pintoro Andika PP Tampubolon ANDRE J.D MANURUNG Andri M. Sijabat Ary Santony Ary Santony bin Nur, Taufiq Bisrul Hapis Tambunan, Bisrul Hapis BONARDO S Bonardo S. Burhanuddin, Tulus Cakra M. A Cakra M. A. Calvin Candra Bachtiar, Candra Danner Silaen David M. Hutabarat Dian M Nasution Dian M. Nasution Dian M.Nasution Dian Morfi Nasution Dina, Sari Farah Dina, Sari Farah DUNAN GINTING Efrin Simbolon Eko Yohanes Setiawan Eko Yohanes Setyawan Farel H Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Naptupulu Farida Ariani Farrel H Napitupulu Farrel H Napitupulu Fauzi Fauzi Ferdinan A. Lubis Firman Siahaan Firman W. Siahaan Firman W. Siahaan frans frans Frenky Christian Nababan Frenky Christian Nababan George Mager George Mager Gery P. Hutapea Gery P. Hutapea Gultom, Syahril H.V Sihombing Halim Nasution Harry K. J. Munthe Harry K.J Munthe Haznam Putra Herdy - Heri Firmansah Lumban Toruan Heru M Hutasoit Hotlan M. Nababan Hutabarat, Nauas Domu Marihot Romauli Hutauruk, Isra Ikhsan Sukri Iko M. Nadeak Ilmi Ilmi, Ilmi Joel P. Nababan Joel P. Nababan Jufrial Jufrizal Jufrizal Juwirianto Juwirianto Karina Nola Sinamo Kevin V Simbolon L, Zulkifli Lendeber Sinaga Libert Sijabat Libianko Sianturi M. Darwis Rambe M. Sabri M. Sabri M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M.Syahril Gultom Mahadi Mahadi Marhiras Sitanggang Masudie, Ahmad Michael Frans H. Hasibuan Muhammad Darwis Rambe Mulfi Hazwi Mulfi Hazwi Munawir Rosyadi Siregar N, Ricardo Napitupulu, Farel H. Napitupulu, Farrel H Nasution, Dian M. Nehemia Sembiring Nst, Fadly A. Kurniawan Nur, Taufiq Bin Nur, Taufiq Bin Oloan Purba P., Andianto Parulian Siagian Perangin-angin, Siwan E. Pramio G. S Pramio G. Sembiring Putra Setiawan Raidinata A. Sipayung Ricardo N Riky S. Situmorang Rio Arinedo Sembiring Ronal P Hutagalung Samar Sari Farah Dina Sari Farah Dina Sari Farah Dina Shandy Marpaung Siagian, Horas S Siahaan, Enzo W.B Sihombing , Hendrik Voice Sihombing, Hendrik V Sihombing, Hendrik V. Simanjuntak, Janter Pangaduan Simon S. T. Gultom Simon S.T Gultom Siregar, Achmad Husein Siti Farah Dina Sitorus, Tulus B. Suprianto . Syahril Gultom Syahril Gultom Syalimono S Tambunan , Bisrul Hapis Tampubolon, Andika PP Tarigan, Dicky Adrian Sera Taufiq B N Taufiq B. N Taufiq B. N. Taufiq B. N. Taufiq B. Nur Tekad Sitepu Tekad Sitepu Terang UHS Ginting Terang UHSG Tri Arfandi Tri Arfandi Tugiman Tugiman . Tulus B Sitorus Tulus B Sitorus Tulus B sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Tyson M Tyson M. Wahyu Hamdani Waldemar Naibaho William William . William Ryan Wijaya Yosua Maha Kurnia Surbakti Zakaria Bernando Zulkifli L Zulkifli Lubis Zulvia C.N Ginting