Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN INKUBATOR BAYI DENGAN MENGGUNAKAN PHASE CHANGE MATERIAL SEBAGAI PEMANAS RUANG INKUBATOR BAYI Yosua Maha Kurnia Surbakti; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 3, No 3
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.278 KB)

Abstract

AbstrakDi Indonesia belum semua daerah memiliki jaringan listrik. Bayi yang lahir prematur didaerah ini memiliki peluang hidup yang kecil. Solusi untuk mengurangi angka kematian bayiakibat lahir prematur di daerah yang tidak memiliki jaringan listrik adalah dengan menciptakansuatu alat baru, yaitu Inkubator Tenaga Surya. Fungsi heater pada inkubator ini digantikan olehlilin (paraffin wax). Pengujian ini dilakukan pada pukul 08.00 – 15.00 WIB dengan tujuan lilindapat menyimpan panas dalam sebuah kontainer yang tertutup rapat (tidak ada kebocorancairan maupun uap) yang dipanaskan dengan cara dijemur di dalam solar box. Setelah pukul15.00 WIB, maka kontainer tersebut dimasukkan ke dalam inkubator. Panas dari lilin yangtersimpan di dalam kontainer tersebut akan berpindah secara konveksi alamiah memanaskanruangan inkubator. Paraffin wax merupakan bahan dari PCM (Phase Change Material) yangdipakai untuk menyimpan panas karena paraffin wax memiliki titik leleh sebesar 53 0C. Padapenelitian proses charging temperatur paraffin wax dapat mencapai 57 0C yang dimanfaatkanuntuk memanaskan ruang inkubator bayi diantara suhu 35 0C sampai 37 0C. Pada pengujian inipanas dapat bertahan selama 3 jam 20 menit. Efisiensi solar box di dapat 49,97 %. Sedangkanefisiensi Inkubator didapat sebesar 63,04 %.Kata kunci : listrik, inkubator bayi, lilin (paraffin wax), konveksi alamiah
SIMULASI RUANG INKUBATOR BAYI YANG MENGGUNAKAN PHASE CHANGE MATERIAL SEBAGAI PEMANAS RUANG INKUBATOR Ferdinan A. Lubis; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 4, No 4 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.432 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan ruang inkubator bayi dengan menggunakanperangkat lunak CFD. Simulasi yang dilakukan adalah untuk aliran steadi, incompressible,laminar, dan tiga dimensi. Inkubator bayi dengan dimensi 80 cm x 50 cm x 55 cm dipanasi darisisi bawah dengan memanfaatkan panas radiasi matahari yang disimpan oleh Phase ChangeMaterial (PCM). PCM yang digunakan yaitu Paraffin Wax (lilin padat) yang memiliki titik leleh 40– 53 0C. PCM dimasukkan ke dalam inkubator pada saat temperatur PCM 47 0C danmengalami proses perpindahan panas alamiah karena adanya perbedaan temperatur. Hasilnyatemperatur ruang inkubator bayi menjadi sekitar 35-37 0C. Hasil simulasi menggunakanperangkat lunak CFD dengan hasil pengujian terdapat penyimpangan sebesar 10,8% dimanatemperatur ruang inkubator bayi hasil simulasi sekitar 34 0C.Kata kunci : inkubator bayi, konveksi alamiah, Phase Change Material, CFD.
STUDI KINERJA MESIN OTTO MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BENSIN DAN ETANOL 96% Hotlan M. Nababan; Himsar Ambarita; Tulus B. Sitorus
e-Dinamis Vol 4, No 4 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.481 KB)

Abstract

ABSTRAKPengujian langsung di lapangan merupakan cara paling efektif untuk mengetahui performamesin,dalam hal ini adalah mesin otto empat langkah berkapasitas 109,1 cc diuji menggunakanhidrolik dynamometer dengan variasi bahan bakar bensin dan etanol 96%.Untuk kecepatan danbeban yang sama maka bahan bakar bensin lebih efisien dimana effisiensi termalnya mencapai36,60%. Uji emisi gas buang dengan bahan bakar bensin memiliki kadar gas buang karbonmonoksida (CO) lebih tinggi dibandingkan bahan bakar etanol 96% sedangkan untuk uji emisigas buang dengan bahan bakar etanol 96% memiliki kadar gas buang karbon dioksida (CO2)dan oksigen (O2) lebih tinggi dibandingkan bahan bakar bensin.Kata kunci : Studi Kinerja, Mesin Otto, Bensin dan Etanol 96%.
PENGUJIAN PROSES CHARGING KONTAINER INKUBATOR BAYI MENGGUNAKAN PCM DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI SURYA Michael Frans H. Hasibuan; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 5, No 1 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.47 KB)

Abstract

AbstrakKeterbatasan sumber energi tak terbarukan menuntut manusia untuk mencari danmemanfatkan sumber energi lain. Energi fosil seperti minyak dan gas bumi masih menjadisumber energi yang paling banyak digunakan. Namun, energi ini masih belum bisa dinikmatioleh penduduk pedalaman untuk penerangan sekalipun. Bahkan, sumber panas untukmenghangatkan bayi yang lahir prematur belum bisa diperoleh. Untuk itu, pada penelitian inidifokuskan pada pemanfaatan PCM untuk menyimpan energi matahari.Pengujian dilakukan dengan mengisi PCM didalam kontainer. Kontainer dipanaskan mulai pukul10.00-15.00 yang kemudian diangkat dan dimasukkan kedalam inkubator. Kontainer ini beradadi dalam kolektor. Termokopel diletakkan pada PCM, kontainer, dan kolektor untuk direkamdatanya untuk dianalisis.Kata kunci : inkubator, energi surya ,PCM, radiasi
SIMULASI KOLEKTOR SURYA TIPE PLAT DATAR DENGAN SUDUT 60 0 DAN BOKS PENGERING PADA MESIN PENGERING HASIL PERTANIAN Nehemia Sembiring; himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 6, No 2 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.196 KB)

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini adalah simulasikan kolektor surya dan ruang boks pengering. Alat pengering tersebut dioperasikan di Gedung Magister  Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara Lantai 4, dengan prinsip kerja alat tersebut adalahcahaya matahari yang masuk ke dalam ruang kolektor akan memanaskan plat absorber selanjutnya dengan bantuan perpindahan panas konveksi natural temperatur udara optimum pada plat absorber akan membuat temperatur pada ruang kolektor ikut naik dan kemudian masuk kedalam ruang boks pengering. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran di lapangan kemudian dianalisa atau divalidasi dengan menggunakan perangkat lunak  CFD. Asumsi-asumsi yang digunakan pada simulasi CFD, antara lain : kondisi steady, incompressible, aliran laminar dan model yang dibuat dalam bentuk 3-D dan 2-D, serta pemberian kondisi batas pada objek yang akan dianalisa. Tujuan Tugas akhir ini adalah menganalisa dan mempelajari  : distribusi temperatur dan aliran fluida secara numerik pada permukaan plat absorber, pada ruang boks pengering yang kosong dan pada ruang boks pengering yang diberikan beban (diisi). Berdasarkan hasil simulasi, diambil kesimpulan baik distribusi temperatur dan aliran fluida sesuai dengan pencatatan hasil pada saat pengukuran. Kata kunci : kolektor,boks pengering, konveksi alamiah, CFD
RANCANG BANGUN KOMPRESOR DAN PIPA KAPILER UNTUK MESIN PENGERING PAKAIAN SISTEM POMPA KALOR DENGAN DAYA 1 PK Zakaria Bernando; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.816 KB)

Abstract

ABSTRAKRancang bangun ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapai usaha loundry pada penyediaan  mesin  untuk  pencuci  dan  pengering  yang  dapat  bekerja  cepat.  Oleh  sebab  itu dilakukan perancangan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu unit mesin pengering pakaian portabledengan  menggunankan AC rumah  yang berorientasikan  pada upaya  efisiensi  energi listrik  yang  dapat  diaplikan  pada  skala  kecil  dan  besar  .  Perancangan  model  fisik  kompresor dan  pipa  kapiler   pada  unit  mesin  pengering  pakaian ini  didasarkan  pada  hasil  perhitungan teoritis  dan  Pompa  kalor  yang  digunakan  beroperasi  menggunakan  siklus  kompresi  uap menjadi  batasan  masalahnya.  Manfaat  penelitian  ini  adalah  untuk  memenuhi  kebutuhan pengeringan  pakaian  pada  sektor  rumah  tangga,   khususnya  usaha  laundry  di  Indonesia. Metode  yang  digunakan  untuk  mencapai  tujuan  melalui perhitungan  termodinamika  dengan refrigerant  yang  dipakai  HCFC-22.   Kesimpulan  perancangan  ini  diperoleh  Koefisien Performansi (COP) sebesar 5,093 dengan daya kompresor sebesar 1,03 kW dan panjang pipa kapiler 0,0366 meter. Kata kunci: portable , refrigerant, HCFC-22, Coefficient of Perfomance (COP).
EFEK TEKANAN PADA PERFORMANSI PEMANAS AIR TENAGA SURYA SISTEM PIPA PANAS DENGAN FLUIDA KERJA R718 Himsar Ambarita
Jurnal Teknik Kimia USU Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.065 KB) | DOI: 10.32734/jutek.v6i4.19755

Abstract

In this work a heat pipe type solar water heater using R178 as a refrigerant is studied experimentally. The objective is to investigate the effect of initial vacuum pressure on the performance of the solar water heater. An experimental apparatus that consists of three difference solar water heaters has been designed and fabricated. The heat pipe is filled with R178 and vacuumed at an initial pressure. The pressure is varied from 35 cm Hg, 40 cm Hg, and 45 cm Hg. The experimental apparatus is tested by exposing to solar irradiance in Medan city of Indonesia. The experiments are carried out for three different days. The averaged solar intensity at the first, second and third experiments are 497.76 W/m2, 405.27 W/m2, and 333.83 W/m2, respectively. The results show that maximum temperature of the hot water varies from 51.14oC and 62.22oC. In the first experiment, thermal efficiency of the solar water heater at initial vacuum pressure 35 cm Hg, 40 cm Hg, and 45 cm Hg are 30,94%, 32,01% and 34,38%, respectively. The similar trends are also shown in the second and third experiments. These facts suggest that R178 can be used as a refrigerant in a heat pipe solar water heater with a good performance. The higher vacuum initial pressure of the heat pipe results in higher thermal efficiency. The higest thermal efficiency of the present study is 45.92%. It occurs at initial pressure and average irridiance of 45 cm Hg and 333.83W/m2.  
EFEK PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA MINYAK PELUMAS MULTIGRADE TERHADAP KEKENTALAN DAN DISTRIBUSI TEKANAN BANTALAN LUNCUR Tekad Sitepu; Himsar Ambarita; Tulus B sitorus; Danner Silaen
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.459 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu penggunaan minyak pelumas adalah pada bantalan. Bantalan yang paling umum digunakan adalah bantalan luncur (journal bearing) dan bantalan gelinding (roller bearing) karena memiliki harga yang relatif murah, konstruksi yang sederhana dan mudah dalam pelumasannya. Penambahan zat aditif pada suatu minyak pelumas merupakan hal yang umum dilakukan untuk meningkatkan kekentalan. Penelitian pada efek penambahan zat aditif sangat diperlukan, hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Akan dibahas analisis distribusi tekanan pada bantalan luncur menggunakan minyak pelumas multigrade dengan penambahan dan tanpa penambahan zat aditif. Penelitian dilakukan dalam beberapa putaran yaitu 1000 rpm, 1250 rpm, 1500rpm, 1750 rpm, dan 2000 rpm. Untuk menguji kekentalan miyak pelumas, pengujian dilakukan di Laboratorium Fisika Lanjutan Departemen Fisika FMIPA USU. Sementara untuk distribusi tekanan diteliti di Laboratorium Teknik Pelumasan Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik USU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan aditif/oil treatment tipe viscosity index improver terhadap minyak pelumas multigrade dapat meningkatkan kekentalan (viscosity) minyak pelumas sebesar 14,14 %.Kata kunci: minyak pelumas, zat aditif/oil treatment
PENGARUH SUDUT PENYINARAN DAN LAJU ALIRAN TERHADAP EFISIENSI TERMAL PADA SOLAR KOLEKTOR TIPE PLAT DATAR Tulus B Sitorus; Himsar Ambarita; Mulfi Hazwi; Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.328 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian tentang teknologi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya (solar energy) sedang mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Penelitian ini menggunakan Solar Energy Demonstrator tipe LS-17055-2 untuk menganalisa pengaruh sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi termal suatu solar kolektor plat datar. Peralatan ini menggunakan dua bola lampu hologram (spot light) dengan daya masing-masing 500W untuk mensimulasikan energi sinar matahari. Solar kolektor tipe plat datar dengan luas 0,095 m2 digunakan untuk menangkap energi radiasi dan energi ini akan memanaskan air yang mengalir di dalam pipa. Parameter-parameter yang divariasikan pada penelitian ini adalah, intensitas penyinaran dengan menghidupkan satu dan dua lampu, sudut penyinaran pada 450, 600, 750, dan 900, dan laju aliran air pendingin 3,4,5,6,7 liter permenit. Total pengujian adalah 40 kali pengujian. Pada setiap pengujian dilakukan pengambilan data tiap menit selama 25 menit. Temperatur air masuk, air keluar, dan temperatur solar kolektor akan diukur. Dengan menggunakan data-data yang diukur, dilakukan perhitungan efisiensi termal solar kolektor ini. Analisa dilakukan untuk mengetahui efek dari sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi solar kolektor.Keywords: Solar Kolektor, Intensitas, Laju aliran
Kajian Eksperimental Performansi Pompa dengan Kapasitas 1,25 m3/menit Head 12 m jika Dioperasikan Sebagai Turbin Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.666 KB)

Abstract

AbstractPump as Turbine or PAT is a promising aplication for harvesting small scale hydro power.In comparison with a turbine. pump is cheap, easy to install, and available in market withvarious sizes. Since so PAT is suitable for micro hydropower and for rural areas a typical offgridvillages in Indonesia. However, a pump is originally designed efficiently to convert powerinto fluid energy, not reverse, for converting fluid energy into power. Thus, experiments areextremely needed in order to search the best operation point of a PAT. This paper deals withexperimental study on pump operated as a turbine. A local produced pump with capacity 1.25m3/minute and head 12 m is tested in the laboratory with falling water from 5.18 m and 9.29 m.The pump is coupled with a generator and the electicity produced is used to light five lampswith 100W each.The results show that the best efficiency is 31,39% at 10,38 L/minute andhead 5,18 m. The maximum output power is 400W which is sufficient to generate electricity forsmall house. The experimental results agree well with the teoretical ones. However, the graphsplotted reveal that the present PAT is still far from its best efficiency point.This is due tolimitation of the experimental apparatus. Further modification or using smaller pumps aresuggested to explore the best efficiency point of PAT.Keywords: hydropower, PAT, renewable energy.
Co-Authors ., Mahadi A Halim Nasution A. Halim Nasution A. Husein Siregar A. Husein Siregar A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Hanra Sebayang Abdi Z. A. M. ABDI Z.A M Abdul H. Nasution Abdullah, Ilmi Adolf Ronny Adolf Ronny Adventus Silalahi Agorlif Efrata SIantur Ahmad H. Siregar Alfian Hamsi Amma Muliya R Amma Muliya R. Andianto P Andianto P. Andianto Pintoro Andika PP Tampubolon ANDRE J.D MANURUNG Andri M. Sijabat Ary Santony Ary Santony bin Nur, Taufiq Bisrul Hapis Tambunan, Bisrul Hapis BONARDO S Bonardo S. Burhanuddin, Tulus Cakra M. A Cakra M. A. Calvin Candra Bachtiar, Candra Danner Silaen David M. Hutabarat Dian M Nasution Dian M. Nasution Dian M.Nasution Dian Morfi Nasution Dina, Sari Farah Dina, Sari Farah DUNAN GINTING Efrin Simbolon Eko Yohanes Setiawan Eko Yohanes Setyawan Farel H Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Napitupulu Farel H. Naptupulu Farida Ariani Farrel H Napitupulu Farrel H Napitupulu Fauzi Fauzi Ferdinan A. Lubis Firman Siahaan Firman W. Siahaan Firman W. Siahaan frans frans Frenky Christian Nababan Frenky Christian Nababan George Mager George Mager Gery P. Hutapea Gery P. Hutapea Gultom, Syahril H.V Sihombing Halim Nasution Harry K. J. Munthe Harry K.J Munthe Haznam Putra Herdy - Heri Firmansah Lumban Toruan Heru M Hutasoit Hotlan M. Nababan Hutabarat, Nauas Domu Marihot Romauli Hutauruk, Isra Ikhsan Sukri Iko M. Nadeak Ilmi Ilmi, Ilmi Joel P. Nababan Joel P. Nababan Jufrial Jufrizal Jufrizal Juwirianto Juwirianto Karina Nola Sinamo Kevin V Simbolon L, Zulkifli Lendeber Sinaga Libert Sijabat Libianko Sianturi M. Darwis Rambe M. Sabri M. Sabri M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M. Syahril Gultom M.Syahril Gultom Mahadi Mahadi Marhiras Sitanggang Masudie, Ahmad Michael Frans H. Hasibuan Muhammad Darwis Rambe Mulfi Hazwi Mulfi Hazwi Munawir Rosyadi Siregar N, Ricardo Napitupulu, Farel H. Napitupulu, Farrel H Nasution, Dian M. Nehemia Sembiring Nst, Fadly A. Kurniawan Nur, Taufiq Bin Nur, Taufiq Bin Oloan Purba P., Andianto Parulian Siagian Perangin-angin, Siwan E. Pramio G. S Pramio G. Sembiring Putra Setiawan Raidinata A. Sipayung Ricardo N Riky S. Situmorang Rio Arinedo Sembiring Ronal P Hutagalung Samar Sari Farah Dina Sari Farah Dina Sari Farah Dina Shandy Marpaung Siagian, Horas S Siahaan, Enzo W.B Sihombing , Hendrik Voice Sihombing, Hendrik V Sihombing, Hendrik V. Simanjuntak, Janter Pangaduan Simon S. T. Gultom Simon S.T Gultom Siregar, Achmad Husein Siti Farah Dina Sitorus, Tulus B. Suprianto . Syahril Gultom Syahril Gultom Syalimono S Tambunan , Bisrul Hapis Tampubolon, Andika PP Tarigan, Dicky Adrian Sera Taufiq B N Taufiq B. N Taufiq B. N. Taufiq B. N. Taufiq B. Nur Tekad Sitepu Tekad Sitepu Terang UHS Ginting Terang UHSG Tri Arfandi Tri Arfandi Tugiman Tugiman . Tulus B sitorus Tulus B Sitorus Tulus B Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Tyson M Tyson M. Wahyu Hamdani Waldemar Naibaho William William . William Ryan Wijaya Yosua Maha Kurnia Surbakti Zakaria Bernando Zulkifli L Zulkifli Lubis Zulvia C.N Ginting