Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Es Krim Nenas (Ananas Comosus) dengan Penambahan Pati Jagung Ketan (Zea Mays Ceratina) Termodifikasi Nento, Siti Mariyani; Limonu, Marleni; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.17115

Abstract

Es krim merupakan jenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara membekukan tepung es krim atau dengan menambahkan campuran susu, lemak nabati ataupun hewani. Es krim mengandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat serta mineral.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pati jagung ketan termodifikasi croslingking terhadap karakteistik fisikokimia es krim nenas (Ananas comosus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan variasi konsentrasi penambahan pati jagung ketan termodifikasi yaitu (P0) 0% (Control), (P1) 2%, (P2) 4%, (P) 6%. Data analisis dengan uji statistic Analisis Of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi Pati Jagung Ketan termodifikasi pada es krim menghasilkan Overrun dengan nilai 10,17-13,98%, Waktu leleh dengan nilai 45,67-60,10 menit, Kadar Serat dengan nilai 0,38-0,96%, dan  kadar lemak dengan nilai 12,01-13,40%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi organoleptik rata-rata panelis menyukai produk es krim nenas dengan penambahan pati jagung ketan termodifikasi dengan perlakuan  (4,5% Pati jagung ketan termodifikasi) terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur
Karakteristik Yoghurt Berdasarkan Variasi Penambahan Konsentrasi Pati Jagung Saman, Widya Rahmawaty; Ahmad, Lisna; Limonu, Marleni; Harun, Fahri Rahmawati
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 2 (2024): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i02.p06

Abstract

Corn yoghurt is one of the yoghurt creations made from corn extract which is processed in the same way as making yoghurt in general. In this study using corn starch extract in the manufacture of synbiotic yoghurt drinks. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with one factor, namely the addition of corn flour concentration. There were 3 treatments and one control, each treatment was repeated 3 times. The highest pH value and degree of sweetness were found in yoghurt with the addition of 15% corn flour extract. Total Dissolved Solids (TPT) in synbiotic yoghurt with the addition of 15% albedo extract of watermelon had the highest TPT value while the organoleptics of synbiotic yoghurt included taste, color, texture and aroma. Yoghurt with the addition of 10% extract has the highest taste and texture value. In terms of color criteria for each treatment the results obtained were almost the same. Whereas on the aroma criteria the panelists preferred yoghurt without the addition of cornstarch extract Keywords: Corn Flour, Yoghurt, Synbiotic drink Yoghurt jagung merupakan salah satu kreasi yoghurt berbahan dasar pati jagung yang diolah dengan cara yang sama seperti pembuatan yoghurt pada umumnya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yakni penambahan konsentrasi pati jagung. Terdapat 3 kali perlakukan dan satu kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Nilai pH dan derajat kemanisan yang tertinggi terdapat pada yoghurt dengan penambahan 15% Pati jagung. Total Padatan Terlarut (TPT) pada yoghurt simbiotik dengan penambahan 15% Pati jagung memiliki nilai TPT tertinggi sedangkan organoleptik yoghurt simbiotik meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma. Yoghurt dengan penambahan pati jagung 10% memiliki nilai rasa dan tekstur tertinggi. Pada kriteria warna untuk tiap perlakuan hasil yang didapat hampir sama. Sedangkan pada kriteria aroma panelis lebih menyukai yoghurt tanpa penambahan pati jagung. Kata Kunci: Pati Jagung , Yoghurt, Minuman simbiotik.
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH NANGKA MENJADI PRODUK OLAHAN DI DESA BULOTALANGI KABUPATEN BONEBOLANGO Une, Suryani; Limonu, Marleni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Bulotalangi, Kabupaten Bone Bolango, untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan limbah biji nangka menjadi produk olahan kerupuk biji nangka. Desa ini memiliki potensi hortikultura yang tinggi, termasuk pohon nangka yang hampir 90% tumbuh di halaman rumah masyarakat. Namun, biji nangka selama ini hanya diolah sederhana seperti direbus atau dibuang. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada 21 ibu rumah tangga anggota kelompok tani dalam mengolah biji nangka menjadi kerupuk yang bernilai ekonomi. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai potensi dan manfaat biji nangka, diikuti dengan praktik pembuatan kerupuk. Bahan utama yang digunakan adalah biji nangka, yang diolah bersama tepung terigu, tepung tapioka, dan bumbu lainnya. Peserta praktik dibagi menjadi tiga kelompok untuk memudahkan pelatihan. Selama proses, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, yang ditunjukkan melalui diskusi aktif dan minat untuk memproduksi kerupuk di rumah. Evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa 71% peserta sangat berminat untuk memproduksi ulang kerupuk biji nangka, sementara 52% merasa sangat mudah memahami materi pelatihan. Hasil pengujian sensori terhadap kerupuk menunjukkan penerimaan yang baik dari segi rasa, kerenyahan, dan warna. Sebanyak 62% panelis memberikan penilaian "sangat suka" untuk parameter kerenyahan, sementara 38% menyatakan "suka". Faktor utama yang mendukung potensi pengembangan produk ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah, proses pengolahan yang sederhana, dan waktu produksi yang relatif singkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan biji nangka memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Bulotalangi.
Analisis Cemaran Bakteri dan Kapang pada Mi Basah yang Dijual di Area Center Point Bone Bolango Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Limonu, Marleni; Une, Suryani; Liputo, Siti Aisa; Saman, Widya Rahmawaty
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi merupakan jenis makanan olahan dari tepung terigu yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena penyajiannya yang praktis dan cepat, baik sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai makanan pengganti makanan pokok. Di Gorontalo, mi basah diproduksi dalam skala rumah tangga atau industri kecil, dan kemudian diedarkan di pasar-pasar tradisional, tetapi masih ada juga para produsen yang mengolah mi mereka secara kurang bersih, baik lingkungan maupun para pekerja yang terlibat dalam pembuatan mi ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui total cemaran bakteri pada mi basah yang di jual oleh pedagang kaki lima. Rancangan yang digunakan adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan kaki lima. Adapun parameter uji yang dilakukan diantaranya, uji bakteri, uji kapang dan kadar air. Berdasarkan hasil yang didapatkan cemaran bakteri pada mi basah yaitu  2,0 x 104 – 7,8 x 104 cfu/gram,  kadar air 45,21 – 50,89% dan total kapang dari 9,5 x 103 - 1,4 x 105 cfu/gram.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BISKUIT MP-ASI BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT (PISANG GOROHO, KACANG MERAH, DAN IKAN CAKALANG) Amu, Lisa; Limonu, Marleni; Saman, Widya Rahmawaty
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.30836

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori biscuit MP-ASI berbahan dasar tepung komposit (pisang goroho, kacang merah dan ikan cakalang). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan, yaitu tepung kacang merah (100gr, 70gr, 60gr, 50gr), dan tepung ikan cakalang (0gr, 30gr, 40gr, 50gr) dengan masing-masing perlakuan menggunakan 100 gr tepung pisang goroho. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung komposit (pisang goroho, kacang merah dan ikan cakalang) menghasilkan karakteristik biskuit MP-ASI yang terdiri dari kadar air 4,08-4,40%, kadar lemak 26,8-32,30%, kadar protein 11,28–6,76%, kadar abu 1,33%-1,54%, kadar karbohidrat 50,49-61,01%, daya serap air 17,30-22,61%, serta organoleptik terdiri dari warna 4,37-5,57, aroma 4,93-5,97, rasa 4,33-5,77, tekstur 5,17-5,53.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK INSTAN FUNGSIONAL SARI BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangivera indica L. v arumanis) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes Benth) Aprilia, Alma; Antuli, Zainudin K; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.12072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan tingkat kesukaan minuman serbuk instan sari buah mangga arumanis dan ekstrak daun miana. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal perbandingan antara sari buah mangga (SBM) dan ekstrak daun miana (EDM), yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 500 ml : 0 ml ; 425 ml : 75 ml ; 400 ml : 100 ml ; 75 ml : 125 ml. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan antara sari buah mangga dan ekstrak daun miana memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu, dan waktu larut minuman serbuk instan dengan nilai masing masing berturut turut yaitu 35,36 – 57,36 ppm ; 3,07 – 4,2 % ; 0,24 – 0, 43 % ; 20,57 – 36,33 detik. Serta memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis yaitu warna berkisar antara 5,13 – 6, 23 (agak suka - suka) aroma berkisar 4,03 – 6,3 (netral - suka)  rasa berkisar antara 4,63 – 5,6 (netral – agak suka) dan tekstur berkisar 4,7 – 5,7 (netral – agak suka). 
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MIE KERING UBI BANGGAI UNGU (DIOSCOREA ALATA) TERMODIFIKASI DENGAN METODE AUTOCLAVING-COOLING Asdianto, Asdianto; Limonu, Marleni; Une, Suryani
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.11822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia mie kering ubi banggai ungu (Dioscorea alata) termodifikasi dengan metode autoclaving-cooling 2 siklus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan, data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan taraf = 0,05%. Hasil penelitian menujukkan bahwa modifikasi dengan metode autoclaving-cooling dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia dari tepung ubi banggai ungu (Dioscorea alata) dibandingkan pada tepung biasa. Mie kering ubi banggai ungu termodifikasi memiliki kadar air sebesar 6,12-8,38%, kadar protein 14,32-16,64%, swelling power 2,77-5,47g/g, pati resisten 6,28-6,42%, kehilangan padatan akibat perebusan 73,68-93,19%, renggang putus 6,07-8,33%, daya serap air 27,63-84,40%, nilai tingkat kesukaan warna 4,20-5,40, tekstur 4,83-5,07, rasa 4,60-5,40 dan aroma 3,87-4,97. Kata Kunci : Ubi Banggai Ungu (Dioscorea alata), modifikasi tepung, autoclaving-cooling 2 siklus, mie kering
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK DAN KIMIA PADA TERONG UNGU (Solanum melongena) Dahlan, Sakinah Ahyani; Kasim, Rahmiyati; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.31514

Abstract

Terong merupakan produk hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan terutama selama penyimpanan, sehingga suhu penyimpanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasipengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan fisik dan kimia pada terong (Solanum melongena). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan suhu penyimpanan yang berbeda, yaitu 5 °C, 15 °C, dan suhu ruang (27-28 °C). Parameter uji meliputi kadar air, warna, tekstur terong, dan pengujian terhadap tingkat kerusakan terong yang penyajian data dilakukan secara deskriptif. Terong yang disimpan pada suhu 5°C menunjukkan kualitas terbaik, dengan tekstur, kadar air, dan warna yang lebih stabil dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu 15°C dan suhu ruang (27°C). Suhu penyimpanan yang lebih tinggi mempercepat kerusakan, meningkatkan laju respirasi, dan menyebabkan perubahan warna serta kehilangan kadar air. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu penyimpanan untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas terong.
PENGARUH SUMBER ETILEN TERHADAP PERUBAHAN FISIK DAN KIMIA MANGGA (Mangifera indica L.) Kasim, Rahmiyati; Dahlan, Sakinah Ahyani; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.31357

Abstract

Etilen merupakan hormon tanaman yang berperan penting dalam pematangan buah klimakterik, termasuk mangga. Hormon ini memicu berbagai perubahan fisik, seperti pelunakan daging buah serta perubahan warna kulit dari hijau menjadi kuning atau jingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pengaruh sumber etilen, baik kimia maupun alami, terhadap perubahan fisik dan kimia buah mangga selama proses pematangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu jenis etilen kimia dan alami serta lama penyimpanan (0 hari dan 6 hari) dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diuji meliputi warna, tekstur, tingkat kerusakan, dan total padatan terlarut (TPT) menunjukkan hasil perubahan nilai warna berupa penurunan kecerahan (L*) dan b* serta adanya peningkatan nilai a* seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Tekstur buah mengalami penurunan. Semakin lama penyimpanan, tingkat kerusakan buah semakin tinggi. Pengujian TPT menunjukkan peningkatan dari 4% Brix pada hari ke-0 menjadi 6–7% Brix pada hari ke-6. Hasil ini menunjukkan bahwa baik etilen kimia maupun alami berpengaruh terhadap perubahan fisik dan kimia buah mangga selama proses pematangan, dengan waktu penyimpanan sebagai faktor yang mempercepat perubahan tersebut.
Pelatihan Pengolahan Minuman Boba Daun Kelor Sebagai Minuman Sehat Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Kasim, Rahmiyati; Limonu, Marleni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Pilolodaa, Kota Gorontalo, mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal berbasis daun kelor (Moringa oleifera). Stunting masih menjadi masalah gizi serius di Indonesia dengan prevalensi nasional 19,8% (SSGI, 2024), termasuk di Provinsi Gorontalo sebesar 18,7%. Daun kelor dikenal sebagai “superfood” karena kandungan protein, vitamin, mineral, dan antioksidannya yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi tradisional. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik pembuatan produk olahan, khususnya minuman boba kelor. Seluruh peserta berhasil mengikuti demonstrasi pembuatan boba kelor mulai dari pengolahan daun, pembentukan butiran boba, perebusan, hingga modifikasi produk dengan tambahan gula aren, susu, dan topping sehat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting dan gizi, keterampilan dalam pengolahan kelor, serta minat menjadikan boba kelor sebagai peluang usaha rumahan. Produk yang dihasilkan memiliki warna hijau alami, tekstur kenyal, dan rasa yang dapat diterima anak-anak. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi, mendorong kreativitas pengolahan pangan lokal, dan memberikan alternatif intervensi pencegahan stunting berbasis kearifan lokal. Kegiatan serupa berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan dukungan pemerintah dan lembaga pendamping UMKM.