Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK FISIK KIMIA MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK IKAN ASIN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) PADA VOLUME LARUTAN ASAM JAWA (Tamarindus indica. L) YANG BERBEDA Nurhandayani, Isma; Limonu, Marleni; Tahir, Muh
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.9808

Abstract

ABSTRAK Kemunduran mutu yang biasanya terjadi pada produk olahan ikan asin disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan cara penanganan yang kurang tepat. Asam jawa merupakan bahan alami yang banyak mengandung senyawa aktif diantaranya flavonoid, saponin, alkaloid tannin dan beberapa asam oraganik yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi dan organoleptik ikan asin cakalang (Katsuwonus pelamis) pada volume larutan asam jawa (Tamarindus indica L) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 kali ulangan dan 2 variabel, variabel terikat yaitu penambahan garam 15% x berat ikan dan larutan asam jawa (20% BI, 40% BI, 60% BI) dengan lama penggaraman 24 jam setelah itu dikeringkan pada suhu 60°C. Sedangkan variabel bebas adalah kualitas ikan asin cakalang selama penyimpanan 35 hari. Dari hasil penelitian diperoleh kadar air berkisar antara 22-26%, protein 35,56-38,37%, lemak 2,37-4,11%, TPC 0 hari sebanyak 1,9 x 106-7,6 x 104 koloni/gram dan hari ke 35 sebanyak 5,4 x 104-9,0 x 103 koloni/gram, AKK hari ke 0 sebanyak 1,0 x 102-2,0 x 102 koloni/gram dan hari ke 35 sebanyak 1,5 x 104-1,9 x 103, organoleptik kenampakan 5,40-6,63, aroma 5,80-6,03 dan tekstur 4,40-5,60. Kata kunci: Ikan asin asam jawa.
ANALISIS KERUSAKAN MIKROBIOLOGI IKAN ROA (Hemirhampus sp) ASAP YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA GORONTALO Adam, Abdul Karim; Limonu, Marleni; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.16193

Abstract

Ikan roa asap (Hemirhamphus sp) merupakan salah satu produk hasil perikanan yang banyak dijual di pasar tradisional Kota Gorontalo. Metode penjualan di pasar tradisional berpotensi terjadinya kerusakan mutu mikrobiologi ikan roa asap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mutu mikrobiologi ikan roa asap yang dijual di tiga pasar Tradisional Kota Gorontalo yakni pasar Mo'odu kode sampel (A), pasar rakyat Kampung Bugis kode sampel (B) dan pasar sabtu Andalas kode sampel (C) berdasarkan aspek mikrobiologi dan (SNI.2725:2013). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan rancangan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga sampel uji mutu nilai rata-rata TPC  yaitu sampel A 1,4 x 103, sampel B 1,3 x 103  dan  sampel C 1,2 x 103 CFU/g. Analisis Staphylococcus aureus sampel A yaitu 8,4 x 102, sampel B 7,9 x 102 dan sampel C 7,1 x 102 APM/g, sedangkan Kapangadalah untuk sampel A 5,8 x 102, sampel B 6,3 x 102 dan sampel C 7,0 x 102 APM/g, dari hasil pengamatanbaik TPC maupun Staphylococcus aureusmutu mikrobiologi ikan roa asap memenuhi standar SNI sedangkan jumlah koloni kapang yang di identifikasi pada ikan roa asap itu melebihi standar SNI.
Penggunaan Asap Cair Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Bahan Pengawet Alami Pada Puree Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L) Rama, Naldi Iskandar; Limonu, Marleni; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.12048

Abstract

Naldi Iskandar Rama. NIM 651414067. 2020. Penggunaan Asap Cair sebagai Bahan Pengawet Alami pada Puree Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.). Hasil Penelitian. Program Studi Teknologi Pangan. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo. Dibawah Bimbingan Marleni Limonu dan Zainudin Antuli.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik puree cabai merah asal lokal Gorontalo melalui kombinasi penambahan asap cair bahan pengawet alami. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, terdiri dari 5 taraf perlakuan asap cair. Perlakuan tersebut antara lain : P1 = 0% (Kontrol), P2 = 0,5%, P3 = 1%, P4 = 1,5%, dan P5 = 2% dengan 3 kali ulangan. Hasil data penelitian diolah menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel 2007, kemudian dilakukan analisis Sidik Ragam (ANOVA), serta dilakukan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, mengggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan konsentrasi asap berpengaruh nyata (Sig. 0,05) terhadap karakteristik puree cabai merah keriting pada masing-masing pengamatan lama penyimpanan hari ke-7, 14, 21, dan 28. Karakteristik puree cabai merah keriting pada penelitian meliputi jumlah total mikroba (TPC) berkisar 3,74 – 62,01, derajat keasamaan (pH) berkisar 3,66 – 5,59, penilaian organoleptik yaitu meliputi parameter warna dengan skor 2,6 – 5,23 (agak tidak suka – agak suka), aroma dengan skor 2,47 – 5,3 (agak tidak suka – agak suka), rasa dengan skor 5,2 – 6,17 (agak suka – suka), serta tekstur dengan skor 4,43 – 5,33 (netral – agak suka).
KUALITAS PENYIMPANAN SUSU KACANG HIJAU PASTEURISASI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH Libunelo, Dekri; Liputo, Siti Aisa; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.12123

Abstract

Susu Kacang Hijau merupakan salah satu jenis pangan olahan yang memiliki kandungan protein tinggi dan digemari oleh masyarakat. Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan, kandungan protein, pH dan jumlah mikroba susu kacang hijau pada berbagai perlakuan ekstrak daun sirih yang berbeda dan menganalisa pengaruh konsentrasi pada ekstrak daun sirih terhadap penyimpanan susu kacang hijau. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan dengan konsentrasi penambahan ekstrak daun sirih (0 %, 5 % , dan 10 %). Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan beberapa hari dari produk susu kacang hijau dengan penambahan ekstrak daun sirih yang terbaik di tujukkan pada penambahan konsentrasi 10% ekstak daun sirih. Tingkat kesukaan panelis pada produk susu kacang hijau dengan penambahan ekstrak daun sirih ditujukkan pada konsentrasi 0%(kontrol) ekstrak daun sirih dari segi organoleptik warna dan rasa, sedangkan untuk organoleptik aroma konsentrasi 10% tingkat kesukaan panelis menyukai dibandingkan dengan konsentrasi 0% dan 5% Kata kunci: kacang hijau, susu kacang hijau dan ekstrak daun sirih
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TEPUNG JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT Ahmad, Lisna; Saman, Widya Rahmawaty; Limonu, Marleni; Engelen, Adnan; Harun, Fahri Rahmawati; Mooduto, Mohamad Fahri; Hidayat, Mohamad Bagas; Botutihe, Dhea Detasya
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.20161

Abstract

Yoghurt jagung merupakan salah satu kreasi yoghurt berbahan dasar sari jagung yang diolah dengan cara yang sama seperti pembuatan yoghurt pada umumnya. Dalam penelitian ini menggunakan ekstrak tepung jagung dalam pembuatan minuman yoghurt simbiotik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yakni penambahan konsentrasi tepung jagung. Terdapat 3 kali perlakukan dan satu kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Nilai pH dan derajat kemanisan yang tertinggi terdapat pada yoghurt dengan penambahan 15% ekstrak Tepung jagung. Total Padatan Terlarut (TPT) pada yoghurt simbiotik dengan penambahan 15% ekstrak Tepung jagung memiliki nilai TPT tertinggi sedangkan organoleptik yoghurt simbiotik meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma. Yoghurt dengan penambahan ekstrak 10% memiliki nilai rasa dan tekstur tertinggi. Pada kriteria warna untuk tiap perlakuan hasil yang didapat hampir sama. Sedangkan pada kriteria aroma panelis lebih menyukai yoghurt tanpa penambahan ekstrak tepung jagung
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS AYAM DENGAN PENAMBAHAN GULA SORGUM Supu, Nur Zenab K.; Rachman, Agus Bahar; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.28343

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gula sorgum dalam pembuatan sosis ayam. Metoode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan gula sorgum dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%,1,5%, 2% dan 2,5%. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kadar abu sosis ayam memiliki nilai tertinggi dengan penambahan 2,5% gula sorgum, namun menurunkan kadar air sosis ayam. Sedangkan penambahan gula sorgum tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak dan daya ikat air. Penambahan gula sorgum tidak memberikan pengaruh terhadap parameter tekstur. Pengujian organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Sosis ayam dengan konsentrasi 2% dan 2,5% memiliki penilaian yang tinggi dari segi rasa dan warna. Hasil penerimaan rasa berkisar 5,10 (agak suka) sampai 5,70 (suka) dan nilai warna berkisar 4,13 (netral)-5,00 (agak suka). Pada kriteria aroma dan tekstur memiliki hasil yang hampir sama untuk tiap perlakuan.
KARAKTERISTIK MUTU BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DULAMAYO DENGAN BERBAGAI METODE PENGOLAHAN (Basah, Semi Basah, dan Kering) Majid, Abdul; Limonu, Marleni; Dahlan, Sakinah Ahyani
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.27482

Abstract

ABSTRAKJenis kopi yang dikultivasi oleh masyarakat Desa Dulamayo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo adalah Kopi Robusta. Pengolahan kopi yang diterapkan oleh petani masih sederhana dan kualitas biji kopi yang dihasilkan rendah khususnya pengolahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektivitas berbagai metode pengolahan terhadap karakteristik fisik biji kopi robusta Dulamayo terhadap kadar air; susut bobot; kadar kotoran dan cacat biji (trase) dan kemudian diklasifikasikan berdasarkan tingkatan mutu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil penelitian dan Standar Nasional Indonesia (SNI) dari 3 perlakuan metode pengolahan yaitu pengolahan basah; pengolahan semi basah; dan pengolahan kering. Hasil analisis kadar air, susut bobot, cacat biji dan nilai cacat secara berturut-turut yaitu 11,2%-11,6% (sesuai SNI), 65,2%-66,3%, 61-112 biji cacat, dan 39,3-66,4. Kadar kotoran tidak ditemukan pada ketiga metode pengolahan. Bii kopi yang dihasilkan melalui metode pengolahan basah merupakan biji kopi terbaik dengan hasil pengujian susut bobot terendah (65,2 %), cacat biji terendah (61 g), dan nilai cacat terendah (39,3) atau setara mutu 3.
Physicochemical and Organoleptic Analysis of Tempeh Nuggets with Moringa Leaf Flour Formulation (Moringa oleifera): ANALISIS FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK NUGGET TEMPEDENGAN FORMULASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Nurhikma Uday; Tahir, Muh; Marleni Limonu
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 1 No. 2 (2024): JPT ROCE 2, 2024
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving the nutritional quality of tempeh nuggets can be done through food processing with the addition of moringa leaf flour. This study aims to improve the nutrition of tempeh nugget products and determine the organoleptic properties of tempeh nuggets after adding moringa leaf flour. This study used a single-factor complete randomized design (RAL) (Moringa leaf flour formulation for tempeh nuggets) and 5 treatments; control (0 g moringa leaf flour), 1 g moringa leaf flour, 2 g moringa leaf flour, 3 g moringa leaf flour, 4 g moringa leaf flour. Each treatment was repeated 3 times. The results showed that the best treatment for making tempeh nuggets was obtained in the formulation of tempeh 50 g and moringa leaf flour 4 g on nutritional value. The value of protein is 9.37%, fat 12.73%, ash 2.17%, calcium 2.91%, and elasticity test 889.7g/f.
Analisis Cemaran Mikroba Dan Kerusakan Oksidasi Lemak Pada Bakso Yang Dijual Di Kawasan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo Ahmad, Lisna; Une, Suryani; Limonu, Marleni; Angelia, Ika Okhtora
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso memiliki kandungan protein dan kadar air tinggi serta pH netral, sehingga rentan terhadap kerusakan dan daya awet maksimal 1 hari pada suhu kamar. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan di wilayah Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo dengan masing-masing lokasi mengambil 3 sampel menggunakan metode teknik sampling acak sederhana. Jenis sampel yang diambil yaitu bakso yang berbahan baku daging sapi. Kemudian dilanjutkan dengan uji Ph, Asam Lemak Bebas, dan TPC. Berdasarkan hasil penilitian pada sampel yang memilki nilai ph tertinggi yaitu pada sampel A2 dengan nilai 6,68 di ikuti dengan penurunan yaitu pada sampel A3 dengan nilai 6,77 serta penurunan berikutnya yaitu pada sampel A1 dengan nilai 6,67. nilai Free Fhety Acid yaitu pada sampel yang memilki nilai FFA tertinggi yaitu pada sampel A3 dengan nilai 10% di ikuti dengan penurunan yaitu pada sampel A2 dengan nilai 7% serta penurunan berikutnya yaitu pada sampel A1 dengan nilai 4%. Sedangkan jumlah mikroorganisme di setiap sampel yaitu pada sampel yang memilki jumlah mikroorganisme tertinggi yaitu pada sampel A3 dengan nilai 64000 CFU di ikuti dengan jumlah mikroorganisme yang sedikit yaitu pada sampel A1 dengan jumlah mikroorganisme 44000 CFU serta pada sampel A2 yaitu jumlah mikroorganisme paling sedikit dengan jumlah mikrobanya 27000 CFU.
PROSES PENGOLAHAN SUSU KAMBING MENJADI YOGHURT DAN PENGEMASANNYA Said, Multiana; Modjo, Ardiyanto Saleh; Limonu, Marleni; Antuli, Zainudin K.; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami proses pengolahan susu kambing menjadi yoghurt dan pengemasannya di Pesantren Pertanian Darul Falah Daffa, Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang diterapkan melibatkan metode eksperimental dan wawancara langsung dengan para karyawan Darul Falah, khususnya karyawan di unit pengolahan susu kambing. Data yang dikumpulkan melibatkan beberapa variabel observasi, yakni teknik pengolahan dan teknik pengemasan. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa untuk mengolah susu kambing, digunakan bahan baku susu untuk menghasilkan yoghurt. Proses pengolahan dimulai dengan tahap penyediaan bahan baku, pasteurisasi, pendinginan, inokulasi, inkubasi yoghurt, penambahan perisa, dan terakhir pengemasan menggunakan plastik polietilen.Kata Kunci: Susu kambing, Pengolahan, yoghurt, pengemasan
Co-Authors Abdul Majid Adam, Abdul Karim Adnan Engelen Adnan Engelen Agus Bahar Rachman Aldi Septiadi Abdillah Amelia, Dwi Cahyani Amu, Lisa Andrean Saleh Apriany Robin Baso Aprilia Vinola Cahyani mopangga Aprilia, Alma Ardiyanto Saleh Modjo Arwin Huruji Asdianto, Asdianto Botutihe, Dhea Detasya Diko, Mohamad Halid Duhe, Salma T Fadhilah Pratiwi Mohamad Ferawati Faidah Feri Kusnandar Fikri Gionte Hajran Winangsih Hamid Harun, Fahri Rahmawati Hasan, Fangki Hatija Daingo Hidayat, Mohamad Bagas Hiola, Nur Pratiwi Hippy, Nur'ais Ibrahim, Fatma Ika Okhtora Angelia Indriati Husain Indriyanti Djau Isima, Putri Fajarwati Isra, Muhammad Kaku, Sunaryo Kasim, Mulki Katili, Trenaldi Ladiku, Mohamad Rizki Lalu, Melan Elan Lamalaka, Moh. F Lanur, Syima Lanur Libunelo, Dekri Lisna Ahmad Mahaling, Efraim Maletu Merlin Mahmud Moh Fhathur Husain Mohamad Ikbal Bahua Mohi, Dian Mokodompit, Firmansya Monalisa Sahupala Mooduto, Delin Mooduto, Mohamad Fahri Muhamad Tahir Muhsin, Nurhayati Musrowati Lasindrang Muti, Nurfadila Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad Nento, Siti Mariyani Nur Rahmat Lasale Nurhandayani, Isma Nurhayati Muhsin Nurhikma Uday Oktaningsi Lapamona Olivia Tiolemba pakaya, pityaningsi Panggi, Husain Paramata, Fahrudin Pitua, Rini Safitri H. Pranata, Rai E Purnama Ningsih Maspeke Rahmiyati Kasim Rajiku, Maryam K Rama, Naldi Iskandar S. Maspeke, Purnama Ningsih Sabrini Hanafi Said, Multiana Sakinah Ahyani Dahlan Siti Aisa Liputo Sugiyono . Supu, Nur Zenab K. Syamsul Bahri Tahir, MUH Uci Trisnawaty Habi Vidya Putri E. Haebun Widya Rahmawaty Saman Yeyen Panigoro Yoyanda Bait Yusuf Maulana Zainudin Antuli Zuldin Helingo