Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI EDIBLE FILM PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA DODOL SERTA KARAKTERISTIK SELAMA PENYIMPANAN Ibrahim, Fatma; Antuli, Zainudin; Limonu, Marleni; Kasim, Rahmiyati; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Saman, Widya Rahmawaty
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.13112

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik dodol dalam kemasan edible film berbahan dasar pati jagung dengan penambahan ekstrak  bunga rosella selama penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak bunga rosella yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 9 unit percobaan. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA, pada perbedan nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikan α = 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 12,57% - 16,25%, aktivitas air berkisar antara 0,71% – 0,79%, nilai TBA berkisar antara 0,08 – 0,11mg malonaldehid/Kg, sedangkan tingkat penerimaan produk melalui uji organoleptik produk dodol menunjukkan skor masing-masing pada parameter warna berkisar 3,73 – 6,6; parameter aroma berkisar 1,3 – 3,35; dan parameter rasa berkisar 1,2 – 3,93
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE SEMPRONG DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR Hasan, Fangki; Lasindrang, Musrowati; Limonu, Marleni; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan; Isra, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.14075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gizi, tingkat kesukaan, serta formula terbaik dari kue semprong yang diformulasi dengan tepung cangkang telur. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan penambahan tepung cangkang telur yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: T0 = Kontrol, T1 = 5 gram, T2 = 7,5 gram, serta T3 = 10 gram. Masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik gizi kue semprong. Formulasi perlakuan terbaik dari penambahan tepung cangkang telur pada pembuatan kue semprong ditunjukkan oleh perlakuan penambahan tepung cangkang telur 10 gram dengan karakteristik gizi terdiri dari kadar air 3,67%, abu 2,37%, protein 5,64%, lemak 25,21%, karbohidrat 63,1%, kalsium 5,57 μg/g, serat kasar 2,39%, serta tingkat kesukaan melalui uji organoleptik yaitu warna, aroma, rasa dan tekstur memiliki keragaman hasil pada analisis statistik.
Seaweed nori (Kappapycus alvarezi) physicochemical and organoleptic characteristics with moringa leaf fortification (Moringa oleifera LAM) Marleni Limonu; Yoyanda Bait; Adnan Engelen; Nurhayati Muhsin
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.16764

Abstract

Nori was a product made from seaweed which contained fiber and bioactive substances even though it had low antioxidants. The solution was needed to increase antioxidants from Nori products was food diversification with the addition of Moringa leaves which contained high antioxidant activity. Identifying the physicochemical and organoleptic properties of the nori seaweed (Kappapycus alvarezi) with the fortification of Moringa (Moringa oleifera Lam) leaves was the aim of this research. The addition of Kappapycus alvarezi seaweed pulp and Moringa leaf pulp was compared in this study's single-factor randomized design (CRD) four treatments: (K0=100%:0% kontrol), (K1=90%:10%), (K2=80%:20), (K3=70%:30%). The data were evaluated using statistical analysis of variance (ANOVA), and the Duncan Multiple Range Test was used if there was a significant result (p0.05) for each treatment (DMRT). The results showed that Kappapycus alvarezi nori seaweed with fortified Moringa leaves (Moringa oleifera Lam) had an effect on physicochemical and organoleptic characteristics, and could increase the nutritional value of nori, which had an antioxidant activity value of 59.921ppm, total phenol of 252.527%, the water content of 18.030%, Fiber content of 18.637%, thickness test of 0.20 mm, tensile strength/tear strength of 0.541MPa, hydration test of 24.446%. The organoleptic values consist of color at 5.83, aroma at 4.87, taste at 5.03, and texture at 5.53. The impact of this research was to produce products that contained good bioactive substances and antioxidants.
PENGARUH KONSENTRASI STARTER ACETOBAKTER XYLINUM TERHADAP KARAKTERISTIK NATA DARI NIRA AREN DAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Costaricensis) Nur Fadhilah Babyonggo; Zainudin Antuli; Marleni Limonu; Rahmiyati Kasim
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.17205

Abstract

Nata adalah lapisan polisakarida ekstrasceluler (selulosa) berupalapisan tipis berbentuk gel atau benang-benang halus berupa serat-serat. Penggunaan nira aren sebagai sukrosa dalam pembuatan nata dapat memiliki manfaat atau keunggulan pada sifat fisik nata yang dihasilkan. Kemungkinan nilai gizi kimia dan kandungan bioaktif yang tinggi dari limbah buah naga merah merupakan keuntungan yang jelas ketika diolah menjadi makanan, sehingga sifat fungsional kulit buah naga dapat ditingkatkan dalam produksi nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristrik fisik dan kimia nata dari nira aren dan kulit buah naga merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu konsentrasi starter Acetobacter Xylinum yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : P1 = 5%, P2 = 10%, P3 = 20%, dan P4 = 30%. Setiap perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Data penelitian akan dianalisis Sidik Ragam atau Analysis of Variance (ANOVA), serta uji lanjut Duncan pada taraf kepercayan α = 0,05. Hasil analisis dari nata dari nira aren dan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis)  pada analisis kimia yaitu Anktivitas antioksidan sebesar 129,92- 101,83 ppm, Serat sebesar 1,21-2,06 %, Total Asam sebesar 1,04-1,27%, pH 4,92-3,98, Kapang sebesar 2,4 x 105-1,8 x 105, Khamir sebesar 8,5 x 103-1,1 x 104, ALT sebesar 3,1 x 105-2,4 x 105 serta analisis fisik yaitu Kekenyalan sebesar 168,07-217,43 gf, Ketebalan sebesar 0,39-1,31% dan Bobot Tuntas sebesar 19,98-64,40%.
PERBANDINGAN MUTU HASIL UJI LABORATORIUM DAN HASIL SCALE UP SNACK FOOD BARS BERBAHAN DASAR TEPUNG PISANG GOROHO (MUSA ACUMINAFE, SP) DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN Isnawaty Haasim; Marleni Limonu; Siti Aisa Liputo; Purnama Ningsih S. Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.12487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu produk snack food bars berbahan dasar tepung tepung pisang goroho dengan penambahan gula aren antara skala laboratorium dan setelah peningkatan skala, mengetahui karakteristik kimia, organoleptik produk snack food bars berbahan dasar tepung pisang goroho dengan penambahan gula aren setelah peningkatan skala. Tahapan penelitian ini diawali dengan persiapan bahan baku, tahapan pembuatan snack food bar dan tahap peningkatan skala. Selanjutnya  tahap analisis kimia dan organoleptik. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan pada peningkatan skala yaitu 20x, 25x, 30x, dan 35x dan 3 kali ulangan, apabila ada perbedaan nyata antara perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan uji beda Duncan Multiple Range (DMRT). Data analisis peningkatan skala kemudian dibandingkan dengan data analisis pada skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukan formulasi snack food bars skala laboratorium tidak berbeda namun tidak signifikan dengan snack food bars peningkatan skala terhadap nilai proksimat, organoleptik, maupun total energi. Karakteristik organoleptik, penigkatan skala snack food bars tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa, untuk analisis proksimat peningkatan skala tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar karbohidrat dan kadar abu, serta total energi snack food bars meningkat seiring dengan peningkatan skala, yaitu sebesar 20 kali (66,82), 25 kali (66,21), 30 kali (65,99) dan 35 kali (64,84) namun tidak memberikan pengaruh signifikan, dan sudah memenuhi syarat dengan total kalori 70 kkl, yang dapat dikonsumsi 2-3 bar dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan makanan selingan yaitu 10-15% dari total kebutuhan kalori harian.
PENGARUH PERBEDAAN VARIETAS TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN) (STUDI KASUS DI UMKM MAFAHIM GORONTALO) Firmansyah Mokodompit; Yoyanda Bait; Marleni Limonu; Agus Bahar Rachman; Sakinah Ahyani Dahlan
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.27997

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata Linn) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat di olah menjadi teh herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pangaruh varietas daun sirsak terhadap karakteristik fisik, kimia, dan Organoleptik (rasa, aroma, dan warna) teh herbal daun sirsak. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dari hasil pengujian diamati dan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan diperoleh 45,46 – 65,85 ppm, total fenol 10,49 – 14,54 mg GAE/g, teh herbal dari keempat varietas daun sirsak positif mengandung tanin, warna (Colour meter) varietas daun sirsak segar L* 36,04 – 39,17, a* -7,47 – (-10,05, b* 8,28 – 10,40. Analisis uji organoleptik tingkat kesukaan panelis terhadap rasa (agak tidak suka - agak suka), aroma (agak suka) dan warna agak suka - suka. Perlakuan terbaik yaitu teh herbal varietas daun sirsak Bali.Kata Kunci: Daun sirsak, Teh Herbal, Varietas.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE (Zingiber afficanate) PADA JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrizus) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Sriwahyuni R Arif; Marleni Limonu; Vivien Novarina A. Kasim; Sakinah Ahyani Dahlan
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.29029

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus buah naga merah dengan penambahan ekstrak jahe pada remaja putri, untuk mengetahui karakteristik mutu dan kimia jus buah naga merah yang ditambahkan ekstrak jahe sebagai minuman fungsional. Penelitian menggunakan Metode Eksperimen yang terdiri dari 4 (Penambahan ekstrak jahe 0%, 10%, 20%, 30%), tiap perlakuan menggunakan 200 gram buah naga merah. Pre eksperimen dengan one group pretest-posttest control design. Sampel: Remaja putri berusia 12-15 tahun, tidak dalam keadaan sakit, dan tidak mengonsumsi suplemen kesehatan selama penelitian berlangsung. Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-msing kelompok dibagi menjadi 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus buah naga merah dengan penambahan ekstrak jahe 30% mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri sebesar 1,96 g/dL yang diberi setiap hari selama 7 hari. Pada perlakuan 30% menghasilkan nilai antioksidan tertinggi Inhibisi 92,95%, nilai IC 50 terendah 23,57 ppm, Kadar air 89,8%, pH 6,47, dan nilai organoleptik rasa (2,90), warna (5,27), aroma (3,80) dan tekstur (4,50).
Pengolahan Emping Jagung Pada KKS Berbasis Hilirisasi Riset di Desa Dudepo, Gorontalo. Muh Tahir; Marleni Limonu
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli-Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v1i2.1995

Abstract

Desa Dudepo merupakan wilayah pulau yang terletak di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Kawasan ini dapat ditempuh melalui penyeberangan laut dari pelabuhan Anggrek atau desa Tolango sebagai lokasi penyeberangan terdekat. Dudepo berjarak sekitar 80 km dari Kota Gorontalo ibu kota Provinsi Gorontalo. Penduduk pulau Dudepo memiliki ragam pekerjaan dari pegawai negeri sipil, petani dan nelayan. Seperti halnya pulau lain, Dudepo dikelilingi oleh laut dan memiliki potensi seperti ragam ikan, udang dan kerang. Sedangkan daratannya memiliki tanaman seperti jagung kuning, pisang dan kelapa. Dengan adanya kegiatan KKS ini, komoditi jagung kuning dipilih untuk diolah menjadi makanan yang disebut emping. Tujuan pengolahan emping adalah menambah keterampilan warga desa untuk membuat makanan cemilan dari hasil pertanian. Produk ini diperkenalkan sebagai wujud hilirisasi riset, diversifikasi produk di daerah yang menghasilkan jagung kuning. Tahapan pengolahan meliputi penyiapan bahan jagung bermutu baik, pembersihan biji jagung, perebusan dengan terlebih dahulu mencampur kapur sirih atau CaCO3, pencucian ulang setelah perebusan, pengukusan ulang selama 1-2 jam dengan menacmpur bumbu, blender jagung kukus hingga menjadi remah, membentuk lempengan keripik dan pengeringan, penggorengan emping, pengemasan dan pelabelan. Hasil olahan emping bentuk keripik dalam kemasan menjadi produk yang dapat dipasarkan baik dalam pulau maupun ke luar pulau.
Transformasi Jagung menjadi Maizena sebagai Diversifikasi Pangan dari Komoditas Unggulan Desa Tamboo Widya Rahmawaty Saman; Sakinah Ahyani Dahlan; Marleni Limonu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan komoditas utama di Desa Tamboo, Kabupaten Bone Bolango, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai pakan ternak sehingga belum memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkenalkan teknologi tepat guna (TTG) pengolahan jagung menjadi maizena sebagai salah satu strategi diversifikasi pangan dan pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, penyuluhan, pelatihan, praktik produksi, dan evaluasi partisipatif. Proses pembuatan maizena dilakukan dengan tahapan sederhana, mulai dari pemipilan, perendaman, penggilingan, penyaringan, pengendapan, pengeringan, hingga pengemasan dengan peralatan rumah tangga yang mudah diperoleh. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, ditandai dengan kemampuan peserta memproduksi maizena secara mandiri, memahami analisis usaha sederhana, serta mengenal strategi pemasaran digital. Evaluasi juga memperlihatkan tingkat penerimaan yang tinggi, di mana mayoritas peserta menilai kegiatan bermanfaat, mudah diterapkan, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, pengolahan jagung menjadi maizena mampu mendukung diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Pengaruh Penyimpanan pada Suhu Ruang dan Suhu Dingin terhadap Karakter Fisik Pisang Sakinah Ahyani Dahlan; Widya Rahmawaty Saman; Marleni Limonu; Husain Panggi; Dwi Cahyani Amelia
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1342

Abstract

Penyimpanan produk pertanian berupa pisang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas sebelum pemasaran, mencegah pasokan berlebihan ke pasar, dan memperpanjang periode pemasaran komoditas pisang. Umumnya pisang mengalami kerusakan akibat pola respirasi yang terjadi pada setiap produk pangan khususnya komoditi hortikultura yang diakibatkan oleh pematangan sel terutama setelah komoditi tersebut dipanen. Penanganan pascapanen pada komoditi buah segar membutuhkan teknik yang baik mengingat buahan segar merupakan produk yang lebih sensitif dibandingkan produk lain, karena nilai kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruangan dan suhu dingin terhadap karakteristik fisik pisang Barangan, pisang Uli, pisang Kepok, dan pisang Goroho. Penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan 4 jenis pisang yang berbeda selama penyimpanan 10 hari pada 2 suhu yang berbeda yaitu suhu dingin dan suhu ruangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik fisik seperti penampilan visual pisang pada suhu penyimpanan ruangan mengalami penurunan warna lebih cepat dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu dingin. Hasil lainnya adalah penurunan berat pisang yang disimpan pada suhu ruangan diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan pisang yang disimpan pada suhu dingin. Data mengenai diameter pisang menunjukkan bahwa yang disimpan pada suhu ruangan menurun lebih rendah dibandingkan pada suhu dingin. Perubahan rasa pisang yang disimpan pada suhu ruangan lebih cepat dibandingkan pada suhu dingin.
Co-Authors Abdul Majid Adam, Abdul Karim Adnan Engelen Agus Bahar Rachman Aldi Septiadi Abdillah Amelia, Dwi Cahyani Amu, Lisa Andrean Saleh Apriany Robin Baso Aprilia Vinola Cahyani mopangga Aprilia, Alma Ardiyanto Saleh Modjo Arwin Huruji Asdianto, Asdianto Botutihe, Dhea Detasya Diko, Mohamad Halid Duhe, Salma T Dwi Cahyani Amelia Fadhilah Pratiwi Mohamad Ferawati Faidah Feri Kusnandar Fikri Gionte Firmansyah Mokodompit Hajran Winangsih Hamid Harun, Fahri Rahmawati Hasan, Fangki Hatija Daingo Hidayat, Mohamad Bagas Hiola, Nur Pratiwi Hippy, Nur'ais Husain Panggi Ibrahim, Fatma Ika Okhtora Angelia Indriati Husain Indriyanti Djau Isima, Putri Fajarwati Isnawaty Haasim Isra, Muhammad Kaku, Sunaryo Kasim, Mulki Katili, Trenaldi Ladiku, Mohamad Rizki Lalu, Melan Elan Lamalaka, Moh. F Lanur, Syima Lanur Libunelo, Dekri Lisna Ahmad Mahaling, Efraim Maletu Merlin Mahmud Moh Fhathur Husain Mohamad Ikbal Bahua Mohi, Dian Mokodompit, Firmansya Monalisa Sahupala Mooduto, Delin Mooduto, Mohamad Fahri Muh Tahir Muhamad Tahir Musrowati Lasindrang Muti, Nurfadila Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad Nento, Siti Mariyani Nur Fadhilah Babyonggo Nur Rahmat Lasale Nurhandayani, Isma Nurhayati Muhsin Nurhikma Uday Oktaningsi Lapamona Olivia Tiolemba pakaya, pityaningsi Panggi, Husain Paramata, Fahrudin Pitua, Rini Safitri H. Pranata, Rai E Purnama Ningsih Maspeke Rahmiyati Kasim Rajiku, Maryam K Rama, Naldi Iskandar Sabrini Hanafi Said, Multiana Sakinah Ahyani Dahlan Siti Aisa Liputo Sriwahyuni R Arif Sugiyono . Supu, Nur Zenab K. Syamsul Bahri Tahir, MUH Uci Trisnawaty Habi Vidya Putri E. Haebun Widya Rahmawaty Saman Yeyen Panigoro Yoyanda Bait Yusuf Maulana Zainudin Antuli Zuldin Helingo