Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Untuk Kelompok Kerja “Serangan Transport” Di Desa Adat Serangan I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; Komang Dian Puspita Candra; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.125 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.1780

Abstract

ABSTRAK                Desa Adat Serangan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.Desa Adat Serangan memiliki potensi yang sangat kuat untuk menjadi desa wisata karena didukung oleh pesona alam dan nilai-nilai sosial budaya sebagai destinasi wisata yang maju seiring dengan kemajuan destinasi pariwisata sekitarnya.Dalam menyukseskan hal tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa Bahasa adalah salah satu aspek yang harus dikuasai, karena bahasa merupakan sarana dalam berkomunikasi dan kenyataan dilapangan tidak semua kelompok kerja dapat berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris yang komunikatif, salah satunya kelompok penyedia jasa transportasi yang dikenal dengan sebutan “Serangan Transport. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian di Desa ini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kelompok kerja “Serangan Transport” agar lebih komunikatif.Kegiatan pengabdian fokus pada kegiatan pelatihan bahasa Inggrisdengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi kelompokdan metode pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok “Serangan Transport”. Diharapkan dari pelatihan ini, dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para penyedia jasa transportasi agar lebih komunikatif dalam berkomunikasi dengan tamu asing yang tentunya akan berdampak pada keberhasilan pihak desa menjadikan Desa Adat Serangan menjadi Desa Wisata Bahari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Serangan adalah metode ceramah dan diskusi yang fokus pada kegiatan pelatihan bahasa Inggris untuk kelompok sasaran yaitu kelompok kerja “Serangan Transport” di desa Serangan. Berdasarkan hasil evaluasi dari masing masing peserta pelatihan, menunjukan bahwa beberapa peserta mendapatkan nilai baik dan sebagian lainnya mendapatkan nilai yang sangat baik.Sehingga dapat dikatakan bahwa peserta pelatihan dinilai telah mampu mengikuti dan memahami materi – materi yang diberikan dalam pelatihan bahasa Inggris ini. Kata Kunci: Pelatihan, Bahasa Inggris, Serangan, Desa Wisata, Kelompok Transport  ABSTRACT                Serangan Village is one of the villages in South Denpasar, Bali. This village was located in an island called Serangan Island which was parted from the main island. This village has a great potential to be a tourist village and becoming a flourishing tourist destination which is not inferior to the other destinations since it is supported by the enchanment of its nature and the socio – cultural values. In succeeding this, it cannot be denied that mastering English language is a very important aspect because language is an equipment to communicate,but the fact is not all of the team works have the fluency in spoken English. One of them is the transportation team work called ‘Serangan Transport”.The aim of having this community service in the village, peculiarly in this transportation team work,is to increase the competence in using communicative English. The activities of this community service are focused on the communication needs and the method of teaching the language which is suitable for the team work activities.It was expected that through this course, the English language ability of this team work is increasing, in order to be more communicative when having the conversations with foreign tourists.  This certainly will give influences to the success of forming the Serangan village as the nautical tourist village. The method that used in this program is explanation and discussing focused to larning English in communication for the team work in Serangan village. Based on the result of the evaluation shown that some of the members have got good value and some another got the best value. So it means that program has been success and the members have understood about the English comunication leason. Key Words: English Language Course, Serangan, Tourist Village, Transportation team work
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Untuk Kelompok Life Guard di Daerah Kuta Komang Dian Puspita Candra; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; Putu Devi Maharani
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 1 No. 1 (2018): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.548 KB)

Abstract

Kabupaten Badung adalah salah satu kabupaten di Bali yang penghasilan terbesarnya bersumber dari sektor pariwisata. Tempat wisata yang paling banyak diminati di Kabupaten Badung adalah pantai yang terletak di daerah Kuta. Banyaknya wisatawan yang memilih wisata pantai ketika berkunjung ke Bali mengharuskan pemerintah menjaga keamanan para wisatawan tersebut. Pengabdian masyarakat menyasar kelompok life guard di wilayah Kuta dengan jenis kegiatan adalah memberikan pelatihan Bahasa Inggris. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para life guard dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sehingga mereka dapat berkomunikasi secara aktif kepada wisatawan dan secara tidak langsung pelayanan keamanan yang diberikan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali. Dalam melaksanakan pelatihan, model pembelajaran langsung digunakan dengan teknik bermain peran dan demonstrasi. Selain itu tim pengabdian juga mempersiapkan modul pelatihan bahasa Inggris Komunikatif sesuai dengan kebutuhan kelompok life guard tersebut. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian dilakukan diperoleh beberapa hasil yang positif diantaranya adalah: 1) kelompok life guard menunjukkan sikap antusias yang tinggi selama pelatihan berlangsung; 2) Rasa percaya diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris meningkat; 3) kombinasi modul dan model pembelajaran langsung yang digunakan memberikan dampak positif bagi penggunaan bahasa Inggris komunikatif kelompok life guard.
Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Kelompok Pemahat Patung Kayu Di Desa Batubulan I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; Komang Dian Puspita Candra
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 1 No. 1 (2018): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.366 KB)

Abstract

Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali yang menjadi pusatnya kesenian Salah satu desa di Kabupaten Gianyar yaitu desa Batubulan, terkenal dengan desa produksi seni patung kayu, namun kemampuan ini tidak dapat digunakan secara maksimal karena tidak didukung oleh kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris yang baik. Melihat fenomena tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar kelompok pemahat patung kayu di desa Batu Bulan Gianyar dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris. Pelatihan dilakukan selama delapan kali pertemuan. Materi ajar yang diberikan adalah memberikan saran, memberikan pujian, mendeskripsikan benda (patung), memberikan penawaran. Materi ajar yang telah disusun kemudian diaplikasikan dalam kegiatan pealtihan bahasa dan untuk megetahui keefektivannya dilakukan evaluasi di akhir pelatihan. Hasil evaluasi peserta pelatihan sangat baik karena peserta mampu meraih nilai dengan nilai rata-rata 87. Metode pengajaran yang tepat merupakan salah satu tolak ukur dalam memotivasi peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan pelatihan bahasa Inggris yang dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah direct Method yang dikombinasikan dengan drill.
Pelatihan Public Speaking Bagi Pemandu Wisata di Bali I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika; Komang Dian Puspita Candra
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 2 No. 1 (2019): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.451 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dari hasil analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi mitra, tim pengabdi memberi solusi guna memperbesar kesempatan bagi para komunitas pemandu wisata freelance di daerah sasaran untuk meningkatkan kompetensi dalam berkomunikasi di depan umum. Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam berbicara di depan umum adalah dengan pelatihan public speaking. Hasil yang diperoleh adalah: (1) Respon positif dan antusias dari peserta pelatihan, (2) Meningkatnya kemampuan dalam melakukan komunikasi di depan umum sebagai pemandu wisata, (3) Meningkatknya rasa percaya diri dan bersedia mengambil resiko dalam berpartisipasi kepada wisatawan. (4) Meningkatnya kosakata, tatabahasa, pengucapan dan pelafalan. (5) Bertambahnya kemampuan peserta pelatihan dalam berkomunikasi secara lisan baik secara individu/monolog maupun secara berpasangan (6) Meningkatkanya kemampuan peserta pelatihan dalam berkomunikasi dengan mitra tutur dalam situasi yang dinamis dan menyenangkan/ tidak membosankan. (7) Tersedianya media belajar yang menyenangkan
Pendampingan Masyarakat Desa Adat Putung Menanggulangi Dampak Sosial Pandemi COVID-19 I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; I Komang Sulatra; Komang Dian Puspita Candra; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 3 No. 1 (2020): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v3i1.228

Abstract

Pendampingan masyarakat di masa pandemi sangat diperlukan dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, ekonomi dan sosial. Pelaksanaan nyata pendampingan dalam penganggulangan dampak sosial yang langsung menyasar masyarakat desa dapat menjadi kontribusi pihak perguruan tinggi, khususnya para tenaga pendidik yang mempunyai tanggung jawab melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan ini dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Adat Putung Duda Timur Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Pendampingan dilakukan di masa awal pandemi Covid-19 dan dapat dilakukan pendampingan berkala melalui komunikasi antara tokoh masyarakat dan tim PkM. Pengabdian ini diwujudkan dengan melakukan langkah-langkah identifikasi keadaan sosial dan ekonomi masyarakat desa sehingga bantuan ekonomi dapat disalurkan dan pendampingan berupa ceramah tentang pencegahan merebaknya virus COVID-19 dari aspek sosial dapat dicegah. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dipadukan dengan konsultasi sebagai dua cara mewujudkan program pengabdian ini. Masyarakat merasakan dampak langsung dari pendampingan tim PkM yang menyalurkan sembilan bahan pokok kepada warga desa dan mengadakan konsultasi mengenai cara memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dalam tatanan sosial masyarakat desa selama masa pandemi.
Penerapan Model Pembelajaran Daring “Jarmima” di Desa Taman Komang Dian Puspita Candra; I Gusti Ngurah Ratnadi
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 3 No. 3 (2021): Juli
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v3i3.264

Abstract

COVID-19 menyebabkan krisis kesehatan global yang berdampak terhadap berbagai lini kehidupan salah satunya adalah lini pendidikan. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara konvensional harus menyesuaikan diri dengan citra pedidikan masa depan yaitu dengan utilisasi perangkat digital. Perpindahan ini bukannya tanpa masalah, berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap enam siswa kelas VII di Banjar Tebajero, Desa Taman, permasalahan seperti kendala jaringan internet, masalah materi pembelajaran yang kurang dipahami akibat minimnya tatap muka dengan pendidik, ketidakhadiran orang tua untuk mendampingi siswa selama belajar daring di rumah, hingga kejenuhan yang dirasakan saat belajar daring. Dari beberapa permasalahan tersebut dapat dipetakan menjadi dua permasalahan prioritas yaitu 1) pendampingan orang tua saat pembelajaran daring dan 2) kendala dalam proses pembelajaran daring. Berangkat dari masalah prioritas ini, dua solusi ditawarkan untuk menjawab permasalah tersebut yaitu 1) asistensi pembelajaran daring dan 2) pemanfaatan hobi mitra (platform audio-visual) sebagai media pembelajaran daring yang dinamakan dengan model pembelajaran “JARMIMA” yaitu Belajar Bermain Bersama. Dengan penerapan model pembelajaran ini hasil yang diperoleh berdasarkan indikator pencapaian yaitu antusiasme mitra dalam proses pembelajaran mengalami tren peningkatan. Model ini belum cukup optimal dalam menurunkan tren pencarian jawaban instan namun berhasil dalam mengubah perspektif mitra dalam menggunakan platform audio-visual yang selama ini hanya dianggap media rekreasi menjadi media pembelajaran yang terpersonalisasi dan tidak menjenuhkan.
Balinese Arts And Culture As Tourism Commodity In Bali Tourism Promotion Videos Desak Putu Eka Pratiwi; Putu Nur Ayomi; Komang Dian Puspita Candra
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 32 No 3 (2017): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v32i3.178

Abstract

Tourism industry in Bali has increased significantly since 1970’s.  It is supported not only by its stunning nature of Bali but also its fascinating arts and culture. Bali has incredible arts, vibrant culture and unique traditions which have been very famous all over the world.  Many people especially foreigners want to see Balinese’s artistic artworks and experience their culture.   It motives them to travel to the island which also well known as the island of paradise.  Culture has a compelling role in tourism functioning as an internationally promoted commodity, a role that has often been the subject of disputes among academics. Some people consider that the changing of culture become tourist attractions will cause the loss of culture’s authenticity through modification.  Many scholars say that cultures that are performed as tourist attraction will lose its originality to adjust the tourist demand. This study aims at analyzing how Balinese arts and culture are packaged as tourism commodity in Bali tourism promotion videos which internationally published by Bali tourism board. The data were collected through observation method and note taking technique. The data were analyzed by using levels of product theory by Kotler and Armstrong (2008). The findings and discussions were presented through formal and informal methods. Our findings show that Bali tourism promotion videos consist of four dimensions: (1) essence of product, (2) real product, (3) processed real product and (4) additional product, as described in the discussion.Industri pariwisata di Bali terus meningkat sejak tahun 1970. Hal ini didukung tidak hanya oleh keindahan alam pulau Bali tetapi juga seni dan budaya Bali yang begitu memukau. Bali memiliki kekayaan seni yang menakjubkan, budaya yang dinamis dan berbagai tradisi unik yang begitu terkenal di seluruh dunia. Banyak orang, khusunya orang asing, yang ingin melihat karya seni Bali yang artistik dan mengalami sendiri budaya masyarakat Bali. Hal tersebut mendorong mereka untuk berwisata ke pulau Bali yang juga dikenal sebagai pulau surga. Budaya memiliki memiliki peran yang kuat dalam dunia pariwisata yang berfungsi sebagai alat promosi secara internasional, sebuah peran yang sering menjadi bahan perdebatan para ahli. Beberapa ahli berpikir bahwa dengan berubahnya fungsi budaya sebagai atraksi wisata dapat mengakibatkan hilangnya keaslian atau originalitasnya karena mengalami modifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana seni dan budaya Bali dikemas sebagai komoditas pariwisata dalam video promosi pariwisata Bali yang telah dipublikasikan secara internasional oleh Dinas Pariwisata Bali. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan kemudian dianalisis menggunakan teori dari Kotler and Armstrong (2008). Temuan dan pembahasan dipaparkan dengan metode formal dan informal. Seara umum temuan kami menunjukkan bahwa video pariwisata Bali terdiri dari empat dimensi, yaitu: (1) essence of product, (2) real product, (3) processed real product and (4) additional product, yang dijelaskan dalam sub bab pembahasan.
Variasi Leksikal Bahasa Bali Dialek Kuta Selatan Putu Devi Maharani; Komang Dian Puspita Candra
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 33 No 1 (2018): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v33i1.196

Abstract

Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Bahasa Bali menjadi salah satu bahasa daerah di Indonesia yang sangat kaya dengan kosakata. Untuk menyebutkan satu entitas seringkali kita temui berbagai variasi penyebutannya di masyarakat yang tinggal pada wilayah yang berbeda di Bali padahal mereka menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. Variasi penyebutan suatu entitas ini terkadang menjadi sesuatu yang terdengar aneh atau kurang dimengerti oleh penutur bahasa Bali yang berasal dari daerah yang berbeda namun menjadi ciri dan identitas daerah mereka yang dapat menghasilkan atmosfer kekeluargaan dan keakraban saat dipergunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi leksikal bahasa Bali di daerah Kuta bagian Selatan khususnya daerah Ungasan, Jimbaran dan Kedonganan yang saat ini menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Bali serta untuk memetakan bagaimana perkembangan variasi pilihan kata masyarakat lokal daerah tersebut setelah banyaknya interaksi dengan wisatawan asing dan lokal yang datang ke daerah Kuta bagian Selatan ini, sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah a) Bagaimana penggunaan variasi leksikal bahasa Bali di daerah Jimbaran, Ungasan dan Kedonganan dan b) Pada kelas kata apa  saja variasi leksikal yang terjadi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap, teknik libat cakap, teknik bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat serta metode cakap dengan teknik pancing yang menjadi acuan dalam menemukan tujuan penelitian. Dari hasil analisis tiga dialek bahasa Bali daerah Kuta bagian Selatan ini, ditemukan beberapa variasi leksikal dalam kelas kata pronominal, nomina, kata sifat, kata kerja dan kata keterangan. Kemunculan variasi leksikal untuk kelas kata nomina muncul paling dominan. Pada dialek Jimbaran dan Kedonganan banyak ditemukan penggunaan leksikal yang sama. Pada dialek Ungasan ditemukan lebih banyak perbedaan leksikal yang digunakan untuk merujuk suatu yang sama.Language describes the culture of local society because in the culture activity, the community has not off from the language as a tool of interaction. Balinese language is a traditional language spoken by the local people of Bali. Differences or variations in the use of Balinese language can be observed in each district at the level of sound, morphological, syntactic and lexical. The variation in Balinese language raises particular dialect in each region. This aims of this study is to find out the lexical variations in the three different area those are Jimbaran, Kedonganan and Unggasan. The method of collecting the data in this research are close observation method with refers to the technique of tapping, face-to-face interview technique, eave-dropping technique, recording and note-taking technique. Generally found there are some lexical variations found in these three areas used to mention the same things. The lexical variation found are in class of pronoun, noun, verb, adjective, and adverbial. The dominant variation is noun. In Jimbaran and Kedonganan has a similarity in lexical choice. Unggasan has many differences than the other areas because the location of this village is in highlands position.
Flouting of Conversational Maxims In “Avengers: Endgame” Movie Dewa Ayu Indra Widiani; Komang Dian Puspita Candra,; Ni Wayan Suastini
IJELAL (International Journal of English Learning and Applied Linguistics) Vol 2, No 1 (2021): Intertwining English Language Education With Culture In Society
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.867 KB) | DOI: 10.21111/ijelal.v2i1.5688

Abstract

To achieve the goals of communication, it is important for the participants in every conversation to obey the cooperative principle in order to avoid misunderstanding of interpretation between them. This research deals with the study of flouting maxim in a superhero movie entitled Avengers: Endgame movie. This research focuses on analysing the types of flouting maxim in Avengers: Endgame movie flouted the maxims. The researcher used the theory of cooperative principle proposed by Grice (1975) to analyse the types of flouting maxim. The researcher used descriptive qualitative method to describe the data to answer the problems of the study. The result of the study shows that there are 20 data of flouting maxim in Avengers: Endgame movie. The highest occurrence of flouting maxim in this movie is flouting maxim of quantity and quality with 7 data (35%). Then followed by flouting maxim of relevance with 4 data (20%). Flouting maxim of manner is the lowest occurrence of flouting maxim with 2 data (10%).
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sanding Pasca Covid-19 Komang Dian Puspita Candra; Putu Nur Ayomi; I Kadek Adika Grianata
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.325

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menyasar para pemuda dan pemudi yang terdampak Covid-19 di Banjar Karanganyar Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Tidak sedikit pemuda dan pemudi di Desa ini yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, sehingga berwirausaha dapat dijadikan satu pilihan di masa pemulihan pasca covid-19. Peluang yang ditemukan untuk berwirausaha di Desa ini adalah melakukan inovasi dalam kerajinan gerabah yang menjadi ciri khas dari desa ini. Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim pelaksana berupa kegiatan pendampingan dengan memanfaatkan limbah makanan untuk memodifikasi kerajinan gerabah. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan kemajuan yang positif bagi mitra. Setelah mengikuti pelatihan, para pemuda-pemudi yang menjadi mitra dari kegiatan pelaksanaan pengabdian ini memiliki skill baru untuk memodifikasi kerajinan gerabah sehingga dapat menambah nilai jual dari kerajinan gerabah serta menghasilkan karya-karya kerajinan lainnya yang dibuat dari limbah cangkang telur untuk dapat dipasarkan.
Co-Authors Adi Yudiyana Adrianus Sudirman, Yakobus Adriano Lajar Anak Agung Ari Purnami Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anastasya Purnamaliana Andari, Ni Komang Meri Andini, Febriya Andri Permana, I Putu Anggriani, Ni Putu Apriesa, I Dewa Gede Fernanda Aditya Arini, Ni Kadek Ayu Arini Ariyaningsih, Ni Nyoman Deni Asih, Ni Kadek Agustina Yunita Astini, Ni Wayan Siska Ayu Meriandari, Ni Rai Ayu Novia Pratiwi Basilia Anita Setiawati Darvolusius Nggara Desak Putu Eka Pratiwi Dewa Ayu Indra Widiani Dewi, Ketut Setia Dewi, Ni Kadek Sindia Dewi, Ni Made Permata Dewiyani, Miasari Eldis, Plasidiana Enos Bodu Saga Harianja, Fina Avianti I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I G. A. Sri Rwa Jayantini I Gede krisna Dea putra I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra I Gusti Ngurah Ratnadi I Gusti Putu Mahardika Putra I Kadek Adika Grianata I Ketut Adi Lanang Iswara I Komang Agus Tri Mahendra I Komang Sulatra I Komang Sulatra I Made Agus Leo Miarta I Made Angga Saputra I Nengah Sudipa I Nyoman Weda Kusuma I Putu Yoga Jelantik Palguna I Wayan Juniartha Ida Bagus Gede Nova Winarta IGA Vina Widiadnya Putri Jas, Paulinus Jaya, Made Dhaniswara Jayantini, I. G. A Sri Rwa Kamajaya, I Kadek Putra Lajar, Yakobus Adriano Laksmiati, Ni Made Putri Lembu, Eufronius Sarino Made Henra Dwikarmawan Sudipa, Made Henra Mahendra, I Komang Agus Tri Marantika, I Made Yogi Maria Yasinta Juita Ngadu, Dominikus Ngurah, Si Made Ngurah Paramaartha Ni Gusti Ayu Gede Ratih Aprilia Ni Kadek Anggi Andriani Ni Kadek Indah Setya, Dewi Ni Kadek Martini Ni Kadek Saina Dayabhi Ni Kadek, Nefiari Ni Ketut Ica Rahayuni Ni Komang Eka Maheni Ni Luh Putu Renata Utami Putri Ni Made Ariasih Ni Made Desi Trisnayanti Ni Made Sri Maheswari Paramitha Ni Made Verayanti Utami Ni Nyoman Deni Ariyaningsih Ni Putu Cahya Megandari Ni Putu Cahyani Putri Utami Ni Putu Diah Priska Ni Putu Ira Suartini Ni Wayan Alan Mirani NI WAYAN SUASTINI Ni Wayan Suastini Nova Winarta, Ida Bagus Gde Nurcahyadi, Yulian Kristalia Nyoman risma ayu Pradnyani Prastiawan, IB Maha Adi Prastiawan Putri Utami, Ni Putu Cahyani Putri, IGA Vina Widiadnya Putri, Ni Kadek Melia Putu Devi Maharani Putu Nur Ayomi Saidi, Alvien Adham Rizkyanto Sari, Ni Kadek Sintya Purnama Skolastika, I Made Perdana Subakthiasih, Putu Sudiyono, Boyke Adimas Triyogo System, Administrator System, Administrator Valentina, Ni Kadek Wijaya, I Kadek Yoga Winarta, Ida Bagus Gede Nova Windu Gunatika Yanti, Ni Wayan Wahyudi Yanti Yasa, I Gusti Ngurah