Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Paparan Informasi dan Pergaulan Remaja dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019 Eka Novica Puspa Dewi; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.134 KB)

Abstract

Abstract: Early marriage is a marriage under 20 years old. Kecamatan Aluh-Aluh has the most early marriage cases in Kabupaten Banjar (67 cases). The risk factors of early marriage are information exposure and teenager’s promiscuity. The purpose of this study is to know the correlation of information exposure and teenager’s promiscuity toward early marriage cases in Kecamatan Aluh-Aluh on 2019. The study method used is analytical observational with case control approach. There are 16 samples that meet the inclusion criteria for each group, taken with total sampling method. Data analysis using chi square test (p<0,05). The result showed that 75% women that got married early are exposed to information  poorly and 56% women that got married early are promiscuous. The analysis showed the p value for information exposure is 0,144 and the p value of teenager’s promiscuity is 0,154. The conclusion is that there is no correlation of information exposure and teenager’s promiscuity toward  early marriage cases in Kecamatan Aluh-Aluh on 2019.Keywords: early marriage, information exposure, teenager’s promiscuity Abstrak: Pernikahan dini adalah pernikahan di umur <20 tahun. Kecamatan Aluh-Aluh memiliki jumlah kasus pernikahan dini tertinggi di Kabupaten Banjar (67 kasus). Faktor risiko pernikahan dini adalah paparan informasi dan pergaulan remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paparan informasi dan pergaulan remaja dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh tahun 2019. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case control. Terdapat 16 sampel yang memenuhi kriteria inklusi untuk masing-masing kelompok, diambil dengan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan 75% perempuan menikah dini kurang terpapar informasi dan 56% perempuan menikah dini memiliki pergaulan berisiko. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,144 untuk paparan informasi dan nilai p = 0,154 untuk pergaulan remaja. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara paparan informasi dan pergaulan remaja dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh tahun 2019. Kata-kata kunci: pernikahan dini, paparan informasi, pergaulan remaja
Hubungan Komorbid dengan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin Puspita Aisyiyah; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah; Meitria Syahadatina Noor; Siti Wasilah
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.975 KB)

Abstract

Abstract : In addition to major illnesses, there are cases when a person suffers from other illnesses. This is called comorbid or comorbidity. There are many risk factors for COVID-19, one of which is comorbidities. These comorbidities affect the prognosis for possible COVID-19 infection and disease severity. This study attempts to elucidate the relationship between comorbidities and the incidence of COVID-19 at Pemurus Dalam Urban Health Center in Banjarmasin. This study was designed as an analytical observation and used as a case control approach. A total of 30 subjects were found to meet the inclusion and exclusion criteria in each case and the control group as well as samples were taken using a simple random sampling technique. As a result of the univariate analysis, most of the case group (70%) had normal morbidity compared to the control group, and only a small number (23,33%) showed normal morbidity. Bivariate analysis showed that an OR value of 7,667 with a p value of 0,000 or <0,05 was associated with the incidence of COVID-19 and comorbidities. 7,667 OR value indicate that comorbidities is closely related to the incidence of COVID-19 in Banjarmasin. Keywords: comorbid, the incidence, COVID-19 Abstrak: Selain penyakit utama, terdapat kondisi dimana seseorang memiliki penyakit yang lain, hal ini disebut sebagai komorbid atau komorbiditas. COVID-19 memiliki berbagai faktor risiko, salah satunya adalah komorbid. Komorbid ini memengaruhi mudahnya terjadi infeksi COVID-19 serta prognosis dari beratnya derajat penyakit. Hubungan antara komorbid dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin berusaha dijelaskan pada penelitian ini. Penelitian didesain dengan observasional analitik, serta menggunakan case control sebagai teknik pendekatannya. Sebanyak 30 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi maupun eksklusi didapatkan pada tiap kelompok kasus maupun kontrol, sampel tersebut diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan subjek pada kelompok kasus sebagian besar (70%) memiliki komorbid dibandingkan dengan kelompok kontrol hanya sedikit memiliki komorbid (23,33%). Nilai OR 7,667 dengan p value 0,000 atau < 0,05 pada analisis bivariat ditemukan pada hubungan komorbid dengan kejadian COVID-19. OR 7,667 menunjukkan bahwa komorbid memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian COVID-19 di Kota Banjarmasin. Kata-kata kunci: komorbid, kejadian, COVID-19
Faktor Risiko Kejadian Pernikahan Dini di Kecamatan Aluh – Aluh Tahun 2019 Chelsea Zefanya Narang; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.534 KB)

Abstract

Abstract: Aluh - Aluh subdistrict has 67 cases of early marriage (the highest rate in Banjar district). The risk factors include parental education level, income, and parenting. The purpose is to find out the association between parental education level, income, and children's perceptions of parenting with early marriage occurrence in Aluh - Aluh subdistrict in 2019. This used analytic observational method with case-control approach. Sampling technique used total sampling for case group for 16 sampels and control group for 16 sampels according to inclusion criteria. Data analysis using chi- square test and fisher's test if score ρ>0,05. Paternal education levels show ρ value 1,000, maternal education level show ρ value 1,000 Parental income show ρ value 0,154, Children,s perception of parenting show ρ value 1,000, The conclusion of this study, there is not any significant associations between parental education level, income, and parenting with the occurrence of early marriage. Keywords: early marriage, parental education level, parental income, parenting. Abstrak: Kecamatan Aluh - Aluh memiliki 67 kasus pernikahan dini (tertinggi di Kabupaten Banjar).  Faktor risikonya adalah tingkat pendidikan, ekonomi dan pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan dan penghasilan orang tua serta persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh – Aluh tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control dengan pengambilan sampel yang digunakan total sampling untuk kelompok kasus sebesar 16 sampel dan kontrol sebesar 16 sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji fisher bila nilai ρ>0,05. Analisis tingkat pendidikan ayah didapati nilai ρ 1,000, tingkat pendidikan ibu didapati nilai ρ 1,000, pendapatan keluarga didapati nilai ρ 0,154, analisis pola asuh didapati nilai ρ 1,000. Kesimpulan penelitian ini tidak didapati hubungan bermakna antara tingkat pendidikan, penghasilan dan pola asuh orang tua terhadap kejadian pernikahan dini. Kata-kata kunci:  pernikahan dini, pendidikan orang tua, penghasilan keluarga, pola asuh
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Pembakaran Sampah Terbuka dengan Frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin Septian Hadi Setiawan; Farida Heriyani; Agung Biworo
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.909 KB)

Abstract

Abstract: Open waste burning has a bad impact on health, especially on the respiratory system. Burning waste in densely populated areas makes the community around the area more vulnerable to acute respiratoy infection (ARI). The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between knowledge and open waste burning behavior with the frequency of ARI in East Kelayan Banjarmasin. The method used is observational analytic with cross sectional approach. The sample of this study was a portion of young adults in the Kelayan Timur district in Banjarmasin with a total of 50 people taken with systematic random sampling. Data analysis using chi square test. Result of knowledge test obtained good results on 27 people (54%) and bad on 23 people (46%); Good waste burning behavior were found on 23 people (46%) and bad on 27 people (54%); the frequency of ARI occurs frequently on 13 people (26%), rarely on 20 people (40%) and never on 17 people (34%). p value = 0.014 obtained on the relationship between the knowledge of open waste burning with ISPA frequency and the value of p = 0.024 on the relationship between the action of burning open waste with ARI frequency. So it can be concluded that there is a relationship between knowledge and open waste burning behavior with the frequency of ARI in East Kelayan Banjarmasin. Keywords: ARI frequency, Open waste, Open waste knowledge, Open waste burning Abstrak: Pembakaran sampah memiliki dampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem pernafasan. Pembakaran sampah di daerah padat penduduk menyebabkan masyarakat sekitar daerah tersebut lebih rentan mengalami infeksi saluran napas akut (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dan tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebagian warga dewasa muda di Kecamatan Kelayan Timur Banjarmasin dengan jumlah 50 orang diambil dengan sistematik random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengetahuan responden didapatkan hasil yang baik 27 orang (54%) dan buruk 23 orang (46%); tindakan pembakaran sampah yang baik didapatkan 23 orang (46%) dan buruk 27 orang (54%); frekuensi kejadian ISPA yang sering 13 orang (26%), frekuensi jarang 20 orang (40%) dan tidak pernah 17 orang (34%). Didapatkan nilai p=0,014 pada hubungan antara pengetahuan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA dan nilai p=0,024 pada hubungan antara tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin. Kata-kata kunci: Frekuensi ISPA, pembakaran sampah, pengetahuan, tindakan pembakaran sampah
Gambaran Karakteristik dan Penyakit Komorbid pada Pasien Konfirmasi Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2020 Agnes Angelina Laila Cibro; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Nani Zaitun
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.579 KB)

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an irresistible sickness brought about by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The spread of COVID-19 has turned into a worldwide wellbeing danger until May 13, 2020, there were 4 million affirmed instances of COVID-19 with 287,399 passings announced in excess of 210 impacted nations around the world. This study expects to depict the attributes old enough, orientation, instruction and occupation and comorbid infections in affirmed COVID-19 patients at Ulin Hospital Banjarmasin. This study is a  descriptive study  involving auxiliary information as understanding clinical records at the Ulin Regional General Hospital Banjarmasin period March-December 2020. Data analysis using the method sampling purposive. The number of samples is 219 people. The results showed that the dominant patient characteristics were age 50 years (60.7%), male gender (50.7%), high school education (51.4%) and self-employed (30.1%) . Meanwhile, the predominant comorbid disease was diabetes mellitus (21.6%) Keywords: COVID-19, characteristics, comorbid disease, confirmed patient.  Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sindrom Pernafasan Akut Parah Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyebaran COVID-19 telah menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia hingga 13 Mei 2020, ada 4 juta kasus dikonfirmasi COVID-19 dengan 287.399  kasus kematian diumumkan di lebih dari 210 negara yang terkena dampak di seluruh dunia. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta penyakit komorbid  pada pasien konfirmasi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data sekumder rekam medis pada pasien konfirmasi COVID-19  di RSUD Ulin Banjarmasin periode Maret-Desember 2020. Analisis data menggunakan metode sampling purposive. Jumlah sampel sebanyak 219 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang dominan adalah usia 50 tahun (60,7%), jenis kelamin laki-laki (50,7%), pendidikan SLTA (51,4%) dan wiraswasta (30,1%). Sedangkan penyakit penyerta yang dominan adalah diabetes mellitus (21,6%) Kata-kata kunci: COVID-19, karakteristik, penyakit komorbid, pasien konfirmasi
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin Khalilah Adiyani; Farida Heriyani; Lena Rosida
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.398 KB)

Abstract

Abstract:Young women are said to be anemic if Hb levels <12 g/dl.World Health Organization >30% or 2 billion people in the world are having anemia status. Lack of micronutrients such as: iodine, vitamin A and iron in the diet can cause anemia. This study aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of anemia in female adolescents in PGRI 4 High School Banjarmasin in 2017. This research is analytic observational with cross sectional approach. Samples were taken with proportional stratified random sampling technique, consisted of 67 research subjects. Data analysis used chi square test. The results showed that 62.7% had anemia, 37.3% had no anemia, 9% nutritional status was poor, and 91% of nutritional status was normal overweight. The results showsed p value= 1.000 (p> 0.005). Conclusion of this research is there is no significant relationship between nutritional status with the incidence of anemia in female adolescents in PGRI 4 high school Banjarmasin. Keywords: nutritional status, anemia, female adolescent. Abstrak: Remaja putri dikatakan anemia jika Hb <12 g/dl. World Health Organization melaporkan >30% atau 2 miliar orang di dunia berstatus anemia. Kekurangan zat gizi mikro seperti: yodium, vitamin A dan zat besi dalam makanan dapat menyebabkan anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin tahun 2017. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik proportional stratifiedrandom sampling, terdiri dari 67 subjek penelitian. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi subjek penelitian 62,7% mengalami anemia, 37,3% tidak mengalami anemia, 9% status gizi kurus, dan 91% status gizi normal gemuk. Hasil analisis data menunjukkan nilai p= 1,000 (p> 0,005). Simpulan, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Kata-kata kunci: status gizi, anemia, remaja putri
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia di SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020 Krishna Satyagraha Kusuma Putera; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.338 KB)

Abstract

Abstract: Anemia in adolescents can occur due to malnutrition. Many young women experience a lack of nutrients in their daily food consumption. Based on data from the Banjarmasin City Health Office in 2018, the prevalence of anemia in adolescents aged 10-19 years in Banjarmasin City was 924 cases, in 884 adolescent girls. One factor causing anemia is poor diet. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between eating patterns and the incidence of anemia in adolescent girls at SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020. The method used is observational analytic with cross sectional approach. The sample of the study was 88 female teenagers from SMPN 18 Banjarmasin. Taken with proportional random sampling. Data analysis using fisher exact test (α=0,05). The results of this study were 45% of respondents with anemia and 55% of anemia, 89% of bad eating patterns and 11% of good eating patterns. The analysis showed that the value of p = 0.104 with the conclusion of the study there was no relationship between eating patterns with the incidence of anemia. Keywords: Food diet, anemia, adolescents females Abstrak: Anemia pada remaja dapat terjadi disebabkan oleh kekurangan gizi. Remaja putri banyak mengalami kekurangan zat-zat gizi dalam konsumsi makanan sehari-harinya. Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Banjarmasin pada tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja usia 10-19 tahun di Kota Banjarmasin terdapat 924 kasus, pada remaja putri sebanyak 884 kasus. Salah satu faktor penyebab anemia adalah buruknya pola makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri SMPN 18 Banjarmasin dengan jumlah 88 orang. Diambil dengan proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji fisher exact test (α=0,05). Hasil penelitian ini responden yang mengalami anemia 45% dan tidak anemia 55%, pola makan tidak baik sebanyak 89% dan pola makan baik sebanyak 11%. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,104 dengan kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia. Kata-kata kunci: Pola makan, anemia, remaja putri
Hubungan Suhu Rumah dengan Kejadin Hipertensi Muhammad Halil Gibran; Farida Heriyani; Djallalluddin Djallalluddin
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.294 KB)

Abstract

Abstract: High population density and dense housing in the area of Banjarmasin East Kelayan Health Center can trigger a hot temperature in the region. As a result of these hot temperatures can increase levels of stress hormones, such as epineprin, non-epineprin and cortisol, the body can cause hypertension. The purpose of this study is to determine the relationship of home temperature with the incidence of hypertension in dense residential dwellings in the area of Health Center East Kelayan Banjarmasin. This study uses an analytic observational method with a case control approach. The sample of this study was hypertension and non-hypertension patients based on medical record data which was according to the diagnosis by the doctor at the Kelayan East Health Center in Banjarmasin. The method of sampling uses random sampling technique which is divided into 30 groups of hypertensive cases and 30 control groups without hypertension and obtained as many as 60 samples that fit the inclusion criteria. Data analysis using Chi square test. The results of this study in the case group there were 76.7% of patients with hypertension at high temperatures, 23.3 low temperatures while the control group contained 40% of patients without hypertension at high temperature, 60%. The results of the analysis were obtained (p = 0.009 OR = 4,929) there is a significant relationship between house temperature and the incidence of fist hypertension in dense residential dwellings in the Banjarmasin Kelayan Timur Health Center area. Keywords: House Temperature, Solid residence, Hypertension. Abstrak: Kepadatan penduduk yang tinggi dan hunian rumah yang padat di wilayah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dapat memicu suatu suhu panas di wilayah tersebut. Akibat dari suhu panas tersebut dapat meningkatkan pelebaran vasodilatasi pembuluh darah tepi dan vasokontraksi pembuluh darah dalam yang disertai terjadi peningkatan denyut nadi dan tekanan darah naik menyebabkan hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan suhu rumah dengan kejadian hipertensi pada hunian rumah yang padat di wilayah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Penelitian ini dengan menggunakan metode observasionaal analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini pasien hipertensi dan tidak hipertensi berdasarkan data rekam medis yang sesuai diagnosis dokter Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini pada kelompok kasus terdapat 76,7% penderita hipertensi berada tinggal di rumah suhu yang tinggi, 23,3% suhu rendah sedangkan kelompok kontrol terdapat 40% penderita tidak hipertensi berada tinggal di rumah suhu yang tinggi, 60% suhu rendah. Hasil analisis diperoleh (p=0,009 OR=4,929) terdapat hubungan signifikan antara suhu rumah dengan kejadian hipertensi tinjuan pada hunian rumah yang padat di wilayah‘Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Kata-kata kunci: Suhu rumah, Hunian padat, Hipertensi
Literature Review: Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Xena Asterina Susilo; Meitria Syahadatina Noor; Triawanti Triawanti; Farida Heriyani; Nur Qamariah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.759 KB)

Abstract

Abstract: Anemia in pregnant women has become an important factor in maternal mortality in Indonesia, especially when bleeding occurs during pregnancy or childbirth. Some literature shows a relationship between knowledge and attitudes with the incidence of anemia in pregnant women. In this literature review, an analysis of the relationship between the level of knowledge and attitudes and the incidence of anemia in pregnant women will be carried out. The review uses the narrative review method. Articles are obtained from keyword searches in the PubMed, Garuda, and Google Scholar databases with the publication range for 2010-2020 in Indonesian or English. A total of 18 articles were analyzed, there were 2,412 subjects of pregnant women studied from various countries. From the search results found 15 articles (83.3%) which indicated that there was a relationship between the level of knowledge and attitudes with the incidence of anemia in pregnant women and 3 (16.6%) articles which indicated that there was no relationship between the level of knowledge and attitudes with the incidence. anemia in pregnant women. The prevalence of anemia in pregnant women is more common in pregnant women who have low knowledge and bad attitudes. Keywords: Knowledge, Attitude, Anemia, Pregnant Women Abstrak: Anemia pada ibu hamil telah menjadi faktor penting dalam kematian ibu di Indonesia, terutama ketika terjadi perdarahan dalam masa kehamilan atau persalinan. Beberapa literatur menunjukkan adanya hubungan diantara pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dalam tinjauan literatur ini akan dilakukan analisis mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Tinjauan menggunakan metode narrative review. Artikel diperoleh dari pencarian kata kunci di database PubMed, Garuda, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2010-2020 dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sebanyak 18 artikel dianalisis, terdapat 2.412 subjek ibu hamil yang diteliti dari berbagai Negara. Dari hasil penelusuran ditemukan 15 artikel (83,3%) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan 3 (16,6%) artikel yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil lebih sering terjadi pada ibu hamil yang memiliki pengetahuan rendah dan sikap yang buruk. Kata-kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Anemia, Ibu Hamil.
Literature Review: Hubungan Tingkat Pengetahuan Asma dengan Tingkat Kontrol Asma Khairunnisa Khairunnisa; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.985 KB)

Abstract

Abstract: WHO estimates that the quantity of people with asthma in the world is around 235 million. Achieving controlled asthma in patients and maintaining control status in a controlled state are the goals of asthma management. Patients knowledge regarding asthma is one of the factors that influence asthma control. Asthma patients who have sufficient knowledge of asthma will have asthma under control. The purpose of writing this article is to find out how the relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Writing is done by analyzing related literature obtained from search results on electronic databases, namely: PubMed - MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, and official websites such as GINA, WHO and the Ministry of Health. The design used was a literature review, the articles included in Indonesian and English were published in 2010 - 2020. In this literature review, 20 articles were included. Of all the articles included in the literature review, the results showed a significant relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Keywords: asthma, asthma knowledge, and asthma control. Abstrak: WHO memperkirakan jumlah penderita asma di dunia sekitar 235 juta. Tercapainya asma yang terkontrol pada penderita serta mempertahankan status kontrolnya pada keadaan terkontrol merupakan tujuan dari penatalaksanaan asma. Pengetahuan pasien terkait asma merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kontrol asma. Penderita asma yang mempunyai pengetahuan asma yang cukup akan memiliki asma yang terkontrol. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahuai bagaimana  hubungan terkait  tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database elektronik yaitu: PubMed – MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, dan situs web resmi seperti GINA, WHO dan Kemenkes. Desain yang digunakan adalah literature review, artikel yang disertakan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2010 – 2020. Pada literature review ini disertakan 20 artikel. Dari semua artikel yang disertakan dalam literature review menunjukkan hasil adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Kata-kata kunci: asma, pengetahuan asma, dan kontrol asma.