Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Jumlah Bakteri Tangan pada Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan Teknik Mencuci Tangan Hardiyanti Ruslan; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.835 KB)

Abstract

Abstract: Hand washing used soap that using the right hand washing techniqueis is one of effort to prevent the transfer of bacteria from one person to another people, both directly and indirectly. The purpose of this studied was to determine the differences between how much the number of hand bacterial colonies based on hand washing techniques in students of the Banjarmasin Lulut River Elementary School. The research method used was quasi experimental with a post-test-only group design with a sample of 20 hand swabs of students. The parameter measured is the number of bacterial colonies. Data analysis used the dependent T-test with a confidence level of 95%. The results showed that the average number of colonies in the one-step hand washing technique was 31,5 and the average number of hand colonies in the six-step hand washing technique was 9,3. The results of this study showed that there were significant differences between one-step hand washing techniques and six-step hand washing techniques p = 0.000.  Keywords: Hand washing technique, hand bacterial colonies, Banjarmasin’s Lulut river. Abstrak: Mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik cuci tangan yang benar merupakan salah satu upaya mencegah perpindahan bakteri dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri tangan berdasarkan teknik mencuci tangan pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Sungai Lulut Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test-only group design dengan sampel 20 swab tangan siswa-siswi. Parameter yang diukur adalah jumlah koloni bakteri. Analisis data menggunakan uji dependent T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah koloni pada teknik mencuci tangan satu langkah adalah 31,50 CFU/cm2 dan rata-rata jumlah koloni tangan pada teknik mencuci tangan enam langkah adalah 9,30 CFU/cm2. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna anatara teknik mencuci tangan satu langkah dengan teknik mencuci tangan enam langkah p=0,000. Kata-kata kunci: Teknik mencuci tangan, koloni bakteri tangan, sungai lulut Banjarmasin
Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin Atika Ahdiah; Farida Heriyani; Istiana Istiana
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.247 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a condition in which the hemoglobin (Hb) level is <12 g/dl. The prevalence of anemia in the world based on World Health Organization (WHO) data ranges from 40-80%. Knowledge about anemia should be known by women, especially female adolescent, so it can be applied in everyday life in order to prevent anemia. This study aims to determine the correlation between knowledge to the incidence of anemia in female adolescent in PGRI 4 High School Banjarmasin. This research method used observational analytic with cross sectional approach. The number of samples were 56 female students who met the inclusion criteria and taken by proportional stratified random sampling. The research instrument was informed concent form sheet, respondent identity data, questionnaire consist of 10 multiple choice questions and pens. The result of the research found that 41.1% of respondents have less knowledge, 44.6% have sufficient knowledge and 14.3% have good knowledge anemia with status anemia are 64,3% and 35,7% not having anemia. The result of statistical test showed a significant correlation between knowledge to the incidence of anemia in female adolescent in PGRI 4 High School Banjarmasin (ρ = 0,037). Keywords: anemia, knowledge, female adolescent  Abstrak: Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) <12 g/dl.Prevalensi kejadian anemia di dunia berdasarkan data World Health Organisation (WHO) berkisar antara 40-80%. Pengetahuan tentang anemia perlu dimiliki oleh remaja putri dalam upaya pencegahan kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 56 orang siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil dengan cara proporsional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar informed concent, data isian identitas responden, lembar kuesioner sebanyak 10 soal pilihan ganda dan alat tulis. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 41,1 % responden berpengetahuan kurang, 44,6% berpengetahuan cukup dan 14,3% berpengetahuan baik dengan status anemia sebanyak 64,3% dan tidak anemia 35,7%. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin (ρ=0,037). Kata-kata kunci: anemia, pengetahuan, remaja putri
Literature Review: Hubungan Kelembaban Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Pabrik Gravita Piranti Kusumo; Farida Heriyani; Nurul Hidayah
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.715 KB)

Abstract

Abstract: Pneumonia can be the world's leading cause of death in toddlers. According to who in 2017 child deaths caused by pneumonia as many as 808,694 children. High house humidity and pollutants coming from the factory can be the factors. The purpose this literature review summarizes and analyzes the relationship between humidity and incidence pneumoniae in toddlers around factory area. Literature review method is narrative review using Indonesian journal. Search databases using PubMed, Garuda, Cochrane library and Google Scholar. 20 articles are included in this literature review with a publication time of 10 years. Based on the articles analyzed, 11 (73.33%) results were obtained the article states humidity relations with incidence pneumonia in toddlers. Then, 4 (80%) results were obtained article there is a relationship of factory pollutants with pneumonia in toddlers. The results analysis were obtained 1 (33.33%) article with p value= 0,000 is a relation with humidity pneumonia incidence of toddlers living around the factory. Keywords: house humidity, pneumoniae in toddlers, factory pollution Abstrak: Pneumonia dapat menjadi penyebab kematian di dunia pada balita. Menurut WHO tahun 2017 kematian anak disebabkan oleh pneumonia sebanyak 808.694 anak. Kelembaban rumah tinggi dan polutan yang berasal dari pabrik dapat menjadi salah satu faktornya. Tujuan literature review ini merangkum dan menganalisis hubungan kelembaban balita di area pabrik dengan kejadian pneumonia. Metode literature review ini adalah narrative review menggunakan jurnal bahasa Indonesia. Pencarian database menggunakan PubMed, Garuda, Cochrane library dan Google Scholar. 20 artikel disertakan pada literature review ini dengan waktu publikasi 10 tahun. Berdasarkan artikel yang dianalisis didapatkan hasil 11 (73,33%) artikel menyatakan kelembaban balita berhubungan dengan kejadian pneumonia. Kemudian, didapatkan hasil 4 (80%) artikel terdapat hubungan polutan pabrik terhadap kejadian pneumonia pada anak balita. Hasil analisis didapatkan 1 (33,33%) artikel dengan nilai-p = 0,000 terdapat hubungan kelembaban balita dengan kejadian pneumonia di sekitar pabrik. Kata-kata kunci: kelembaban rumah, pneumonia pada balita, polutan pabrik
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019 Annie Khairun Nida; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.032 KB)

Abstract

Abstract: Early marriage is the marriage of adolescents under the age of 20. Aluh aluh subdistrict has the second-highest rate of early marriage in Banjar district with 67 cases. Parental knowledge and also attitude are the risk factors of early marriage occurrence. The purpose of this study was to determine whether there is an association between the level of parental knowledge and attitude with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict, 2019. This study is an analytic observational with case-control approach. A total of 16 case samples (early marriage) were obtained using a total sampling technique and 16 control samples were obtained using a systematic random sampling technique. Data analysis using chi-square test with fisher test as the alternative with score ρ<0,05. After analyzing the data, the value of ρ  = 0,077 is obtained for the father’s knowledge variable, ρ  = 0,719 for the mother’s knowledge, ρ = 1,000 for the father’s attitude variable, and there is no analysis test for the mother’s attitude variable because 100% of the mothers have a positive attitude. Based on the results of statistical tests, there is no association between parental knowledge and attitudes with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict in 2019. Keywords:  knowledge, attitude, parent, early marriage Abstrak: Pernikahan dini ialah pernikahan pada remaja ketika usianya krang dari 20 tahun. Kecamatan Aluh-Aluh memiliki angka pernikahan dini tertinggi kedua di Kabupaten Banjar dengan 67 kasus. Pengetahuan dan sikap orang mengenai pernikahan dini diketahui merupakan salah satu faktor risiko dari pernikahan dini.   Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh tahun 2019. Penelitian ini  bersifat observasional analitik dengan menggunakan metode case control. Sampel diambil dengan teknik total sampling untuk kelompok kasus dan systematic random sampling untuk kelompok kontrol dan didapatkan sebanyak 16 sampel untuk kasus (menikah dini) dan 16 sampel untuk kontrol (tidak menikah dini) yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square serta uji fisher dengan nilai ρ<0,05. Setelah dilakukan analisis data, didapatkan nilai ρ = 0,077 untuk variabel pengetahuan ayah, ρ = 0,719 untuk variabel pengetahuan ibu, ρ = 1,000 untuk variabel sikap ayah, serta tidak dilakukan uji analisis untuk variabel sikap ibu karena 100% ibu memiliki sikap positif. Dari hasil uji statistik, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019. Kata-kata kunci:  pengetahuan, sikap, orang tua, pernikahan dini
Perbedaan Aktivitas Antibakteri Sabun Colek Merek Terpilih terhadap Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sri Widyarsi; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.68 KB)

Abstract

 Abstract: Soap of colek is a cream soap that is often used by Sasirangan workers in Sungai Jingah Village, Banjarmasin to wash their hands after dyeing the Sasirangan cloth. The purpose of this study was to determine the differences in the activity of the 2 selected brands soap of colek on the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This study used a pure experimental method with a posttest-only design with a randomized group design. The treatments tested were soap dab selected brands A and B (concentrations of 0.5%, 1%, 12.5%, 25%, 50%, 75%, 100%) and sterile distilled water, with 3 times repetition of the treatment. The parameters observed were the number of colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli on nutrient agar media. Data were analyzed using the Mann Whitney test (α.0.05). The results showed the difference in the average number of tested bacterial colonies after giving soap brand A and brand B soap of colek; all treatments soap of colek had significantly different activity in reducing the number of Staphylococcus aureus and Escherichia coli colonies; The treatment soap of colek A has a better activity in decreasing the number of tested bacterial colonies than soap of colek B. Conclusion, there are differences in the antibacterial activity of the 2 types of soap of colek selected test brands against the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Keywords: soap of colek, colony count, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Sabun colek merupakan sabun krim yang sering digunakan para pekerja sasirangan di Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin untuk mencuci tangan setelah melakukan pencelupan kain sasirangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas dari 2 merek sabun colek terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan rancangan posttest-only with randomized group design. Perlakuan yang diujikan adalah sabun colek terpilih merek A dan B (konsentrasi 0,5%, 1%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%) dan aquades steril, dengan pengulangan perlakuan sebanyak 3kali . Parameter yang diamati adalah jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada media nutrient agar. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney (α.0.05). Hasil penelitian didapatkan perbedaan rata rata jumlah koloni bakteri uji setelah pemberian sabun colek merek A dan merek B; semua perlakuan sabun colek memiliki aktivitas berbeda bermakna dalam menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli; perlakuan sabun colek A memiliki aktivitas lebih baik terhadap penurunan jumlah koloni bakteri uji daripada sabun colek B. Kesimpulan, terdapat perbedaan aktivitas antibakteri dari 2 jenis sabun colek merek uji terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata-kata kunci: sabun colek, jumlah koloni, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Protokol Kesehatan 3M dengan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021 Syellin Ivasga Baylina; Farida Heriyani; Lisda Hayatie; Meitria Syahadatina Noor; Edyson Edyson
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.246 KB)

Abstract

Abstract: The case of COVID-19 continues to increase. Health protocols are being promoted by the government in an effort to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and adherence to the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Banjarmasin City. This study used an analytic observational method in the form of a case control in Pemurus Dalam Public Health Center in Banjarmasin City using a questionnaire distributed via a google form link, the data were analyzed using the chi square test. The results showed that subjects in the case group 43% had poor knowledge and 12% did not comply with health protocols when compared to the control group which only had a little bad knowledge (11%) and more who obeyed health protocols (91%). The conclusion of this study is that there is a significant correlation (p value < 0,050) between knowledge and compliance with the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Pemurus Dalam Community Health Center in 2021. Keywords: knowledge, compliance, health protocol, incidence, COVID-19 Abstrak: Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat. Protokol kesehatan sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik berupa case control di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form, data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok kasus 43% memiliki pengetahuan kurang dan 12% tidak mematuhi protokol kesehatan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki sedikit pengetahuan buruk (11%) dan lebih banyak yang mematuhi protokol kesehatan (91%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan (p value < 0,050) antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021. Kata-kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan, kejadian, COVID-19
Literature Review: Analisis Kualitas Air Sungai dengan Tinjauan Parameter pH, Suhu, BOD, COD, DO terhadap Coliform Amiratun Naillah; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.796 KB)

Abstract

Abstract: The population growth in the river environment has an impact on the quality of river water so that the river has decreased in quality. This quality decline is influenced by the activities of the surrounding industries, hospitals, agriculture, settlements, trade. This study is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, namely PubMed - MEDLINE, Cochrane library, and Google Scholar. Included articles are in English and published in 2010-2020. Total of 20 articles are included in this literature review. The data collected is the quality of river water based on pH, temperature, BOD, COD, DO parameters to total coliform. From the results of this literature review, it was found that pH and temperature did not have a significant relationship to the number of coliform bacteria in river water while BOD and COD had a significant relationship to the number of coliform bacteria. Furthermore, regarding DO parameters, there is no research that proves that DO has a relationship to the number of coliform bacteria in river water. Keywords: river, water quality, coliform. Abstrak:  Pertumbuhan populasi di lingkungan sungai memberikan dampak bagi kualitas air sungai sehingga sungai mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini dipengaruhi oleh aktivitas perindustrian, rumah sakit, pertanian, pemukiman, perdagangan di sekitarnya. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Cochrane library, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Sebanyak 20 artikel disertakan pada literature review ini. Data yang dikumpulkan merupakan kualitas air sungai berdasarkan parameter pH, suhu, BOD, COD, DO terhadap total coliform. Dari hasil literature review ini didapatkan bahwa pH dan suhu tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah bakteri coliform dalam air sungai sedangkan BOD dan COD memilihi hubungan signifikan terhadap jumlah bakteri coliform. Selanjutnya, mengenai parameter DO belum ada penelitian yang membuktikan bahwa DO memiliki hubungan terhadap jumlah bakteri coliform pada air sungai. Kata-kata kunci: sungai, kualitas air, coliform.
Gambaran Jenis Bakteri Aerob pada Tinja Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Dastin Andre; Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.661 KB)

Abstract

Abstract: Bacteria in faeces contain normal flora and also pathogenic bacteria. The incidence of faecal-oral disease in South Kalimantan is high because of the faecal coliform in Martapura river are high. This study aims to describe type of aerobic bacteria in faeces of elementary students in Lulut riverbank which is Martapura river tributary. This research is a descriptive observational study. The data was taken from 30 faecal samples of students from Public Elementary School 3 and 7 Sungai Lulut Banjarmasin that have met the inclusion criteria. Results of this study concluded that there were 20 isolates of Escherichia coli (66.7%), Salmonella typhii 5 isolates (16.7%), and unculturable bacteria 5 isolates (16.7%) in faecal samples of students residing in riverbank, then Escherichia coli 18 isolates (60%), Salmonella typhii 4 isolates (13.3%), and unculturable ones 8 isolates (26.7%) in faecal samples of students residing outside riverbank. Keywords: Aerob bacteria, faeces, students, Lulut riverbank. Abstrak: Bakteri pada tinja anak dapat berupa flora normal maupun bakteri patogen. Kejadian faecal-oral disease di Kalimantan Selatan masih tinggi dikarenakan tingginya kandungan faecal coliform pada sungai Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri aerob pada tinja siswa SD di sekitar bantaran Sungai Lulut Banjarmasin yang merupakan anak sungai Martapura. Penelitian bersifat observasional deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 sampel tinja siswa SDN 3 dan 7 Sungai Lulut Banjarmasin yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian  terdapat Escherichia coli 20 isolat (66,7%), Salmonella typhii 5 isolat (16,7%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 5 isolat (16,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Lulut, kemudian Escherichia coli 18 isolat (60%), Salmonella typhii 4 isolat (13,3%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 8 isolat (26,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di luar bantaran Sungai Lulut. Kata-kata kunci: Bakteri aerob, tinja, siswa, bantaran Sungai Lulut
Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap dan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Siswa SMA Negeri 3 Banjarmasin Roselya Elvaniah; Noor Muthmainah; Nika Sterina Skripsiana; Farida Heriyani; Nani Zaitun
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.126 KB)

Abstract

Abstract: At this time, COVID-19 is a global case that really needs attention, because there are always spikes in cases every day. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes and behavior of SMA Negeri 3 Banjarmasin students in an effort to prevent COVID-19. The research method is analytic observational, with a cross sectional approach. The sample is 86 students of SMA Negeri 3 Banjarmasin using a sample technique that is proportionate stratified random sampling. Data analysis in this study used the chi-square test. The results of the univariate analysis showed that as many as 60 people (69.8%) had knowledge, 68 people (79.1%) had a good attitude, and 64 people (74.4%) had good behavior in preventing COVID-19. 19 prevention Bivariate analysis of the relationship with attitude, yielded a p-value of 0.000 (p<0.05), obtained a relationship between the level of knowledge and behavior related to COVID-19 prevention with a p-value of 0.019 (p<0.05). Keywords: knowledge, attitude, behavior, COVID-19, high school students Abstrak: Pada saat ini, COVID-19 adalah kasus dunia yang sangat perlu diperhatikan, karena senantiasa terjadi lonjakan kasus setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku siswa SMA Negeri 3 Banjarmasin dalam upaya pencegahan COVID-19 Metode riset yaitu observasional analitik, dengan  pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 86 siswa SMA Negeri 3 Banjarmasin menggunakan teknik sampel yaitu proportionate stratified random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 60 orang (69,8%) berpengetahuan, 68 orang (79,1%) memiliki sikap baik, dan 64 orang (74,4%) memiliki perilaku baik dalam pencegahan COVID-19. 19 pencegahan Analisis bivariat hubungan dengan sikap, menghasilkan p-value 0,000 (p<0,05), diperoleh hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku terkait pencegahan COVID-19 dengan hasil p-value 0,019 (p<0,05). Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, COVID-19, siswa SMA
Literature Review: Hubungan Tingkat Pengetahuan Asma dengan Kualitas Hidup Penderita Asma Ciendy Shintya Alhadi; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.74 KB)

Abstract

Abstract: Asthma is one of the non-transmitted diseases that is still a global problem. Asthma is incurable. The treatment is only aimed to controlling the frequency of asthma attacks. Good knowledge will have an impact on better patient self management. If asthmatics know how to control asthma, then the frequency of asthma attacks and medication will decrease, so quality of life will improve. The literature review is intended to analyze how asthma knowledge affects asthma control levels and their effects on quality of life. The journals used in literature reviews obtained through databases include PubMed, DOAJ and Google Scholar. The journal used is a full text journal and published from 2010 to 2020. 22 literatures found, authors conclude that there is association between asthma knowledge levels and quality of life. Keywords: asthma, knowledge, quality of life Abstrak: Asma adalah salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi permasalahan global saat ini. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan. Penatalaksanaan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meringankan atau mengendalikan frekuensi serangan asma yang dialami. Pengetahuan asma yang baik pada penderita akan berpengaruh pada self management yang lebih baik, sehingga asma menjadi terkontrol. Jika asma terkontrol, frekuensi serangan asma menurun dan kebutuhan medikasi menurun, sehingga kualitas hidup meningkat. Literature review ini dibuat bertujuan untuk menganalisis  pengaruh dari tingkatan pengetahuan mengenai asma dengan  status kontrol asma dan pengaruhnya kepada kualitas hidup. Artikel yang digunakan dalam literature review diperoleh dari database PubMed, DOAJ dan Google Scholar. Artikel yang digunakan hanya jurnal berbentuk full text dan terbit dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2020. 22 literatur yang ditemukan menunjukkan hasil dimana ada hubungan pengetahuan asma, status kontrol asma serta kualitas hidup penderita. Kata-kata kunci: pengetahuan, asma, kualitas hidup.