Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis 3r Sebagai Upaya Mitigasi Banjir Pada Masyarakat Di Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Masjid Kota Banjarmasin Farida Heriyani; Nika Sterina Skripsiana; Widya Nursantari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10739

Abstract

Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Mesjid berada di wilayah Kota Banjarmasin. Letak wilayahnya yang berada di bantaran Sungai rentan banjir dengan penduduk yang padat menyebabkan banyak sampah yang dihasilkan, dibuang sembarangan di sekitar rumah, selokan dan sungai, sehingga dapat menyebabkan banjir di daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dengan pelatihan kepada masyarakat untuk  pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya mitigasi banjir. Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada masyarakat, terdiri dari pemberian edukasi dengan metode ceramah dan diskusi serta pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, dan recycle). Target dari kegiatan ini adalah terdapat pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPS dan tidak ada yang dibuang ke sungai atau selokan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Evaluasi jangka pendek dilakukan melalui pemberian pretest dan  post-test pengetahuan peserta. Hasil kegiatan didapatkan nilai rerata pretest sebesar 5,93, posttest sebesar 9,00 dan uji Wilcoxon nilai p 0,000. Kesimpulan yang didapat adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan sampah tepat guna dan mampu mendaur ulang sampah sebagai upaya mitigasi banjir. 
Peningkatan Keselamatan Kerja Melalui Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang Aman dan Efektif pada Pekerja Industri Sasirangan di Kota Banjarmasin Widya Nursantari; Farida Heriyani; Nika Sterina Skripsiana; Sukses Hadi; Oski Illiandri; Yulia Syarifa; Lisda Hayatie; Siti Habibah Zein; Wahyu Setyaningsih; Fitria Dewi Puspita
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16792

Abstract

Kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja terus meningkat setiap tahunnya, tidak terkecuali pada Pekerja industri rumahan Kain Sasirangan di Banjarmasin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan dan perawatan APD yang benar serta pekerja terampil dalam menggunakan APD yang sesuai. Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif berupa penyuluhan, pemutaran video, dan pelatihan pada 30 pekerja di Kelurahan Sungai Jingah Kota Banjarmasin. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest-posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik, dimana rerata nilai peserta meningkat dari 65,3 pada saat pretest menjadi 89,3 pada saat posttest (Uji Wilcoxon, p=0,000). Hal ini membuktikan bahwa metode edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pekerja dalam penggunaan APD dan perawatannya sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di industri sasirangan Kota Banjarmasin. 
Risk Factors for Hypertension Incidence in the Riverbank Communities of Banjarmasin City Farida Heriyani; Siti Habibah Zein; Widya Nursantari; Nika Sterina Skripsiana
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24494

Abstract

Hypertension is a serious medical condition and a leading cause of death worldwide, including in Indonesia. South Kalimantan ranks second for the highest number of hypertension cases Indonesia. Banjarmasin City, particularly its riverbank areas, has unique environmental and socioeconomic conditions that may influence the health status of its residents, including the incidence of hypertension. This study aims to describe the risk factors for hypertension incidence among communities living along the riverbanks of Banjarmasin City, South Kalimantan. This descriptive study involved 70 respondents diagnosed with hypertension from three areas of Puskesmas (Community Health Center) in Banjarmasin City. The results of the study showed several risk factors for hypertension found among the respondents, including age ≥ 40 years (84.29%), female gender (65.71%), Banjar ethnicity (71.43%), high school or equivalent education level (64.29%), knowledge (50%), unemployed status (62.86%), family history of hypertension (68.57%), high salt consumption habits (65.71%), insufficient rest (42.86%), smoking habits (22.86%), low physical activity (62.86%), and obesity (31.43%). These findings indicate that the majority of respondents possessed a combination of both modifiable and non-modifiable risk factors. Therefore, early detection for non-modifiable risk groups and targeted health education and promotion efforts are essential to encourage lifestyle changes and prevent hypertension in the riverbank communities of Banjarmasin City.
Analysis of Compliance Factors in the Use of Personal Protective Equipment and Their Relation to Occupational Diseases among Sasirangan Industry Workers in Banjarmasin City Nika Sterina Skripsiana; Farida Heriyani; Widya Nursantari; Yulia Syarifa; Siti Habibah Zein; Wahyu Setyaningsih; Fitria Dewi Puspita
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 12, No 1 (2026): JURNAL BERKALA KESEHATAN 1 (APRIL-JULI)
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbkes.v12i1.24864

Abstract

Occupational diseases are illnesses caused by work and/or the work environment, which can be experienced by workers in the sasirangan industry. Most sasirangan industry workers in Banjarmasin City do not use personal protective equipment (PPE) while working. The objective of this study was to analyze factors related to PPE compliance and its association with occupational diseases among sasirangan industry workers in Banjarmasin City. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, conducted at three sasirangan industry sites in Banjarmasin. Samples were obtained using purposive sampling, with a total of 50 workers. Data were collected through questionnaires. Univariate and bivariate analyses were performed using the chi-square test. The univariate analysis showed that 38% of sasirangan workers had a history of occupational diseases, 58% were non-compliant with PPE use, 32% had poor knowledge regarding PPE, 52% had negative attitudes toward PPE use, and 30% reported the unavailability of PPE in the workplace. The bivariate analysis revealed a significant association between PPE compliance and occupational diseases, as well as between attitudes toward PPE use and PPE availability with PPE compliance, while no significant association was found between knowledge of PPE and PPE compliance among sasirangan industry workers in Banjarmasin City.