Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Midang

KENDALA-KENDALA PARA AHLI HELIKOPTER SERI MI TNI ANGKATAN DARAT DALAM PELATIHAN BAHASA RUSIA Susi Machdalena; N. Kartika; Onny Delisma; Eko Wahyu Koeshandoyo
Midang Vol 1, No 3 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i3.50606

Abstract

Belajar bahasa asing selalu terdapat kendala-kendala dalam menguasainya. Tidak terkecuali TNI AD para ahli helicopter seri MI buatan Rusia. Para ahli ini ditugaskan belajar bahasa Rusia berkenaan dengan bahasa yang digunakan dalam buku-buku manual dan tombol-tombol yang ada dalam helikopter tersebut. Tujuan pelatihan ini adalah agar para ahli ini dapat membaca dan memahami buku-buku manual, dapat berbicara, dan pada akhirnya dapat  menerima transfer teknologi  helicopter seri MI ini. Untuk menguasai bahasa Rusia para ahli ini menemukan banyak kendala. Kendala-kendala  ini dapat dikalsifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu kendala pribadi dan kendala akademik. Kendala pribadi berkaitan dengan bakat peserta, memenuhi tugas, motivasi, sedangkan kendala akademik berkaitan dengan penguasaan bahasa Indonesia peserta, kemampuan menerima materi bahasa Rusia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil yang peroleh adalah kendala-kendala yang dihadapi para ahli ini terpetakan. Kendala-kendala ini berupa kendala belajar bahasa Rusia bukan pilihannya, hanya memenuhi perintah atasan, waktu belajar tiga bulan terlalu lama bagi peserta berpisah dari keluarga, sedangkan untuk cuti tidak diperbolehkan, jarak pangkat yang sangat mencolok (peserta berpangkat kopral disatukelaskan dengan peserta berpangkat mayor),  kendala akademik berupa peserta tidak memahami kelas kata dalam bahasa Indonesia dari dua belas peserta hanya tiga orang yang dapat memahami kelas kata dalam bahasa Indonesia.  Oleh karena itu, dari hasil belajar selama tiga bulan 150 jam yang dapat dikatakan yang berhasil hanya tiga orang 2 orang berpangkat mayor 1 orang berpangkat sersan.
PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.