This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Journal of Marine and Aquatic Sciences ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Berkala Perikanan Terubuk BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology AL KAUNIYAH Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Journal of Indonesian Coral Reefs Jurnal Kelautan Tropis Aceh Journal of Animal Science JURNAL ENGGANO Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika MAJALAH ILMIAH GLOBE Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Marine Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Spatial and Temporal Variation of Zooplankton Composition Near Whale Shark Sightings in Probolinggo of East Java, Indonesia Anggraini, Nurlita Putri; Krisanti, Majariana; Madduppa, Hawis; Rizqi Himawan, Mahardika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i1.36067

Abstract

Pola kemunculan hiu paus di Probolinggo berbeda dengan lokasi lain di Indonesia, diduga kemunculannya memiliki hubungan dengan ketersediaan zooplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komposisi spasial dan temporal zooplankton serta mengaitkan dengan kemunculan hiu paus. Penelitian dimulai Bulan Desember 2017 - November 2018 dan terdapat enam titik pengamatan tiap bulannya. Air disaring menggunakan plankton net dan diawetkan menggunakan lugol. Pengamatan menggunakan mikroskop Olympus CX23 dengan dua kali ulangan. Hasil analisis spasial menunjukan adanya variasi terhadap keberadaan hiu paus di setiap stasiun (Chi-square test, X2= 1418.6, P <0.05) dengan kemunculan tertinggi diamati di stasiun PR_5 sebanyak enam individu. Namun, jumlah zooplankton tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di setiap stasiunnya. Berdasarkan analisis temporal, kemunculan hiu paus berbeda signifikan setiap bulannya (Chi-square test, X2= 81.04, P <0.05), dengan bulan Maret dan November menunjukan kemunculan tertinggi, tiga individu. Terdapat variasi kelimpahan dalam jumlah zooplankton (Chi-square test, X2= 148.61, P <0.05), dengan kelimpahan terbesar terjadi pada bulan April dan Maret. Baik secara spasial maupun temporal, korelasi kemunculan hiu paus terhadap komposisi zooplankton tidak berhubungan (r= 0.01, P< 0.05). Selain itu, korelasi antara hiu paus terhadap jenis zooplankton yang ditemukan juga dilakukan, hasilnya menunjukan bahwa Acartia sp. terindikasi menjadi jenis target hiu paus tersebut (r= 0.3, P <0.05), dimana kemunculan hiu paus tidak dipengaruhi oleh jumlah zooplankton yang tersedia, namun berdasarkan kebutuhan kalorinya.
Compositional analysis of invertebrate communities in Raja Ampat conservation zones using environmental DNA (eDNA) Ruzanna, Arina; Madduppa, Hawis; Butet, Nurlisa Alias
Journal of Marine Studies Volume 1, Issue 2 (July, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/joms.v1i2.17632

Abstract

Raja Ampat conservation area is divided into three zones: the core zone, the tourism zone, and the open zone. This region is crucial for sustainable fisheries and environmental management, yet it is under significant anthropogenic pressure. Accurate species detection is essential for inventory and diversity surveys, and environmental DNA (eDNA) methods have been shown to be more effective than conventional techniques. This study aimed to evaluate whether V9 primers could detect multispecies invertebrate compositions, assess community structure and contributions within each zone, and identify significant differences in invertebrate diversity among the zones. A total of 66 eDNA samples were collected from water and sediment columns across the three zones. Samples were extracted using the NucleoSpin„¢ kit (Macherey-Nagel) protocol, amplified with universal eukaryote primers targeting the 18S gene, and sequenced using Illumina MiSeq. Taxonomic analysis was performed using QIIME2 software and the SILVA database. The study identified 19 invertebrate species. The Shannon-Wiener (H') and Simpson (D) indices revealed greater species diversity in the core zone compared to the tourism and open zones. However, the Kruskal-Wallis test indicated no significant differences in species diversity across the zones. SIMPER analysis demonstrated a high percent contribution of species in each zone. This study highlights the effectiveness of eDNA methods for biodiversity assessment and offers valuable insights into invertebrate community structures within the Raja Ampat conservation area.
STUDI MORFOMETRIK IKAN JULUNG-JULUNG (Hyporhamphus dussumieri) DI PERAIRAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Ramdhani, Farhan; Fatchiyyah, Sayyiddah; Hadi, Sutanto; Maddupa, Hawis
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5324

Abstract

Ikan julung-julung (Hyporhamphus dussumieri) termasuk salah satu ikan yang kerap ditemui dalam kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitar Muaro Angke, hal ini menunjukan bahwa potensi ikan julung-julung masih sangat tinggi. Untuk mengetahui hubungan panjang berat ikan tersebut maka dilakukan penelitian pada bulan April 2018. Sebanyak 30 ikan yang tertangkap dengan jumlah ikan betina 9 ekor dan ikan jantan 29 ekor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey studi kasus. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan julung-julung yang didapat dari perairan Muara Angke menunjukan koefisien korelasi (r) yaitu 0.9305. Ini mengartikan bahwa pertumbuhan ikan julung-julung menunjukan sifat isometrik. Adanya hasil korelasi yang erat memiliki arti bahwa semakin bertambah panjang baku (PB) pada ikan julung-julung maka morfometrik pembandingnya juga bertambah. Hasil korelasi tersebut diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Faktor ketersediaan makanan saat berperan dalam proses pertumbuhan. Dari hasil korelasi ini menunjukan bahwa ketersediaan makanan di perairan Muara Angke masih mendukung kehidupan ikan julung-julung.
PEMETAAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN DAN TANPA KOREKSI KOLOM AIR DI PERAIRAN PULAU PAJENEKANG, SULAWESI SELATAN Ilyas, Turissa Pragunanti; Bisman Nababan; Hawis Madduppa; Dony Kushardono
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.995 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.26598

Abstract

Koreksi kolom air dalam pemetaan habitat bentik menggunakan data satelit dapat meningkatkan nilai akurasi informasi yang dihasilkan, seperti yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi lamun dengan perlakuan dengan dan tanpa koreksi kolom air menggunakan klasifikasi berbasis objek (OBIA) di Pulau Pajanekang. Data sebaran padang lamun dan non lamun sebanyak 347 titik diambil pada Juli-Agustus 2018 dengan transek 1x1 m2. Data satelit yang digunakan adalah citra satelit SPOT-7 akuisisi pada 27 Maret 2017 dengan resolusi 6x6 m2. Pada penelitian ini metode klasifikasi OBIA menggunakan beberapa algoritma klasifikasi seperti Support Vector Machine (SVM), Bayes, K-Nearest Neighbour (KNN), dan Decision Tree (DT) untuk memetakan habitat bentik dan lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perlakuan dengan koreksi kolom air dan tanpa koreksi kolom air pada pemetaan ekosistem habitat bentik dan lamun dengan menggunakan beberapa algoritma klasifikasi menunjukkan hasil akurasi yang tidak berbeda nyata. Namun demikian, dari empat algoritma yang digunakan, algoritma Bayes tanpa koreksi kolom air memberikan nilai akurasi tertinggi untuk pemetaan habitat bentik sebesar 70,36% dan habitat lamun sebesar 66,47%. Hal tersebut menunjukkan bahwa koreksi kolom air tidak selamanya memberikan hasil yang lebih baik dalam klasifikasi habitat bentik dan lamun dari citra satelit digital.
TINGKAT PERTUMBUHAN, VARIASI, SPASIO-TEMPORAL DAN PREVALENSI CYANOSPONG BERKERAK (Terpios hoshinota) DI KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Nugraha, Muhammad Andre; Zamani, Neviaty P.; Madduppa, Hawis H.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.30885

Abstract

Terpios hoshinota adalah cyanosponge bertatahkan pada substrat di terumbu karang yang dapat menyebabkan kematian massal pada karang yang terpapar. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki besarnya tingkat kerusakan karang akibat wabah T. hoshinota dengan menilai tingkat pertumbuhan, variasi spasial, dan prevalensi antara dua lokasi di Kepulauan Seribu. Pengamatan empat kali (T0-T3) selama lebih dari 18 bulan (2016-2017) dilakukan untuk melihat tingkat pertumbuhan spons menggunakan metode transek foto kuadrat permanen 5x5 m (250,000cm2). Total cakupan area spons di lokasi penelitian di T0 adalah 65,252cm2 dan menjadi 81,066 cm2 di T3. Level tertinggi terjadi pada T2 2,051cm2/bulan di Pulau Dapur (terdekat dengan Jakarta) dan 483cm2/bulan di Pulau Belanda (situs selanjutnya). Tingkat pertumbuhan spons tertinggi terjadi pada T1 –T2 selama musim transisi dari hujan ke kering. Tingkat pertumbuhan terendah diamati pada T3 selama musim transisi dari kering ke hujan. Secara umum, persentase prevalensi lebih tinggi di Pulau Belanda daripada di Pulau Dapur. Penelitian ini menunjukkan invasi persisten dari T. hoshinota pada ekosistem terumbu karang yang dapat mengatasi fungsi dan peran organisme terkait.
POLA KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI SPESIES IKAN TERUMBU MENGGUNAKAN ENVIRONMENTAL DNA (eDNA) METABARCODING PADA JARAK LONGITUDINAL DARI TELUK JAKARTA Sani, Lalu M Iqbal; Benyamin, Azhari; Husna, Alief K; Arafat, Dondy; Subhan, Beginer; Sunuddin, Adriani; Cakasana, Nadya; Lestari, Dea Fauzia; Madduppa, Dr. Hawis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i3.37971

Abstract

Keberadaan ikan terumbu tentunya erat kaitannya dengan keberadaan terumbu karang karena ekosistem tersebut merupakan habitat bagi ikan karang. Terumbu karang merupakan ekosistem yang banyak terdapat di pulau-pulau kecil di daerah tropis termasuk Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu adalah sekelompok 110 pulau yang terletak di lepas pantai Jakarta dan hingga 80 kilometer sebelah utara Laut Jawa. Dalam studi ini, kami meneliti distribusi spesies dan keanekaragaman spesies ikan terumbu pada dua lokasi yaitu Pulau Untung Jawa dan Pulau Harapan yang berbeda jarak di Teluk Jakarta menggunakan analisis metabarcoding DNA lingkungan (eDNA). Sebanyak 4 liter sampel air laut dikoleksi pada kedalaman 8-9 meter per lokasi lalu dilakukan analisis menggunakan primer spesifik (MiFish U) dengan marka 12s rRNA. Secara keseluruhan, kekayaan spesies yang lebih tinggi ditemukan di Pulau Harapan (52 spesies) diikuti oleh Pulau Untung Jawa (11 spesies). Indeks Shanon-Wiener juga menunjukkan bahwa Pulau Harapan memiliki keanekaragaman ikan terumbu yang lebih tinggi berdasarkan tiga tingkatan taksonomi (famili, genus, dan spesies). Hanya ada lima spesies ikan terumbu mutual yang ditemukan di dua lokasi tersebut, yakni Atherinomorus aetholepis, Auxis thazard, Cephalopholis sexmaculata, Epinephelus chlorostigma, dan Plectropomus areolatus. Hasil temuan dalam penelitian ini sejalan dengan perbedaan antropogenik dimana Pulau Untung Jawa lebih dekat dengan Teluk Jakarta dibandingkan dengan Pulau Harapan yang letaknya relatif jauh dari Teluk Jakarta.
KONSENTRASI LOGAM BERAT PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) TELUK LAMPUNG DAN RESISTENSI BAKTERI SIMBIONNYA Aznardi, Shodikin Aznardi; Madduppa, Hawis; Ismet, Meutia Samira
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i3.38946

Abstract

Kerang hijau merupakan organisme laut yang terancam karena kontaminasi logam berat seperti timbal dan tembaga yang ada pada perairan Teluk Lampung. Selain mengancam organisme kerang, logam berat juga menjadi ancaman bagi organisme simbion. Bakteri yang terpapar logam berat secara terus menerus nantinya akan bisa beradaptasi (resistansi) dengan cemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bioakumulasi kerang hijau asal Teluk Lampung dan menguji kemampuan resistensi bakteri simbion terhadap logam berat timbal (Pb) dan tembaga (Cu) serta melakukan identifikasi molekular untuk mengetahui jenis dari bakteri simbion yang terpilih. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kandungan logam berat pada sampel air dan kerang hijau kemudian diisolasi bakteri simbionnya dan diseleksi menggunakan media Luria Bertani agar dengan menambahkan konsentrasi logam berat, kemudian diuji tingkat ketahanannya terhadap logam berat Pb dan Cu yang ditambahkan terus menerus dari konsentrasi 100 ppm sampai 1000 ppm hingga bakteri tidak dapat tumbuh lagi secara maksimal. Setelah itu, dilakukan identifikasi molekular untuk mengetahui jenis bakteri dan direkonstruksi untuk melihat kedekatan molekular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air dan kerang hijau telah melebihi baku mutu dan isolat bakteri resisten terhadap logam berat Pb pada kisaran 100-1000 ppm dan logam berat Cu pada kisaran 100-700 ppm. Identifikasi molekular terhadap sampel terpilih yaitu STL09 dan STL11 menunjukkan bahwa bakteri simbion merupakan jenis dari spesies bakteri Bacillus sp.
DNA Barcoding, Identifikasi Morfologi dan Kepadatan Populasi Genus Tridacna di Perairan Maluku Utara: DNA Barcoding, Morphological Identification and Population Density of Genus Tridacna in North Maluku Water Hadadi, Namira; Madduppa, Hawis; Shita Azaraly, Irma; Anggraini, Nurlita Putri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i3.47110

Abstract

Tridacna (kima) merupakan bivalvia yang berukuran besar dan memiliki peran penting dalam ekologi. Ukuran dan warna menarik yang menjadi daya tarik hingga mengalami overexplotation. Langkah perlindungan perlu dilakukan, salah satunya pengukuran kepadatan, variasi ukuran yang banyak ditemukan dan identifikasi spesies berdasarkan morfologi dan DNA barcoding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kima dengan metode DNA barcoding serta mengevaluasi ukuran dan kepadatan populasinya di Perairan Maluku Utara. Metode penelitian menggunakan DNA barcoding dan identifikasi morfologi berupa warna mantel dan variasi ukuran cangkangnya serta pengukuran kepadatan kima yang ditemukan di Perairan Maluku Utara. Hasil identifikasi berdasarkan DNA barcoding dan identifikasi morfologi menunjukan hasil yang sama, yaitu terdeteksi tiga jenis kima, Tridacna crocea, Tridacna squamosa, dan Tridacna maxima. Perbedaan ukuran dan bentuk cangkang serta warna mantel yang timbul, memperkuat ketiga jenis tersebut sebagai spesies yang berbeda. Selain itu, bentuk clade pohon filogenetik antara sampel dengan data genbank membentuk clade yang sama. Kondisi kepadatan kima pada perairan ini menunjukan hasil yang sama dengan lokasi lain, yaitu nilainya kurang dari 1 /m2. Nilai kepadatan < 1 m2 dapat mengarahkan bahwa spesies tersebut mengalami penurunan atau mengarah pada overexploitatation. Sehingga, data penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penilaian untuk kegiatan konservasi kima.
Co-Authors . Zairion AA Sudharmawan, AA Abdul Kadir Yamko Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir Aditya Bramandito Adriani Sunuddin Agus A Hakim Agus Atmadipoera Agus Kusnadi Agus Ramli Agus S. Atmadipoera Ahmad Eko Suprianto Ahmad Taufik Ghozali Ahmad Taufik Ghozali Alan Frendy Koropitan Ali Mashar Am Azbas Taurusman Anggraini, Nurlita Putri Aradea Bujana Kusuma Aradea Bujana Kusuma Arief Pratomo, Arief Ario Damar Astini, Lita Astuti, Anggini Fuji Audina putri Ayu Ervinia Ayu, Inna Puspa Aznardi, Shodikin Aznardi Beginer Subhan Benyamin, Azhari Bertoka Fajar S.P. Negara Bisman Nababan Borbee, Erin Budi Prabowo Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Deddy Bakhtiar Deden Yusman Maulid Dedi Soedharma Dedi Soedharma Dedi Soedharma Denny Khaerudi Dharmawan, I Wayan Eka Dian Pertiwi Dietrich Geoffrey Bengen Dietrich Geoffrey Bengen Dietriech G Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dining Nika Alina Dondy Arafat Dony Kushardono Eko S Wibowo Ester Restiana Endang Gelis Fadel Muhammad Fadillah Rahmawati Fajar Nugroho Farhan Ramdhani Fatchiyyah, Sayyiddah Fauzan Dzulfannazhir Fauzan Dzulfannazhir Fildzah Z Hulwani Firdaut Ismail Firsta Kusuma Yudha Gelis, Ester R. E. Genadi Algadri Hadadi, Namira Hadi, Sutanto Hanami, Cindy Claudea Hari Eko Irianto HEDI INDRA JANUAR Henry Munandar Manik Husna, Alief K Ichtineza H Hardono Idham A. Nasrullah Ikbal Marus Ilyas, Turissa Pragunanti Indra Jaya Indra Jaya Irianda, Nadya Jeny Irmalita Tahir Ismail Ismail Iswandi Wahab Iswandi Wahab Jeddah Isnul Jhon Septin Maurisdo Siregar Jhoni Wahyu Adi Jonson Lumban Gaol Karizma Fahlevy Kustiariyah Tarman Lalu M Iqbal Sani Lalu M. Iqbal Sani Lalu M. Iqbal Sani Lane, Christopher Luky Adrianto Luzmi Malia Izza Mahardika Rizqi Himawan Majariana Krisanti Mala Nurilmala Mas Irfanto Meutia Samira Ismet Minsaris, La Ode Alam Moh Muhaemin Mohd Adip Setiawan Muhamad Darmawan Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Iqbal Muhammad Andre Nugraha, Muhammad Andre Muhammad Aris Muhammad Fahmi Zuhdi Muhammad Fahmi Zuhdi Muhammad Taufik MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mu’min Mu’min Nadya Cakasana Nadya Jeny Irianda NAILA KHURIL AINI Nebuchad Nezzar Akbar Nebuchadnezzar Akbar Nella Tri Agustini, Nella Tri Neviaty P Zamani Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Novian Prahandhy Kusuma Nurafni Nurafni Nurhaya Afifah Nurjanah Nurjanah Nurlisa Alias Butet Nurlita P Anggraini Nurlita Putri Anggraini Nurlita Putri Anggraini Prakas Santoso Prakas Santoso Prakas Santoso Prakas Santoso Prehadi . Prehadi Prehadi Purwanto, Budi Rahmat Sawalman Raismin Kotta Ramadian Bachtiar Ramili, Yunita Rani Utari Ayuningtyas Raymon Rahmanov Zedta Ridha Fathihatunnisa Rifki Aldi Ramadhani Risnita Tri Utami Risti Endriani Arhatin Rizky Janatul Magwa Romanus Edy Prabowo Rommy M. Abdullah Rosmi N Pesillette Rustam E Paembonan Ruzanna, Arina Salsabila, Afviya Samsul Bahri Samsul Bahri Sani, L. Mukhsin Iqbal Sani, Lalu M Iqbal Sani, Lalu Mukhsin Iqbal Satya Pratama Atmaja Sayyidah Fatchiyyah Sayyiddah Fatchiyyah Sebastian C. A. Ferse Sebastian Ferse Septy Heltria Setyaningsih, Wahyu Adi Shita Azaraly, Irma Shodikin Aznardi Sigid Hariyadi Sihono Sihono SITI KHODIJAH Sulistiono Sulistiowati Sulistiowati Surahman Surahman Sutanto Hadi Syamsul Arifin Syarifudin Nur Taqiyuddin, Muhammad Wijdan Teddy Triandiza Teddy Triandiza Tyani Fitrian Udhi E Hernawan Ummu Salma Wedi Andika Wiwid Andriyani Lestariningsih Yoppie Wulanda Yusli Wardiatno Zakiyah Rahim Zedta, Raymon Rahmanov