Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Guna Mencegah Penyebaran Infeksi Virus Hanif Mufti Al Islam; Agustin Wulan Suci Dharmayanti; Dwi Warna Aju Fatmawati; Tecky Indriana; Dina Tsalist Wildana; Ali Badrudin
ABDIGI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN GIGI Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena tingginya risiko penularan serta dampaknya terhadap morbiditas, mortalitas, dan produktivitas. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi efektif untuk mencegah penyebaran infeksi virus, namun tingkat pengetahuan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan perilaku masyarakat dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan infeksi virus di Perumahan Mangga 5 Gang 1, Desa Prajekan Kidul, Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan adalah Action Research dengan pendekatan Participatory Action Program selama 45 hari yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, poster, infografis, dan video pengingat melalui grup WhatsApp. Materi mencakup enam langkah cuci tangan pakai sabun, etika batuk, dan pola hidup sehat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi serta observasi terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan perilaku pada seluruh aspek yang dievaluasi. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta hanya memahami materi secara terbatas, sedangkan setelah edukasi peserta mampu memahami dan menerapkan praktik PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan perilaku terlihat dari meningkatnya kebiasaan mencuci tangan dengan benar, menerapkan etika batuk, serta menjalankan pola hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS secara partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam mencegah penyebaran infeksi virus sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan penyakit menular di tingkat komunitas.
Various Language Expressions in The Criticism of Madurese People on Social Media Field Akhmad Sofyan; Panakajaya Hidayatullah; Ali Badrudin
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 28 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v28i1.2352

Abstract

The Madurese community in Situbondo is a group of people who are still 'unfamiliar' with the internet media (social media). Their lack of understanding in using social media often creates problems in society. This article is the result of ethnography of communication research which discusses criticism behavior of Madurese people in Situbondo in social media. It comprehensively analyzes aspects of use of language choice, motive of language choice and language formulation expressed by informants. Research findings show that: 1) Situbondo people express criticism in social media by using code of Madurese language and mixed Madurese-Indonesia and Madurese-English, and they are expressed through some patterns which are humor, figurative, threatening and affirmative, direct and indirect satire, Kiyai quote and lyrical/poetical pattern; 2) Some motives background of choice of language code in expressing criticism are influenced by aspects of hierarchy in a context of diglosia society, politic of identity; dimension of ethnic group and psychological and cultural motives. Formulation of these findings explain that most of criticism model of Madurese people in Situbondo through social media is manifestation of habit in expressing criticism in real world. Something avoided is criticism model using sarcasm sentence, containing hate speech, offending pride, social status, family and feeling of interlocutors. Expressive and outspoken criticism in social media are also considered to be dangerous and unacceptable by people because they create ‘floating’ (unclear) interpretation, and potential to be misinterpreted. While some acceptable criticism are criticism model expressed by fine language and expressed by humor, figurative, fine satire and lyrical/poetical patterns.