Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Tanggung Jawab Medis Era Rekam Medis Elektronik di Indonesia Manela, Citra; Sawitri, Retno; Prawestiningtyas, Eriko
Soepra Jurnal Hukum Kesehatan Vol 10, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/sjhk.v10i2.11411

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam masyarakat mengakibatkan transformasi digitalisasi pelayanan kesehatan sehingga rekam medis perlu diselenggarakan secara elektronik. Hal ini membuat dokter menghadapi risiko tanggungjawab baru dalam lingkungan medis yang tunduk pada pertukaran informasi kesehatan elektronik. Sistem rekam medis elektronik yang sedang berkembang telah merevolusi cara pemberian layanan kesehatan. Pergeseran informasi elektronik dan risiko tanggung jawab merupakan hal yang penting untuk dipahami oleh setiap dokter yang berpraktek. Tujuan penulisan ini adalah membahas tentang perubahan historis dari rekam medis kertas ke rekam medis elektronik serta bagaimana tanggung jawab hukum dokter yang menggunakan rekam medis elektronik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif (normative legal research) yang mengkaji bahan-bahan hukum primer dan sekunder yang berkaitan dengan rekam medis elektronik serta tanggungjawab hukum dokter di era rekam medis elektronik. Pengisian rekam medis yang lengkap, memahami dan beradaptasi dengan sistem rekam medis elektronik, keamanan data dan pengelolaan rekam medis yang baik tentunya harus dilakukan. Kasus tanggung jawab hukum yang baru di era rekam medis elektronik ini, kemungkinan besar akan melibatkan peninjauan data yang diambil dari rekam medis elektronik. Data pada catatan elektronik merupakan alat bukti hukum yang sah sehingga rekam medis elektronik dapat menjadi alat bukti hukum dalam pembuktian kasus malpraktek.
Karakteristik Pasien COVID-19 Berat dan Kritis yang Dirawat di ICU dan HCU RS Universitas Andalas Periode 2020-2021 Pane, Farah Nur Arifti; Syahrul, M. Zulfadli; Manela, Citra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1268

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020–2021 meningkat sangat pesat sehingga ketersediaan rawat intensif untuk pasien COVID-19 berat dan kritis menjadi terbatas. Pasien COVID-19 yang dirawat di ICU dan HCU dapat memiliki kondisi penyerta lain yang menjadi faktor risiko potensial terhadap COVID-19 dan perburukan penyakit. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU RS Universtias Andalas periode 2020–2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU. Penelitian ini dilakukan di RS Universitas Andalas dengan jumlah sampel 203 pasien COVID-19 berat dan kritis dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (54,7%), usia 41-64 tahun (58,1%), pasien dengan komorbid (79,3%), komorbid tunggal (61,5%), dan komorbid hipertensi (41%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU lebih banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, usia 41–64 tahun, memiliki komorbid, komorbid tunggal, dan komorbid hipertensi  
Korelasi Konsumsi Makronutrien dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Penderita Obesitas Tahun 2022 Khairunnisa, Ainindia; Almurdi, Almurdi; Lipoeto, Nur Indrawati; Fasrini, Ulya Uti; Manela, Citra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i3.1311

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi makronutrien secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan resistensi insulin sehingga terjadinya hiperglikemia yang dapat memicu penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Objektif: Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara konsumsi makronutrien dengan gula darah puasa pada penderita obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa data indeks massa tubuh, gula darah, dan makronutrien yang dinilai menggunakan food recall 2 x24 jam. Sampel penelitian berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan korelasi Spearman. Hasil: Rerata total energi 1.707,9 gram/hari, karbohidrat 219,93 gram/hari, protein 62,56 gram/har, lemak 64,30 gram/hari. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara konsumsi karbohidrat (p=0,645), protein (p=0,776), dan lemak (0,876) terhadap kadar gula darah puasa. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara konsumsi makronutrien dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita obesitas. Hal ini disebabkan karena faktor lain seperti usia, jenis kelamin, keturunan, dan lain-lain.
Profil Pasien Luka Bakar dengan Syok Hipovolemik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2019-2021 Addina, Azka; Saputra, Deddy; Manela, Citra; Fortuna, Fory; Elvira, Dwitya; Putra, Syandrez Prima
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1304

Abstract

Latar Belakang: Syok hipovolemik adalah suatu keadaan gawat darurat pada luka bakar yang meningkatkan risiko kematian. Pemahaman tentang karakteristik pasien luka bakar dengan syok hipovolemik sangat penting untuk mempercepat penegakan diagnosis dan menurunkan risiko mortalitas. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik pasien luka bakar yang mengalami syok hipovolemik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, penyebab, derajat luka, luas luka, komorbid, dan fasilitas kesehatan asal. Data penelitian diambil dari data sekunder rekam medis di Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2021. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat yang dilakukan pada setiap variabel penelitian. Hasil: Sebanyak 30 pasien luka bakar dengan syok hipovolemik diikutsertakan ke dalam penelitian. Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 36-45 tahun, laki-laki, luka bakar api, derajat full thickness, luas luka 20-39% dan 40-59% TBSA, komorbid penyakit paru, serta rujukan dari rumah sakit tipe C. Kesimpulan: Risiko kejadian syok hipovolemik perlu diwaspadai pada kasus luka bakar usia dewasa akhir, luka bakar pada laki-laki, luka bakar akibat api, luka bakar dengan derajat full thickness serta luka bakar mayor, dan pada kasus dengan komorbid paru.
EVALUATION OF PAIN SCALE ON CIRCUMCISION PATIENTS UNDER LIDOCAINE HYDROCHLORIDE LOCAL ANESTHESIA Aulia Achmad, Baraz; Manela, Citra; Zulfiqar, Yevri; Hendriati; Effendi, Rinal; Myh, Etriyel
Indonesian Journal of Urology Vol 32 No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Urological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32421/juri.v32i2.924

Abstract

Objective: Evaluating the pain scale of circumcision patients under lidocaine hydrochloride local anesthesia. Material & Methods: An observational descriptive research was carried out on 30 children with a body weight of 20-29 kilograms from February 2023-April 2023. Circumcision was performed under 2 ampoules of 2% lidocaine as local anesthesia. Data consisted of pain onset measure using a stopwatch and the pain scale were obtained through the Wong-Baker Face Pain Rating Scale (WBFPRS), these variables were recorded when pain occurs post-local anesthesia effects ends. Results: The average onset of pain is 47.73 minutes with the fastest onset of pain was 20 minutes and the longest onset of pain was 72 minutes. The average pain scale as measured by the WBFPRS is 2.33. Conclusion: The average pain scale in this study was less than 3 which indicated that the pain felt did not interfere with activities. Keywords: Circumcision, pain, anesthesia, lidocaine.
Gambaran Kasus Luka Bakar di Departemen Forensik RSUP Dr. M. Djamil Padang Pada Tahun 2010 - 2020 Savitri, Melvinia; Manela, Citra; Pertiwi, Dian; Susanti, Rika; Saputra, Deddy; Hasmiwati, Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1143

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar merupakan trauma yang sering terjadi dalam kehidupan sehari - hari, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Kasus luka bakar pada korban hidup maupun meninggal memiliki arti penting dalam investigasi forensik. Objektif: Untuk mengetahui gambaran kasus luka bakar di Departemen Forensik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010 - 2020. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional, menggunakan data Rekam Medis Forensik terhadap 131 kasus luka bakar dengan teknik total sampling. Hasil: Ditemukan 131 kasus luka bakar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik korban luka bakar meliputi; terbanyak pada laki - laki (76,3%), rentang usia 18 - 39 tahun (51,1%), penyebab karena api (57,3%), derajat II (58,9%), rentang luas luka 0 - 20% (45,8%), lokasi di ekstremitas atas (19,7%), dan tempat kejadian di rumah korban (40,5%). Mayoritas kasus luka bakar diakibatkan kecelakaan (96,2%), dengan kelompok terbanyak ditemukan pada korban hidup (91,6%). Mayoritas kasus luka bakar termasuk derajat luka sedang (74,2%). Kesimpulan: Kasus luka bakar ditemukan terbanyak pada laki -laki, pada kelompok usia 18 - 39 tahun, penyebab karena api, derajat II, dengan rentang luas luka 0 - 20%, lokasi di ekstremitas atas, dan tempat kejadian di rumah korban. Mayoritas kasus luka bakar diakibatkan kecelakaan, dengan kelompok terbanyak ditemukan pada korban hidup, dan termasuk derajat luka sedang. Kata Kunci: luka bakar, forensik
Gambaran Kematian di RSUP Dr M Djamil Padang Rahmadiyani, Rahmadiyani; Susanti, Rika; Putri, Biomechy Oktomalio; Manela, Citra; Lestari, Tuti; Rustini, Rini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14854

Abstract

ABSTRACT The definition of death is stated in the Law of the Republic of Indonesia, this law explains the diagnostic criteria for clinical death and brain stem death. In forensic medicine, we study death, changes after death, and what is behind these changes. Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil has a body register book which contains data on the deaths of incoming bodies containing name, gender, age, registration number, diagnosis, actions taken and so on. However, there has been no research regarding the alleged cause and manner of death at Dr. M. Djamil Padang. The aim of this study was to determine the description of deaths at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2018-2022. This research is a descriptive study which takes data from the body register book which is entered into the Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang 2018-2022. The number of bodies entered into the Forensic and Medicolegal Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang from 2018 to 2022 is 16,765 bodies. Every year more than 50% of deaths occur in men with the largest age group being the late elderly at 24.2%-25.6% per year and 46.1%-53.1% per year of deaths from West Sumatra outside Padang. The largest group of causes of death based on ICD-10 is the group of symptoms, signs and other disorders at 33%-45% per year with the most frequent diagnoses being septic shock and MODS. Deaths occurring outside hospitals are less than 2% per year. The percentage of unnatural deaths is below 7% per year, of which as many as 40.5%-78.1% per year are not examined because of refusal from the family. Description of death at RSUP Dr. M. Djamil Padang is relatively same every year. Keywords: Forensics, Cause of Death, Description of Death  ABSTRAK Definisi kematian tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia, yang menjelaskan tentang kriteria diagnosis mati klinis dan mati batang otak. Dalam kedokteran forensik dipelajari tentang kematian, perubahan setelah kematian, dan apa yang melatarbelakangi perubahan tersebut. Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil memiliki buku register jenazah yang berisi data kematian jenazah yang masuk berisi nama, jenis kelamin, usia, nomor registrasi, diagnosis, tindakan yang dilakukan dan sebagainya. Namun, belum ada penelitian terkait dugaan sebab dan cara kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2018-2022. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana mengambil data dari buku register jenazah yang masuk ke Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2022. Jumlah jenazah yang masuk ke Departemen Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018 hingga 2022 adalah 16.765 jenazah. Setiap tahunnya lebih dari 50% kematian pada laki-laki dengan kelompok usia terbanyak masa lansia akhir sebesar 24,2%-25,6% pertahun dan 46,1%-53,1% pertahun jenazah dari Sumatera Barat diluar Padang. Kelompok penyebab kematian berdasarkan ICD-10 yang terbanyak adalah kelompok gejala, tanda, dan kelainan lainnya sebesar 33%-45% pertahun dengan diagnosis terbanyak syok sepsis dan MODS. Kematian yang terjadi diluar rumah sakit kurang dari 2% pertahun. Persentase mati tidak wajar berada dibawah 7% pertahun, dimana sebanyak 40,5%-78,1% pertahun tidak dilakukan pemeriksaan karena penolakan dari pihak keluarga. Gambaran kematian di RSUP Dr. M. Djamil Padang relatif sama setiap tahunnya. Kata Kunci: Forensik, Penyebab Kematian, Gambaran Kematian
Karir Di Kedokteran Forensik: Perspektif Hari Ini Dan Masa Depan Windasari, Noverika; Manela, Citra; Tanzilah, Sani; Meilia, Putri Dianita Ika
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 72 No 3 (2022): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.72.3-2022-680

Abstract

Introduction: The lack of experts in forensic medicine will become a serious problem globally in the future. In Indonesia, the unique position of forensic medicine at the intersection between medicine and law itself means that the role of forensic doctors can still expand widely. The future development of forensic medicine in Indonesia is determined mainly by forensic doctors and prospective forensic doctors themselves. Therefore, this study aims to determine the motivation of doctors in choosing the specialty of forensic medicine and their views on work as forensic doctors. Methods: This is a cross-sectional descriptive observational research using mixed methods, with forensic doctors and residents as respondents. Result: The results show that 17.8% chose forensic medicine because of their interests and 11.1% because they considered forensic medicine to be a challenging specialty. The absence of scholarships, the lack of institutional and family support, the lack of number and variety of cases in various educational centers, and the limited supporting facilities and financing of forensic medical services are the main obstacles for forensic doctors. Conclusion: Regeneration is needed to meet the need of forensic doctors in various regions in Indonesia by spreading information about the importance of forensic medicine. Good coordination between forensic experts, the Indonesian Forensic Doctors Association (PDFI), other professional organizations, and relevant stakeholders is needed to overcome various obstacles and ensure the growth of forensic medicine in Indonesia.